Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 7


__ADS_3

Puspita kembali melangkah ragu di gerbang sekolah. Dia selalu merasakan perasaan itu sejak bersekolah di tempat itu.


Karena setiap dia datang tidak pernah ada tatapan mata yang ramah memandangnya. Ataupun senyuman bibir manis yang akan menyapanya.


Apalagi sekarang Marsha cs sudah resmi menjadi musuhnya. Tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya. Karena geng Laba laba itu pasti akan memberi pelajaran.


Dia masuk ke dalam kelas dan memasukkan tas usangnya.


Arsyi teman semejanya,juga sudah duduk disana. Dan seperti biasa,putri ngantuk itu sudah menelungkupkan wajahnya di atas meja.


Puspita kembali ke depan kelas dan duduk di bangku panjang.


Dia sedang menunggu Tara,si Ratu telat.


Bel masuk sebentar lagi sudah pasti bunyi,namun sahabatnya itu belum juga terlihat batang hidungnya.


Dan sesaat sebelum bel,Puspita melihat Tara turun dari mobil dan berlari lari ke dalam kelas.


Puspita tersenyum dan membiarkannya menaruh tas di laci meja. Namun Tara tidak datang untuk bergabung dengan nya.


Puspita melihat kedalam kelas. Dan dia sangat kaget melihat Tara sedang ikut mengerumuni Marsha cs.


Marsha cs sedang membuat pengumuman. Mereka sedang mencari anggota baru sebagai geng Laba laba.


Puspita melewatinya dan tidak perduli .


"Gembel nggak di izinkan mendaftar ya!!" sindir Karen.


"Bertekuk lutut pun kamu mengajak ku ,aku tidak sudi masuk ke geng abal abal kek gitu!!" Jawab Puspita.


"Kamu besar mulut juga ya!!" Marsha menghampiri Puspita. Dia membawa sebuah botol. Dan semua orang tahu kalau itu isinya apa.


Marsha memang selalu menyediakan itu untuk menjaga diri. Dan botol itu berisi air yang di campur dengan cabe impor yang mempunyai kepedasan level tinggi.


Namun Puspita tidak tahu dengan hal itu. Karena dia belum berapa lama bergabung di sekolah itu.


"Seberapa besar nyalimu melawan ku?? aku akan memberikan lo peringatan yang tidak akan lo lupakan seumur hidup lo !!"


Marsha semakin dekat dengan Puspita. Semua orang melihat dengan deg degan. Karena mereka sudah tahu apa yang akan di lakukan Marsha.


Marsha semakin dekat,semakin dekat!! Dan Dirly juga sudah ada di sana.


"Ada apa??" tanyanya saat semua orang melihat ke arah Puspita.


"Kita lihat saja !! pasti seru!!" Jawab Dika,cowok paling jahil di kelas.


"Deggg!!" Dirly langsung kaget melihat apa yang akan di lakukan Marsha.


"Aku harus melakukan sesuatu!! kalau tidak Puspita akan tersakiti!!" desisnya dalam hati.


Dirly berjalan dengan langkah lebar dan menghalangi jalan Marsha.


"Hei!! gadis cantik seperti kamu ,nggak perlu berurusan dengan gadis rendahan seperti dia!! mmm apa tadi lo bilang?? gembel!!" Marsha tertegun mendengar ucapan Dirly. Dia juga kaget mendengar ucapan manis Dirly.


"Lo belum tahu apa yang sudah di lakukannya kepada kami!!" Jawab Marsha bersikeras ingin memberi Puspita pelajaran.


"Aah sudahlah!! lebih baik kita ke kantin,dari pada mikirin gadis rendahan ini. nanti kamu jadi cepat tua lho,muka di tekuk terus!!" bujuk Dirly.


Salsa langsung menarik tangan Marsha.


"Sha,ini kesempatan langka lho!! ayo ,kita ke kantin ikut ajakannya!!' bisik Salsa.


