
Adrian duduk sambil melihat arloji di tangannya dengan sangat gelisah. Dia sudah membuat janji dengan Ahmed Jhonson dan akan membahas tentang kerja sama mereka.
Namun sudah dua jam menunggu pria itu belum juga terlihat kedatangannya.
"Ada apa ini?? aku tidak suka dengan orang yang tidak profesional dan tidak tepat waktu!!" geramnya.
Adrian sudah jenuh menunggu kedatangan laki laki itu. Dia kemudian mengambil.ponselnya dan menghubungi nomor yang di berikan laki laki itu.
Wajahnya langsung mengeras ,saat nomor yang di hubunginya tidak aktif. Berulang kali Adrian melakukannya,namun hasilnya tetap sama.
Adrian mulai marah. Dia menghilang kunci mobil dan pergi ke alamat kantor yang dulu pernah ia datangi bersama laki laki itu.
Karena sudah dua bulan dia menyalurkan dana dan sudah seharusnya ada laporan tentang itu.
Adrian sudah tiba di alamat yang di tujunya. Dan mulutnya langsung melongo melihat pemandangan yang ada di depan matanya.
Gedung tinggi yang dulu di datanginya bersama dengan Ahmed Jhonson,sekarang sudah tidak ada lagi.
"Apa yang terjadi??" geramnya dengan wajah yang sudah di aliri keringat dingin.
Sebuah buldoser sedang sibuk meratakan semua bangunan . Dan gedung tinggi yang di ketahuinya sebagai kantor bagian konstruksi itu sudah rata dengan tanah.
"Apakah dia sudah menipuku??? tidak !! aku tidak akan pernah kena tipu!! dia pasti akan menemuiku!!" gumamnya menghibur diri sendiri.
Namun ketakutan sudah menguasai hatinya. Semua yang di milikinya sudah dia serahkan untuk laki laki itu untuk modal pembangunan jalan tol.
Bahkan rumah dan semuanya sudah di gadaikan ke Bank untuk mendapatkan sejumlah uang.
Adrian kembali kerumah . Dia kembali menghubungi nomor yang di berikan oleh Ahmed Jhonson.
Namun tetap saja nomor itu tidak bisa di hubungi.
Adrian mulai panik. Wajah nya pucat dan jantungnya mulai berdetak dengan sangat kencang.
Namun dia masih berharap kalau Ahmed akan datang menemuinya.
"Aku harus sabar dan menunggunya!! dia pasti akan datang!!" gumamnya.
Adrian belum memberi tahukan masalah itu kepada Diana,istrinya.
Tapi yang membuatnya cemas adalah cicilan Bank yang harus di bayar karena sudah jatuh tempo.
Dia sama sekali sudah tidak punya uang. Karena perjanjian itu mengatakan kalau dalam sebulan dia akan mendapatkan persentase dari investasinya tersebut.
Namun sampai hari ini, sepeser pun tidak pernah masuk ke dalam rekeningnya. Bahkan sekarang laki laki itu tidak dapat di hubungi.
__ADS_1
*****
Sementara itu ,di sebuah villa di dekat sebuah danau kecil,Dirga bersama dengan Ahmed Jhonson sedang berpesta merayakan keberhasilannya sudah menguras habis harta Adrian.
"Aku bisa bayangkan bagaimana wajah si Adrian saat pergi ke gedung itu!! ha...ha...!!" gelak Dirga.
"Mampus dia!! mulai besok dia akan menjadi gembel dan akan terlempar kejalanan!!" ledek Ahmed Jhonson.
"Besok kamu harus kembali ke negaramu dan jangan pernah kembali ke sini!! aku sudah mentrnsfer bagian mu!! " Ucap Dirga.
"Baik bos ku!! aku senang bekerja sama dengan anda!!" Jawab Ahmed Jhonson.
"Cissss!!!"
Keduanya kembali berpesta sambil menarik gadis gadis yang sudah di pesan dari bar ternama di kota itu.
Dirga tersenyum puas melihat betapa bengkaknya saldo di rekeningnya.
