Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 77


__ADS_3

Hari itu Puspita tidak pergi kemana mana. Dia sudah meminta cuti kepada bang Beni.


Beni sangat kaget dengan keputusannya menikah dengan orang lain. Karena selama ini Beni sangat tahu dengan kisah cinta sejati mereka berdua.


Puspita diam saja karena tidak punya alasan yang tepat untuk menjawab semua pertanyaan Beni.


"Pita, jangan menikah dong!! kalau ada masalah kan bisa di bicarakan!! kalau memang ada yang menghalangi kalian bisa menghadapinya bersama!! nggak mesti menikah dengan orang lain!!" gusar Beni.


"Maafkan Pita ya bang!! ini sudah jadi keputusanku!! ini yang terbaik untuk semuanya!!" Sahut Puspita.


"Aku tidak akan datang ke pernikahan mu!! jangan pernah datang lagi ke hadapanku!! aku benci dengan orang yang tidak mau berjuang!!" Teriak Beni sambil mengusir Puspita.


Puspita diam saja sambil menyerahkan kunci angkot yang selama ini di bawanya.


"Pita, kamu nggak menganggap aku ini kakakmu??" Tanya Beni yang masih berusaha untuk menghalangi niat Puspita.


"Bang, abang pasti akan senang setelah tahu apa di balik semua ini!!" Jawab Puspita.


"Tidak Pita!! sampai kapanpun abang tidak akan pernah senang kalau kamu menikah dengan orang lain kecuali dengan tuan muda Dirly!!" Teriak Beni kecewa.


Puspita kembali diam.


"Aku pulang ya bang!! aku cuma mau bilang terima kasih untuk semua yang sudah abang berikan selama ini!! aku tidak akan pernah melupakan kalau aku memiliki seorang kakak laki laki sebaik bang Beni!!" Ucapnya sambil meninggalkan Beni.


"Dasar keras kepala!! aku tidak menyangka dia akan melakukan itu!!apa dia sudah melupakan semua yang di lakukan tuan muda?? !!" geram Beni.


Beni kemudian menghubungi Dirly. Namun dia sangat kaget yang menjawabnya adalah Abimanyu, papanya Dirly.


Dan lebih kaget lagi saat mendengar Dirly sedang koma di rumah sakit.


"Bagaimana mungkin Pita menikah saat Dirly lagi berjuang dengan nyawanya!!' keluh Beni.


"Apa yang sudah terjadi?? Pita nggak mungkin setega itu kepada orang lain, apalagi kepada Dirly, laki laki yang sangat di cintainya!!" Lanjutnya.


Beni mencoba mencari tahu , namun dia tidak menemukan apa apa.


****


Hari itu juga Abimanyu sedang mencoba berbicara dengan dokter di rumah sakit untuk memberikan ijin karena akan membawa Dirly berobat ke luar negri.


Namun dokter memberikan waktu . Mereka sedang mengukur waktu karena semua atas permintaan Fakhira.

__ADS_1


"Kalau besok anak bapak tidak ada perkembangan sama sekali, kami pihak rumah sakit akan membantu mengurus bapak membawa pasien ke luar negri!!' putus sang dokter.


Abimanyu menyetujui pernyataan sang dokter. Dia juga mengatakan perihal itu kepada Marsha.


"Ya sudah lah om!!kita berharap aja , Dirly akan baik baik saja!!" Ucap Marsha.


***


Dirga dan Nadia sedang menandatangani sebuah kontrak kerja sama.


Keduanya di dampingi oleh pengacara masing masing.


"Besok aku akan mentransfer semua dana yang akan ku investasikan!!" Ucap Dirga.


"Baiklah pak!! aku sangat berterima kasih dengan keputusan pak Dirga untuk menjadi salah satu investor di perusahaan saya!!" Jawab Nadia dengan sangat sopan.


"Aku sangat tersanjung sudah di ajak kerja sama oleh ibu Nadia!! pengusaha sukses dan ternama!!' puji Dirga.


"Terima kasih pak!! mudah mudahan dengan dana yang bapak berikan , kita akan membuat perusahaan semakin maju dan keuntungan kita semakin banyak!!" Sahut Nadia.


"Itu yang ingin sekali saya dengar!! keuntungan yang banyak, ha...ha...ha..!!" gelak Dirga.


Nadia juga tertawa mengimbangi ke girangan Dirga. Dia tidak ingin terlihat biasa saja dengan kesepakatan besar itu.


