
Abimanyu tersenyum puas mendengar keputusan dan tekad Dirly untuk pergi ke rumah Adrian.
Dia langsung menghubungi Adrian.
"Adrian, sebentar lagi Dirly akan sampai di sana!! tugas kamu untuk menyelesaikannya!! aku cuma kasih saran aja,agar jangan terlalu menekannya dan memaksanya,karena aku takut dia akan membuat perlawanan!!" Ucapnya.
"Aku paham Abimanyu!! aku akan memperlakukannya dengan bijaksana!!" Jawab Adrian.
Abimanyu mengakhiri percakapannya dengan Adrian dan tersenyum puas.
Sementara Dirly sedang melaju di jalanan dengan kecepatan tinggi. Tidak berapa lama dia sudah sampai di depan sebuah rumah besar dan megah.
Dirly langsung masuk ke dalam.
Salsa sudah berdiri di teras seolah sedang menyambut ke datangannya.
"Dirly!! kamu sudah datang?? silahkan masuk !!" Sapa nya dengan ramah.
"Om Adrian ada??" Tanya Dirly dingin tanpa basa basi.
"Di dalam!!" Jawab Salsa.
Tanpa mengatakan apapun dia meninggalkan Salsa.
Dirly langsung menemui Adrian yang sedang duduk di kursi mewah rumahnya.
"Om,aku boleh mengatakan sesuatu??" Tanya Dirly tanpa basa basi.
"Dirly!!! kamu boleh mengatakan apapun!!" Jawab Adrian.
"Aku mau tahu om,kenapa om berhenti jadi investor di perusahaan papa??" tanyanya.
"Hmm,apa kamu mau tahu??" balasnya.
"Tentu saja om!! aku tidak tahan melihat papa jadi frustasi karenanya!! untuk itu aku kemari om,aku mohon om tetap jadi investor di perusahaan papa ya!!" Ucap Dirly.
"Kamu serius memohon kepada om??" tanyanya.
"Iya om!!" Jawab Dirly.
"Kamu mau melakukan apa saja??" Tanya Adrian.
"Mau om!! asalkan om tetap jadi investor di perusahaan papa saya!!" Jawab Dirly.
"Baiklah!! aku akan tetap jadi investor di perusahaan papa kamu, tapi kamu harus mau menuruti permintaan putri saya!! sanggup kamu ??" Tantang Adrian.
Dirly terperangah. Dia tidak menyangka kalau permohonannya akan berkaitan dengan putri Adrian yaitu Salsa.
__ADS_1
"Kenapa aku harus menuruti permintaan Salsa?? ini kan antara om dengan papa!! nggak ada hubungannya dengan Salsa!!" Dirly mencoba untuk menolak.
Namun Adrian langsung memasang wajah galak.
Dia menatap tajam.
"Terserah kamu ,mau atau tidak!!" Ucapnya sambil meninggalkan Dirly di ruangan yang luas itu.
"Tunggu om!! " Dirly langsung mengejar Adrian dan menarik tangannya.
"Kenapa lagi?? kamu kan menolak permintaan saya!! jadi aku juga tidak akan merubah keputusanku!! " tegas Adrian.
Dirly merasa diantara dua pilihan.
Menolak ,berarti melihat papanya akan berakhir tragis seperti yang dilihatnya tadi pagi.
Sedangkan kalau permintaan itu di penuhi,maka hati dan perasaannya yang akan jadi korban bahkan dia akan mati rasa.
Karena dia sudah menduga permintaan yang berhubungan dengan Salsa pasti akan rumit .
Namun saat ini,dia tidak boleh egois. Karena akan berakibat fatal kepada keselamatan papanya.
"Baiklah!! aku setuju!!" tegas Dirly setelah menimbang dan memikirkan dengan sangat matang.
Ajaran pak Kosim tentang berbakti kepada orang tua,sudah membuatnya mengambil keputusan itu.
"Oke!! kalau begitu ,kita temui Salsa dan mendengarkan apa permintaan nya!! setelah itu om akan menelpon papamu dan akan melanjutkan kembali kerjasama nya!!" Ucap Adrian melangkah keluar dan Dirly mengikutinya dari belakang seperti kerbau yang di cucuk hidungnya.
"Salsa!! sebenarnya permintaanmu itu apa sih sayang!??" Tanya Adrian.
"Papa kan sudah tahu!! aku hanya mau Dirly!! tidak lebih!!" rengek Salsa.
