
Dengan membabi buta, anak buah Abimanyu menghajar Andi tanpa belas kasihan.
Andi masih berusaha untuk mempertahankan diri , namun dia kalah banyak dengan anak buah Abimanyu.
Dengan sekejap Andi sudah jatuh tersungkur , tergeletak di lantai rumah.
Wajahnya babak belur , dia juga memegang perutnya yang sakit akibat hantaman kaki dari beberapa orang.
"Tolong!!! tolong kami!!" Jerit mang Kosim melihat anaknya yang sudah tidak berdaya.
Tetangganya yang mendengar suara jeritan mang Kosim langsung berdatangan melihat apa penyebab jeritan itu.
"Hei, siapa kalian?? hentikan, berani sekali kalian di daerah kami!!" Teriak seorang laki laki yang merupakan seorang pejabat tinggi yang rumahnya berada di sekitar rumah mang Kosim.
Abimanyu memberi isyarat untuk meninggalkan tempat itu. Dengan seketika anak buahnya langsung mundur dan kembali dengan kendaraannya masing masing , seperti yang di lakukan bos nya.
Mang Kosim langsung membawa Andi ke dalam untuk beristirahat. Dia juga memberikan obat anti nyeri.
******
Pagi yang cerah akhirnya datang juga. Burung burung terdengar bernyanyi seolah tidak sabar menunggu.
Matahari pagi bersinar menerpa seluruh alam . Dan sinar itu masuk ke sela sela sebuah rumah panggung yang nyaman di sebuah tanah yang tidak begitu luas.
Sinar itu juga masuk ke sela sela kamar yang membuat mata seorang anak laki laki belia terbuka karena silau.
Ya!! Itu dia Dirly. Keduanya sudah sampai di sebuah rumah kecil di atas tanah di lahan pertanian.
Dirly menoleh ke sampingnya, dan dia tersenyum melihat gadis manis itu sedang tidur dengan damai.
Dengan lembut, Dirly mengecup kening gadis itu. Namun kecupannya membuat bola mata indah gadis itu terbuka.
Dirly menatap mata indah gadis itu sambil tersenyum. Senyumannya juga di balas dengan senyuman indah dari bibir ranum si gadis.
"Tidurnya nyenyak?? hmmm!!! Pita sayang, jawab dong!!' Tanya Dirly.
"Udah tau nanya!! mana bisa tidur, kamu gangguin terus!! " rajuk Pita.
"Kita kan pengantin baru, jadi di larang tidur lelap!!" dalih Dirly.
"Mana ada peraturan kayak gitu!!"
"Peraturan itu aku yang buat, jadi kamu harus menurutinya!!' canda Dirly.
"Peraturan di buat untuk di langgar, tuan muda!!" tantang Puspita.
"Tapi kamu suka kan dengan peraturan itu??" goda Dirly.
Wajah Puspita jadi merah.
"Ya nggak lah!! kamu inj apa an sih!!" elaknya.
Dirly kemudian memeluk Puspita.
"Makasih ya Pita, kamu sudah mau menjadi milikku seutuhnya!!' bisik Dirly.
Puspita menatap wajah Dirly sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aku yang lebih bahagia karena kamu sudah menjadikan aku belahan jiwamu!!" balas Puspita.
"Tentu saja Pita, kamu adalah belahan jiwaku, apapun yang akan terjadi , tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku!! sekarang ngomong ngomong dengan belahan jiwa, aku ingat deh, kita lanjut ya belah duren nya!!" goda Dirly.
"Iiihhhhh, apaan sih!! udah dong!!" elak Puspita.
Dirly tidak mau mendengarkan penolakan Puspita. Dirly langsung mendekap tubuh Puspita dengan sangat erat. Dia mulai memancing gadis itu dengan cumbuan cumbuan mautnya. Dan penolakan Puspita tidak berarti apa apa, karena dia sebenarnya sudah pasrah .
****
"Abimanyu, apa ini?? kamu sudah gagal memenuhi permintaanku!! Dirly sudah pergi dengan seorang gadis , iya kan!!" geram Dirga yang tiba tiba sudah ada di ruangan Abimanyu.
"Tenang saja Dirga, aku sudah memerintahkan seluruh anak buahku untuk menemukan Dirly secepatnya!!" bujuk Abimanyu.
"Alaaahh!! kamu memang gak becus, masa kamu bisa di kacangin sama anakmu sendiri!! dasar bodoh!!" maki Dirga sambil meninggalkan Abimanyu.
"Tunggu Dirga.....!!" Teriak Abimanyu berusaha menahan kemarahan Dirga.
Namun Dirga tidak memperdulikan panggilan Abimanyu.
*****
Sedangkan Marsha seperti kebakaran jenggot setelah mengetahui kalau Dirly sudah pergi bersama Puspita.
