Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 53


__ADS_3

Dirly mengawasi sekeliling dengan teliti. Dia tidak ingin usahanya sampai gagal total. Hanya ini kesempatannya untuk menyelamatkan Aditya dan untuk memberikan kebahagiaan kepada kakaknya.


"Dirly, sini dong, duduk di sampingku!!" Ajak Marsha.


"Aku disini aja, aku sedang melihat ke indahnya danau!!" tolak Dirly dengan halus. Dia tidak ingin membuat gadis itu marah yang akan membuat rencananya jadi kacau.


"Kita ke tepi danau yok!!" Dirly berdiri sambil mengajak Marsha. Tanpa menunggu jawaban dari gadis itu , Dirly langsung berjalan menuju danau.


Dia menatap dengan geram. Informasi yang di dapatkan nya, Aditya di tahan di bangunan kecil di tengah danau.


"Disini posisi paling tepat untuk mengawasi pergerakan mereka!!" gumamnya.


Sementara itu Dirly juga sudah meminta bantuan kepada anggota geng Merpati . Aril sebagai ketua geng sudah menyusun dan mengatur semua anggotanya.


Namun sampai larut malam belum juga ada tanda tanda kedatangan laki laki itu.


Dirly semakin resah, dan mulai bimbang dengan informasi itu.


"Apa mungkin kalau informasi nya salah?? " tanyanya risau.


Sementara itu Evan yang sudah berhasil masuk ke dalam villa , juga mulai resah.


"Gimana sih tuan muda, sudah jam segini masa belum ada pergerakan??" resahnya.


Dirly kemudian menjumpai Evan dengan berpura-pura pergi ke kamar mandi.


"Tuan Muda, bagaimana ini?? kok orang yang kita tunggu belum datang juga??" tanyanya.


"Aku juga bingung Van!! tapi kita harus sabar, jangan langsung menyerah!!" Jawab Dirly.


"Iya sih tuan muda, kita aja yang nggak sabar, kita akan menunggunya sampai kapanpun!!" putus Evan.


Dirly tersenyum mendengar semangat Evan.


"Makasih ya van!! kamu sudah mau membantu ku!!" Ucap Dirly.


"Ini nggak seberapalah tuan muda, bantuan tuan muda tidak akan bisa di balas dengan apapun!! kalau bukan karena bantuan tuan muda, keluargaku pasti masih terpuruk dalam kemiskinan!!" Jawab Evan.


"Ya udah!! aku pergi dulu, si nenek cerewet nanti nyariin!!" ledek Dirly.


"Ya udah , sana!! " usir Evan.


Dirly kembali menemui Marsha yang masih duduk di tepi danau.


Danau itu memang indah , apalagi malam itu sinar bulan sangat terang .


"Indah ya Dirly, aku sangat kagum dengan keindahan malam ini!! apalagi ada kamu , semakin indah!!" rayu Marsha.

__ADS_1


"Hmm, iya! tapi bangunan di sana itu yang membuat keindahan danau ini jadi berkurang!!" Ucap Dirly .


"Nggak deh!! nggak ada pengaruhnya kok!!" protes Marsha dengan ucapan Dirly.


Dan setelah menunggu hingga setengah malam, Dirly merasa yang di tunggunya sudah datang.


Itu karena sebuah mobil Fortuner sedang memasuki gerbang dan langsung meluncur sampai ke tepi danau.


"Dirly, ayo masuk!! papa bakalan marah kalau dia tahu kita ada di tepi danau!! orang orang itu pasti anak buah papa!!" Ajak Marsha menarik tangan Dirly dan membawanya masuk ke dalam villa.


"Aku disini aja!! aku nggak akan memperlihatkan diriku kepada anak buah papamu kok!!" elak Dirly.


"Ayolah Dirly!! nanti kita kena masalah!!" paksa Marsha.


Dirly terpaksa menuruti ajakan Marsha untuk kembali ke villa.


Namun Dirly tidak lupa memberi tahukan Evan akan kedatangan orang orang itu.


"Tuan Muda jangan khawatir, aku akan terus mengawasi orang itu!!" Jawab Evan.


Dan dua orang yang di maksud itu sedang meluncur dengan bot kecil yang terikat di batang pohon besar di tepi danau.


Bot itu menuju kebangunan kecil yang ada di tepi danau.


