Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 9


__ADS_3

Marsha tidak bisa tidur. Keinginannya untuk memberi pelajaran kepada Puspita begitu menguasainya.


Namun belum ada satu rencanapun yang di anggapnya keren dan tidak akan bisa di lupakan selamanya.


"Apa aku minta bantuan papa ya!!" gumamnya.


Marsha pergi ke kamar papa dan mamanya. Dan setelah mengetuk pintu ,Marsha masuk ke dalam.


Dirga dan istrinya,Vena sedang tidur pulas . Namun mereka tidak pernah mengunci pintu karena putri satu satunya tidak mengijinkan nya.


Marsha membangunkan papanya. Dia lebih dekat dengan papanya ketimbang mamanya. Papanya selalu menuruti semua kemauannya. Sedangkan mamanya masih banyak pertimbangan baru di setujui.


"Marsha!! kenapa belum tidur ?? ada apa sayang,?" Tanya Dirga cemas mengetahui putrinya belum tidur padahal sudah menjelang pagi.


"Ssstt!! jangan berisik, nanti mama bangun!! " bisik Marsha menutup mulut papanya.


Dia kemudian menarik tangan Dirga keluar kamar.


"Katakan,ada apa sayang?? kamu punya masalah ?? dimana?? di sekolah??" Dirga bertanya bertubu tubi. Membuat Marsha tersenyum senang karena dia tahu papanya melakukan itu karena dia sangat menyayanginya.


"Pa,aku mau memberi pelajaran kepada seseorang,tapi aku tidak tahu bagaimana caranya??" Jawab Marsha.


"Siapa yang sudah mencari masalah dengan kamu?? biar papa yang memberi dia pelajaran!!" geram Dirga.


"Papa nggak perlu turun tangan!! aku hanya bingung,bagaimana caranya mengerjainya tanpa ketahuan!!" jelas Marsha.


"Maksudnya??"


Marsha kemudian menjelaskan siapa yang harus di berikan pelajaran kepada papanya.


"Ooo,jadi dia siswa yang menerima beasiswa itu!! berani sekali dia melakukan itu,secara kan kita yang sudah memberikan kesempatan untuk dia bersekolah disana!!" Ucap Dirga.


"Kamu mau dia di permalukan dan di keluarkan dari sekolah??" Tanya Dirga .


"Mau bangat Pa!! itu adalah hukuman paling tepat untuk dia!!" Jawab Marsha tersenyum sinis.


"Baiklah!! sekarang putri papa yang cantik harus kembali tidur!!" bujuk Dirga.


"Oke papa!!" Jawabnya riang sambil memberikan sebuah kecurangan di kening papanya dan kembali ke kamarnya.


"Baiklah gembel,kamu akan merasakan semua akibat dari kesombongan yang kamu pamerkan selama ini!!" desis Marsha.


***


Pagi itu Marsha pergi ke sekolah dengan hati yang riang. Wajahnya terlihat cerah.


Salsa dan Karen sampai kaget dengan wajahnya yang cerah.


"Ada apa??" Tanya Marsha melihat Salsa dan Karen yang tertegun melihatnya.


"Surprise!! aku punya kabar baik!!"


"Kabar baik apa??" Tanya Salsa tidak sabar.


"Papa akan membantu mengeluarkan si gembel itu dari sekolah ini!!" Jawab Marsha.


"Bagus dong!! aku sudah muak dengan nya!!" geram Karen.


"Oke,sekarang kita biarkan saja dia dengan otak pintarnya. Sebentar lagi dia akan pergi,!!" Ucap Marsha tersenyum penuh kemenangan.


****

__ADS_1


Puspita sudah sampai di sekolah seperti biasanya. Dia sudah tidak lagi menunggu Tara,karena sahabatnya itu sudah menjadi musuhnya,walaupun dia tidak mengunginkannya.


Puspita hanya duduk sendiri di kursinya. Tidak ada yang berani menyapanya. Semua menatapnya dingin. Tapi hari ini ada yang lain.


Dia melihat Dirly, si tuan muda yang terkenal angkuh itu tersenyum kepadanya.


"Hhhh!! ngapain juga dia senyum senyum!! semalam saja dia sudah membuat julukan baru untuk ku!!" geram Puspita.


Dia tidak membalas senyuman si Tuan muda ,Puspita malah menatap tajam dengan kebencian penuh.


Dirly terus menatapnya ,hingga Puspita menjadi salah tingkah.


"Kenapa sih dia menatapku seperti itu?? kenapa juga aku jadi Salting gini ya!!" gerutunya mengutuk dirinya sendiri.


Namun saat Marsha cs masuk,Dirly menjauh dari Puspita . Membuat Puspita merasa kecewa.


