
Mata Puspita melotot mendengar ucapan Dirly.
"Kamu dengar apa??" tanya Puspita tidak sabar. Dia sangat cemas kalau Dirly sempat mendengar ucapannya barusan.
"Aku dengar semua yang kamu katakan!! emang benar???" pancing Dirly.
Wajah Puspita langsung merah karena menahan malu.
"Pita!! kamu nggak perlu malu kok!! perasaan suka sama seseorang itu biasa!!" Ucap Aril.
Dia juga kaget melihat Dirly tiba tiba sudah ada di sampingnya. Dirly juga melihat aksi kejar kejaran antara dia dan Puspita.
Aril juga sudah menduga kalau Dirly sudah mendengar semua yang sudah mereka bicarakan.
"Bang,aku boleh bicara berdua dengan Pita??" Tanya Dirly.
"Boleh dong!! ingat jangan membuatnya merasa rendah diri!! karena itu yang sedang di rasakannya sekarang!!" bisik Aril.
Aril kemudian pergi dan masuk ke dalam bengkel,meninggalkan Dirly bersama Puspita di samping bengkel.
"Pita!! aku tahu kamu sedang sedih karena aku!! tapi itu semua tidak benar!! aku melakukan semua demi kamu!!" ujar Dirly.
Puspita menatapnya dengan tajam.
"Apa hah??? demi aku?? kamu jalan dengan Marsha demi aku?? setiap hari kamu lengket dengan Salsa juga demi aku??" geram Puspita.
"Pita!! tolong ,jangan berpikir yang lain tentang aku!! aku sudah mengatakan perasaanku kepadamu,dan itu tidak akan berubah selamanya!!" Ucap Dirly meyakinkan Puspita.
"Bagaimana dengan Marsha dan Salsa?? kamu itu memang malu bersama dengan ku!! seharusnya aku tidak pernah membiarkan perasaan ini tumbuh !!" sesal Puspita.
"Tidak Puspita, jangan pernah membunuh rasa itu!! atau aku tidak akan punya alasan untuk hidup!!" cemas Dirly.
"Tapi aku tidak sanggup dengan hubungan seperti ini!! kamu selalu menjaga jarak dengan aku ,setiap kali di depan banyak orang,sepertinya kamu malu kalau orang sampai tahu kalau aku orang dari ekonomi lemah!!" desis Puspita.
"Tidak Pita!! bukan itu alasannya!! aku mohon kamu bersabar dikit!! kalau semua nya sudah bisa terselesaikan,aku akan mengatakan kepada dunia kalau kamu itu milikku dan aku ini milikmu!!" tegas Dirly.
"Apa masalah mu sangat berat Dirly!! sampai sampai kamu harus mengorbankan perasaan mu??" Puspita mulai paham dengan situasi yang sedang di alami Dirly.
"Kamu tidak perlu memikirkannya!! yang perlu kamu ingat hanya satu,apapun yang kamu lihat dan kamu dengar ,jangan pernah mempercayainya sebelum aku sendiri yang mengatakannya!!" pesan Dirly.
Puspita menganggukkan kepalanya. Matanya berkaca kaca karena merasa banyak sekali cobaan yang akan mereka hadapi .
"Satu lagi,aku tidak suka kalau kamu tidak membalas chat ku!! " tegas Dirly.
"Suka suka aku dong!!" Jawab Puspita seenaknya.
"Pita! please!! aku mohon ,jangan pernah mengabaikan ku!!" pinta Dirly.
Puspita diam saja dan pura pura tidak menghiraukan permohonan Dirly.
Tiba tiba Dirly menarik tangannya dengan agak keras membuat Puspita begitu dekat Dirly.
Wajah mereka hanya berbatas satu inci . Puspita merasakan hembusan nafas Dirly begitu memburu.Dirly juga merasakan degup jantung Puspita yang sangat cepat.
__ADS_1
Dirly menatap mata Puspita, begitu juga sebaliknya. Mereka saling menatap begitu lama.
"Hmm,aku pikir kalian sudah pulang!!" tiba tiba Aril sudah berdiri di belakang mereka.
Puspita langsung melepaskan diri nya dari pegangan Dirly.
"Belum bang!!" Jawab Dirly dengan nada serak.
"Pita!! kamu belum pulang??" Tanya Aril.
"Nanti bang!! ibuku masih di warung,aku malas dirumah bersama dengan bapak ku!!" Jawab Puspita.