"Agung, mana kuncinya??" Ucap salah satunya.


"Ini Ded, hati hati, jangan sampai mereka terbangun!!" bisik Agung.


" Baiklah!! mana suntikannya!!" bisik Dedi.


Agung juga menyodorkan sebuah jarum suntik yang sudah berisi cairan kuning.


"Apapun yang terjadi , kamu harus menyuntikkan obat itu!! supaya dia tidak bisa bergerak dan kita gampang menjalankan tugas kita!!" tegas Agung.


"Oke deh!! aku akan melaksanakannya dengan baik!!" Ucapnya.


Dengan hati hati keduanya kemudian membuka pintu secara perlahan lahan.


Mereka melihat dua orang laki laki beda usia sedang terbaring di atas tikar lusuh tanpa selimut.


Aditya yang sebenarnya tidak tertidur langsung membuka matanya saat mendengar suara pintu terbuka.


Kedatangan laki laki itu sudah biasa. Laki laki itu selalu mengantarkan minum dan bungkusan roti sebagai pengisi perut mereka.


Namun melihat Agung datang berdua , itu yang membuatnya heran.


Agung menatapnya dengan pandangan aneh dan senyum sinis.

__ADS_1


"Kamu akan bebas untuk selamanya!! kami akan mengeluarkan kamu dari sini!!" Ucapnya dengan suara parau.


"Nggak mungkin , Abimanyu tidak akan mungkin membebaskan aku!!" Jawab Aditya dengan keras.


"Benar anak muda, tapi kamu di bebaskan di dunia lain, ha...ha...ha..!!" Agung dan Dedi tertawa terbahak bahak.


Aditya terbelalak mendengar ucapan kedua orang itu. Dia tahu apa maksud dari perkataan itu.


Aditya berusaha untuk keluar , namun tangannya langsung di tarik oleh Agung.


"Hei, kamu pikir bisa lolos dengan mudah??" bentak Dedi.


Dengan sisa tenaganya, Aditya melayangkan sebuah pukulan ke wajah Dedi.


"Buuukkk!!"


Tonjokan yang sangat tidak di sangka oleh Dedi mampu muat wajahnya meringis kesakitan.


Namun apalah tenaga dari seseorang yang sudah terkurung selama bertahun tahun. Hidup dalam serba kekurangan. Kurang makan dan juga kurang layak dalam hidupnya.


"Berani kamu memukul??" bentak Dedi. Dia langsung membalas pukulan Aditya dengan bertubi tubi sampai Aditya terkapar dan tidak bisa melakukan apa apa.


Dedi kemudian mengambil jarum suntik yang ada di sakunya.


"Ucapkan selamat tinggal untuk dunia yang sudah membuatmu tersiksa!!" ejek Dedi.


"Aku akan membalas kalian!!" Ucap Aditya dengan terbata bata.


"Ha...ha..., setelah obat yang ada di sini masuk kedalam tubuhmu, aku pastikan kalau kamu akan segera berakhir!!" gelak Agung.


Tanpa aba aba , Dedi langsung menancapkan jarum suntik ke tangan Aditya tanpa punya perasaan.


Aditya tiba tiba kejang kejang setelah mendapatkan suntikan itu. Obat itu memang berfungsi untuk membekukan urat nadi nya.


Dengan begitu dia tidak akan bergerak lagi. Dan setelah dua puluh empat jam , siapapun yang sudah di masukin oleh obat tersebut akan meninggal kalau tidak dapat obat penawarnya.


"Mampus juga kamu !! sudah mau mati aja masih berlagak melayangkan pukulan!!" sungut Dedi sambil mengusap wajahnya yang masih terasa sakit.


"Angkat dia!!" Ucap Agung.


Dedi kemudian mengangkat tubuh ringkih Aditya. Tubuh yang sudah kehilangan kegagahan nya itu dengan mudahnya di angkat dan di masukkan ke dalam bot.


Dengan cepat keduanya langsung meluncur kembali ke tepi danau.


Sementara itu Dirly sudah memberikan foto mobil dari orang yang akan menjadi target.


Agung dan Dedi langsung berangkat setelah memasukkan tubuh Aditya ke dalam mobil.

__ADS_1


Mereka kemudian melaju dengan kecepatan tinggi membawa tubuh Aditya menuju tempat yang sudah di rencanakan.


__ADS_2