Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 81


__ADS_3

Puspita sedang berada di dapur mini mereka, saat Dirly baru pulang dari pasar.


Dia memberikan keranjang berisi belanjaan yang sudah di catat oleh Puspita.


Mereka sengaja tidak pergi berduaan, karena untuk menghindari anak buah papanya yang pasti akan berusaha untuk menemukannya.


Puspita langsung membongkar hasil belanjaan Dirly.


"Hmm, kamu sepertinya lebih suka makan ikan dari pada daging ya!!" Ucap Puspita.


"Kalau harus milih antara daging atau ikan sih aku lebih suka sama kamu!! " Sahut Dirly.


"Kok jadi ngawur sih?? pilihannya ikan atau daging !!" geli Puspita.


"Ya iya, aku lebih suka kamu!!" kukuh Dirly.


"Huh, dasar keras kepala, di tanya apa , jawabnya apa!!" sungut Puspita.


Tiba tiba seseorang mengucapkan salam dari luar rumah.


"Siapa ya?? apa kita kedatangan tamu!!" Tanya Dirly sambil berjalan membuka pintu.


"Ada apa bu??" Tanya Dirly menyapa seorang wanita bersama dengan seorang laki laki.


"Kami nggak di suruh masuk nih??" pancing si ibu.


"Oo.maaf!! silahkan, silahkan masuk!!" Ajak Dirly setengah malu.


Keduanya tersenyum ramah sebelum masuk ke dalam rumah.


Dirly mempersilahkan mereka duduk di kursi yang memang sudah tersedia kian disana.


"Boleh saya tahu, abang sama ibu inj siapa ya!!" Tanya Dirly dengan sopan.


"Saya bu Retno dan ini adik saya , namanya Barka!!" Jawab Bu Retno.


"Oooogh, saya Dirly!! " Jawab Dirly.


"Bu Retno kan yang rumahnya di sebelah ladang saya ya!!"


"Betul nak Dirly!! kedatangan saya kesini untuk menawarkan nak Dirly untuk ikut dalam kelompok kita!!" jelas bu Retno.


"Kelompok apa ya bu??" Tanya Dirly ingin tahu.


"Kita disini punya kelompok jagung!! jadi bibit dan alat berat untuk mengolah tanah akan di sediakan!! jadi kita hanya perlu mengeluarkan biaya supir traktor yang membawanya!!" jelas Bu Retno.


"Menarik juga ya bu!! nanti akan saya pikirkan dan saya tanyakan dulu kepada istri saya!!" putus Dirly .


"Oh iya, ngomong ngomong istrimu mana dong?? kok nggak keluar??" rengut bu Retno.


Dirly kemudian masuk memanggil Puspita yang sedang sibuk masak di dapur.

__ADS_1


"Pita, keluar bentar yok!!" Ajak Dirly.


Pita mengangguk dan mengikuti Dirly jalan ke ruang depan.


"Cantik ya istrinya!!" Puji bu Retno.


Barka diam saja sejak tadi. Wajahnya terlihat seperti mengingat ingat sesuatu.


"Sepertinya aku pernah melihat kedua orang ini, tapi dimana??" bathinnya sambil menatap tajam ke arah Dirly dan Puspita.


"Bang Barka kenapa ?tatapannya kok aneh??" Tanya Dirly curiga.


"Nggak apa apa kok! aku cuma iri kepada kalian berdua! kalian terlihat begitu saling mencintai!!" dalih Barka.


"Ya iyalah, mereka ini kan pengantin baru!! lagi panas panasnya!!" goda Bu Retno.


"Ah , ibu bisa aja!!" Ucap Dirly.


Puspita tidak mengatakan apa apa,dia hanya memamerkan senyum ramah saja.


Tidak berapa lama kedua kakak beradik itu pamit. Puspita masih merasa nggak enak dengan pandangan mata yang tajam dari Barka. Dia sangat tidak nyaman dengan itu.


"Kamu kenapa sayang!!" Tanya Dirly memeluk nya dari belakang. Keduanya sedang berdiri di jendela yang menghadap ke ladang ladang luas terhampar dengan tanaman jagung sejauh mata memandang.


"Pita, kamu sedih??" ulang Dirly.


Puspita menggeleng.


"Trus, kenapa kamu sendirian disini? apa yang sedang kamu pikirkan, hmm!!" selidik Dirly dengan lembut.


