
Nadia berjalan di depan menyusul Atikah yang berjalan dalam kebingungan. Dia tidak tahu mau di bawa kemana., Karena Nadia membawanya ke tempat yang tidak pernah di datanginya sebelumnya.
"Kita mau kemana kak??' Tanya Atikah.
"Ikut aja deh!! kita akan ke suatu tempat!!" Jawab Nadia sambil terus menuruni beberapa puluh anak tangga.
Dan mereka sudah berada di sebuah ruangan yang di lapisi kaca tebal. Lampu besar membuat tempat tanpa jendela itu menjadi terang benderang.
"Kita dimana kak?? ini tempatnya sangat menyeramkan !!" Ucap Atikah bergidik ketakutan.
"Ini belum seberapa dengan apa yang sudah kamu lakukan!!"
Atikah menoleh mencari asal suara itu. Wajahnya menjadi lega melihat Aril berada juga di sana.
"Kak Aril!! aku nggak takut lagi deh , kalau kakak ada disini!!" panggilnya riang.
Atikah langsung berlari ke samping Aril dan bergelayut manja di lengannya.
"Lepaskan!! " Aril menatap dingin dan menepiskan tangan Atikah dengan kasar.
Aril mendorongnya hingga jatuh terjungkal. Atikah menatap Aril . Dia langsung bergidik melihat wajah dingin Aril yang begitu menakutkan.
"Siapa kamu??" Tanya Aril.
"Kakak!! kenapa kakak bertanya seperti itu? " rengek Atikah pura pura kecewa.
"PRAAAKKKK!!!"
Aril menghantamkan tangannya ke sebuah dinding yang di lapisi kaca hingga pecah berserakan.
Tangannya luka kena pecahan kaca dan terlihat mengeluarkan tetesan cairan merah.
"Siapa kamu?? darimana kamu tahu tentang riwayat keluargaku?? siapa yang menyuruhmu??" teriak Aril. Dia tidak perduli dengan tangannya yang sudah di lumuri darah.
"Kak!! aku Puspa!! adikku!!" Atikah masih mencoba bertahan dengan kebohongannya.
"Diaammm!!! tutup mulutmu!! aku sudah tahu kalau selama ini kamu sudah menipuku!! katakan siapa kamu sebenarnya!!" Teriak Aril semakin marah.
"Kak.... aku...!!"
"Jangan panggil aku kakak!! kamu bukan Puspa!! kamu adalah penipu yang sudah berani bermain main denganku!!" Teriak Aril.
Aril kemudian menyeret gadis itu ke sebuah ruangan kecil yang di lapisi kaca.
"Nadia!! lakukan tugasmu dengan baik!! buat dia buka mulut!! kalau bukan karena dia seorang perempuan, aku akan menanganinya langsung dengan tanganku sendiri!! tapi najis aku menyakiti perempuan !!" geram Aril.
"Baik bang Aril!! " Jawab Nadia.
__ADS_1
"Kalau dia tidak mau buka mulut, siram saja wajahnya dengan air keras!! " ancam Aril sambil menyodorkan sebuah botol plastik berisi cairan putih.
Tidak ada yang tahu apa isinya. Mungkin saja air keras seperti yang di katakannya.
"Tidaaaaakkkk!!! jangaaaaannn!!! ampuuuunnn!!" Atikah berteriak histeris dan ketakutan saat mendengar ancaman Aril. Apalagi di perlihatkan botol yang katanya berisi air keras. Dia langsung membayangkan betapa menakutkan kalau hal itu sampai terjadi.
"Apaaa??? kamu takut??? katakan siapa kamu dan siapa yang sudah membayarmu dan apa tugasmu??" desak Nadia dengan tegas.
"Katakan!!!" Teriak Aril tidak sabar.
"Bang Aril sabar ya!! aku pasti bisa membuka mulutnya!! kalau tidak, ya udah kita lenyapkan saja dia!!" Ucap Nadia dengan datar.
Atikah semakin ketakutan mendengar pembicaraan kedua orang yang seperti pembunuh berdarah dingin itu.
"Kak!! tolong kak!! aku tidak mau mati!!" Atikah sudah terlihat gemetaran dan ketakutan.
"Ya udah!! kalau kamu masih ingin hidup, jawab semua pertanyaan kami dengan jujur!!" tegas Nadia.
"Tapi kak, aku takut di bunuh juga sama dia!!" Ucap Atikah.
"Kalau begitu, kamu mati di sini saja!! atau kamu mau di siram air keras??" ancam Nadia sambil mengambil botol di samping Aril.
