
Puspita sudah kembali lagi ke rumah dan melihat ibunya sudah pulang dari warung.
Wajah ibunya terlihat marah.
"Pita!! benar kalau kamu sekarang pulang nya sore??" Tanya Heni.
"Iya bu!! kenapa rupanya??" Tanya Puspita.
"Kamu dari mana aja,ngelayap seharian??" bentak Heni berang.
"Aku memang bukan ibu kandung mu, tapi aku yang membesarkanmu dan kamu tinggal bersama kami. Apapun yang terjadi sama kamu ,pasti kami yang akan di salahkan!!" Lanjutnya.
"Aku nggak akan pernah menyusahkan kalian kok!! lagi pula aku nggak betah di rumah seharian bersama dengan suami mu yang bejat itu !!" Jawab Puspita.
"Pita!! jaga mulutmu!!" Teriak Heni.
"Ibu aja yang nggak tahu apa yang sudah di lakukan suami kesayangan mu itu!!" Ucap Puspita meninggalkan Heni dan masuk ke kamarnya.
Heni termenung mendengar perkataan Puspita.
"Apa yang sudah di lakukan Danu kepada Pita?? apakah dia....???"
Heni merinding membayangkan sesuatu yang buruk seperti yang sering terlihat dan di dengar di dunia media.
"Aku harus menanyakannya!! kalau sempat hal itu terjadi ,aku tidak akan memaafkan Danu!!" Ucapnya sambil melangkah ke kamar Puspita.
"Pita!! ibu mau bicara!!" panggilnya.
Puspita membuka pintu dan kembali tidur di tempat tidur kecilnya.
Heni mendekati Puspita dan duduk di sampingnya.
"Pita!! katakan apa yang sudah di lakukan Danu kepadamu??" bujuknya dengan lembut. Nada bicaranya juga setengah menangis. Seolah olah takut kalau sesuatu yang di bayangkannya telah terjadi kepada anak tirinya.
"Bu!! apa perlunya ibu tahu,kalau ujung ujungnya akan membuat keributan di rumah kita!!" Jawab Puspita.
"Pita!! ibu harus tahu apapun yang terjadi kepadamu!!" bujuk Heni.
"Ceritakan saja!! jangan takut!!"
Pita menatap ibunya,
"Danu sering mengintipku di kamar mandi bu!! dan dia juga sering berusaha untuk membuka pintu kamar dan memaksa masuk!!" cerita Pupita membuat wajah Heni berang.
Dia sangat marah mendengar penuturan suaminya. Dia tidak pernah menyangka kalau semua itu terjadi di rumahnya.
"Ibu nggak usah ribut ya sama dia!! aku takut kalau Danu menyakiti ibu!! aku sudah besar dan sudah bisa jaga diri !! " ujar Puspita.
"Kamu yakin??" Tanya Heni.
Puspita mengangguk.
"Setiap hari kamu pulang sore dari mana???" Tanya Heni.
"Aku cari uang bu!! akukan butuh untuk keperluan sekolah!!" jelasnya.
"Kamu kerja apaan??" Tanya Heni.
"Jadi kernet!!"
"Apa??? jadi kernet?? bahaya Pita!! kalau kamu jatuh dari angkot gimana??" Heni sangat kaget dengan jawaban Puspita.
"Bu!! aku malah senang kok!! pulang sekolah aku nggak perlu jalan kaki!! " Ucapnya.
Heni memeluk Puspita. Dia memang sangat sayang kepada putri dari laki laki yang sudah menariknya dari dunia malam itu.
Dia masih teringat pertemuan pertama dengan Pandi. Laki laki itu sedang menggendong seorang anak kecil di sebuah halte sedang mencari rumah kontrakan. Sedangkan dia sedang mencari mangsa. Saat itu Heni masih bekerja sebagai kupu-kupu malam.
__ADS_1
Wajahnya yang tidak terlalu cantik dan usianya yang tidak lagi remaja membuatnya susah untuk mencari pelanggan.
Malam itu Heni melihat Pandi sedang berusaha mendiamkan putrinya yang berumur empat tahun yang sedang menangis.
Karena kasihan Heni membawa Pandi dan anaknya tinggal di rumahnya.
Dan keesokan harinya ,Heni menemani Pandi mencari rumah kontrakan.
Dan atas permintaan Pandi ,Heni menjadi pengasuh putrinya selama dia bekerja.
Pandi wijaya bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel mobil mewah. Dia seorang pekerja yang ulet dan cerdas.
Sehingga beberapa tahun kemudian dia bisa membeli sebuah rumah kecil di pinggir kota.
Pandi dan Heni menikah karena mereka tidak mau di anggap kumpul kebo. Setelah menikah dan tinggal serumah Pandi melarangnya untuk menjual diri dan memenuhi semua kebutuhannya.
Pandi sangat menghormati Heni. Walaupun mereka sudah menikah namun itu hanya sebatas di atas kertas.
Dia telah mengubah Heni menjadi wanita terhormat.
Heni manghela nafas panjang kala kenangan itu terkuak kembali.
Kesalahannya adalah menerima Danu menjadi suaminya. Danu yang tampan dan masih muda ,tapi malas dan pengangguran.
"Bu!! kenapa ayah pergi meninggalkan kita??" Tanya Puspita tiba tiba. Pertanyaan yang tidak pernah di lontarkan nya.
Heni menggelengkan kepalanya.
"Ibu juga nggak tahu Pita!! hari itu semua baik baik saja!! semua seperti biasa!! ayahmu pergi kerja dan sampai sekarang nggak pernah pulang lagi ke rumah ini!!" Jawab Heni.