"Kesukaan aku bukan ikan tapi kamu!! boleh kan aku makan??" bisik Dirly tepat di belakang telinga Puspita.


Wajah Puspita menjadi merah karena membayangkan apa yang akan di lakukan Dirly .


"Aahhhhh, kamu ya, nggak bosan bosan!!" rajuk Puspita.


"Nggak mungkin bosan dong sayang!! aku sudah candu dengan kamu!! nggak akan tahan jauh jauh!!' rayu Dirly.


Puspita mencibirkan bibirnya. Namun Dirly langsung menyambarnya dan menyesapnya.


Karena merasa Puspita sudah pasrah, Dirly langsung menggendong tubuh Puspita ke dalam kamar.


*****


Barka sedang memutar otaknya dan mencoba mengingat dimana pernah melihat Dirly juga Puspita.


"Busyet!! kenapa aku bisa lupa?? kedua orang itu kan kulihat di foto yang di kirimkan Dion!! kedua anak ini adalah target anak geng kalajengking!! aku sudah ingat!!" gumamnya.


Barka kemudian membuka ponselnya dan melihat sebuah pesan yang di kirimkan adiknya.


"Sudah empat hari mereka berusaha menemukan keduanya!! aku harus melaporkan nya ke Dion!! mudah mudahan dengan ini aku dapat imbalan!!" cengir Barka.

__ADS_1


Dengan mimpi akan dapat imbalan, Barka mencoba menghubungi Dion.


"Dion, mengenai permintaan kamu untuk kedua orang itu, imbalannya ada nggak??" Tanya Barka.


"Bereslah bang!! abang tenang saja!! bos kami pasti akan memberikan abang uang yang banyak!!" Jawab Dion.


"Baiklah kalau begitu, kalian datang saja kesini!! aku seperti melihat pasangan muda itu!!" Ucap Barka.


"Benaran bang?? abang nggak bohong kan!!! " girang Dion.


"Datang saja ke sini!sekarang juga!!" tegas Barka seraya menutup pembicaraan.


"Hmm, kalau begitu, aku akan mengambil ke untungan juga dari kedua anak itu!! mereka pasti anak orang kaya!!" gumam Barka.


Dia kemudian keluar dan berjalan menuju rumah Dirly.


TOK..TOK...TOK..


Dirly yang sedang ketiduran sambil mendekap tubuh Puspita yang tanpa busana, kaget mendengar ketukan pintu.


"Siapa sih, ganggu orang lagi tidur!!" geram Dirly.


Namun karena ketukan tidak juga berhenti, Dirly terpaksa keluar.


Dan dia lebih kaget lagi melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.


"Bang Barka, ada urusan apa lagi??" Tanya Dirly tidak begitu suka dengan kedatangan laki laki itu.


Dia semakin curiga melihat senyum sinis di bibir Barka.


"Ada apa sih bang??" Tanya Dirly agak keras.


Tanpa di suruh , Barka masuk dan duduk di kursi tanpa di suruh lebih dulu.


"Aku tahu siapa kalian!! kalian berdua sedang di cari oleh anak geng kalajengking!! apa yang akan terjadi ya kalau aku mengatakan kalau kalian ada disini!!" ancam Barka.


"Anda mengancam saya??" geram Dirly.


"Untuk apa?? aku tidak perlu mengancam!! aku cuma ingin agar kamu memilih dua pilihan yang aku katakan!!" Ucap Barka.


"Kamu mau apa?? mau uang??" tegas Dirly.


"Ya itu!! kamu tahu juga!! kalau urusannya sudah di barengi dengan kertas bernomor itu, semua masalah pasti selesai!! mulut bisa di tutup!!" Ucap Barka dengan mata berbinar binar.


"Kamu butuh berapa??" Tanya Dirly dingin.


"Nggak perlu banyak banyak sih, lima puluh juta cukup kok!! aku pasti akan tutup mulut!!" sinis Barka.


"Bisa saja aku memberikan uang itu, tapi apa jaminannya kalau kamu tidak akan mengkhiananti kami°' tegas Dirly.


"Sumpah deh, aku nggak akan memberi tahukan kepada siapapun!!" Janji Barka.

__ADS_1


Dirly menatap Barka, seolah olah ingin mencari kepastian di dalamnya.


Namun apa boleh buat, bagaimanapun dia harus menerima pilihan itu, supaya dia bisa tenang disana.


__ADS_2