Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 25


__ADS_3

Melani bertekad untuk menyelidiki identitas Puspita. Dia masih ingat dengan jelas,karena bayangan Puspa kecil masih jelas di ingatannya.


"Wajah putri mu ini seperti di tempelkan langsung dari wajahmu!!" begitu komentar semua orang setiap melihat kemiripan Puspa kecil dengan kakaknya Pandi.


Dan Melani melihat wajah Pandi di sana. Apalagi mata Puspita sangat mirip dengan mata kakaknya.


"Kak Pandi!! sekarang kamu ada di mana?? " desah Melani.


Dia masih ingat beberapa tahun yang lalu,saat seseorang sudah berhasil meluluh lantakkan rumah tangga kakaknya.


Bahkan perseteruannya dengan Denia semakin parah saat dia mengetahui kabar perselingkuhan Denia .


Kepergian Pandi dari rumah membuatnya sangat membenci kakak iparnya dan tidak pernah lagi menghubunginya. Bahkan untuk melihat keponakannya yang masih bersama dengan Denia,tidak pernah sanggup.


Apalagi saat Denia menikah dengan seorang laki laki yang bernama Dirga,putuskan semua hubungan persaudaraan mereka.


***


Dirly tidak bisa tidur. Masalah yang menimpa Puspita sangat membuat darah panasnya langsung mendidih.


"Aku tidak bisa membiarkan laki laki itu melecehkan Puspita!! aku harus memberinya peringatan supaya tidak mengulangi perbuatan kejinya itu!!" desisnya.


Dirly mondar mandir di dalam kamarnya. Dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk memberi peringatan kepada laki laki bejat itu.


Tiba tiba Dirly mengambil jaket kulit warna hitam miliknya. Di dada sebelah kanan,tersulam sebuah gambar Merpati.


Dirly menuju garasi rumah nya yang luas dan menghidupkan motor kesayangannya. Dirly kemudian melaju dengan kecepatan tinggi.


Suara motornya meraung di jalanan yang sudah sepi. Mungkin itu menggambarkan perasaannya yang kini ingin meraung dan menerkam laki laki itu.


Dirly menghubungi Evan dan menyuruhnya bertemu di suatu tempat.


Tidak berapa lama Dirly sudah sampai di tempat yang di janjikan bersama Evan. Dari jauh Dirly melihat seorang anak laki laki tinggi tegap sedang menunggunya di tempat itu.


Evan memandanginya dengan dahi berkerut.


"Ada yang gawat,sampai kita harus keluar tengah malam begini,tuan muda??" Tanya Evan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan angka dua belas.


"Kita harus menghajar seseorang!!" Jawab Dirly.


"Siapa??" Tanya Evan . wajahnya terlihat biasa saja.


"Bapak tiri Puspita!! dia sudah melakukan sesuatu yang tidak akan pernah ku maafkan!!" Jawab Dirly sembari menceritakan kejadian itu.


"Wah!! bejat !! pantasnya manusia seperti itu di musnahkan dari muka bumi!!" geram Evan.


"Itu dia!! kita harus memberinya peringatan supaya dia tidak pernah melakukan hal itu lagi!!" Jawab Dirly.


"Jadi bagaimana sekarang ??" Tanya Evan.


"Kita harus punya seseorang yang bisa membawanya keluar!!" Ucap Dirly.


"Iya ya!! " Evan berusaha mengingat teman yang bisa di minta tolong.


"Yaaaaa!! ini dia!! dia pasti bisa membawa bapak itu keluar!!" seru Evan girang.

__ADS_1


"Siapa??" Tanya Dirly.


"Adalah!!" Jawab Evan senyum senyum sendiri.


"Cepat suruh dia kesini!! bilang kalau aku akan memberikannya upah!!" desak Dirly.


"Oke!! " Evan kemudian menghubungi seseorang dan menyuruhnya datang.


"Dia bersedia membantu kita??" Tanya Dirly tidak sabar.


"Bersedia tuan muda!!"jawaban Evan membuat wajah Dirly terlihat puas.


Tidak berapa lama seorang laki laki tegap datang menghampiri mereka.


"Bang Hardi!! makasih ya sudah mau datang!!" Sapa Evan.


Laki laki itu tersenyum.


"Aku hanya mau kalau ada bayarannya!! hari gini kan nggak ada yang gratis!!" sahutnya.


"Beres bang!! asal abang bisa membawa seseorang ke hadapan kami!!" Jawab Dirly.


"Siapa??" tanyanya.


"Namanya Danu!!" Jawab Evan.


