
Hari telah berganti. Dan musim juga telah berubah. Begitu juga kehidupan yang sedang di rasakan Puspita. Dia merasa kalau hidupnya jauh lebih ringan karena sekarang dia sudah bisa mencari uang untuk kebutuhan nya.
Marsha cs juga sudah mulai diam atau sedang merencanakan sesuatu dia tidak perduli.
Yang di rasakannya adalah teman temannya mulai ramah dan mulai tersenyum bahkan menyapanya.
Seperti hari ini,si putri ngantuk mengajaknya ke kantin.
"Pita!! kita ke kantin ya!! aku lagi pengen jajan!!" ajaknya.
"Eria!! kamu suka juga jajan,bukannya kamu itu doyannya tidur ya!!" ledek Puspita.
Teman semejanya itu cuma tersenyum mendengar ledekan Puspita.
"Iya sih!! tapi kan perut perlu juga diisi!!' Jawabnya.
"Ayo deh!!' akhirnya Puspita mau juga. Hitung hitung sebagai perayaan dapat teman baru.
Keduanya kemudian pergi ke kantin sambil berpelukan. Semua merasa heran melihat kedekatan si anak aneh dengan si gembel ,julukan yang sudah di resmikan oleh geng Laba laba.
Marsha cs sudah duduk santai di depan meja khususnya.
Tidak ada yang berani duduk disana,karena akan dapat masalah.
"Hei!! si gembel masuk kantin!!! dengar nggak!!' sorak Karen.
Semua menoleh ke arah pintu masuk. Disana berdiri Puspita dan Eria.
"Ya deh!! gembel mau makan bakso!! ada yang keberatan??" Jawab Eria. Dia mengikuti perkataan Marsha.
"Tidak ada yang keberatan kan??" Lanjutnya karena semuanya diam dan sibuk dengan hidangannya masing masing.
Tapi keduanya masih berdiri karena tidak ada bangku kosong.
"Kalian duduk aja di lantai!! cocok deh sama kalian!!" celetuk Karen.
Puspita menarik tangan Eria.
"Kita keluar aja yok!! nanti aja jajannya!!" ajaknya.
Tiba tiba...
"Kalian duduk di sini aja!!" Ucap seorang kakak kelas.
"Kamu Puspita kan?? aku sudah mendengar tentang kamu !!" sapanya.
Puspita melihat nama Renaldi di dadanya.
"Iya kak!! " Jawab Puspita.
"Ingat Puspita!! pertahankan prestasimu,karena kalau sempat nilaimu anjlok maka pihak sekolah bakal menghentikan dana untuk beasiswa!!" pesannya.
"Makasih ya kak atas sarannya!! mudah mudahan aku bisa mempertahankan prestasiku,tapi aku berniat kok untuk meningkatkannya!!' Sahut Puspita.
"Bagus dong!! semangat ya!!" Ucapnya sambil menepuk lengan Puspita dengan sopan.
Puspita menganggukkan kepalanya .
Eria dan Puspita sekarang sudah dapat tempat duduk. Tidak berapa lama dua mangkok bakso sudah di depan mereka. Keduanya pun asyik menikmatinya. Sesekali Tara melirik mantan sahabatnya itu. Dia membayangkan betapa nikmatnya makan bakso dengan hati yang lapang tidak penuh dengan tekanan seperti yang sekarang sedang di rasakannya.
Perjanjian selama sebulan memang sudah lewat. Namun ketiga teman gengnya selalu seenaknya menyuruh nya begini dan begitu. Itu memang tidak seberapa. Yang membuatnya mulai nggak betah adalah kejadian tadi malam.
Tadi malam mereka sedang nongkrong di rumah Marsha. Kedua orang tua Marsha sedang pergi ke luar negri. Mereka bebas dong melakukan apasaja yang mereka mau.
Tara kaget bukan main melihat kelakuan temannya yang liar.
Karen dan Marsha merokok. Itu sih masih bisa di toleri, namun pada tengah malam tiga orang anak muda datang dengan membawa beberapa botol minuman.
