
Dirly langsung memberi kode kepada Aril sebagai ketua geng.
Evan juga langsung bergerak menyusul mobil Agung dari jarak yang jauh.
"Aku heran ya Ded, inikan sudah larut malam, kenapa masih banyak orang di jalanan??" Tanya Agung.
"Entahlah!! nggak biasanya!!" Jawab Dedi.
Ya iyalah!! Aril sudah mengatur semua anggotanya untuk menyebar di jalan, namun bukan sebagai geng motor.
Semua anggotanya berada di jalan, namun dalam berbagai profesi.
Ada yang sebagai tukang becak. Beberapa orang jadi tukang ojek.Ada juga yang jadi tukang angkot lengkap dengan kernetnya.
Semua dia atur dengan sempurna. Dan tidak akan mengundang kecurigaan siapapun.
Dirly sudah mendapat laporan dari Aril kalau mobil sedang menuju rel kereta api.
"Aku punya firasat bang, mungkin mereka akan membuang tubuh Aditya ke atas rel!!" cemas Dirly.
"Tenang saja! kita semua ada disini kok!! kamu jangan takut, Aditya pasti bisa kita rebut!!" Ucap Aril.
"Baiklah bang!! aku akan menyusul!!" Ucap Dirly.
"Kamu langsung aja ke rel kereta api kawasan Capung!! langsung saja kesana, kita bertemu disana!!" Ucap Aril.
" Oke bang!! aku akan segera kesana! tolong ya bang, selamatkan Aditya!!" Ucap Dirly.
"Iya Dirly!! akamu nggak percaya sama kita??" Tanya Aril.
"Aku percaya kok bang!! aku cuma cemas takut nggak berhasil menyelamatkan Aditya!!" Jawab Dirly.
Aril kemudian memutuskan percakapan dan kembali menjadi seorang penjual sate.
Sementara itu Dirly sedang berusaha mengajak Marsha pulang.
"Kita pulang yok!! aku sudah bosan disini!!" dalih Dirly.
"Aaaaaaaaaaa!! aku ngga mau pulang "! rengek Marsha manja.
"Jangan merengek!! aku paling tidak suka!! sekarang kita pulang, kalau kamu tidak mau aku akan pulang tanpa kamu!!" ancam Dirly.
"Dirly, kenapa ya , kamu itu cepat sekali berubah pikiran?? sebentar baik eh sebentar lagi udah nggak peduli!! sebenarnya yang asli itu yang mana??" omel Marsha.
Namun Dirly tidak menghiraukan Marsha yang sedang mengomel habis habisan. Dia hanya fokus ke jalanan karena dia sedang melaju dengan kecepatan tinggi.
Setelah sampai di sebuah Simpang tiga, Dirly berhenti dan...
"Kamu pulang sendiri ya!! aku sedang ada urusan !!" Ucapnya sambil membuka pintu mobil.
"Dirly, kamu tega membiarkan aku pulang larut malam kel gini??" sungut Marsha.
"Rumah mu udah dekat, sepuluh menit lagi nyampe!! lagi pula disini aman kok!!" hibur Dirly.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Marsha,Dirly langsung pergi meninggalkan Marsha di dalam mobilnya.
Dirly berjalan menuju sebuah Simpang, menembus kegelapan malam.
Dan dari jauh dia kemudian melihat sebuah motor sedang melaju mendekatinya.
"Tuan Muda!! ayo naik, mereka sudah menuju ke rel kereta api!!" desak Evan.
Dirly langsung menuruti ucapan sahabat setianya.
"Cepat Evan!! aku takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Aditya!!" desahnya.
Brummmm!!! Brummmm!!!!
Evan kemudian melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan yang sunyi dan sepi.
Sementara itu Aril sudah semakin dekat dengan mobil yang membawa Aditya.
Di depan mobil itu beberapa angkot dan beca sedang melaju seperti biasanya.
Semua sudah tahu aturan main masing masing.
Rel kereta api sudah semakin dekat.
Aril sudah memutar otak supaya bisa membuat mobil itu berhenti. Namun dia belum bisa menemukan bagaimana caranya tanpa mengundang kecurigaan.
Karena mereka ingin mengambil Aditya tanpa ketahuan dan tidak menimbulkan masalah.