***


Puspita sedang duduk di dalam kamarnya. Malam inj adalah malam terakhir sebelum pernikahannya besok.


Puspita sangat resah dan takut. Dia tidak bisa membayangkan kalau Dirly sampai gagal dan dia terpaksa menikah dengan Andi.


"Tidak!!! aku tidak akan pernah mau menikah dengan Andi!! walaupun dia ank yang baik tapi aku tidak mencintainya!! aku hanya akan bersama dengan Dirly, tidak dengan siapapun!!" putusnya.


Puspita kemudian melihat kembali baju pengantin sederhana yang dipilih berdua dengan Dirly.


Dirly sengaja memilih gaun pengantin yang tidak ribet karena harus sesuai dengan rencana mereka.


Puspita kadang merasa aneh dengan Dirly. Pemikirannya sangat di luar jangkauan. Tindakannya selalu di luar dugaan.


"Aku harus mendapatkan cintaku!! selama ini aku tidak pernah di cintai seperti ini , jadi aku harus bersama dengan orang yang mencintaiku!! aku harus merasakan bagaimana rasanya di cintai oleh seseorang!!" gumamnya.


Puspita juga mengemas beberapa pakaian di dalam sebuah tas kecil. Dia juga menyediakan sejumlah uang yang bisa di gunakan oleh ibunya.

__ADS_1


"Maafkan aku bu, aku harus meninggalkanmu dengan cara seperti ini!!" Ucapnya sedih.


Bagaimanapun Heni sudah membesarkannya dan sudah bersama dengannya sejak kecil.


Suka dan duka sudah mereka lalui berdua. Rasa bersalah menyelimuti perasaannya karena harus meninggalkan perempuan itu.


Dia juga sedang menulis surat untuk ibunya. Karena besar kemungkinan dia akan pergi dari kota ini untuk selama lamanya.


Puspita menulis ucapan terima kasihnya dan ucapan maaf karena tidak akan bisa menemani ibunya untuk sementara waktu.


Puspita juga menulis kalau suatu saat akan kembali untuk menjemput Heni.


Tanpa terasa airmatanya berjatuhan. Dia sangat sedih.


"Seharusnya ini adalah momen yang sangat membahagiakan!! seandainya aku punya keluarga yang utuh pasti tidak akan ada yang menghinakan aku seperti ini!!"


Puspita mengambil sebuah foto usang yang selalu di simpannya.


Dia mulai menatapnya. Dari tatapan rindu sampai tatapan amarah.


"Pandi Wijaya, kenapa kamu meninggalkan aku sendirian??? kamu juga memalsukan identitas ku, apa kamu ingin membuangku dari kehidupanmu???" ungkapnya dengan kemarahan.


Kehidupan yang di laluinya sangat keras dan sangat menyakitkan, membuat dia sangat membenci orang yang susah meninggalkannya sendirian.


Dan saat kesedihannya sedang menguasainya, Heni masuk . Dia sangat kaget melihat mata Puspita sudah basah oleh airmata.


"Pita, kamu kok nangis?? ada apa??" tanyanya kaget.


"Nggak apa apa kok bu!!" elak Puspita.


Namun Heni mulai paham saat melihat foto yang ada di tangannya.


"Kamu jangan sedih dong!! ibu paham , kalau kamu sedang merindukan sosok ayah di saat seperti ini!! tapi apa yang bisa kita lakukan, ayahmu menghilang tidak tahu kemana!!" bujuk Heni.


Puspita akhirnya tidak bisa menahan tangisnya. Tangisnya pun pecah di pelukan Heni.


"Kenapa dia meninggalkan aku bu?? kenapa juga dia menghapus namanya dari namaku??" isak Puspita.


"Ibu tidak tahu Pita!! sudah ya, kamu nggak usah sedih!! mudah mudahan pernikahan kamu adalah awal dari kebahagiaan dalam hidupmu!!" hibur Heni.


Heni mengelus kepala Puspita dengan sangat lembut. Dan dia mulai menyadari kalau dia tidak pernah memanjakan gadis itu , dan dia sangat menyesalinya.

__ADS_1


"Kenapa aku lupa kalau anak ini sangat membutuhkan perhatian ?? dia yang sudah di tinggalkan oleh semua keluarganya, seharusnya aku bisa menggantikan sosok ibu untuknya!!" sesal Heni sambil terus mengusap ubun ubun Puspita yang ternyata sudah tertidur di pelukannya.


__ADS_2