
Dirly sengaja tidak meninggalkan kantin,karena dia yakin kalau Marsha cs pasti akan melakukan sesuatu yang membahayakan Puspita.
"Aku bersumpah,akan menghancurkan geng kampungan itu!!" Ucap Salsa dengan hati panas.
"Ya!! kita harus menghancurkan geng murahan itu!!" balas Marsha.
Sedangkan Karen dari tadi diam saja. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu tapi lebih tepatnya sepertinya dia sedang tertekan.
Marsha menyikut Salsa dan melirik ke Karen yang sedang tidak fokus sambil mengaduk aduk mangkok baksonya dari tadi . Namun sesuap pun belum ada di makannya.
"Karen,kamu ada masalah??" Tanya Salsa.
Karen menggelengkan kepalanya.
"Kamu sakit??" Tanya Marsha.
Karen juga menggelengkan kepalanya.
"Cerita dong sama kita!! apa masalahnya??" desak Marsha.
"Iya Karen!! kamu punya masalah apa??" bujuk Salsa lembut.
"Tumben anak ini bisa lembut!!" maki Dirly.
Karen bukannya mengeluarkan isi hatinya,dia malah berdiri dan meninggalkan csnya yang lagi asyik menikmati isi mangkoknya.
"Dasar payah!! " geram Marsha sambil menepis mangkok Karen sampai isinya tumpah.
Salsa juga melemparkan sendok nya kemudian berdiri hendak meninggalkan kantin.
Semua mata tertuju kepada mereka.
"Apa liat liat?? nggak pernah liat bakso tumpah?? mau ku keluarkan biji matanya??" Teriak Marsha ke semua orang yang ada di kantin.
Tidak ada yang menyahut,karena semua orang tahu pasti nggak ada gunanya.
Paling paling jadi bahan makian si Marsha cs.
Kedua nya pun melangkah meninggalkan kantin.
"Huuuuu!!!" sorak beberapa cewek setelah keduanya menghilang.
Puspita diam saja ,dia tidak mau berurusan dengan Marsha cs yang selalu menghinanya.
"Pita,kita belajar bareng yok!!" Ajak Arsya.
"Nggak bisa,soalnya setiap pulang sekolah ,aku harus kerja!!" Jawab Puspita.
"Oo,jadi kita gimana dong?? masa geng Asyik cuma gini doang!!" keluh Aris.
"Kalian kan bisa belajar bersama tanpa aku!!" sela Puspita.
"Tapi Pit...!!" Eria tidak jadi melanjutkan ucapannya karena bel sudah berbunyi.
Mereka kembali berjalan masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing masing.
***
__ADS_1
Dirly tidak berani untuk gabung bersama dengan geng Asyik walaupun dia menginginkannya.
Dirly masih punya perjanjian dengan Salsa dan papanya. Namun hari ini Dirly punya rencana baru,yaitu menghancurkan geng Laba laba .
***
Setelah rencananya matang,Dirly kemudian melaju di sebuah jalan di kawasan perumahan yang sangat elit.
Dirly berpura-pura jatuh tepat di depan sebuah rumah besar dan berwarna hijau lumut.
Dia sudah tahu ,kalau hari libur ,Marsha akan duduk di sebuah taman kecil di samping rumahnya.
"Aww!!" Dirly jatuh bersama motor besarnya. Sontak saja semua yang ada di sana kaget dan langsung menyerbu Dirly, termasuk Marsha.
Dia langsung kaget ,apalagi pas tahu kalau itu adalah Dirly.
"Dirly!! " panggilnya dengan cemas.
"Kamu kenal dia Marsha??" Tanya orang orang.
"Iya !! tolong di angkat aja ke dalam rumah ku!!" Ucap Marsha.
Tubuh Dirly kemudian di angkat beramai ramai. Marsha kemudian membuka pintu kamar tamu dan menyuruh memasukkan Dirly ke sana.
Setelah membaringkan tubuh Dirly di atas ranjang,orang orang kemudian pamit pulang.
Marsha memandang wajah Dirly yang sedang terpejam karena sedang tidak sadarkan diri.
"Dirly!! sebenarnya aku sangat ingin dekat dengan kamu!! tapi Salsa lebih dulu mengutarakan perasaannya!! aku tidak mungkin menghianatinya!!" lirih Marsha.
Namun melihat Dirly di sampingnya dalam keadaan damai dalam mata terpejam membuat Marsha tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya yang selama ini di pendamnya.