"Apa aku masih perlu dengan hartanya si Aril?? ah,biar sajalah!! aku akan tambah kaya kalau aku bisa mendapatkan surat surat aset nya!!" gumamnya dengan senyum lebar sambil mengelus pipi gadis cantik di pangkuannya.
*****
Hari itu sebuah surat di antar oleh seorang petugas Bank. Di dalam surat itu menyatakan tentang tanggal pembayaran yang sudah jatuh tempo.
Dan kalau tidak di lunas dalam waktu tiga hari ke depan,pihak Bank akan melakukan penyitaan.
"Pa,apa yang harus kita lakukan sekarang?? kita akan jadi miskin??" Tanya Diana histeris.
"Aku juga tidak tahu ma!! semua di luar dugaan!! laki laki itu sangat meyakinkan,dan aku sudah di bawanya ke kantornya, aku juga melihat sendiri semua nya!!" balas Adrian.
"Pa,aku tidak mau hidup miskin!! aku tidak pernah hidup susah!!" Teriak Diana.
"Trus kamu maunya apa???" Teriak Adrian sangat keras.
"Aku mau pergi saja pa!! aku tidak mau ikut ikutan miskin dengan kamu!!" Ucap Diana masuk kedalam kamarnya dan mengemas semua barang dan perhiasannya.
Dengan sebuah koper kecil ,dia langsung pergi meninggalkan rumah besar dan mewah itu.
Di pintu pagar,Diana bertemu dengan Salsa.
"Ma,mama mau kemana??" tanyanya.
"Jangan perdulikan mama!! jangan pernah cari mama!!" bentak Diana.
Salsa langsung lari ke dalam rumah. Dia juga kaget melihat papanya sedang duduk selonjor di atas lantai.
__ADS_1
Wajahnya terlihat kusam dan kehilangan semangat hidup.
"Pa,ada apa ini?? mama mau pergi kemana??" Tanya Salsa.
Adrian menatapnya ,kemudian pergi meninggalkan Salsa.
Salsa melongo dan tidak tahu harus berbuat apa.
Dia kemudian masuk ke dalam kamarnya .
Sudah sampai tengah malam,Salsa tidak melihat papanya keluar dari kamar.
Dia juga tidak melihat mamanya kembali.
"Ada apa sebenarnya??" tanyanya.
Salsa kemudian pergi ke kamar pembantu. Namun semuanya sudah kosong. Dia tidak tahu kalau semuanya sudah di suruh pulang oleh Adrian.
"Kenapa sih dengan rumah ini ??" Salsa kembali ke dalam kamarnya. Perutnya sebenarnya sudah minta di isi namun dia tidak tahu harus makan apa.
Karena selama ini, Salsa tinggal duduk di kursi meja makan dan makanan akan datang sendiri di antar oleh asisten rumah tangga.
****
Sementara itu ,malam ini Abimanyu sedang menandatangani kontrak kerja sama dengan perusahaan Dirga.
Dia terpaksa menyetujui kerja sama ini karena membutuhkan modal untuk usahanya.
Dan satu lagi persyaratan yang membuat dia merasa heran adalah Dirly harus ikut untuk penandatanganan itu.
Dan untunglah Dirly setuju dan mengikuti permintaan papanya.
" Makasih ya Dirly, papa mungkin tidak akan bisa melanjutkan usaha papa kalau Dirga tidak mau menginvestasikan uangnya di perusahaan kita!!" ujar Abimanyu.
"Santai aja pa!! ini belum seberapa dengan semua kerja keras papa untuk kami!!" Sahut Dirly.
"Kamu memang anak yang baik!! papa minta maaf ya tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu!!" sesal Abimanyu.
Dia merasa malu karena tidak pernah mengajarkan sesuatu yang baik untuk anak anaknya.
Abimanyu terlalu berambisi untuk menjadi seorang pengusaha nomor satu di kotanya.
Dan akhirnya anak anaknya jadi korban karena tidak pernah meluangkan waktu untuk bersama dengan kedua anaknya.
Dia tidak pernah seperti ayah yang lain yang selalu mendampingi anak anaknya dalam hari hati istimewa.
__ADS_1
Namun semuanya sudah terlanjur. Kedua anaknya sudah lupa mengajaknya untuk merayakan hal hal yang istimewa dengannya.