Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 32


__ADS_3

Pagi itu Puspita tidak semangat lagi untuk pergi ke sekolah. Ada semburat kekecewaan di dalam hatinya yang paling dalam.


Itu bermula setelah dia melihat Dirly bersama dengan Marsha malam minggu kemarin.


Perasaannya tiba tiba sangat sakit ,dia juga tidak mengerti kenapa jadi seperti ini.


Tara melihat Puspita dengan keadaan seperti itu jadi berang. Karena dia tahu pasti apa penyebabnya.


Karena diam diam Tara tahu kalau sebenarnya Puspita juga menginginkan Dirly.


Namun karena Dirly semakin dekat dengan Salsa,Puspita kemudian mundur teratur dan mengubur perasaannyaa dalam dalam.


Seharian Puspita terlihat murung dan tidak terlihat cahaya di matanya.


Tara sangat gelisah melihatnya, karena sudah berbagai cara dilakukannya untuk menghibur Puspita, gadis itu tetap saja terlihat sedih.


Namun bukan hanya Tara yang gelisah,Dirly juga merasakannya. Dia melihat sesuatu yang lain dengan Puspita.


"Kenapa dengan dia?? apa dia sedang ada masalah??" risau Dirly.


Dirly tidak berani untuk menanyakannya ,karena itu sudah menjadi perjanjiannya dengan Salsa .


Puspita terus duduk di balik mejanya dan menelungkupkan wajahnya di atas meja.


"Pita! kamu lagi sakit??" Tanya Tara penuh perhatian.


Puspita menggelengkan kepalanya. Namun dia belum juga menegakkan kepalanya.


"Pita kenapa??"bisik Eria.


"Entahlah, kita biarkan saja dulu!! mungkin dia masih ingin sendiri!!" Jawab Tara.


Keduanya kemudian duduk di samping Puspita, namun tidak mengganggu Puspita yang sedang merenungi dirinya.


Puspita sedang berpikir dengan perasaannya sendiri.


Dia sedang bertanya kepada hatinya ,kenapa harus sakit saat melihat Dirly dengan Marsha.


Apalagi saat Marsha memeluk Dirly dari belakang,hatinya sangat sakit.


Puspita mulai merasakan perbedaan status diantara mereka. Dia juga mulai merasakan betapa sedihnya jadi seorang gadis miskin seperti yang kini di rasakannya.


"Kalau saja aku tidak seperti ini ,aku pasti akan marah kepada Dirly dan akan menyatakan perasaanku yang sesungguhnya!!" jeritnya dalam hati.


Seharian Puspita tidak semangat. Menghadapi mata pelajaran juga dia tidak lagi fokus.


Semua guru yang masuk hari ini merasa aneh dengan kelakuan Puspita yang malas malasan.


Di angkot juga,Puspita tidak berbicara sama sekali.

__ADS_1


Bang Beni sampai heran di buatnya. Namun dia memakluminya ,karena Puspita adalah seorang gadis. Pasti dia sedang merasakan sesuatu.


Karena berkali kali di tanya ,Puspita tetap menjawab walaupun Beni tahu kalau hatinya sedang kemana mana.


Karena melihat kondisi Puspita yang sedang tidak stabil,Beni membawanya ke tempat Aril.


Dia merasa kalau Puspita pasti akan terhibur disana.


"Ada apa bang??" bisik Aril.


"Tuh,lihat sendiri!!" tunjuk Beni ke arah Puspita yang sedang duduk agak jauh dan sedang menunduk sambil mengorek ngorek tanah dengan sebuah lidi.


Aril mendekatinya dan matanya terbelalak melihat kelakuan Puspita.


Dia teringat dengan adiknya ,Puspa. Adik kecilnya kalau sedang merujuk pasti akan melakukan hal yang sama.


"Puspa!!" bisiknya. Namun dia teringat kembali dengan akte kelahiran yang sudah dilihatnya sendiri ,dan sudah membuktikan kalau Puspita bukan Puspa.


Namun Aril masih berharap ada kemungkinan lain dengan akte itu.


Aril kemudian menghampiri Puspita.


