
Langkah Puspita terlihat seperti sedang ragu mendatangi tempat yang di katakan oleh orang di sekitar situ adalah sebuah kantor.
Puspita langsung menemui seorang wanita yang duduk di balik mejanya di dekat pintu masuk.
" Ada keperluan apa kesini?? mau nyewa angkot??" Tanya wanita itu.
"Aku mau bertemu dengan bang Beni!! orangnya ada nggak??" Tanya Puspita.
"Oo,pak Beni!! Kamu udah punya janji belum??" cuek si wanita.
"Apa?? setiap hati aku ketemu sama Bang Beni, nggak pernah bikin janji tuh!!" omel Puspita.
"Emangnya kamu siapa?? nggak bikin janji bisa ketemu dengan pak Beni!!" geram wanita itu.
"Kamu tidak percaya,aku ini kernetnya bang Beni!!" Sahut Puspita.
"Eehh, kamu salah orang kali!! pak Beni nggak bawa angkot,dia itu boss angkot,dia yang punya semua angkot disini!!" jelas wanita itu dengan suara agak keras.
"Elsa,kenapa kamu ribut ribut??" Tanya seseorang dari dalam ruangan yang tertutup pintu kaca.
"Sana!! keluar dan jangan pernah kembali ke sini!!" bisik wanita itu dengan tajam.
"Aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan bang Beni!!" putus Puspita. Dia memang harus melakukan itu,karena hanya bang Beni harapannya untuk di minta tolong.
"Keluar sana!!" Teriak wanita itu .
"Apaan sih!!" Seorang laki laki yang sangat di kenal Puspita keluar dari dalam ruangan.
"Bang Beni!!!" Teriak Puspita langsung lari ke samping laki laki dengan pakaian rapi itu.
"Pita,kok kamu bisa ada disini??" Tanya Beni tidak percaya .
"Aku mau minta bantuan sama Bang Beni!! boleh kan??" Puspita terlihat sangat akrab dengan Beni. Membuat wanita yang melarangnya masuk menjadi serba salah.
"Kita ke dalam saja,ayo masuk!!" Ajak bang Beni.
Puspita langsung mengikuti Beni dari belakang di susul Heni yang juga ikutan masuk.
"Ini kantor bang Beni??" Tanya Puspita.
Bang Beni mengangguk kemudian duduk di kursi besarnya.
"Wuih,berarti abang ini tajir dong!! orang kaya !!" ceplos Puspita.
"Aahhh!! nggak Pita, ini semua bukan punya abang!! abang cuma menerima amanah orang lain,jadi abang hanya menjaganya!!" Jawab Beni dengan rendah hati.
__ADS_1
"Trus,kenapa abang mau narik angkot lagi?? kan sudah jadi boss angkot!!" Tanya Puspita.
"Itu semua untuk kamu,atas permintaan tuan muda Dirly!! " Jawab Beni. Jawaban itu membuat mata Puspita terbelalak dan mulutnya melongo.
Beni kemudian menceritakan permintaan Dirly karena dia sangat kasihan melihat Puspita jalan kaki setiap pulang sekolah.
"Dan abang mau melakukannya??" heran Puspita mendengar cerita bang Beni.
"Tuan Muda Dirly adalah orang baik.Dia juga sering membantu orang yang kesulitan ekonomis!! jadi saat dia membutuhkan pertolongan ,abang dengan senang hati menurutinya!!" jelas Beni.
"Tapi sekarang ,aku ingin meminta pertolongan sama abang!!" Ucap Puspita.
"Oh iya!! kamu mencari abang kesini sebenarnya mau apa??" Tanya Beni.
Puspita terpaksa menceritakan tentang kejadian yang kini sedang mereka alami .
"Ooo,jadi gitu ya!! kalian mau di cariin rumah kontrakan,tapi yang murah dan pembayarannya di belakang!!" gumam Beni.
"Iya bang, soalnya aku sedang tidak punya uang,abang kan udah seminggu nggak narik,jadi aku nggak ada uang masuk dong!!" tuduh Puspita.
"Oke lah,jangan marah marah dong Pita!! mulai besok kamu bisa kerja,tapi nggak jadi kernet!!" Ucap Beni.
