
Tidak berapa lama , Marsha datang dengan wajah yang di penuhi dengan senyuman.
"Aku akan mengambil jurusan kedokteran!! kamu setuju kan kalau aku jadi dokter!!" Ucap Marsha dengan manja.
"Terserah kamu dong, kok tanya aku sih??" cuek Dirly.
"Aku kan calon istrimu, jadi aku harus minta pendapatmu dong!!" rengek Marsha.
"Calon istri dari hongkong!! aku itu nggak berniat kok punya istri, aku mau bebas selamanya!!" elak Dirly.
"Mana mungkin, nggak ada orang yang mau seperti itu!!" Ucap Marsha.
"Aku maunya begitu, siapa yang keberatan, nggak ada kan!!" Ucap Dirly.
"Terserah kamu deh!! tapi aku akan berusaha untuk mendapatkan kamu!! ingat Dirly, kamu itu milikku, selamanya !!" tegas Marsha.
"Hmm, Marsha kita ke villa keluargamu yok!! aku sedikit jenuh, mau refresing biar rileks!!" Ajak Dirly.
Marsha langsung melonjak kegirangan.
"Benaran, aku juga pingin kesana, apalagi bersama dengan kamu, pasti seru!!" lonjaknya kegirangan.
"Bisa kita berangkat sekarang??" desak Dirly.
"Siapa nolak?? pasti dong aku mau!!" Ucap Marsha.
"Kita naik motor??" Tanya Marsha.
"Nnggak , kita naik mobil kamu aja!!"
__ADS_1
"Terserah kamu aja deh, yang penting kamu mau pergi dengan ku!" Marsha kemudian memberikan kunci mobil kepada Dirly dan duduk di samping nya.
Dirly melaju dengan kecepatan tinggi. Dia sudah memberikan motornya kepada Evan dan sudah memerintahkan sahabatnya itu untuk menyusulnya dari belakang.
Marsha menyenderkan kepalanya ke bahu Dirly.
"Kalau bukan karena urusan Aditya, aku ogah dekat dekat dengan gadis manja ini!!" bathin Dirly membiarkan Marsha melakukan keinginannya dan tidak mengacaukan hati gadis itu.***
Sementara itu Beni sedang memberikan laporan keuangan kepada Aril.
Aril merasa heran melihat keberadaan Puspita di pangkalan angkot.
"Pita kok disini??" tanyanya tanpa menyapa gadis itu.
Beni pun menceritakan tentang masalah yang sedang menimpa Puspita.
"Kasihan juga dia !! sejak kecil tidak pernah merasakan kebahagiaan!!" gumam Aril.
"Kok marah!! bukankah uang dari pangkalan angkot ini, tujuannya untuk membantu anak anak yang putus sekolah!! jadi kamu sudah melakukan hal yang tepat!!" tegas Aril.
"Aku kasihan melihatnya, dia itu pintar dan harus berhenti karena tidak punya biaya!!" sela Beni.
"Oh ya, bagaimana dengan tugas yang ku berikan hati itu??" Tanya Aril.
"Siapa sebenarnya laki laki tua itu??" Lanjutnya.
"Apa bos percaya samaku??" Tanya Beni.
"Aku menyuruhmu melakukan itu, karena aku percaya sama kamu!! " tegas Aril.
__ADS_1
"Maaf ya bos, soalnya informasi yang aku dapatkan sangat membuat kaget dan heran! "
Beni kemudian menceritakan tentang pembicaraannya dengan laki laki tua itu.
"Dia itu bukan adik tuan yang baik hati itu!! aku masih ingat dengan kelahirannya di kampung kami! aku tidak akan lupa karena aku yang mengantarkannya ke klinik pada malam itu!!" jelas laki laki itu.
"Dia mengatakan hal itu??" Tanya Aril dengan nada kaget dan tidak percaya.
"Ya begitulah bos!! aku juga merasa kaget mendengarnya!!" Lanjut Beni.
"Ya udah ! makasih ya dengan informasi nya!! aku akan lebih hati hati dengan anak itu!!" Ucapnya sambil pamit meninggalkan Beni.
"Siapa sebenarnya gadis itu??" bathin Aril.
Dia juga merasa aneh melihat gadis yang sekarang memanggilnya kakak.
Gadis itu tidak pernah membuatnya yakin kalau dia memang adiknya.
Gadis itu juga tidak tahu kebiasaan papanya , dia juga tidak tahu makanan kesukaan papanya.
Sedangkan Puspita setiap dia mengatakan sesuatu , selalu membuatnya teringat kembali kebersamaan mereka saat orang tuanya masih bersama.
Aril semakin tidak mengerti mendengar informasi dari Beni.***
Dirly sudah sampai di villa bersama dengan Marsha. Dirly langsung berlari ke tepi danau dan memeriksa sebuah bot kecil yang terikat ke sebuah batang pohon yang sangat besar.
Dirly mengusap permukaan bot , dan dia langsung tersenyum karena permukaannya masih kering , yang berarti belum pernah di pakai dalam waktu terakhir .
"Hmm, berarti dia belum datang , aku masih punya waktu untuk menyusun rencana!!" gumam Dirly.
__ADS_1
Dirly kemudian menemui Marsha yang sedang duduk di teras villa yang menghadap ke danau .
Sementara itu, seorang laki laki muda seumuran Dirly sedang masuk dengan mengendap endap berusaha untuk tidak terlihat , dan berlari masuk ke belakang villa.