"Dirly!! kamu sudah disini!! nanti kita ke kantin berdua ya!!" Ajak Salsa kecentilan.


Dirly diam saja.


"Dirly!! mau ya!!" paksa Salsa.


Dirly bangkit dari tempatnya dan menatap Salsa.


"Lo maunya makan bakso berdua aja atau kita pergi berdua,ke kamar berdua,tidur berdua!! mau lo!!" Jawab Dirly dengan mata tajam.


Salsa langsung diam dan tidak mengatakan apa apa lagi.


Tara mendekati Salsa dan berniat menghiburnya.


"Salsa!! jangan kecewa ya dengan ucapan Dirly!! mungkin dia sedang ada masalah,atau....!!"


Tara kembali ke mejanya. Puspita mendekatinya. Dia menarik tangan Tara dan membawanya keluar.


"Nangis!! ayo nangis!! kamu bisa melakukannya di depanku!! dasar gadis bodoh!!" Ucapnya kepada Tara.


Tara menatapnya ,ingin rasanya menumpahkan semuanya di depan Puspita. Namun dia kembali teringat dengan perjanjiannya di geng Laba laba.


Tara urung melakukannya dan akhirnya meninggalkan Puspita. Puspita menarik nafas panjang.


Dia sangat tahu yang sedang di rasakan sahabatnya.


"Apa enaknya sih masuk geng bodoh itu??" gumamnya.


Dirly menatap Puspita dan Tara. Dia tahu hanya Tara lah sahabat Puspita. Dan Dirly punya rencana untuk menyatukan kembali persahabatan itu.


Bel les pertama sudah berbunyi. Seorang guru laki laki masuk .


Dia adalah pak Heru,guru matematika yang pintar dan mengajar dengan teknik lama.


"Guru SD masuk!!" celetuk seorang siswa.


Ya ,memang!! Cara mengajar pak Heru sama dengan mengajar anak SD. Tapi dia sudah membuktikan,kalau semua murid yang di ajarkannya sebuah soal pasti akan paham.


Pak Heru menulis sebuah soal di papan tulis.


Dan kemudian menerangkan hasil dan akibat soal tersebut.


"Ada lagi yang belum paham??" tanyanya.


Semua diam.

__ADS_1


"Berarti semua sudah paham??" ulangnya.


Juga tidak ada yang mengatakan apa apa.


"Baiklah,sekarang bapak akan menulis soal ,dan kalian harus mengerjakannya ke depan !!"


"Apa???" semua mulut menganga kaget dengan ucapan itu.


"Kenapa?? ada yang protes??"


"Tidak Pak!!" Jawab semuanya.


Pak Heru menulis sebuah soal di papan tulis.


"Siapa yang bisa mengerjakannya??" tanyanya.


Semua diam,tidak ada yang maju.


"Marsha!! maju!!"


"Kok aku sih pak!! kaki ku lagi sakit!!" Jawab Marsha.


Pak Heru menggelengkan kepalanya.


"Tara!! maju!!"


Tara tidak pernah berani membuat alasan. Dia kemudian maju dan mencoba mengerjakan soal. Namun baru mengerjakannya setengah ,dia sudah berhenti dan menunduk.


"Berdiri!!" titah pak Heru.


"Aaah!! bapak!!"


Namun pak Heru orang nya keras.


"Salsa!! maju!!"


"Aku tidak bisa pak!!" Jawabnya.


"Berdiri!!"


Salsa terpaksa melakukannya.


"Kenapa tadi tidak ada yang bertanya??" Teriak pak Heru. Dia sangat geram mengetahui siswanya belum ada yang bisa menyelesaikan soal yang sudah lama di jelaskannya.


Sepuluh siswa sudah berdiri di depan kelas.


"Puspita!! coba kamu selesaikan!!" titah sang guru.


Puspita maju. Dia mencoba menyelesaikan dengan hati hati. Dan akhirnya dia menyelesaikannya.


Pak Heru mengeceknya.


"Hmmm,benar!! bagus Puspita!! kamu bisa menyelesaikannya!!" Puji pak Heru.


"Ya iyalah!!kerjaannya kan cuma belajar!! ponsel nggak punya!! mau shoping nggak punya uang!! wajar dong!! nggak kayak kita kita ,banyak kegiatannya!!" celetuk Karen yang di iyakan Salsa.


"Diam kalian!! dasar otak udang!! isinya kotoran semua!!" maki Pak Heru.


Bel istirahat kemudian berbunyi. Pak Heru keluar.


"Akhirnya bebas juga!! keterlaluan si Heru itu!!awas saja!!" geram Karen sambil memijit kakinya yang pegal karena sudah berdiri selama hampir satu jam.

__ADS_1


__ADS_2