__ADS_1
Memang mereka tidak memaksa Tara untuk meminumnya. Tapi Tara merasa mulai asing berada di sana.
Marsha kemudian memulai permainan kartu domino. Dan taruhannya,aneh banget.
Siapa yang kalah harus mau di cium. Mendengarnya Tara buru buru pamit dan langsung pulang.
Namun sebelum dia keluar sebuah ancaman keluar dari mulut Marsha.
"Ingat ya !! kalau semua ini bocor keluaran kamu yang mengatakannya,dan kalau sampai hal itu terjadi ,aku akan membuat perhitungan dengan kamu!!" ancamnya sambil mencengkram lengan Tara dengan kuat.
Dan hari ini Tara sudah berada bersama dengan geng yang selama ini di kaguminya. Namun rasa kagumnya mulai hilang. Dia sudah nggak betah bersama dengan mereka. Tara malah merindukan bersama dengan Puspita. Gadis sederhana dan polos yang ikhlas bersahabat dengannya.
"Marsha,kalau aku mau keluar dari geng kita nggak apa apa kan??" Ucapnya perlahan.
Marsha menyipitkan matanya memandang Tara.
"Apa???!!! kamu mau keluar?? nggak segampang itu dong!! kamu nggak bisa masuk dan keluar seenaknya!!! disini kamu di atur bukan mengatur!!" Jawab Marsha.
"Enak aja mau keluar!! kamu harus mau mengikuti aturan geng!! " tambah Karen.
"Kamu harus melakukan semua yang kami lakukan!! nanti malam kita ngumpul lagi!! awas kalau tidak datang!!"Salsa juga ikut mengancam.
Tara tertunduk menahan air yang hampir jatuh dari matanya. wajahnya merah menahan sedih.
Sekilas Puspita melihat ekspresi dari Tara. Dia yang sudah berteman dari kecil mulai cemas dengan sahabatnya .
Puspita menghampiri Tara.
"Tara!! kamu sakit atau kamu di sakiti??" Tanya Puspita.
Marsha berdiri.
"Jangan ikut campur urusan kami!! " Ucapnya.
"Aku bertanya ke Tara !! bukan pada kalian!!!" ujar Puspita.
Marsha mendorong Puspita.
"Sana!! gembel!!" ejeknya.
Puspita melirik Tara yang tidak mengatakan apa apa. Dia semakin yakin kalau sesuatu telah terjadi kepadanya.
"Pita!! pergilah!! aku bisa menyelesaikan masalah ku!!" Tara akhirnya buka mulut juga.
"Dengar sendiri kan !!! sana Cao!!" usir Salsa.
Puspita meninggalkan kantin setelah mengajak Eria.
"Kenapa dengan Tara??" Tanya Eria.
"Entahlah!! tapi sepertinya dia sedang ada masalah di geng itu!!" ujar Puspita.
"Kalian sudah lama bersahabat??" tanyanya.
"Sejak di SD!!" Jawab Puspita.
"Wow!! aku tidak punya sahabat seperti itu!! " kagum Eria.
Puspita tersenyum mendengar ucapan Eria. Memang dia dan Tara selalu bisa mengerti satu sama lain. Tara selalu paham dengan kesulitan Puspita. Sedangkan Puspita sering menemaninya dalam segala hal dan sering membantunya dari teman temannya yang menjahilinya.
****
Pulang sekolah seperti biasa Puspita ikut bersama dengan Beni. Namun hati ini bang Beni nggak narik karena angkot sedang di bengkel ,jadi Puspita di jemput bang Beni dengan motor.
Beni membawanya ke bengkel hati dan bertemu dengan Aril.
"Ini namanya bang Aril!! " Kata Beni sambil menghampiri Aril.
__ADS_1
Aril menatap Puspita sangat lama sekali. Dia merasa familiar dengan wajah Puspita.
"Bang Aril!! aku Pita!!" Sapa nya sambil mengulurkan tangannya.
Aril menyambutnya dengan hangat.
Sambil menunggu angkot selesai di betulin ,Aril dan Pita ngobrol di atas ban ban bekas.
