
Dirly menyerahkan uang Cash sebanyak lima puluh juta. Barka tersenyum puas setelah uang ada di dalam genggamannya.
Dirly menatap kepergian Barka sampai menghilang dari pandangannya.
Dia duduk sambil memikirkan ucapan Barka yang mengatakan kalau geng kalajengking sedang mencari keberadaannya.
Dirly masuk ke dalam kamar dan melihat Puspita masih tertidur dengan pulas.
Dia kembali merebahkan dirinya di samping Puspita dan memeluknya dengan sangat erat.
Wajahnya terlihat cemas dan ketakutan. Itu karena dia sudah yakin kalau geng Kalajengking yang berarti Marsha berada di dalamnya.
"Marsha tidak akan tinggal diam dan laki laki tadi , hhh , aku tidak mempercayainya!!" keluh Dirly.
Memikirkan semua itu membuatnya menjadi gelisah. Tubuhnya bolak balik ke kanan ke kiri, membuat Puspita terbangun.
"Dirly, kamu sedang apa?? ada yang sedang kamu pikirkan??" Tanya Puspita.
"Nggak kok sayang!! kamu udah bangun ya!! kita makan yok, aku udah lapar!!' Sahut Dirly mengalihkan pembicaraan.
"Kamu udah lapar ya!! ya udah , ayo!!" Ajak Puspita sambil membenahi pakaiannya.
"Tapi aku ke kamar mandi dulu ya!!" ulangnya.
Dirly mengangguk dan menatap Puspita yang sedang berjalan ke kamar mandi.
"Pita,aku mulai takut kalau kita akan terpisah lagi!!" cemas Dirly.
Tidak berapa lama Puspita sudah keluar dengan rambut basah.
"Kamu keramas ya!!" goda Dirly.
"Ya iyalah, itu gara gara kamu, gangguin terus!!' ketus Puspita.
"Tapi aku tidak bisa menahan diri kalau sudah di dekat kamu sayang!!" rayu Dirly sambil memeluk Puspita dari belakang.
"Iiihhhhh, jangan mulai lagi ya!! kamu kan lapar, ayo makan dulu!!" Ajak Puspita mendorong Dirly ke dapur.
Setelah selesai makan , Puspita mengajak Dirly duduk di teras belakang rumah.
Keduanya duduk sambil menatap hamparan ladang jagung milik para tetangganya.
"Dirly,kamu mau nggak jujur sama ku??" Tanya Puspita.
"Jujur tentang apa , sayang??" acuh Dirly.
"Aku tahu kalau kamu sedang memikirkan sesuatu!! kamu nggak mau cerita??" desak Puspita.
Dirly menarik nafas panjang. Pikirannya sedang kalut. Dia bingung harus mengatakan apa kepada Puspita. Dia takut kalau itu akan membuat kebahagiaan yang di lihatnya di wajah gadis itu akan hilang.
"Katakan saja Dirly!! aku akan siap menghadapinya!!" desak Puspita yang melihat sirat keraguan di wajah suaminya.
__ADS_1
Dirly akhirnya menceritakan kedatangan Barka .
"Aku yakin kalau Marsha akan sampai ke tempat ini!! kita sudah tahu kalau dia sangat licik dan sanggup melakukan apa saja !!" jelas Dirly.
"Kamu takut??" tantang Puspita.
"Nggak Pita, aku tidak takut!! aku hanya takut kalau dia memisahkan kita dengan cara lain yang tidak bisa kita duga!!" tegas Dirly.
"Trus gimana dong?? apa kita harus pergi lagi??" Tanya Puspita.
"Itu ide bagus juga!! baiklah, aku setuju kalau kita pergi dari sini!! besok pagi kita pergi!!" Ucap Dirly.
Dirly menatap Puspita dengan sangat lama sambil memeluk pinggangnya dan menarik Puspita lebih dekat.
"Pita, aku mohon , kalau suatu hari kita terpisah oleh sesuatu hal, kamu jangan menyerah ya, kita harus terus bersatu!!" bisik Dirly.
"Kalau misalnya aku melakukan sesuatu yang menyakiti hatimu, kamu harus percaya kalau itu bukan aku!!" Lanjutnya.
"Kok ngomong gitu sih Dirly, ngeri lho dengarnya!! rengek Puspita.
"Hush, jangan merengek!! kamu harus menjadi wanita kuat seperti yang ku lihat selama ini!!bisik Dirly dengan sangat tegas.
Wajahnya terlihat keras dan serius.
"Dirly, apa kamu punya firasat buruk??" Tanya Puspita.