"Kok bisa gitu ?? " Aril sangat heran dengan jawaban Puspita.
"Hmm,ada yang aneh dengan Pita!! aku akan tanyakan nanti pada Dirly!!" gumamnya.
"Ibumu pulang jam berapa??" Tanya Dirly.
"Jam sepuluh!!"
"Masih dua jam lagi!! kamu lapar??" Tanya Dirly.
Puspita mengangguk.
"Mau makan apa??" tanyanya.
Puspita mengangkat bahunya.
"Emang ada makanan seperti itu??" Tanya Aril.
"Yah,mana tahu!! sejauh ini aku juga belum pernah dengar!!" Jawab Puspita.
"Serius dong!! mau makan apa?? biar di pesan!!" desak Dirly.
"Sebenarnya aku pingin makan bubur candil!! apa ada yang jual ya??"
"Sejak kapan kamu suka dengan bubur candil??" Tanya Aril tiba tiba teringat dengan papanya.
Aril masih ingat kalau papanya paling suka di masakin itu sama mamanya.
Kenangan waktu kecil itu kembali hadir di ingatan Aril. Setiap hati libur,mamanya tidak absen memasaknya,karena itu makanan favorit papanya.
Puspita teringat sejak kapan,dia juga lupa.
"Aku juga nggak tahu bang!! cuma aku sering mimpi makan bubur candil dengan gula merah yang banyak,mmm,pasti enak!!" Jawab Puspita.
Aril menatap Puspita dengan sangat lama.
"Apakah dia ini adikku?? aku merasa semua yang di lakukannya dan di katakannya hari ini, Puspa banget!!" Ucap Aril dalam hati.
Sementara Dirly sedang asyik memesan makanan yang di maksud melalui ponselnya.
"Kamu benaran mau bubur candil??" Tanya Dirly memastikan.
__ADS_1
"Benar !! aku ingin mencoba makanan yang selalu hadir dalam mimpi ku itu!!" jelas Puspita.
"Ya udah!! aku sudah pesan kok!! " Ucap Dirly.
Aril masih menatap Puspita. Dan tiba tiba adjan Isya terdengar melantun dengan indah.
"Aduh!! sholat dimana nanti?? Puspita terlihat sangat gelisah.
"Kamu kenapa Pita??" Tanya Aril.
"Aku mau sholat bang!! tapi dimana ??" Tanya Puspita.
"Sholat di mesjid aja!! Dirly yang nganter!!" Ucap Aril.
Dirly sangat mau mengantar Puspita. Dia langsung berdiri dan mengambil motornya di depan bengkel.
Dirly langsung melaju ke depan Puspita .
"Ayo naik!!" ajaknya.
Puspita langsung naik. Dirly melaju dengan sangat pelan.
"Dirly!! jalannya kok lambat gini??" Tanya Puspita.
"Ooo,kamu maunya cepat??" Tanya Dirly.
Dirly kemudian memacu motornya dengan kecepatan tinggi.
"Aww,Dirly!!! aku belum mau mati!!!" Jerit Puspita sambil mencubit perut Dirly dengan sangat kuat.
"Jangan di cubit dong!!" Teriak Dirly.
"Makanya jangan cepat cepat!! aku takut !!" balas Puspita.
"Kamu ya, di bikin lambat ,protes,katanya terlalu lambat!! melaju dengan cepat ,eeh menjerit, takut mati!!" ledek Dirly.
"Suka suka ku lah!! " Jawab Puspita nggak mau kalah.
"Aku mau sholat di sana!!" tunjuk Puspita ke sebuah mesjid yang ada di depan mereka.
Dirly langsung membelokkan motornya dan mencari parkir di antara motor yang sudah berjejer.
Sedangkan Puspita langsung pergi ke tempat wudhu khusus untuk wanita.
Dirly tidak tahu apa yang harus di lakukannya. Dia duduk di emperan mesjid.
Dia tidak berani masuk,karena dia sudah lupa dengan bacaan sholat yang sering di ajarkan pak Kosim.
Sedangkan Puspita sudah berada di shaf wanita .Dirly melihatnya dari kaca jendela mesjid.
Wajah cantik Puspita semakin terpancar dengan mukenah putih yang di kenakannya.
Dirly menelan ludah menyaksikan kecantikan alami yang sedang di saksikannya itu.
__ADS_1