Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 43


__ADS_3

Salsa masih di rundung kesedihan . Dia mengantarkan papanya sampai ke pemakaman sendirian. Tidak ada yang datang untuk menemaninya.


Selama ini papa dan mamanya memang sengaja menjauhi saudara mereka karena takut akan di minta tolong oleh saudaranya yang kebetulan dari ekonomi lemah.


Dan sekarang saat mereka memerlukan saudara tidak ada satupun yang perduli. Karena selama ini, Adrian sudah menganggap hartanya adalah saudaranya.


Salsa masih menangis sendiri di dalam kamarnya saat pintu masuk di ketuk dari luar.


Salsa turun kebawah dan membukakan pintu. Dia menyuruh masuk orang orang yang tidak di kenalnya itu.


"Kami adalah petugas dari pihak Bank yang ingin melakukan penyitaan!! karena almarhum tidak bisa menepati janji dan kesepakatan yang sudah ada!!" Ucap seorang di antaranya.


Kemudian salah seorang diantaranya memberikan sebuah surat tebal dengan map kuning.


"Ini adakah surat perjanjian yang sudah di tanda tangani oleh almarhum!! silahkan di pelajari,kami akan kembali lagi besok!!" Ucapnya kemudian pamit dan meninggalkan rumah kediaman keluarga Adrian Hadiningrat.


Salsa menatap nanar saat membaca surat yang berisi perjanjian hutang piutang antara papanya dengan pihak Bank yang bernilai seratus millyar.


Salsa kemudian teringat dengan sebuah surat yang belum sempat di bacanya yang terletak di bawah tubuh papanya.


"SALSA,PAPA MINTA MAAF!! PAPA SUDAH MEMBUAT KEBODOHAN HINGGA BISA DI TIPU OLEH ....!!"

__ADS_1


Surat itu tidak pernah selesai. Namun Salsa sudah tahu apa yang sedang terjadi dan sudah menimpa keluarganya .


Salsa mengambil foto yang ada di samping meja.Salsa menatap wajah orang yang dadanya di tusuk oleh sebuah pisau kecil.


"Aku yakin,pasti dia pelakunya!! dia yang sudah membuat keluargaku berantakan!! tunggu saja!! aku tidak akan melupakan semua ini!!" desisnya dengan kemarahan yang meluap luap.


Salsa sudah tahu kalau dia sekarang sudah tidak punya apa apa lagi. Bahkan mobil yang berjejer di garasi pun akan ikut disita untuk menutupi hutang papanya.


Salsa kemudian melihat saldo pribadinya. Hatinya sedikit lega karena dia masih punya uang untuk bertahan hidup .


Salsa melihat angka dua miliar di tabungannya. Dia akan pergi meninggalkan rumahnya dan akan mencoba untuk hidup sendiri.


Namun satu yang jadi tujuannya adalah balas dendam kepada orang orang yang sudah menghancurkan hidupnya.


Pagi pagi sekali Salsa sudah menyusun baju baju seadanya di sebuah koper kecil.


Dia duduk di teras rumah yang luas sambil menunggu petugas yang akan melakukan penyitaan.


Tidak berapa lama,sebuah mobil berhenti . Tiga orang dengan setelan jas hitam turun dan langsung menemui Salsa. Mereka memasang sebuah pamplet di depan rumah.


"RUMAH INI SEDANG DALAM PENYITAAN!!"

__ADS_1


Salsa keluar setelah menandatangani sebuah surat persetujuan.


"Hehh,jadi gembel sekarang ya!!" tiba tiba tanpa di duga,Marsha sudah ada di depannya.


"Bukan urusanmu!! pergi sana!!" usir Salsa.


"Sudah miskin,berlagak pula!! rasain lo,jadi gembell!ha...ha...ha..!!" gelak Marsha.


Salsa diam saja ,dia sedang tidak ingin beradu mulut dengan mantan sahabatnya itu.


Salsa memesan sebuah mobil online dan tidak menanggapi Marsha.


Marsha kembali ke mobil papanya.


"Kamu puas sayang??" Tanya Dirga.


"Sangat pa!! aku sangat puas melihat dia jadi gembel!! dia tidak akan bisa lagi mendekati Dirly!! sekarang Dirly jadi milikku !!" Jawab Marsha.


"Tentu saja sayang!! Dirly sekarang sudah ada dalam genggaman kamu!! kamu jangan marah marah lagi ya!!" Ucap Dirga.


"Iya deh pa!! makasih ya!!" peluk Marsha ke papanya.

__ADS_1


Salsa kemudian pergi entah kemana membawa luka dan dendam yang berjanji suatu saat akan kembali membalaskannya.***


__ADS_2