"Ayah punya musuh nggak ??"
"Ibu nggak tahu!! soalnya ayahmu tidak pernah bertengkar dengan orang lain!! ayahmu orang baik!!"
"Ibu punya fotonya??" Tanya Puspita.
Puspita masih terlalu kecil saat ayahnya pergi. Wajah ayahnya hanya samar samar dalam ingatannya.
"Ini ayahmu!!' Ucapnya memberikan lembaran foto ke tangan Puspita.
"Pandi Wijaya!! jadi nama ayahku ini! kenapa lain dengan di kartu identitas bu ??!!" Tanya Puspita.
"Ayah mu yang merubahnya!! alasannya sih ibu kurang tahu!! ayahmu tidak suka kalau di tanya soal itu!!' Jawab Heni.
Puspita heran mengetahui nama asli ayahnya. Yang dia tahu selama ini nama ayahnya adalah Wahyudi.
Dia akta kelahirannya juga tertulis nama Heni sebagai ibu dan Wahyudi sebagai ayah.
"Apa sebenarnya yang di rahasiakan ayahku?? kenapa dia membuat identitas palsu tentang diriku??" resah Puspita.
"Aku akan mulai mencari tahu!!! tapi mulai dari mana??" tanyanya dalam hati.
Semalaman Puspita tidak bisa tidur memikirkan rahasia tentang dirinya.
"Sebenarnya aku siapa?? siapa ibuku yang sebenarnya dan dimana dia??" tanyanya sambil mengusap airmatanya yang menetes di sudut matanya.
****
Sama halnya dengan Puspita ,Tara juga tidak bisa tidur. Malam ini dia di paksa menginap di rumah Marsha.
Ketiga temannya itu sudah ketiduran karena asyik berpesta dengan teman laki lakinya.
Tara harus mengunci pintu kamar mandi karena dia tidak mau ikut berpesta dengan Marsha.
Sudah hampir tengah malam,Tara masih berada di kamar mandi. Dia masih belum mau keluar karena takut di paksa minum alkohol oleh MarshaCs.
Namun saat mendengar semuanya sudah sepi,Tara keluar dengan hati hati . Dia tidak melihat ketiga temannya. Dia juga tidak mendengar suara musik keras .
__ADS_1
Tara berlari ke pintu keluar dan masuk ke mobilnya.
Dengan terburu buru ,Tara melaju dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan rumah Marsha.
***
Paginya Tara merasakan kepalanya sangat pusing dan badannya panas dingin.
Dia tidak pergi ke sekolah padahal hari ini ada ujian semester.
Puspita sangat cemas dengan ketidak hadiran Tara. Mereka memang tidak pernah lagi bertemu ,tapi Puspita tahu kalau Tara tidak suka absen kecuali kalau sakit.
"Salsa!! tolong dong hubungi Tara!! dia harus ikut ujian !!" Ucapnya.
"Enak aja kamu ya!! emangnya aku asisten situ !! nyuruh nyuruh ,kamu aja sendiri yang menghubunginya!!" tolak Salsa.
"Kalian kan satu geng!! masa di suruh gitu aja nggak mau!!" protes Puspita.
"Suka suka gue dong!! kenapa rupanya??" tantang Salsa.
Puspita meninggalkannya. Dia malas beradu mulut dengan Salsa. Si Ratu centil yang mulutnya kayak ember.
"Ini!! kamu hubungi Tara!!' Sebuah ponsel di sodorkan Dirly ke tangannya.
Puspita menatap ponsel itu.
Dia menggelengkan kepalanya.
"Pakai saja!! kamu mau menghubungi Tara kan??" tanyanya.
"Aku nggak pandai makenya!!' Jawabnya polos.
"Ya ampun!! hari gini,masih ada orang yang nggak bisa menggunakan ponsel!!" Ucapnya dalam hati.
"Kamu punya nomor nya??"
"Nggak!!" Jawab Puspita.
"Ada yang tahu ??' Tanya Dirly.
"Geng Laba laba pasti tahu !!' Ucapnya.
Dirly mendekati Salsa. karena cuma Salsa yang mau di ajak bicara.
"Salsa,pinjam ponselmu dong!!!" Ucap Dirly.
"Tuan Muda kesayanganku!! boleh, ini!!" sahutnya sambil menyerahkan ponsel puluhan jutanya.
Dirly langsung mengotak atik dan kemudian menyerahkan kembali.
Dia kemudian menghubungi nomor yang sudah di dapatkan dari ponsel Salsa.
"Nih!! kamu sendiri yang ngomong!!" Ucapnya.
"Tara!! kamu sakit ya??" Tanya Puspita tanpa basa basi.
Namun Tara tidak menjawab ,Puspita hanya mendengar suara isakan dari balik ponsel.
"Tara!!!" ponsel tiba tiba mati.
Dia menyerahkan kembali ponsel Dirly,tanpa mengucapkan terima kasih.
"Oo,jadi gitu!! dasar nggak tahu terima kasih!!" geram Dirly.
"Kamu sendiri yang ngasih!! aku nggak minta kok!!" Jawab Puspita meninggalkan Dirly dan duduk kembali di kursinya.
Dirly masih terus menatapnya. Namun tatapannya lain,tatapannya sangat lembut penuh dengan rasa .
__ADS_1
Puspita menjadi risih dengan tatapan Dirly, menggulung sebuah kertas dan melemparkannya ke wajah Dirly.
Dirly kaget dan membuang wajahnya karena malu ketahuan sedang menatap Puspita.