
Semua yang ada di sana pura pura kecewa melihat kekalahan Evan. Bahkan Fikri menarik leher bajunya dan hampir melayangkan sebuah tonjokan.
"Dasar banci!! tidak berguna, masa mengalah kan oran tua saja tidak sanggup!!' Teriak Fikri.
"Sudah , sudah, jangan ribut!! ayo bubar, kita pulang dan semua harus damai !!' lerai Aril.
Satu persatu motor berpencar dan menghilang satu persatu, hingga tidak ada satupun yang tertinggal.
"Mantap juga kamu Ded, dalam waktu dua menit kamu sudah mendapatkan sebuah motor!!" Puji Agung.
"Iya!! aku juga ngga nyangka!! tadinya kan aku cuma iseng, eh malah jadi betulan!!" Sahut Dedi.
Keduanya kemudian kembali ke dalam mobil, tanpa berpikir macam macam .
Agung kembali menyenderkan kepalanya di kursi mobil dan memejamkan matanya.
Keduanya mencoba untuk tidur menunggu jadwal kereta api yang akan lewat di sana.
****
Sementara itu Dirly dan semua anggota geng sudah sampai di bengkel hati.
Aril langsung membuka pintu dan menyuruh semuanya masuk sambil membawa seseorang yang sedang tidak sadarkan diri.
Bengkel yang terlihat kumuh dari luar ternyata sangat berbeda saat sudah masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan terdapat ruang bawah tanah yang sangat mewah.
Lantai dan dinding keramik yang lengkap dengan perabotan mewahnya.
Dua kamar sudah terisi dengan ranjang besar dan empuk.
Dirly langsung merebahkannya di atas ranjang.
__ADS_1
Fikri seorang calon dokter , langsung memeriksa kondisi Aditya.
Dia membuka matanya dan langsung terbelalak kaget.
"Sepertinya dia sudah di berikan sesuatu yang menyerupai racun!! kita harus cepat memberikan penawarnya!!" Ucapnya dengan khawatir dan cemas.
"Cepat katakan, obat apa yang harus ku beli!!" desak Dirly.
"Subuh subuh begini, sepertinya tidak akan ada apotek yang buka!!" Sahut Aril.
"Kita harus cepat!! kalau tidak , nyawanya pasti jadi taruhan!!" cemas Fikri.
"Ada yang mau ikut dengan ku??" Tanya Arkian seorang anak milyiner yang orang tuanya mempunyai apotek di mana mana.
"Oh iya, keluargamu kan punya banyak apotek!! jadi kita bisa mencari obat yang kita butuh kan di sana!!" Ucap Fikri.
"Itu dia yang ku maksud!! sekarang cepat tulis resep yang kamu butuhkan, aku sama Evan akan pergi mengambilnya!!" Sahut Arkian.
Fikri kemudian menulis sebuah nama obat dan memberikannya kepada Evan.
Fikri terus memikirkan cara untuk membuat Aditya kembali sembuh seperti sedia kala.
Dia terus berusaha mengingat semua yang sudah di pelajari nya di kampus.
Sambil menunggu kedatangan Arkian, Fikri mengompres dahi Aditya dengan sebuah handuk basah karena sepertinya laki laki yang masih terlihat tampan itu sedang demam.
Tidak berapa lama Arkian sudah datang membawa sebuah bungkusan plastik besar.
Fikri langsung mengeluarkan isi bungkusan tersebut.
Sebuah jarum infus di ambil beserta perlengkapannya. Dengan sigap Fikri langsung memasang infus ke tubuh Aditya.
Tidak lupa dia menyuntikkan sebuah cairan obat yang akan jadi penawar racun yang ada di tubuh Aditya.
__ADS_1
Dirly memandangnya dengan puas. Dia sudah bisa tenang karena Aditya sudah di tangani.
"Evan, aku minta tolong ya untuk jagain Aditya, soalnya setelah Aditya menghilang, papaku akan menyelidiki siapapun termasuk aku!!" Ucap Dirly.
"Beres tuan muda!! aku akan tinggal disini sampai Aditya sembuh!!" Jawab Evan.
"Makasih ya Van!!" Ucap Dirly.
Satu persatu anggota geng Merpati sudah bubar dan pulang ke rumah masing masing sesuai perintah sang ketua, Aril.
Dirly juga pulang bersamaan dengan Aril. Hanya Evan yang masih di sana untuk menjaga Aditya. Tidak lupa Dirly memberikan beberapa lembar uang untuk Evan untuk kebutuhannya di sana. Karena dia tahu Evan pasti tidak memiliki uang, kalau dia tidak kerja di pajak.
***
Sementara itu Puspita sedang gelisah tak karuan . Ucapan Dirly yang mengatakan akan menyerah sangat membuat hatinya kacau.
"Dirly kok ngomong gitu ya!! apakah di sungguh sungguh dengan ucapannya?? kalau benar berarti aku tidak akan bisa dekat dengan dia!!" cemas Puspita.
Puspita sudah berusaha untuk tidur , tapi tidak bisa. Hatinya sangat kacau, dia juga sangat takut kalau benar ucapan Dirly itu jadi kenyataan.
"Aku harus bagaimana dong?? apakah aku harus menyatakan perasaanku yang sebenarnya!! apa nggak murahan??" desahnya bimbang.
Puspita mengambil ponselnya . Dia kemudian mencari sebuah gambar hati warna Pink.
Puspita kemudian mengirim gambar hati ke ponselnya Dirly.
"TINGG!!"
Dirly mendengar suara ponselnya berbunyi. Dirly melihat kiriman foto di whatshapp miliknya.
Dirly kemudian membukanya dan tersenyum setelah melihat nama pengirim nya.
Hatinya kemudian tergelak melihat foto kiriman Puspita.
__ADS_1
"Kayak jaman puber aja!! kita ini sudah dewasa, jadi kalau ada yang mau di sampaikan harus terbuka jangan pakai simbol segala!!" tulis Dirly di whatshapp dan mengirimkan nya ke whatshapp Puspita.
"Apaan sih?? kamu belum tahu juga artinya?? dasar bloon!!' ledek Puspita melalui WA.