
Marsha menatap Dirly dengan beringas. Nampak kemarahannya sudah sampai pada puncak.
Marsha berdiri dan menendang tubuh Dirly dengan kasar hingga tubuh Dirly terguling ke bawah jatuh dari ranjang.
"Heri, apa yang terjadi dengan Dirly??" tanyanya kepada laki laki yang sedang memegang tangan Puspita.
"Itu pengaruh dari suntikan yang sudah kamu berikan Marsha!! tubuhnya jadi kaku dan tidak bereaksi!!" jelas Heri.
"Aaaaahhh!! gagal dong rencanaku!! ini pengaruhnya sampai kapan??" kesal Marsha.
Heri mengangkat bahunya.
"Lepaskan dia Marsha, aku mohon!!" isak Puspita.
"Apa??? melepaskan dia dan membiarkan kalian bersama?? jangan harap itu akan terjadi!! aku akan membuat Dirly menjadi seorang mayat hidup, dan kamu tidak akan bisa menyelamatkannya!!" belalak Marsha.
"Kamu kejam, nggak punya hati!!" maki Puspita.
PLLAAAKKK!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Puspita.
__ADS_1
"Lancang kamu ya!! sudah nyawa terancam masih saja banyak omong!!" bentak Marsha.
"Aldo, masuk!!" Ucap nya dengan keras.
Aldo masuk dan menghampiri Marsha.
"Bos memanggil saya??" tanyanya pelan.
"Bawa gadis gembel ini dan singkirkan dia!! kalau perlu , lenyapkan saja dan buang tubuhnya ke tengah laut!!" geram Marsha.
Aldo dengan kasar menarik tangan Puspita keluar dari dalam rumah. Dia memaksa gadis itu mengikutinya dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
Aldo akhirnya mengikat kedua tangan dan kaki Puspita dan menyumpalkan sebuah kain ke dalam mulutnya.
Puspita berteriak teriak histeris minta supaya di lepaskan. Marsha tersenyum puas melihat Puspita yang sedang tersiksa dan ketakutan.
Dirly tidak bisa bergerak dan tidak bisa mengatakan apapun. Di saat segenting itu hanya airmata yang menetes di sudut matanya.
"Bawa dia sejauh mungkin!!" Teriak Marsha saat mobil Aldo mulai bergerak menjauhi rumah .
Dan tidak berapa lama, Heri juga terlihat sedang menyeret tubuh Dirly dan memasukkannya ke dalam mobil Marsha.
__ADS_1
Wajah Marsha menynggingkan senyum aneh saat bergerak meninggalkan rumah itu.
Sementara Aldo sudah sejam melaju dengan kecepatan tinggi. Dia menoleh ke kursi belakang dan melihat Puspita sedang terkulai lemas tidak berdaya.
"Apa harus ku singkirkan gadis malang ini?? apa aku sanggup melakukannya?? aku masuk ke geng kalajengking kan bukan untuk membunuh , aku nggak mau ah ngotorin tanganku !!" bathin Aldo.
Aldo terus melaju sampai kesebuah pantai. Dia kemudian menurunkan tubuh Puspita yang sudah sangat lemas dan meletakkannya di pasir pantai.
Malam sebentar lagi berakhir. Aldo cepat cepat meninggalkan tempat itu.
"Kamu disini saja ya, aku tidak pernah membunuh orang , jadi aku harap kamu tidak kembali ke hadapan Marsha!!" Ucapnya sambil meninggalkan Puspita sendirian disana.
Puspita tergeletak lemah dan kedinginan. Sesekali ombak laut membawa air laut dan membuat badannya basah.
Puspita semakin menggigil kedinginan. Hari masih gelap. Sayup sayup Puspita mendengar suara adzan subuh dari kejauhan.
Namun tubuhnya sudah sangat kedinginan. Dia merasa seperti sudah beku. Lama kelamaan Puspita semakin tidak merasakan tubuhnya lagi dan seketika dia sudah tidak ingat apa apa.
"KARENA SESUATU HAL , CERITA INI TERPAKSA SAYA TAMATKAN!! TUNGGU KELANJUTANNYA DI BELAHAN JIWA TUAN MUDA ANGKUH 2"'
CERITANYA PASTI LEBIH SERU DAN MENGHARUKAN. PERJUANGAN PUSPITA UNTUK MENDAPATKAN KEMBALI CINTANYA AKAN MENDAPATKAN BANYAK SEKALI RINTANGAN. NAMUN PUSPITA TENTUNYA AKAN TEGAR DAN KUAT. JANGAN LUPA MAMPIR YA!!! TERIMA KASIH.
__ADS_1