Karena satu masalah akan panjang buntutnya. Sebab mereka akan berurusan dengan Dirga yang terkenal kejam dan tidak punya perasaan.
Mobil Fortuner itu sudah berhenti dan mengawasi situasi.
Sementara itu semua yang tadi mengikuti tidak akan mungkin berhenti . Karena pasti akan mengundang kecurigaan mereka.
Mereka semua terpaksa melaju melewati mobil itu dan langsung memutar di sebuah persimpangan.
"Bagaimana selanjutnya bang??" Tanya Fikri anggota geng Merpati yang sebentar lagi lulus menjadi dokter.
"Kita jalankan rencana B!!" Jawab Aril.
Lima buah angkot kemudian berhenti.
Semua anggota geng kemudian mengeluarkan beberapa motor besar dari dalam angkot.
Masing masing mengambil motor miliknya. Semuanya memakai jaket hitam tanpa lambang Merpati.
Mereka bersikap seperti geng motor yang sedang ugal ugalan.
Barisan geng motor itu melaju dengan kecepatan tinggi melewati mobil Fortuner yang sedang berhenti di depan rel kereta api.
"Kok tiba tiba ada geng motor??" Tanya Dedi.
"Biarkan saja mereka!! nggak usah di perdulikan!!" Sahut Agung.
__ADS_1
Keduanya kemudian kembali menyenderkan kepalanya ke kursi mobil tanpa peduli dengan geng motor yang meraung raung di samping mobil.
TAAAKKK!!!
Tiba tiba sebuah motor menghantam bagian belakang mobil.
"Kenapa lagi mereka ?? ngapain juga bikin ulah sama kita??"omel Agung.
Dedi kemudian turun dan berdiri berkacak pinggang sambil memasang wajah sangar.
"Siapa yang melakukan ini??"teriaknya dengan sangat kuat.
Tidak ada yang menjawab. Mereka semua malah tertawa sinis kepada Dedi.
"Kenapa om?? mobil mahalnya kena senggol ya??" ledek Rijal.
"Keterlaluan kalian!! kalian mau cari gara gara ya??" tantang Dedi.
Agung yang mendengar suara ribut ribut di luar kemudian turun.
"Sudah Ded!! kita masih ada tugas yang harus di selesaikan!! urusan ini biar saja, nggak pentinglah!!' Ucapnya.
"Nah!! gitu dong , seperti om ini tau umur!! sadar kalau tidak akan bisa melawan kita!! ya kan teman teman!!" ejek Fikri.
"Keterlaluan !!! kalian memang anak tidak tahu diri!! kalian mau mencoba berhadapan dengan kami??" Tanya Agung merasa tersinggung dengan ejekan Fikri.
"Boleh om!! tapi jangan adu jotos deh, itu gaya lama, kuno!! gimana kalau kita balapan??" tantang Evan yang sudah ikut bergabung.
"Boleh, siapa takut?? kalian belum tahu ya, aku itu juga anggota geng motor!!" bentak Dedi.
"Oke kalau begitu!! silahkan pilih motor mana yang kamu pilih!!" Ucap Fikri.
Dengan sombong Dedi memilih salah satu motor di antara puluhan yang berhenti di sana.
"Baiklah!! kita mulai sekarang!! kita start di sini dan finish di sana!!" tunjuk Evan ke arah sebuah tonggak listrik.
"Apa taruhannya??" Tanya Dedi.
"Terserah!!" Jawab Evan yang akan jadi lawan balapan dengan Dedi.
Sementara Dirly tidak mau terlihat di sana karena dia takut kalau Agung akan mengenalnya.
Agung menutup pintu dan berdiri di sana melihat jalannya balapan.
"Kalau aku menang , aku mau motor ini!!" Ucapnya.
"Deal!! aku akan menepatinya!!" Evan melirik Fikri. Namun Fikri santai saja, karena motor itu salah satu dari lusinan motor yang ada di garasi rumahnya.
"Siap siap! one...two..threee!!! " Aril berteriak mengucapkan aba aba.
Dan dengan seketika kedua motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi.
Dalam waktu dua menit kedua motor itu sudah sampai di garis finish, dan Dedi sebagai pemenangnya.
__ADS_1
"Aku akan menepati janjiku!! silahkan ambil motor itu, karena sudah menjadi milikmu!!" Ucap Evan dengan lemas.