"Hmm,baiklah!! kita masih banyak waktu untuk memberi dia pelajaran!!" Jawab Marsha.


"Tumben lo ngajak kita,nggak biasanya!! lo mau ngelindungi si gembel ini!!" Kata Marsha penuh rasa curiga.


"Jaga mulutnya dikit dong!! lo nggak ngira ngira ya !! masa aku melindungi cewek rendahan ini!!" Jawab Dirly.


"Okelah Tuan muda!! kita lets go!!"

__ADS_1


Marsha cs pun pergi bersama dengan Dirly.


Dirly melirik Evan. Evan membulatkan dua jarinya dan mengatakan...


"BRAVO!!"


Dirly tersenyum dan melirik Puspita yang menatapnya dengan pandangan benci.


Sedangkan Dirly berjalan mengiringi Marsha cs.


Sesampainya di kantin, Marsha langsung ke meja tempatnya dan kedua temannya biasa duduk .


Namun tiga anak cowok sudah duluan duduk disana.


"Pindah!! ini meja kami!!' bentak Marsha.


"Gila ya!! kamu cari dong meja lain!!" Sahut si cowok.


"Jadi kamu nggak mau pindah??" Tanya Marsha.


"Nggak!!"Jawabnya.


Marsha mengambil mangkok bakso dan menuangkannya di atas meja.


"Ha ..aa!!! benar benar cari masalah ya!!" cowok tadi bangkit dan mengangkat tangannya dan siap untuk menampar wajah Marsha.


Marsha terbelalak ,dia tidak menyangka akan dibalas seperti itu.


"Aaaaaaaaaaa!!"


Namun sedetik sebelum tamparan itu mengenai wajahnya,sebuah tangan langsung memegang tangan si cowok.


"Roni!! jangan !! kamu belum tahu siapa dia kan?? " bisik orang yang memegang tangan Roni.


"Aku tidak perduli!! dia tidak bisa seenaknya kepada orang lain termasuk aku!!" geram Roni.


Temannya terus menariknya keluar dari kantin dan membawanya keluar.


"Seharusnya kamu bilang makasih samaku, karena aku sudah menolongmu!! dia itu putri salah satu pemilik saham sekolah ini!!"


"Hah!! pantesan dia songong gitu!!" maki Roni.


***


Siang itu Tara sepertinya menjauhi Puspita. Yang membuat Puspita kaget dan sangat kecewa.


Karena dia hanya punya Tara dan sekarang Tara juga sepertinya akan menjauhinya.


Puspita kembali berjalan di teriknya siang . Dia masih sempat melihat punggung mobil Tara meninggalkan nya begitu saja.


Dan seperti sebelumnya, Dirly kembali mengikutinya dari belakang.


"Apa yang harus ku lakukan ya,supaya gadis itu tidak jalan kaki!! gumam Dirly.


Dirly pun menghubungi Evan dan mengatakan sesuatu.


"Baik Tuan muda!! aku akan melakukannya!!" Jawab Evan dari jauh.


Puspita terus menelusuri trotoar. Sesekali dia berhenti di bawah pokok rimbun yang sengaja di tanam di pinggir jalan. Tidak lupa dia meminum air yang sengaja di bawa dari rumah. Butuh waktu setengah jam untuk sampai di rumahnya.


Puspita kembali melangkahkan kakinya. Dari jauh dia melihat seorang anak kecil yang menangis di pinggir jalan.


Puspita berlari menghampirinya.


"Dek,kok nangis??" Puspita mengelus kepala anak kecil itu.


"Aku mau pulang!! mama ..uu..uu...!!" Anak kecil berumur lima tahunan itu kembali menangis.


"Siapa namamu sayang??" Tanya Puspita lembut.

__ADS_1


"Tasya kak!!" Jawabnya.


" Rumah Tasya di mana sayang?? biar kakak antar!!"


