Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 15


__ADS_3

Dirly sudah bertekad menyatukan kembali Puspita bersama sahabatnya. Dan dia sudah tahu caranya membuat Tara di keluarkan dari geng Laba laba. Dia sudah merencanakan nya.


Siang itu Dirly pergi ke rumah Tara dan bersikap seolah olah sedang khawatir dengan kondisi Tara.


Dia juga membuat foto bersama Tara yang langsung di bagikan ke grup yang ada di sekolah.


Dia berharap Salsa akan melihatnya ,langsung marah dan mengeluarkan Tara dari geng.


Sontak saja semua yang melihat foto itu jadi kaget. Tidak terkecuali Salsa. Dia sangat geram dan marah melihat postingan Dirly.


Namun kemarahan Salsa tidak sesederhana yang di pikirkan Dirly. Dia menyangka kalau semuanya akan terselesaikan . Dia tidak tahu kemarahan Salsa akan sangat menyakitkan.


Salsa terus menatap dan melihat postingan di ponselnya yang disana terlihat Tara dan Dirly sedang duduk di atas ranjang saat Tara sedang sakit.


Dia melemparkan ponselnya sampai hancur berantakan.


"Awas kamu Tara!! aku akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan!!" geramnya.


Marsha dan Karen juga sama marahnya melihat postingan tersebut.


"Gila ya si Tara!! berani sekali dia melakukannya!!" Geram Karen dan Marsha.


"Awas dia !!" berang Salsa.


Pagi itu Marsha cs sengaja menjemput Tara ke rumahnya . Pagi pagi sekali ketiganya sudah sampai di rumah Tara. Seperti yang sudah di rencanakan ,mereka akan membawa Tara ke sekolah sebelum ada yang datang.


Tara tidak curiga dengan sikap manis ke tiga anggota geng Laba laba yang tidak seperti biasanya.


Tara ngikut saja ajakan ketiga temannya.


Setibanya di sekolah,memang masih sepi. Belum satu muridpun yang datang.


Marsha cs langsung membawa Tara ke belakang gedung sekolah. Pada awalnya Tara menolak,karena dia paling takut dengan ke sunyian.


Namun dengan kasar Marsha menarik tangannya sampai ke belakang gedung sekolah yang tidak pernah di datangi siapapun.


"Kita ngapain ke sini?? aku takut!! ayo dong kita kembali ke depan!!" Ajak Tara melihat sekelilingnya yang sunyi dan semak.


"Takut??? mana yang lebih kamu takuti,tempat ini atau kami??" Tanya Marsha.


"Kenapa aku harus takut kepada kalian?? kalian kan teman ku??" Jawab Tara.


"Teman ?? teman dari mana?? teman dari hongkong??" berang Salsa.


"Kamu bukan teman kami!!! kalau kamu seorang teman,kamu tidak akan melakukan hal sejahat ini!!" bentak Marsha sambil menunjukkan postingan dari Dirly.


Salsa sudah tidak sabar lagi. Dia langsung menarik rambut Tara dan menggulungnya.


"Kamu tahu kan ,kalau Dirly itu gebetan ku!! sejak dulu aku mengincarnya!! tahu nggak???" Teriak Salsa.


Salsa menarik rambut Tara dengan sangat kuat dan mendorong Tara hingga jatuh ke tanah.


"Aww!! Maafkan aku Salsa!! aku tidak pernah menyuruh Dirly datang ke rumah ku!! aku juga kaget dengan kedatangannya!!" isak Tara sambil merintih kesakitan.


"Bohong!!! kamu pikir kami akan percaya?? kamu pikir kami orang bodoh yang mudah kamu tipu??" Salsa semakin ganas. Dia menampar pipi Tara berkali kali.


"Hajar dia Salsa!! dia sudah meremehkan kita!! dia anggap apa kita!!" ucapan Marsha makin membuat Salsa lebih ganas.


Dia menendang perut Tara yang sedang meringkuk di tanah.


"Jangan !!! sakiiiittt!!! " Terdengar teriakan keras dari mulut Tara.


"Sekuat apapun kau berteriak,tidak akan ada orang yang akan mendengarkan mu!!" Teriak Marsha.

__ADS_1


Karen juga ikut menghantamkan kakinya sambil tertawa kegirangan . Seperti seorang anak kecil yang memperoleh mainan baru.


Aksi mereka berhenti saat Tara tidak lagi berteriak alias diam.


"Apa dia pingsan??" Marsha terlihat cemas.


"Biarkan saja!! biar mampus sekalian!!" dendam Salsa begitu besar hingga dia tidak memikirkan nyawa orang lain.


"Ayo ah!! aku lapar,kita sarapan dulu yok!!" Ajak Karen.


Ketiganya meninggalkan Tara yang sudah terkapar tidak berdaya. Ketiganya meninggalkannya tanpa rasa bersalah.


****


Sementara itu,Puspita sudah sampai juga di sekolah dan langsung duduk di samping Eria,teman semejanya sekaligus teman barunya.


"Kamu tahu nggak kabar terbaru yang update??" Tanya Eria.


Puspita menggeleng.


"Sepertinya mantan sahabatmu itu dalam bahaya??" Ucapnya.


"Apa maksudmu dalam bahaya??" Tanya Puspita penasaran.


Eria kemudian menunjukkan postingan dari Dirly. Disana terlihat Tara sedang di suapi buah oleh Dirly.