"Aku sangat tersiksa dengan cinta terpendam ini Dirly!!" bisiknya sambil mengusap wajah Dirly.
Tiba tiba tangan Dirly memegang tangan Marsha, dan matanya sudah kembali terbuka.
"Dirly!! kamu sudah sadar??" Marsha sangat kaget dan cemas karena dia takut kalau Dirly sempat mendengar semua curahan hatinya.
"Kamu kenapa Marsha?? jangan pergi!! aku sangat senang kalau kamu disini menemaniku!!" larang Dirly saat Marsha hendak beranjak meninggalkannya.
"Kamu bilang apa?? kamu tidak bohong kan??" Tanya Marsha seakan tidak percaya dengan ucapan Dirly.
"Aku tidak bohong kok!! aku sangat senang karena kamu sudah menolong ku!! jadi jangan pergi dong,sebelum aku benar benar sudah sehat !!" jelas Dirly.
Marsha tertunduk malu. Wajahnya merah dan bibirnya tersenyum tipis.
"Hmm,sepertinya pancingku sudah dapat ikan!!" desis Dirly dalam hati.
"Kamu mau makan??" Tanya Marsha.
"Boleh!!" Jawab Dirly.
Marsha pergi ke dapur dan kembali dengan sebuah piring berisi nasi bersama lauknya.
Seorang bibik pembantu membawakan segelas air minum di belakangnya.
"Kamu bisa duduk??" Tanya Marsha.
__ADS_1
Dirly berusaha ,namun dia pura pura jatuh.
"Aahh!! sepertinya kepalaku masih pusing kalau duduk!!" rintihnya.
"Baiklah,kamu nggak usah duduk!! kamu mau aku suapin??" Tanya Marsha.
"Kalau kamu nggak keberatan!!" Jawab Dirly selembut mungkin.
Marsha kemudian menyuapinya dengan wajah malu malu.
Dirly makan sambil terus menatap Marsha.
Selesai makan,Dirly kembali tidur.
"Aku istirahat sebentar!! setelah itu aku akan coba pulang !!" Ucapnya.
"Terserah kamu aja!! kalau masih lemas jangan pulang dulu!!" Sahut Marsha penuh perhatian.
"Kena kamu!!" desis Dirly dalam hati.
Sore hari Dirly pun pamit pulang,karena merasa misinya sudah berhasil.
Sedangkan Marsha hatinya mulai berbunga bunga.
****
Malam itu Dirly pulang agak larut malam. Fakhira sudah kembali lagi ke asrama karena diam masih ada urusan sebelum menyelesaikan pendidikannya.
Dirly tertegun mendengar suara isak dari kamar kedua orang tuanya.
Dan sudah pasti kedua orang tuanya sedang ada masalah.
"Pa,tolong kembalikan senyum putriku!! aku tidak menyangka kalau papa benar benar menyingkirkan Aditya!!" isak Melani.
"Aku terpaksa melakukannya,ma!! mama kan tahu,aku paling benci dengan orang miskin!! aku tidak suka rumah ku di pijak oleh orang miskin!!" Teriak Abimanyu.
"Tapi nggak begitu caranya!! apa papa tidak kasihan melihat Fakhira terus bersedih karena Aditya menghilang begitu saja!!" balas Melani.
"Salah dia juga!! kenapa harus jatuh cinta dengan orang miskin!!" Ucap Abimanyu.
"Pa!! apa kamu tidak kasihan melihat kesedihan di wajah putrimu??" isak Melani kembali terdengar.
"Apa yang harus ku lakukan ma?? semua sudah terlanjur!!"Jawab Abimanyu.
"Pa,tolong kembalikan senyum putriku!! aku ingin melihatnya kembali tersenyum!!" Melani kemudian menangis sedih.
Abimanyu mendekati istrinya,berusaha untuk menghentikan tangisannya.
"Aku akan melakukan apapun,asalkan papa mengembalikan Aditya!!" tegas Melani.
Abimanyu duduk sambil memijit keningnya.
"Mengembalikan Aditya??apa mungkin?? Ucapnya dalam hati.
Sedangkan dia tidak tahu kemana orang bayarannya sudah mengasingkan Aditya. Dia hanya berpesan untuk tidak membunuh laki laki yang di cintai putrinya itu lima tahun yang lalu.
Abimanyu hanya ingin agar laki laki itu menghilang dari kehidupan putrinya. Dia tidak perduli kemana dan dimana .
__ADS_1