
Dirly mengingat kembali rasa itu. Rasa indah yang akan selalu abadi di dalam hatinya. Rasa itu mungkin akan tertanam selamanya dan tidak akan pernah menikmatinya.
Aril menepuk pundaknya,memberikan kekuatan untuk menghadapi masalah yang seharusnya tidak di timpakan kepadanya.
"Jangan putus asa!! pasti ada jalan keluarnya!! " Ucapnya .
Dirly menganggukkan kepalanya.
Matanya menatap jauh,membayangkan esok mungkin akan lebih menyakitkan dari pada sebelumnya.
Dirly kemudian pamit kepada Aril . Dia melaju dengan perlahan menuju rumah. Dan dia kembali tersenyum karena melihat papanya sudah berdiri di teras dan tersenyum saat melihat kedatangannya.
"Terima kasih ya sayang!! papa bangga padamu!!" pujinya.
Dirly diam saja ,dia tidak tersenyum ataupun menyahut.
Dirly kembali kekamar nya dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang.
Besok hari pertama sekolah di kelas dua. Semalam dia sudah membayangkan kan akan melakukan apa saja dengan Puspita.
Namun dalam sekejap semuanya hancur berkeping keping. Tidak ada lagi rencana rencana indah yang sudah di susunnya dengan rapi.
****
Hari ini hari pertama sekolah setelah libur kenaikan kelas.
Semua pasti sangat semangat.
Termasuk Puspita. Dia berharap di kelas dua ini semuanya akan menjadi lebih baik. Dia juga berharap agar Marsha cs berhenti menghina nya seperti yang mereka lakukan sebelumnya.
Lain halnya dengan Salsa. Dia tidak bisa tidur.
"Bagaimana ya,wajah si gembel itu nanti?? aku sudah tidak sabar melihat Dirly menjauhinya" Ucapnya sambil senyum senyum sendiri.
Dan pagi itu Puspita sangat heran melihat sikap dingin dan angkuh yang di tunjukkan Dirly.
"Kenapa dengan Dirly?? apakah dia sengaja mempermainkan perasaanku??" tanyanya dalam hati.
Pertanyaannya memang wajar,karena dua hari yang lalu Dirly sudah mengutarakan perasaannya.
Puspita sudah mempersiapkan jawabannya yang rencananya akan di katakannya hari ini.
Namun melihat sikap Dirly yang dingin dan sepertinya menjauhinya,Puspita mengurungkan niatnya .
Salsa sudah sampai di sekolah bersama dengan csnya. Dia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Puspita.
Dan saat Puspita sampai di kelas,dia langsung duduk di samping Dirly.
Dirly diam saja dan membiarkan Salsa melakukan apapun kemauannya.
__ADS_1
"Dirly!! sekarang kamu harus menuruti semua yang ku katakan!!" bisik Salsa.
"Terserah kamu lah!!" Jawab Dirly dingin.
"Kita ke kantin ya!!" Ajak Salsa.
Dirly berdiri dan melangkah keluar. Karena Salsa diam saja tidak mengikutinya,Dirly kembali ke hadapan Salsa.
"Kamu mau ke kantin kan?? kenapa masih duduk aja disini!!" Ucap Dirly dingin tanpa menunjukkan perasaan apapun.
Wajahnya bahkan terlihat galak dan angkuh.
Puspita meliriknya,namun Dirly buang muka dan tidak perduli.
"Hhhh!!" Puspita menghela nafas berat. Dadanya terasa sesak menghadapi sikap Dirly yang tidak perduli itu.
"Dirly kenapa ya??" Tanya Tara .
"Entahlah !! dia seperti kerasukan setan Marsha cs!!" Jawab Puspita.
"Dia kan menyukaimu!! kenapa sekarang malah bersama dengan Marsha cs??" Tanya Tara penasaran.
"Sudahlah Tara!! mungkin Dirly sudah sadar dengan kedudukannya sebagai tuan muda dan aku ini hanyalah seorang anak miskin!!" Jawab Puspita.
"Dia tidak seperti itu deh!! pasti sesuatu telah terjadi padanya!!" Ucap Tara.
"Terserahlah !! aku juga tidak akan pernah cari tahu soal itu!! kalau dia menjaga jarak denganku,aku akan pergi meninggalkannya sejauh mungkin!!" Sahut Puspita. Suaranya terdengar pahit dan menyakitkan.