"Tidaaaaakkkk!!! jangaaaaannn!!" Atikah kembali berteriak ketakutan.
"Kalau begitu, katakan apa yang ingin kami ketahui!! jangan membuat kami marah!!" Teriak Nadia dengan sangat keras sambil menjambak rambut Atikah.
"Kamu mau katakan atau tidak!!" kembali Nadia berteriak keras.
"Baiklah kak!! aku akan menceritakan semuanya.
Dengan terbata bata Atikah kemudian menceritakan kalau seseorang sudah membayarnya untuk mengambil surat surat kepemilikan semua aset yang di miliki oleh Aril.
"Siapa yang menyuruhmu??" geram Aril dengan wajah merah.
"Aku tidak tahu kak..!!"
"Aku bukan kakakmu!!!!!" Teriak Aril dengan sangat keras. Panggilan kakak itu sangat menyakitkan hatinya. Itu membuatnya semakin ingin menemukan adiknya yang sesungguhnya.
"Jangan pernah memanggilku kakak!! kamu sudah menipuku, kamu sudah membuat waktuku sia sia !! " bentaknya dengan keras.
"Jadi kamu tidak mau memberitahu kan siapa yang sudah menyuruhmu??" sinis Nadia.
"Aku tidak tahu siapa dia!! " Bohong Atikah.
"Baiklah!! sebelum kamu mengatakannya, kami tidak akan melepaskan kamu!! kamu akan disini sampai kamu mau mengatakannya!! pikirkan baik baik, jangan sampai kamu membeku di sini!!" ancam Nadia dengan lembut.
"Yok bang!! kita biarkan dia disini!! terserah maunya apa!!" Ajak Nadia.
__ADS_1
Aril mengangguk dan mengikutinya Nadia dari belakang.
Keduanya duduk di ruangan tertutup .
"Kira kira siapa yang sangat berambisi untuk mengambil aset mu ya bang!!" Ucap Nadia memecah kesunyian.
"Aku sih belum yakin, namun dugaan pertama adalah Dirga!! dari dulu dia sangat terobsesi dengan semua yang di miliki oleh keluargaku!! dia sudah berhasil menghancurkan keluargaku dan menguasai sebagian kekayaan yang kami miliki!!" geram Aril.
"Tapi kita harus mengetahuinya secara pasti, supaya kita bisa mempersiapkan diri dan tidak salah sasaran!!" Ucap Nadia.
"Kamu betul Nad!! kalau sampai semua inj adalah rencana Dirga, aku akan mulai dengan permainanku!!"
Aril menatap dengan wajah keras. Kejadian hari ini membuatnya sangat emosional.
Kenapa tidak????
Papanya di temukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan dalam keadaan koma , entah kapan bisa pulih kembali.
Penemuan papanya membuat penipuan Atikah terbongkar dan menguak sebuah rahasia tentang seseorang yang ingin menguasai semua yang di milikinya.
Yah, Dirga benar benar ingin menghancurkannya sampai sehancur hancurnya.
"Itu tidak akan terjadi Dirga!! permainanmu akan ku balas !! dan kamu harus tahu siapa Aril Septian Wijaya yang sebenarnya!!" desisnya dengan amarah yang amat sangat.
Beberapa jam kemudian, Aril menyuruh Nadia kembali ke ruang bawah tanah untuk menginterogasi Atikah.
"Kamu nggak ikut??" Tanya Nadia sambil menatap langsung ke wajah Aril .
Aril sangat kaget mendengar panggilan yang tidak biasanya.
"Ooo, maaf !! aku lancang ya??"
"Nggak apa apa!! kalau kamu nyaman dengan panggilan itu , apa salahnya??" Jawab Aril membuat Nadia bernafas lega.
"Tapi apa kamu nyaman di panggil seperti itu??" Tanya Nadia pelan. Dia sangat takut membuat marah laki laki yang sehariannya pendiam dan selalu tegas, namun berhati lembut dan suka menolong orang lain.
Aril tercenung dan akhirnya mengangguk.
Nadia tersenyum melihatnya.
"Kita turun sekarang??" Tanya Aril.
"Ayok!!" Ajak Nadia sambil melangkah duluan dan membiarkan Aril menyusulnya di belakang.
Keduanya tiba saat Atikah sedang menggigil kedinginan.
Atikah langsung berlutut di kaki Aril.
__ADS_1
"Tolong tuan!! tolong lepaskan aku!! isak Atikah gemetaran.