Dia marah bukan main. Dia seperti orang gila berteriak sambil menghancurkan isi ruang depan rumahnya.
"Dirly!!!! kamu penipu!! kamu jahat!!" teriaknya sambil melemparkan sebuah piring kristal yang ada di atas sebuah meja.
PRANNGGGH!!!!
Pecahan kristal berserakan di mana mana.
"Marsha, apa yang kamu lakukan?? kamu sudah membuat seluruh isi rumah hancur berantakan!!" Teriak Vena.
"Mama diam!!! jangan ikut campur, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan kulakukan nanti!!" balas Marsha.
"Hentikan!! kamu tidak bisa melakukan apapun sesuka hatimu!!" bentak Vena.
Marsha kembali melemparkan sebuah vas bunga dari kristal , kemudian pergi meninggalkan mamanya.
Marsha mengeluarkan sebuah motor gede . Dia tidak pernah membawanya keluar. Namun kali ini Marsha melaju dengan motornya.
Marsha langsung ke sebuah rumah di pinggir kota yang merupakan tempat nongkrong geng kalajengking. Dia langsung di sambut oleh beberapa anak geng kalajengking.
"Bos, datang kok nggak ngabarin??" Tanya Aldo.
"Diam mulutmu!! aku nggak perlu lapor kalau mau kesini!!" ketus Marsha.
"Kenapa dengan bos??" tanya Dion.
Aldo mengangkat bahunya.
"Entahlah!! kita lihat yok!!" Ajak Aldo.
Keduanya langsung masuk ke dalam. Keduanya kaget melihat Marsha sedang memegang sebuah cambuk.
"Aldo, kesini!!" panggilnya.
__ADS_1
"Iya bos! bos mau menghukum kami??? apa kesalahan kami bos??" lirih Aldo sambil menundukkan kepalanya.
Marsha sudah lama menjadi ketua geng kalajengking. Marsha adalah seorang ketua yang kejam. Dia tidak segan segan menghukum anak geng jika berbuat kesalahan.
Hukumannya tidak tanggung tanggung. Hukuman cambuk!!! Setiap orang yang berbuat kesalahan akan di cambuk sebanyak lima kali.
Dan Aldo tidak merasa sudah berbuat kesalahan.
"Kamu ngomong apa?? aku suruh kamu mendekat!!" Teriak Marsha.
"Iya bos!!" Aldo kemudian berjalan perlahan ke hadapan Marsha.
Marsha tiba tiba menyodorkan cambuk ke tangan Aldo.
"Cepat kamu cambuk aku!!" tegasnya sambil membuka bajunya hingga tinggal bra saja.
"Maksud bos??" Tanya Aldo bingung sambil melepaskan tali cambuk dari tangannya.
Beberapa anak geng juga sudah mulai bergabung dan mereka juga bingung dengan permintaan Marsha.
"Bos, jangan suruh yang nggak nggak dong!!" tolak Aldo.
"Kamu mau membangkang ?? kamu nggak mau menuruti perintahku???" geram Marsha.
"Bos boleh perintah saya apa saja, tapi kalau yang ini sepertinya saya tidak bisa!!" dalih Aldo.
"Lakukan cepat!!! jangan membuat aku lebih marah lagi!!" Teriak Marsha dengan sangat keras.
"Tapi kenapa bos!!" Aldo masih bingung.
"Nggak usah banyak Tanya, cepat lakukan, CEPAAATTT!!!" Teriak Marsha semakin marah.
Mau tidak mau, Aldo harus melakukannya kalau tidak mau berbalik kena cambuk.
TAKKK!!!
"Aww!!!" Jerit Marsha kesakitan.
"Lagi Aldo, cepat!!" teriaknya sambil menahan sakit.
TAAKKKK!!!!
Aldo kembali melayangkan cambuk ke punggung Marsha.
Dua garis biru akibat bekas cambukan melintang di tubuh belakang Marsha.
"Lagi Aldo!!! cepat lakukan!! kamu tuli ya, aku sudah bilang lima kali!!" bentak Marsha dengan sangat keras.
TAAAKKK!!TAAAKKKK!!! TAAAKKK!!!
"Awww, mampuslah kau Pita!!! aku akan membalasmu!!"Teriak Marsha sambil menahan sakit.
Dia kemudian memandang ke semua anak geng kalajengking.
"Sebelum luka di tubuhku hilang, kalian sudah harus menemukan keduanya!! ingat itu!!! sekarang juga, cepat kalian pergi dan cari mereka sampai ketemu!!" teriaknya .
Semua anak geng kalajengking langsung keluar . Mereka kemudian sepakat untuk berpencar yang langsung di setujui.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian tempat itu sudah sepi. Hanya Marsha yang masih berada di sana.