"Jadi apa dong Bang??' Tanya Puspita.
"Kamu harus membantu abang di bagian pembukuan!! kamu kan pintar berhitung,jadi kamu pasti bisa membantu abang!!" Usul Beni.
"Sekarang kita lihat rumah yang akan kalian tempati!! ayo,kita berangkat!!" Ajak bang Beni.
KRRRIIIIUUUKKK!!!
"Suara perut siapa tuh??" ledek bang Beni saat mereka menuju mobil bang Beni.
Puspita diam saja,karena dia tahu kalau itu adalah ibunya yang sedang kelaparan.
"Ayo naik!! " Suruh bang Beni membuka pintu mobilnya.
"Ini juga mobil abang??" Tanya Puspita tidak percaya dengan yang di hadapannya.
"Hmm,iyalah!! nggak usah di pikirkan!! mobil kek gini nggak seberapalah Pita, ini hanyalah barang mati,nggak bisa menolong kita,jadi nggak usahlah di bangga banggakan!!" Ucap Beni semakin rendah hati.
Puspita dan Heni duduk di belakang Beni. Keduanya sudah mulai tenang setelah mendengar ucapan Beni.
Di depan sebuah restoran padang,Beni menghentikan mobilnya dan menyuruh Puspita dan ibunya turun.
"Kita makan dulu ya!! supaya bisa mencari rumah kontrakan dengan tenang!!" Ucapnya.
__ADS_1
"Akhirnya kita makan juga!!" celetuk Heni.
"Ibu udah lapar ya!!" Ucap Puspita kasihan melihat perempuan yang sudah bersedia di panggilnya ibu.
Heni menganggukkan kepalanya.
"Ayo masuk! nggak apa apa kan kita makan disini??" Tanya Beni.
"Bang Beni jangan gitu dong,di kasih makan aja ,kita sudah senang!!" Sahut Puspita.
"Ya udah!! ayo makan!!" Ucap Beni saat hidangan sudah tersedia di atas meja.
Setelah selesai makan,keduanya langsung di bawa Beni ke sebuah rumah petak .
Rumah kontrakan tersebut sangat jauh dari tempat Puspita sebelumnya.
"Kamu sudah puas dengan tempat ini,seperti permintaan kamu ,jauh dari rumahmu sebelumnya!!" Ucap Beni.
"Makasih ya Bang!!aku tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan abang!!" Kata Puspita.
Beni kemudian memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu .Puspita menerimanya dengan hati yang nggak enak.
"Ini untuk pegangan kamu,jangan di tolak ya!! abang juga senang sudah bisa membantu kamu!!" Ucap Beni.
Puspita akhirnya menerimanya dan menatap kepergian Beni dengan mobilnya.
Dia masih belum percaya kalau itu adalah bang Beni yang selama tiga tahun menjadi supir angkot dan dia adalah kernetnya.
Puspita tersenyum saat teringat kembali dengan ucapan Beni yang mengatakan kalau semua itu adalah permintaan Dirly.
"Itu artinya sudah tiga tahun dia menyimpan rasa itu!! sudah tiga tahun ini dia memberi perhatian begitu besar kepadaku!!" Ucapnya dalam hati.
Puspita berbaring di atas ranjang yang memang sudah tersedia di rumah itu.
Heni sedang pergi ke pasar untuk membeli alat alat masak dan untuk membeli keperluan lainnya.
Puspita masih membayangkan wajah Dirly dan membayangkan berbagai kejadian yang sudah di alaminya bersama Dirly selama tiga tahun ini.
Dan di waktu yang sama,Dirly juga sedang duduk di kursi taman di samping rumahnya.
Tiba tiba ...
"Hai,tuan muda!! lagi ngapain??" Tanya Marsha yang sudah berdiri di samping Dirly.
Dirly buang muka dan memasang wajah galak.
__ADS_1
"Kamu ngapain?? pasti belum makan,kita makan ya!! taadaaa,ini aku bawain kamu makanan ,di jamin enak deh!!" Ucapnya sambil membuka sebuah bungkusan yang di bawanya dan mengambil sekotak kue.