"Si Danu yang penjudi itu,yang pengangguran itu?? ada urusan apa kalian dengannya?? pasti dia punya utang atau dia menipu kalian??" laki laki nyerocos karena penasaran.


"Bang Hardi nggak perlu tau lah!! yang perlu abang lakukan hanya membawa dia ke hadapan kami!!" tegas Dirly.


"Sepuluh juta bisa?? atau masih mau lebih??" Tanya Dirly tajam.


"Nggak sebanyak itu kali boss!! sekedar uang rokok ajalah!! Evan itu teman ku kok!!" Jawab Hardi.


"Ya sudah!! bawa dia sekarang kesini!! ke hadapanku!!" geram Dirly.


"Beres bos!! tunggu saja disini!! nggak sulit membawa Danu, aku hanya perlu menawarkan uang atau perempuan !!" Ucapnya dengan penuh percaya diri.


Hardi meninggalkan tempat itu ,menuju rumah Danu. Dan seperti dugaannya,Danu langsung keluar saat di tawarkan uang .


"Kamu tidak bohong kan?? kita akan mendapatkan uang dengan menghajar kedua anak itu??" tanyanya.


"Benarlah,masa aku bohong!!" Jawab Hardi.


Tidak berapa lama keduanya sudah sampai di hadapan Dirly dan juga Evan.


Danu langsung kaget melihat wajah Dirly.


"Kamu kan yang mencoba mencampuri urusan ku??" bentaknya sambil menarik krah baju Dirly.


"Iya!! trus kamu mau apa??? kamu mau menghajarku??" tantang Dirly setelah berhasil menepiskan tangan Danu dari lehernya.


"Aku akan membuat mu setengah mati!!" geram Danu.


"Cobalah!!" Jawab Dirly.

__ADS_1


Danu mengangkat tangannya dan mencoba melayangkan tinjunya ke wajah Dirly.


Namun Dirly langsung menangkap tangannya dan...


BUUUUKKKK!!!!


Dirly melayang kan tinjunya ke wajah Danu yang tepat di dagunya.


"AAAKKHHH!!!"


Danu menjerit kesakitan.


"Hardi!! hajar dia!!" Teriak Danu.


"Kamu saja Danu!! aku lagi malas!!" Jawab Hardi.


PAAAKKKK!!


Dirly juga melayangkan sebuah tamparan keras ke wajah Danu.


"Ini peringatan kepadamu agar kamu jangan pernah berniat menyakiti Puspita!! ingat itu!!"


DEEGGGG!!!


Sebuah tendangan Dirly mengenai perut Danu.


"Aaakkkhhh!! sakit!! tolong hentikan!!" Terdengar jeritan kesakitan dari mulut Danu.


"Kamu harus berjanji ,tidak akan pernah melakukan itu lagi !!" Teriak Dirly sambil terus melayangkan kakinya ke perut Danu yang sudah tergeletak di tanah.


"Iya,aku janji tidak akan pernah mengganggu Puspita lagi!!" Ucapnya sambil menahan sakit.


Dirly terlihat masih ingin melampiaskan kemarahannya. Namun Evan mengehentikannya.


"Tuan Muda!! sudah ,dia sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi!! kalau dia nanti mencoba mengusik Puspita, kita tidak akan memaafkannya!!" bujuk Evan menghentikan kemarahan Dirly yang sangat tersinggung mendengar pelecehan yang sudah di lakukan Danu terhadap orang yang sangat berarti bagi nya.


Dirly mengusap wajahnya yang sudah basah oleh keringat.


"Ingat baik baik!! jangan pernah membuat Puspita menderita!! awas kalau sampai hal itu terjadi!! aku akan mencabut nyawamu!!' ancam Dirly sambil menarik leher Danu hingga berdiri.


"I...iya !! aku ..ti...tidak a..kan per..nah..mengganggunya!!" Jawab Danu terbata bata.


"Bawa dia dari hadapanku!!" Dirly mendorong Danu ke samping Hardi.


Dia melirik wajah Danu yang sudah babak belur. Danu juga memegang perutnya yang sakit akibat tendangan Dirly yang bertubi tubi.


Dirly memberikan sejumlah uang kepada Hardi.


"Kasih sama dia untuk berobat!! sisanya kamu ambil!!" Ucapnya.


"Baik bos!! ayo pergi!!" Ajak Hardi menyeret Danu meninggalkan tempat itu.


Dirly tersenyum puas.


"Gimana tuan muda?? sudah puas ??" Tanya Evan.

__ADS_1


"Hmm!! aku harap dia tidak melakukan itu kepada Puspita!! aku tidak bisa tenang mendengar Puspita tinggal bersama laki laki seperti itu!!" Jawab Dirly.


__ADS_2