Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 46


__ADS_3

"Apa??? kamu sudah menggadaikan rumah ini?? apa yang kamu pikirkan ?? ini bukan rumah kita, ini rumah ayahnya Puspita!! beraninya kamu melakukan itu!!" Teriak Heni.


"Aku terjebak dengan hutang ,Heni!! kamu mau aku masuk penjara??" balas Danu.


"Aku tidak perduli!! lebih baik kamu masuk penjara ,daripada kamu menggadaikan rumah ini!!" Teriak Heni.


"Kurang ajar ,dasar perempuan ******!! aku ini suamimu, kamu malah lebih memilih aku masuk penjara daripada merelakan rumah ini!!" Teriak Danu.


"Iya!! biarkan saja kamu di penjara!! sekarang kita harus tinggal dimana??" Teriak Heni.


"Aku tidak mau tahu!! kalau kamu masih mau tinggal disini,kita harus pulangkan uang itu!!" Jawab Danu.


"Uang darimana sebanyak itu??" Teriak Heni.


"Terserah mau dapat darimana!! tapi kalau kamu setuju,kita nikahkan saja Puspita dengan Ah tong,dia pasti senang dan akan melepaskan kembali rumah ini!!" Kata Danu.


"Tutup mulutmu!! jangan pernah berniat melakukan itu!!" bentak Heni.


"ya udah,kalau kamu tidak setuju,besok kita harus keluar dari rumah ini!!" Sahut Danu.


Tidak terdengar lagi suara Heni,Puspita hanya mendengar isak Heni yang terdengar ke kamarnya.


"Aku harus membawa ibu keluar dari tempat ini, dan aku tidak akan membiarkan laki laki itu mengikuti kami!!" desah Puspita dalam hati.

__ADS_1


Puspita kembali tidur,namun tidak bisa. Kepalanya berdenyut sakit karena memikirkan pertengkaran kedua orang tua tirinya.


"Aku harus kemana?? " tanyanya dalam hati.


Semalaman Puspita berpikir sangat keras memikirkan kelanjutan hidupnya .


Ada juga niatnya untuk pergi sendiri,namun bagaimanapun Heni sudah membesarkannya walaupun secara terpaksa.


****


Pagi pagi sekali ,Puspita sudah bangun dan melihat ibunya tidak berangkat kerja.


"Ibu nggak ke warung??" tanyanya pelan.


Heni menggeleng.


"Ngomong aja bu!! aku sudah dewasa sudah bisa mengerti apa yang sedang terjadi!!" Sahut Puspita.


"Kita harus keluar dari rumah ini!! Danu sudah menggadaikan rumah ini kepada Ah tong!! kita nggak bakal bisa menebusnya karena gadainya sangat besar!!" Ucapnya dengan mata sembab karena sudah menangis semalaman.


"Nggak apa apa bu!! berarti rumah ini bukan rejeki kita!! ibu jangan sedih lagi,suatu saat nanti ,aku akan memberikan ibu rumah yang lebih bagus dari pada ini!!" hibur Puspita.


Jawaban Puspita bukannya menghibur Heni,malah membuat dia semakin sedih.

__ADS_1


"Pita,ini rumah mu,rumah ayahmu, aku sangat bersalah dengan kejadian ini!! kalau saja ayahmu masih disini, semua ini tidak akan terjadi!!" sesal Heni.


"Sudah lah bu!! sekarang ibu berkemas, kita pergi sekarang,tanpa laki laki itu!!" bisik Puspita.


Heni mengangguk,dan kembali ke kamarnya. Dia mengambil beberapa pakaian dan di masukkan ke dalam kantong plastik supaya tidak mengundang kecurigaan Danu.


"Ibu sudah siap??" bisik Puspita dengan sebuah tas di punggungnya.


Heni menganggukkan kepalanya.


Keduanya kemudian keluar dari rumahnya. Heni masih sempat berbalik memandang rumah itu dengan mata penuh kesedihan.


"Aku tidak pernah menyangka akan meninggalkan rumah ini!!" gumamnya.


"Sudah lah bu!! mudah mudahan kita akan mendapatkan rumah yang lebih bagus dari pada ini!!" hibur Puspita.


"Kamu memang baik Pita, seperti ayahmu!!" Ucap Heni sambil menatap Puspita.


Puspita kemudian membawa Heni ke pangkalan angkot dan mencari bang Beni.


"Bang,lihat bang Beni nggak??" tanyanya kepada seorang supir angkot.


"Oo,pak Beni,dia lagi di kantor neng!!" Jawab si supir.

__ADS_1


"Kantor mana??" Tanya Puspita.


Supir angkot tersebut menunjukkan sebuah bangunan yang lumayan besar di sekitar pangkalan angkot.


__ADS_2