Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 16


__ADS_3

Puspita berlari lebih cepat seperti sedang mengejar waktu,takut kalau waktu sudah terlambat untuk menemukan Tara.


Ketiganya berkejaran sampai kebelakang gedung.


Dan.....!!!!


"Tara!!! bangun Tara!!! Dirly, Evan!!! cepat kesini!!! Puspita berteriak histeris mendapati Tara yang tergeletak tidak sadarkan diri.


Evan sampai lebih dulu,di susul Dirly. Keduanya terpana melihat kondisi Tara yang tidak pernah di duga akan begitu mengenaskan.


"Cepat angkat dia!! kita bawa le rumah sakit!!!" Ucapnya panik.


Evan langsung menggendong Tara . Namun di tengah jalan sebelum sampai ke parkiran ,dia sudah tidak kuat. Dirly pun mengambil alih ganti menggendong Tara.


Tara langsung di masukkan ke dalam mobilnya. Evan langsung naik ke depan kemudi.


Puspita dan Dirly duduk di kursi belakang memegang Tara.


"Tara !! bangun dong!!" Panggil Puspita mengusap wajah Tara dan merapikan rambutnya yang berantakan.


"Sabar Pita!! Tara pasti kuat,dia pasti akan bertahan!!" hibur Dirly.


"Diam kamu Dirly!! ini semua karena ulah mu !! ku sudah memperingatkan mu kan?? tapi kamu tidak mendengarkan siapapun!! kamu bukan hanya mempermainkan Tara, tapi kamu sudah membuat dia tersakiti seperti ini!!" geram Puspita .


Dirly diam saja. Dia sebenarnya merasa sangat bersalah. Ini di luar dugaan. Dia hanya ingin agar Tara di keluarkan dari geng Laba laba dan akan kembali menjadi teman Puspita.


Dia tidak menyangka kalau semua nya akan membuat kemarahan dan berujung dengan kesadisan.


Evan melirik Dirly dari kaca mobil.


"Kasihan tuan muda!! niat baiknya menjadi sesuatu yang buruk!!" bathinnya.


"Pita!! Tuan Muda melakukan semua ini hanya untuk kamu kok!! dia ingin Tara kembali menjadi temanmu,dan hanya ini jalan satu satunya,membuat geng itu membencinya!!" bongkar Evan.


"Apa??? untuk ku?? nggak perlu!! kamu tidak usah mencampuri hidupku!! lagi pula kenapa kamu harus memikirkan aku?? teman juga bukan!! keluarga bukan!!" geram Puspita.


Wajah Dirly menjadi merah mendengar ucapan Puspita.


Mobil sudah sampai di depan rumah sakit. Puspita langsung pergi ke Unit gawat Darurat dan melaporkan tentang Tara.


Beberapa perawat langsung membawa kerete Sorong untuk membawa Tara.


"Kalian tunggu disini!!" Ucap sang perawat sambil menutup pintu ugd.


Puspita melihat dari kaca pintu. Dia melihat beberapa perawat sedang memberikan perawatan kepada Tara.


Puspita sangat panik. Dia bolak balik kesana kemari karena sangat khawatir dengan kondisi sahabatnya.


"Tolong hubungi ke rumahnya!!" Ucapnya kepada Evan.


"Aku saja!!" Sahut Dirly.

__ADS_1


"Ya udah !! cepat lah ,kita harus mengasihi tahu kedua orang tuanya!!" Ucap Puspita pelan dan sedih.


Dirly kembali menghubungi rumah Tara. Namun lagi lagi Bibi yang menjawab.


"Om dan Tante kemana bi??" Tanya Puspita.


"Ke luar kota neng Pita!! ada apa??" tanyanya.


"Tara di rumah sakit bi!! dia pingsan di sekolah!!" Jawab Puspita.


"Aduh !! neng Tara memang masih lemah!! tapi ketiga temannya memaksa pergi ke sekolah!!" jelas Bibi.


"Ya udah bi!! kalau om dan tante nelpon,tolong di kasih tahu ya!!" pesan Puspita.


Puspita menyerahkan kembali ponsel Dirly.


Puspita kembali mengintip Tara dari kaca pintu ugd.


Dirly dan Evan membiarkannya, karena mereka tahu bagaimana khawatir nya Puspita dengan kondisi Tara.


Setelah hampir dua jam Tara di ruangan ugd,seorang perawat keluar mendorong sebuah tempat tidur dan disana Tara tergolek dengan jarum infus dan selang oksigen terpasang di tubuhnya.


