Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 76


__ADS_3

Setelah acara selesai, dan rumah sudah sepi, Heni masih terlihat penasaran.


Bayangan wajah Andi dan bapaknya yang terlihat biasa saja sangat mengganggu hatinya.


Dia tidak ingin anak tirinya mendapatkan keluarga yang tidak menyayanginya.


Kegelisahan Heni di rasakan juga oleh Puspita.


"Bu, nggak usah cemas!! aku masih bisa kok bersama dengan ibu!!" hibur Puspita.


Padahal Puspita sudah tahu kalau hal itu tidak akan terjadi kalau rencana yang susah di susun oleh Dirly terlaksana.


Namun Puspita sudah memutuskan akan bersama dengan Dirly bagaimanapun caranya.


Puspita kembali mempertimbangkan semua yang sudah di putuskannya. Namun pilihannya tetap akan bersama dengan Dirly.


Tiba tiba ponselnya berdering. Puspita melihat nama Melani di sana.


Puspita mengangkatnya dan mendengar isak tertahan wanita itu.


"Pita, Dirly kembali koma!! datanglah kesini secepatnya, mudah mudahan kehadiranmu membuatnya kembali sadar!!"


" Baik tante, aku sekarang akan berangkat kesana!!" Jawab Puspita menutup ponselnya.


"Sebenarnya aku sangat tidak tega mempermainkan perasaan tante Melani!! tapi bagaimana lagi, semua ini harus di lakukan, kalau tidak aku akan harus rela menikah dengan pilihan Abimanyu!!" gumam Puspita.


Puspita melaju dengan angkotnya dan berhenti di depan sebuah rumah sakit besar dan elit.


Dia langsung berjalan menuju ruangan yang beberapa hari terakhir sering di datanginya.


Namun ini akan berakhir setelah dua hari yang akan datang.


Puspita langsung masuk ke dalam ruangan Dirly.


Abimanyu sudah berada disana. Tidak ketinggalan juga Marsha dan Melani. Mereka sedang berdiri disisi ranjang Dirly. Sedangkan Dirly sedang tergeletak dengan mata yang masih terpejam.


Ketiganya langsung melihat ke arah Puspita yang sudah siap dengan wajah cemas.


"Dirly kenapa lagi Tante??" tanyanya kepada Melani. Hanya Melani yang sudi mengajaknya bicara.


"Dirly kembali koma Pita!! tante sangat cemas!!" isak Melani.


Puspita mendekati Dirly dan meraih tangannya.


"Dirly, bangun dong!! aku disini!!" bisiknya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu , terlihat jari telunjuk Dirly bergerak.


"Pa, Dirly bereaksi!!' bisik Melani terharu.


Abimanyu diam saja , dan menatap dengan wajah dingin. Tidak terlihat wajah bahagia melihat kondisi Dirly yang menunjukkan kemajuan.


Dia bahkan menarik tangan Melani ke luar ruangan.


"Ingat ma, apapun yang di lakukan gadis itu, aku tidak akan setuju dengan hubungan mereka!! Dirly pasti bisa sembuh tanpa bantuan gadis bodoh itu!!" tegas Abimanyu.


"Tapi pa, Dirly itu nggak cuma butuh obat, dia membutuhkan orang yang dicintainya berada di sampingnya!!" geram Melani.


"Aahhkk! omong kosong dengan cinta!! simpan semua kata kata manis mu, ingat, jangan pernah bertindak bodoh yang akan menghancurkan semuanya!! kalau itu sampai terjadi, aku tidak akan memaafkanmu!!' tegas Abimanyu sambil mengangkat telunjuknya di depan wajah Melani.


"Tapi pa, nyawa Dirly....!!"


"Sudah, diam!!" tekan Abimanyu memotong ucapan Melani. Melani tidak bisa menahan airmatanya.


"Kalau sesuatu terjadi kepada Dirly, aku akan menyesal karena tidak pernah memberikan kasih sayang yang penuh sebagai seorang ibu!!" gumamnya sedih.


Seorang perawat kembali masuk dan menyuruh semua orang keluar.


"Pasien harus istirahat, jadi kalian harus membiarkannya sendiri!!" Ucapnya.


Marsha dan juga Abimanyu keluar dari dalam ruangan.


"Kamu benar Marsha!! nanti om akan membicarakan nya dengan pihak rumah sakit!!" Jawab Abimanyu merasa kalau ide Marsha ada benarnya.