"Kamu dengar Dirly?? apa kamu sanggup ??" Tanya Adrian sekali lagi.
Dirly mengangukkan kepalanya. Dia tidak heran dengan permintaan Salsa ,Karena dia sudah menduga nya.
"Hmm,ada lagi!! kamu jangan pernah dekat dengan si gembel itu!!" bentak Salsa.
Dirly diam saja. Dia merasa tidak perlu menjawabnya,karena itu sudah pasti karena mulai sekarang dia sudah menjadi milik nya Salsa.
"Baiklah!! tapi aku ada satu permintaan!!" Ucap Dirly.
"Permintaan apa??' Tanya Salsa sambil memegang tangan Dirly.
"Aku tidak mau hubungan ini punya nama!! aku hanya milikmu, cuma itu!! jangan pernah mengganggu urusan sekolah!!" jelas Dirly.
"Terserah kamu !! yang penting ,jangan pernah berhubungan dengan siapapun termasuk dengan si gembel itu!!" Jawab Salsa.
__ADS_1
"Kalau semua sudah di sepakati,aku mau pulang dulu!!" Dirly pun pamit dan meninggalkan rumah mewah Adrian.
Dirly tidak langsung ke rumah. Dia masih mampir di bengkel hati. Dia duduk di sudut dan tidak bergabung dengan teman temannya yang sudah ngumpul di sana.
Aril sudah dari tadi melihat sikap Dirly yang tidak seperti biasanya.
Biasanya wajah cuek ,dingin dan angkuh memang tidak lepas dari Dirly.
Namun kali ini, wajah itu terlihat sangat sedih dan kelihatannya seperti ingin menangis.
Aril belum bisa mendekati Dirly karena dia masih sibuk dengan anak anak jalanan yang sedang antri bayaran uang sekolah.
Namun setelah urusannya selesai,Aril langsung menghampiri Dirly yang masih duduk menyendiri dan menahan kesedihan nya.
"Hei!! jagoan!! kok sedih??" tanyanya
Dirly menoleh dan memaksakan sebuah senyum walaupun hambar.
"Ceritakan apa kesedihan itu!! keluarkan semua kekacauan di hatimu!!" Ucap Aril dengan perlahan.
Dirly menggelengkan kepalanya dan memegang dagunya.
"Entahlah Bang Aril!! aku memang sangat tidak beruntung!! mulai besok ,aku tidak akan bisa lagi bersama dengan Puspita!!" Ucapnya.
"Kenapa tidak bisa?? siapa yang membuat larangan itu??" berang Aril.
Akhirnya Dirly menceritakan kesepakatan yang sudah di buatnya dengan Adrian dan putrinya Salsa.
"Hmm,masalah mu itu sangat rumit!! terlalu rumit untuk anak seusia kamu!!" Ucap Aril.
"Aku harus gimana dong Bang??" resah Dirly.
"Jalani saja dulu, karena untuk saat ini hanya itu yang bisa di lakukan!! mudah mudahan nanti ada jalan keluar yang akan membuatmu lepas dari mereka!!" hibur Aril. Dia juga pusing di buat masalah Dirly yang seperti makan buah simalakama.
"Jadi begitu ya bang!! trus bagaimana dengan Puspita?? apa yang harus ku katakan padanya??" Dirly jadi bingung dan sedih. Kebersamaannya dengan Puspita hanya sekejap.
Dia juga tidak tega menjauhi gadis itu secara tiba tiba.
"Apa perlu abang yang menjelaskan kepada Puspita??" tanyanya.
"Boleh bang!! aku juga tidak mau kalau Puspita menuduh yang tidak tidak!! aku tidak mau kalau dia sampai membenciku!!" Dirly semakin sedih.
"Tenang saja!! puspita anak yang berpikiran luas!! dan abang juga akan mengatakan apa adanya!!" Ucap Aril.
"Makasih sebelumnya ya bang!! aku ingin walaupun kami saling menjauh, tapi hati kami tetap seperti dulu!!" Ucap Dirly dengan getir.
Dia sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok . Puspita dan dia tidak akan bisa lagi bersama seperti yang pernah di rasakannya dua hari yang lalu.
__ADS_1
Dia yang sempat mengutarakan isi hatinya dan Puspita tertunduk sambil tersenyum. Namun Dirly bisa melihat kalau itu adalah senyum bahagia. Bahagia karena memang dia juga punya perasaan yang sama.