Puspita langsung lari menghampirinya.


"Bagaimana dok??" tanyanya kepada seorang dokter yang berjalan di belakang perawat.


"Dia sudah melewati fase Gawat!! sekarang dia sudah berada dalam Fase pemulihan!! beberapa jam lagi dia pasti sudah siuman!!" Jawab Dokter cantik itu meninggalkan Puspita.


"Aku akan kesana!!" Kata Dirly.


Puspita mengikuti perawat yang membawa Tara ke kamar vip.


Puspita sangat kagum dengan suasana di dalam kamar.


Kamar yang luas dengan fasilitas yang lengkap.


Dirly menyuruh Evan pergi ke sebuah tempat.


Dirly duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamar. Sedangkan Puspita duduk di samping Tara.


Puspita memegang tangannya dan menatap wajahnya.


"Aku akan membuat perhitungan kepada ketiga orang bodoh itu!! lihat saja nanti!!" desisnya.


Dirly kaget bukan main mendengar desisan kemarahan dari Puspita.


Tidak berapa lama ,Evan masuk dan membawa sebuah kotak.


Dirly membuka kotak yang berisi sebuah ponsel.


"Pita!! ini untuk kamu!!" Ucapnya.

__ADS_1


Puspita menoleh dan kaget melihat sebuah ponsel di sodorkan Dirly.


"Kamu pikir aku pengemis!!! aku nggak butuh apapun darimu!!" tolaknya.


"Kamu butuh ini Pita!! kamu kan mau menjaga Tara di rumah sakit!! kalau ada apa apa ,kamu bisa menghubungi ku atau Evan!!" dalih Dirly.


"Iya Pita!! terima aja!! ini nggak mahal kok!! cuma lima ratus ribu!! kalau kamu punya uang boleh di bayar, nyicil juga bisa!!" timpal Evan.


"Oh ya!! baiklah,aku akan menyicilnya!! kalau lima ratus bagi sepuluh ribu ,berarti aku harus memberikan kamu sepuluh ribu dalam lima puluh kali!! baiklah,aku ambil deh!!" Ucapnya.


Evan tersenyum mendelik ke arah Dirly yang juga tersenyum melihat kepolosan gadis berhati baik di depan mereka.


Evan tahu kalau Puspita tidak akan mau menerima pemberian orang lain. Makanya dia membuat siasat seperti itu.


"Tapi aku tidak bisa menggunakannya!!" Ucap Puspita.


"Sini ku tunjukkan!!" Dirly menawarkan diri.


Namun Puspita malah menghampiri Evan.


"Kamu aja yang ajari!! aku tidak percaya kepada orang yang sudah membuat sahabatku celaka!!" tolak Puspita.


"Maaf Pita!! aku harus pulang dulu!! aku mau membantu ibuku jualan di pasar!!" elak Evan.


Evan keluar setelah melihat kondisi Tara.


Puspita pun harus mau di ajarin oleh Dirly. Dengan lembut dan sabar Dirly mengajarkan Puspita cara menggunakan ponsel tersebut.


Dia juga memperlihatkan sebuah tontonan lucu dari facebook yang membuat keduanya tertawa terpingkal pingkal.


Dirly terus memendang Puspita yang sedang tertawa lepas .Dia sangat bahagia bisa bersama dengan Puspita.


Mereka tidak sadar kalau Tara sudah memperhatikan mereka sejak tadi. Tara kaget melihat tatapan mata Dirly kepada Puspita. Tatapan yang tidak pernah di lihatnya kepada siapapun.


Dan Tara mulai tahu sesuatu. Hal itu membuatnya senang,karena dia tahu kalau Dirly ternyata sangat mencintai sahabatnya.


"Ajak dong kalau ada yang lucu!!" Ucapnya membuat keduanya kaget.


"Tara!!!" Puspita langsung menhambur ke pelukan Tara.


Isaknya terdengar. Tara juga menangis .


"Tara!! aku sangat senang kamu sudah kembali !! " Ucapnya.


"Pita!! terima kasih ya!! pasti kamu yang membawaku kesini!! soalnya aku hanya teringat dengan namamu dan hanya memanggil kamu!!" Jawab Tara .


"Makanya kamu jangan pernah meninggalkan aku!! begini jadinya kan!!" bentak Puspita marah.


"Eeehhh!! jangan bertengkar dong!! Tara kan barusan sadar !!" lerai Dirly.


Puspita dan Tara saling menatap ,kemudian tersenyum dan akhirnya berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2