"Kamu tahu kan kalau Salsa sangat terobsesi dengan Dirly?? melihat ini dia akan menghajar Tara habis habisan!!" Lanjut Eria.


"Dimana Tara??" desis Puspita.


Dia mulai cemas dengan keselamatan Tara. Penjelasan Eria membuatnya sangat ketakutan akan bahaya yang akan menimpa Tara.


"Tara belum datang kok!!" Jawab Eria.


Puspita melihat Dirly sedang duduk di sebuah taman kecil di dalam sekolah.


PAAAAKKKK!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Si tuan muda.


"Tuan Muda!!" Panggil Evan kaget dengan tamparan Puspita yang tidak pernah di duga.


"Pita!! kamu sudah hilang akal sehingga menampar tuan muda tanpa sebab!!" Teriak Evan.


Puspita tidak menghiraukan teriakan Evan.


"Kalau terjadi sesuatu kepada Tara ,kamu penyebabnya!!' Ucapnya sambil menarik leher Dirly.


Dirly menepiskan tangan Puspita.


"Kenapa ya ,kamu senang sekali mencari masalah dengan ku?? sengaja ya !! supaya aku dan kamu saling bertemu!!" goda Dirly.


"Kamu harus tanggung jawab kalau sesuatu terjadi kepada Tara!!" geramnya menatap Dirly dengan mata tajam setajam pisau.


"Aku tidak melakukan apa apa dengan Tara, kenapa aku harus bertanggung jawab!!" tantang Dirly.


"Evan!! coba perlihatkan postingan yang sudah di buatnya!! apa nggak memancing kemarahan Salsa!!" Jawab Puspita.


Evan memperlihatkan kembali postingan Dirly.


"Wah,Gawat ini tuan muda!! Tara benar-benar dalam bahaya!! "gumam Evan.


Puspita menarik tangan Evan.

__ADS_1


"Hei!!! kamu mau bawa aku kemana Pita???" tanyanya.


"Kita ke rumah Tara!! aku ingin memastikan kalau dia baik baik saja!!" Jawab Puspita.


"Kalian nggak perlu kesana!! aku akan menghubunginya!!" Sahut Dirly juga mulai merasa cemas.


"Cepatlah!!" Ucap Puspita.


Dirly akhirnya menghubungi ponsel Tara,namun tidak ada jawaban.


Dirly kemudian mencoba menghubungi nomor rumah Tara dan di jawab oleh seorang bibik asisten rumah tangga.


Dia menyerahkan ponselnya kepada Puspita.


"Kamu aja yang ngomong!!"


Puspita langsung merampasnya dengan wajah galak.


Dan wajahnya langsung pucat saat bibik mengatakan kalau Tara sudah berangkat dari tadi pagi bersama dengan tiga orang temannya.


Puspita langsung berlari meninggalkan Dirly menuju kantin.


Evan dan Dirly mengikutinya dari belakang.


"Pita!! katakan ada apa??" desak Evan.


"Tara sudah berangkat sejak pagi bersama Marsha cs!!" Jawab Puspita yang kini sudah berada di kantin. Dia melihat tiga anggota geng Laba laba itu sedang menikmati sejumlah hidangan di atas meja.


Pakkkk!!!


Puspita menampar meja dengan sangat kuat membuat ketiganya kaget bukan main.


"Hei gembel!! ada apa dengan kamu!!" Tanya Marsha masih kaget .


"Dimana Tara?? cepat kalian kasih tahu!!! kalau tidak aku akan...!!"


"Akan apa???" teriakan Puspita terhenti saat Marsha juga berteriak lebih kencang.


"Hah!!! buang waktu memang kalau ngomong dengan kalian!!" Ucapnya sambil meninggalkan ketiganya.


Evan dan Dirly masih mengikutinya dari belakang.


"Evan!! kita harus menemukannya!!! aku takut sesuatu terjadi pada Tara!!" Puspita mulai panik dan gemetaran.


"Baiklah!! Dirly, kamu kan tahu tempat tempat rahasia di gedung ini!!"Ucap Evan. Dirly mengangguk.


"Ikut Aku!!" Ucapnya.


Ketiganya berlari lari mencari keberadaan Tara. Sesekali Dirly menghubungi ponsel Tara.


Mereka sudah mencari ke dalam gudang namun tidak menemukan apa apa.


Ke ruangan ganti ,ke toilet juga sudah di cari ,namun Tara tidak ada.


Dirly juga membawa mereka ke gedung olahraga dan kesenian,Tara tidak ada disana.


Ketiganya sudah berkeringat karena kecapean. Dirly juga sudah meminta tolong kepada Satpam untuk membantu mencari,namun sampai detik ini belum ada kabar yang menggembirakan.


"Coba kita pikirkan,kemana mereka pergi membawa Tara!! pasti ke tempat yang tidak akan di datangi siapapun!!" Ucap Tara.


"Tapi dimana kira kira tempat yang nggak bakalan di datangi siapapun!!" Sahut Evan .


Mereka berusaha untuk mengingat tempat yang tidak pernah di datangi .

__ADS_1


"Aku tahu!! ke belakang gedung!! kita tidak pernah kesana kan!!" Dirly langsung berlari ke tempat yang di sebutkannya. Puspita dan Evan menyusulnya di belakang.


Mereka bertiga berlari dengan kencang melewati kawasan gedung sekolah yang luas. Mereka sepertinya tidak ingin melewatkan waktu untuk cepat menemukan Tara.


__ADS_2