"Disana kak!!" Jawab Tasya sambil menunjuk ke depan.


"Aduh!! berarti masih jauh dari sini!! mana aku nggak punya uang untuk ongkos beca!! kalau jalan kaki pasti dia nggak sanggup!!" keluhnya dalam hati.


Dan seperti yang sudah di rencanakan,Evan pun lewat di sana lengkap dengan motornya.


"Hallo!! kamu Puspita kan?? kamu ngapain disini, sama anak kecil lagi!!" Sapa Evan.


"Bukan urusan mu! " Jawab Puspita. Dia sangat tahu siapa cowok yang ada di depannya. Dia adalah bayangan dari si tuan muda yang angkuh itu. Yang sudah menyebutnya sebagai gadis rendahan.


"Kamu butuh pertolongan,?" Tanya Evan.


"Tidak!! aku tidak akan pernah minta tolong pada mu dan Tuan muda mu yang menyebutku sebagai gadis rendahan!!" tolak Puspita.


"Dia memang begitu,tapi hatinya baik kok!! coba pikirkan kalau dia tidak mengajak Marsha cs meninggalkanmu,pasti sekarang matamu sudah buta!!" jelas Evan.


"Maksudmu??"


"Kamu tahu apa isi botol yang di pegang Marsha??" Tanya Evan.


Puspita menggelengkan kepalanya polos.


Dan saat Evan memberitahu isi botol itu,wajahnya menjadi merah dan matanya membelalak kaget.


"Sebenci itulah Marsha kepadaku??" Ucapnya sedih.


"Sudahlah!! sekarang kalian mau kemana ,biar ku antar!!" Ucap Evan.


"Aku mau mengantar Tasya pulang!!" Jawab Puspita.


Dia merasa ada sisi baik dari cowok itu,dan lagipula dia memang butuh bantuan. Dan hanya Evan yang datang untuk menawarkan nya.


"Ayo !!" Ajak Evan.


Puspita membiarkan Tasya di depan dan dia duduk di belakang Evan.


Tidak berapa lama Tasya menunjuk rumahnya dan berserakan riang.


Puspita juga senang setelah sampai di depan rumah Tasya. Matanya berkaca kaca melihat Tasya langsung di peluk mamanya.


Setitik air hampir menetes di sudut matanya,karena dia mengingat kalau dia tidak pernah di peluk oleh seorang ibu.


Evan menatap Puspita dengan haru.


"Ayo naik !! ku antar sekalian!!" Ucapnya pelan.


Puspita menoleh.


"Kamu mau mengantar ku??" Tanya Puspita ragu.


"Iya deh,sekalian!! sudah dekat kan dengan rumah mu,?" Jawab Evan.


"Sudah sih!! tapi apa kamu mau masuk ke tempat kumuh ??"


"Ayolah!! banyak Tanya lagi!!" desak Evan yang membuat Puspita langsung naik.


Tidak berapa lama ,Puspita menyuruh berhenti. Dia sengaja turun di depan gang. Karena dia tahu kalau Danu akan mengatakan hal yang membuatnya marah.


"Makasih ya!!" Ucapnya sebelum meninggalkan Evan.


Evan juga sudah kembali melaju dengan kecepatan tinggi, menghampiri Dirly yang sejak tadi menunggunya di sebuah warung kopi.


"Kok lama?? kamu nggak macam macam kan?? awas kalau kamu berani!!" ancam Dirly.


"Tuan Muda!! jangan marah dong!! kamu kan tau Puspita itu gadis seperti apa? susah mengajaknya!! aku harus sabar tadi!! kalau tidak cewek idaman mu itu tidak akan mau naik ke motorku!!" Jawab Evan.

__ADS_1


"Dia memang bukan gadis biasa!!" gumam Dirly.


Evan memandangnya sambil senyum senyum sendiri . Dia tahu isi hati sahabat nya itu.


__ADS_2