"Lagi pula aku tidak ingin deh si gembel itu terus mendatangi Dirly!! kenapa sih om dia harus ada disini??" rengek Marsha.


"Sabar sayang!! dua hari lagi dia akan nikah!! kita akan terlepas dari dia !! dan aku boleh bersama Dirly ke luar negri!!' bujuk Abimanyu.


"Waw, bagus banget dong om!! jadi benaran dia akan nikah?? aku pikir cuma akting doang, supaya Dirly panas aja!!" sorak Marsha.


"Kamu tahu nggak?? om yang sudah memilih laki laki yang akan menjkahinya!! dan laki laki itu yang sekelas dong dengan gadis itu alias miskuin!!' gelak Abimanyu.


"Hmm, sekarang aku sudah bisa lega, aku selaku cemas dengan gadis bodoh itu!!'


Abimanyu tersenyum puas melihat wajah Marsha yang juga merasa puas mendengar hasil kerja nya.


Sebelum pulang, Puspita meminta ijin untuk melihat kembali kondisi Dirly.


"Ya udah, pergi sana!! jangan lama lama!! jangan pikir kamu itu di izinkan masuk ke dalam keluarga kami!!" cuek Abimanyu dengan sangat kasar.


Puspita tidak menghiraukannya.Dia tetap berjalan ke ruangan Dirly walaupun hatinya kembali merasa sakit.

__ADS_1


Rasa sakit yang sudah lama di rasakannya sejak laki laki itu memintanya untuk menjauhi putranya.


Dan rasa sakit itu semakin bertambah saat laki laki itu memaksanya menikah dengan laki laki lain.


Puspita kemudian masuk ke dalam ruangan dan tidak lupa menguncinya dari dalam.


Dirly langsung duduk dan tersenyum melihat kedatangan Puspita.


"Kamu masuk lagi, ada apa?? masih kangen ya!!" goda Dirly.


"Dirly, aku mau pulang!! besok aku nggak akan di izinkan lagi keluar karena katanya sedang ritual pingitan!! kamu nggak apa apa kan??" Ucapnya.


"Baiklah Pita, kamu jaga diri baik baik!! aku pasti sangat merindukanmu!!" rajuk Dirly.


"Hei, jangan gitu dong!! aku juga pasti akan kangen sama kamu!!" bujuk Puspita.


"Pita , sini!! " Dirly menarik tangan Puspita dengan kuat dan merengkuhnya ke dalam pelukannya.


"Pita, kamu yang sabar ya!! kamu harus yakin kalau aku pasti akan datang dan tidak akan membiarkan kamu jadi milik orang lain!!" bisik Dirly dengan sangat lembut sambil merapikan rambut di kening Puspita.


"Kamu harus datang!! kalau tidak aku bisa...!!"


Dirly menutup bibir Puspita dengan jari telunjuknya.


"Jangan mengatakan apapun!! aku pasti datang walaupun nyawa jadi taruhannya!!" tegas Dirly.


"Jangan bicara soal nyawa dong, aku takut kalau kamu harus kehilangan nyawa, siapa yang akan mencintaiku seperti kamu mencintaiku??" sendu Puspita.


"Ya sudah!! sekarang kamu pulang!! aku pasti akan datang!!"


Dirly melepaskan pelukannya dan membiarkan Puspita melangkah meninggalkan ruangan .


Sementara itu Marsha sedang uring uringan karena Puspita belum keluar juga dari ruangan Dirly.


"Ngapain sih si gembel disana lama lama?? " geram nya.


"Sabar Marsha!! ini yang terakhir dia datang kesini!! biarkan saja , apapun yang di lakukannya, biarkan saja!!" bujuk Abimanyu.


Dan setelah Puspita keluar , Marsha langsung membentaknya.


"Hei gembel!! ngapain sih di dalam sana?? nggak mikir ya, sudah mau nikah pun masih saja mikirin orang lain!! sana tuh, kamu urusin calon laki mu!!"


Puspita tidak meladeni nya, karena merasa tidak ada gunanya.


"Kamu tunggu saja tanggal mainnya!!" geramnya dalam hati .

__ADS_1


Puspita kembali melaju dengan angkotnya di jalanan yang biasa di laluinya mencari rejeki dari tangan penumpang .


__ADS_2