"Nggak lah!! aku cuma mengingatkan kamu , aku ingin kita menjaga cinta di hati kita dan mempertahankannya!! kamu harus selalu ingat satu hal, kamu adalah belahan jiwaku dan tidak ada yang lain!!" tegas Dirly.
Keduanya duduk disana sambil menatap matahari yang sedang beranjak tidur.
Malam itu Puspita sudah membereskan semuanya. Mereka sudah merencanakan akan berangkat pagi pagi sekali.
Malam itu Dirly tidak bisa memejamkan matanya , dan ternyata Puspita juga sama.
"Tidurlah Pita, aku akan menjagamu!!" bisik Dirly.
"Hmm, aku akan coba!!" balas Puspita sambil memejamkan matanya.
Dirly terus menatap wajah Puspita.
"Pita, aku takut memejamkan mataku, aku takut kalau sampai tidak melihatmu saat terbangun nanti!!" bathinnya.
Merasa sedang di perhatikan Puspita kembali membuka matanya. Dan dia langsung kaget karena Dirly masih terus menatapnya dan belum tidur.
"Dirly, kamu belum tidur, hmm??" Tanya Puspita sambil menatap wajah Dirly yang kelihatan sedang cemas.
"Dirly, kamu nggak usah cemas!! aku janji, kemanapun kamu dan dimanapun aku akan mengejar mu dan tidak akan melepaskanmu!!" hibur Puspita.
"Kamu benar akan melakukannya??" Tanya Dirly.
"Iya, aku janji!!" Ucap Puspita.
__ADS_1
"Sekarang kamu harus tidur, besok kita akan melakukan perjalanan jauh!! kalau kamu ngantuk, kita bisa celaka!!"
Dirly akhirnya memejamkan matanya seperti yang di minta Puspita.
****
Dini hari , Puspita tiba tiba tersentak karena tubuhnya di tarik dengan kasar.
Dan tubuhnya di hempaskan dengan kasar ke bawah tempat tidur.
"Pergi jauh , dasar gadis murahan!!" Puspita mendengar suara kasar dari seseorang yang sering di dengarnya.
Puspita membuka matanya lebar lebar . Dia semakin kaget melihat Marsha sudah duduk di ranjang di samoing Dirly.
Dia melihat Dirly sedang terlentang namun matanya terbuka.
"Dirly, bangun!! kita harus pergi !! Teriak Puspita.
Namun Dirly tidak mengatakan apa apa. Mulutnya terlihat bergerak gerak namun tidak mengeluarkan suara.
"Apa yang sudah kamu lakukan kepada Dirly?? " berang Puspita.
"Aku cuma memberikan sedikit cairan , itu supaya dia sedikit tenang saja!!" Jawab Marsha tanpa rasa bersalah.
Ya, Marsha sudah menyuntikkan cairan ketubuh Dirly. Dia memang sudah merencanakannya.
"Aku akan menjadikan Dirly seperti boneka hidup!!Dirly harus jadi milikku!!" geramnya setelah mengetahui tempat keberadaan Dirly dan Puspita.
"Kamu nggak punya perasaan!! apa yang sudah kamu lakukan padanya??" Teriak Puspita histeris melihat kondisi Dirly.
"Kamu mau lihat apa yang akan kulakukan padanya??" tantang Marsha.
Marsha mendekati Dirly. Dia mulai menciumi wajahnya . Dia juga mengulum bibirnya dengan sedikit ganas.
"Hentikan Marsha!! hentikan!!" isak Puspita.
"Tidak!!! aku tidak akan berhenti!! aku akan mendapatkan Dirly seperti yang sudah kamu lakukan!!"
Marsha dengan kasar membuka semua kain yang menutup tubuh Dirly.
"Marsha, apa yang kamu lakukan?? dia suamiku!! " bentak Puspita sambil berdiri dan bersiap menyerang Marsha.
Namun seorang laki laki menghentikan niatnya dengan memegang tangannya dengan kuat.
"Lepaskan aku!! aku harus menghentikan dia!!" Teriak Puspita marah.
"Diam!! kalau tidak aku akan melemparkanmu keluar!!" bentak Laki laki itu.
Marsha tidak memperdulikan teriakan Puspita. Malahan dia semakin beringas dan semakin bernafsu untuk mendapatkan Dirly.
Dengan berbagai cara di lakukannya untuk memancing nafsu Dirly. Namun kemarahannya langsung meledak karena alat vital Dirly masih lembek kayak ulat bulu. Walaupun berbagai cara sudah di lakukannya.
__ADS_1