Aril sangat menyukai Pita karena gayanya yang luwes dan seadanya.
"Kamu tinggal bersama siapa??" tanyanya.
"Yah sama orang tua dong Bang!! masa sama ayam!!" Jawab Pita.
"Orang tua kandung??" selidik Aril.
"Eh..eh..iya dong!!" Jawabnya. Dia merasa belum pantas menunjukkan identitas aslinya kepada orang yang baru di kenal.
"Ooo!! " gumam Aril.
Aril kembali menatap wajah Puspita. Ada sesuatu rindu saat melihat wajah itu. Ya ,wajah adik nya yang di larikan papanya puluhan tahun yang lalu. Dan setelah itu dia kehilangan mamanya dan kehilangan seluruh keluarganya.
Aril masih ingat pertengkaran mama dan papanya yang di latar belakangi tuduhan perselingkuhan. Sepertinya seseorang sudah mengadu domba mama dan papanya dengan menunjukkan bukti perselingkuhan Denia ,mamanya kepada papanya Pandi wijaya.
Dan pertengkaran itu berujung dengan kepergian Pandi Wijaya dari rumah dan membawa kedua anaknya yang masih kecil kecil. Namun Denia tidak mau berpisah dengan anaknya. Rebutan kedua anak itupun terjadi. Dan berakhir dengan Aril di tangan Denia dan adik perempuannya yang masih berumur empat tahun di larikan Pandi entah kemana.
Setelah itu seorang laki laki bernama Dirga,dengan akal liciknya berhasil menikahi Denia. Namun pernikahan itu adalah awal dari semua malapetaka . Sejak pernikahan itu kesehatan Denia semakin menurun dan akhirnya dia harus meninggal dalam kerinduan dan penyesalan.
Tinggalkan Aril bersama papa tirinya. Beberapa hari setelah kematian Denia ,Dirga membawa seorang wanita bersama dengan seorang anak perempuan seumuran dengan adiknya yang bernama Marsha.
Kehidupan keras di alaminya sejak dia masih kecil. Namun Dirga tidak bisa menyingkirkannya karena semua harta tertulis atas namanya.
Dan sekarang Aril sudah mapan ,namun dia masih mempunyai sebuah misi yaitu mencari papa dan adik perempuannya.
"Pita!! kita berangkat sekarang !! atau kamu masih mau disini??" Tanya Beni.
"Aku masih mau disini bang!!" Jawab Pita. Dia merasa nyaman berada bersama Aril.
"Ya udah!! kamu disini aja!! sebentar lagi disini rame!" Jawab Aril.
"Kok bisa!!"
"Ini tempat nongkrong geng Merpati!!" Jawab Aril.
" Geng ??? berarti abang ketua geng??" Tanya Puspita dengan wajah kecewa. Dia mulai tidak menyukainya.
"Kenapa dengan kamu??" Tanya Aril.
"Aku nggak suka dengan geng!! apalagi geng motor,sering membuat kerusuhan!!" Jawabnya.
"Kami nggak gitu kok!! geng Merpati nggak pernah turun ke jalan!! kami hanya menyalurkan rasa sosialisasi lewat geng ini!!" jelas Aril.
"Aku nggak paham bang??"
"Geng ini menyalurkan bantuan untuk anak anak jalanan yang putus sekolah!! jadi semua anggota geng Merpati adalah anak anak tajir yang hidupnya tidak ingin tersia sia dengan menghambur hamburkan uang orang tuanya!!" jelas Aril.
"Waw!! positif banget!! aku mau dong jadi anggota!!" Puji Puspita.
"Boleh!!"
"Tapi kan aku nggak punya motor!!" Ucapnya.
"Itu bisa di atur!! kamu bisa bawa motor??" Tanya Beni.
"Bisa dong!!"
" Ya udah!! kalau kamu mau gabung,datang saja kesini, kapan pun kamu mau, bengkel hati selalu terbuka untuk kamu!!" Ucap Aril.
__ADS_1
Dia memang ingin lebih dekat dengan gadis yang matanya mirip dengan papanya.