"Ah ,jangan di bahas lagi soal Dirly!! aku sudah menutup buku tentang dia!! lagi pula kita kan tidak punya hubungan apa apa!!" Puspita memotong ucapan Tara.
Tara diam saja ,namun dalam hatinya dia sepertinya tidak rela kalau cinta yang di lihatnya di mata kedua sahabatnya tidak jadi bersatu.
"Tara!! kamu kan suka dengan geng gitu!! gimana kalau kamu buat aja geng baru!! ajak teman teman yang lain ,siapa tahu ada yang berminat!!" Usul Puspita. Dia tahu kalau Tara sangat sedih dengan kejadian bersama dengan geng Laba laba.
"Ide bagus tuh!! masa cuma mereka aja yang boleh bikin geng!! kita bikin aja geng seru !! yang selalu membuat sekelilingnya nyaman!!" sambut Tara riang. Dia sangat antusias dengan ide Puspita.
"Tapi siapa yang suka dengan geng itu nantinya??" Tanya Tara. Semangatnya kembali padam. Sepertinya dia kehilangan rasa percaya diri.
"Usaha dong!! oh ya,coba tanya Eria,dia mungkin mau!!" saran Puspita.
"Kalau Eria mau,sudah ada tiga orang yang bisa gabung!!" Tara terlihat girang .
"Siapa tiga orang?? Eria sama kamu kan??" Ucap Puspita.
"Aku nggak bisa ikut deh!! aku sebagai penasehat aja ya!! kamu kan tahu keterbatasan ku!! aku takut jadi penghalang buat kalian nantinya!!" Jawab Puspita.
"Tapi kita tetap teman kan??" Tanya Tara.
"Pasti dong!! aku kan penasehat!!" lagak Puspita.
__ADS_1
"Coba kasih ide dong,nama geng nya apa ??" Tanya Tara.
"Gimana kalo nama gengnya Asyik!!" Jawab Puspita.
"Boleh juga!! tapi aku belum ada pikiran ,apa dan bagaimana nantinya geng ini!!" Ucap Tara.
"Kalau menurut aku,geng kalian itu biasa aja!! cuma untuk menjadikan geng ini biar lebih asyik,coba kalau nanti beli jaket sama,sepatu sama,trus makan bakso sama,ya gitu gitu lah,yang penting asyik!!" jelas Puspita.
"Boleh juga Pita!! aku nggak nyangka kamu punya ide cemerlang seperti ini!!" Ucapnya.
"Biasa aja sih!! aku cuma tidak ingin MarshaCs selalu bertingkah sesuka gue gitu!!" Sahut Puspita.
"Ya udah ,nanti kamu aja yang ajak Eria ya!!" Ucap Tara.
"Beres!! kamu coba ajak teman teman yang lain!! anak cowok juga boleh gabung!!" ujar Puspita.
Keduanya kemudian masuk kembali ke dalam kelas.
Puspita duduk di samping Eria ,sedangkan Tara sekarang duduk di samping Gaby.
Puspita langsung mengajak Eria untuk bergabung dengan geng Asyik .
"Hmm,kamu nggak ikut Pita??" Tanya Eria.
"Nggak !! aku itu masih sibuk cari uang!! aku akan jadi penasehat aja!!" Jawab Puspita.
"Wuih!! kayak di kantor bupati aja!! punya penasehat!!" ledek Eria.
"Tapi aku mau kok, kita akan bikin geng asyik se asyik nya!!"
"Bagus lah kalau kamu mau gabung!! sebagai awal ,besok masing masing bawa jaket warna hitam!!" Ucap Puspita.
"Untuk apa??" Tanya Eria.
"Lihat saja besok!! kamu pasti tidak akan menyesal sudah gabung di geng ini!!" tegas Puspita.
"Iya deh!! aku percaya kok!! murid smart seperti kamu pasti idenya sangat bagus!!" Jawab Eria.
***
Pulang sekolah seperti biasa Puspita masih terus bersama dengan Beni.
Dia masih terus sebagai kernet dan mendapatkan uang setiap harinya.
Sore itu,Beni memberikan Puspita uang sebanyak lima puluh rupiah.
Puspita tentunya sangat senang dong.
Puspita belanja kebutuhan pribadinya yang tidak akan pernah bisa di belikan oleh ibunya.
__ADS_1
Sedangkan Danu sedang merencanakan sesuatu yang licik dan menjijikkan.
Sudah sejak dulu dia selalu membayangkan tubuh Puspita yang semakin hari semakin menggairahkan.