Aril kemudian ikut mengambil lidi dan melakukan hal sama,seperti yang di lakukannya dulu kepada Puspa.


Puspita menatap Aril dan berhenti melakukannya. Aril tersenyum. Senyum yang sangat lembut dan mampu meluluhkan hati gadis yang sedang terluka.


"Ada masalah apa?? cerita sama abang!!" ujar Aril.


"Kamu bisa membohongi semua orang,malah seluruh dunia bisa kamu bohongi, tapi abang tidak!!" tegas Aril.


"Aku baik baik saja kok bang!!" keukeh Puspita.


"Kamu nggak percaya sama abang??" rajuk Aril.


"Aku siapa sih bang!! cuma seorang gadis yang meminta belas kasihan kepada kalian!!" Puspita terlihat semakin murung.


"Pita!! kamu jangan pernah berpikir seperti itu!! kami tidak pernah beranggapan begitu dengan kamu!! abang malah sudah menganggap kamu itu seperti adik abang sendiri!!" bujuk Aril.


"Seandainya aku punya kakak seperti bang Aril ,aku tidak akan seperti ini!!" Puspita mulai membagi perasaannya.


"Kamu kenapa Pita?? apa yang sedang kamu hadapi?? apa ada yang menyakiti hatimu??" desak Aril.


"Nggak sih bang!! aku sendiri yang membuat hatiku sakit!! aku sudah lancang memimpikan bulan ,padahal aku hanyalah seekor pungguk!!" Suara Puspita terdengar bergetar menahan perasaan sakit yang teramat dalam.


"Kamu menyukai seseorang??" Tanya Aril yang mulai tahu dimana duduk persoalannya.


"Seseorang yang nggak mungkin bang!! aku memang bodoh sudah memberi ruang untuk dia di hatiku,padahal aku sudah tahu kalau itu tidak akan mungkin!!" jelas Puspita.


"Pita!! di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin terjadi!! jangan pernah menyalahkan dirimu dengan perasaanmu!! mungkin saja orang yang kamu sukai mempunyai perasaan yang sama dengan kamu!!"

__ADS_1


"Ngak mungkin bang!! aku sudah melihat dengan jelas ,kalau dia sudah bersama dengan orang lain yang memang setara dengannya!!" ungkap Puspita.


"Yang dilihat belum tentu sama dengan kenyataan,jangan mengambil keputusan setidaknya!!" jelas Aril.


Puspita terdiam . Hatinya semakin sakit mbayangkan Marsha memeluk Dirly dari belakang dengan erat.


Matanya mulai berkaca kaca. Dia sebenarnya ingin menangis dan menumpahkan semuanya. Namun Puspita sadar kalau dia tidak punya siapa siapa untuk itu.


"Pita!! kamu boleh meminjam punggungku!! menangislah sepuasnya!! " Ucap Aril dengan pelan.


"Tidak usah bang!! " tolak Puspita.


"Pita!! kamu menganggap aku ini sebagai apa??" Tanya Aril.


"Aku belum tahu,namun aku selalu berkhayal kalau aku punya kakak seperti bang Aril,pasti sangat menyenangkan!!" Jawab Puspita.


"Anggaplah khayalan itu jadi kenyataan!! dan kamu bisa mencurahkan isi hatimu kepada kakak!!" bujuk Aril.


Puspita menatap Aril. Namun hatinya menjadi sangat nyaman melihat tatap mata Aril yang penuh dengan kasih sayang.


"Kamu menyukai Dirly??" Tanya Aril dengan hati hati.


"Kok abang tahu??" balas Puspita yang membuat Aril tersenyum .


"Ya tulah!! rahasia dong!! " Aril berusaha membuat suasana menjadi ceria.


"Abang kok tau sih??? siapa yang memberitahu abang??" Teriak manja Puspita.


Aril kemudian berlati sambil meledek Puspita. Puspita mengejarnya dan berusaha menangkap Aril.


"Bang!! siapa yang bilang sama abang kalau aku suka sama Dirly??" Teriak Puspita dengan keras.


Namun dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Wajahnya terlihat merah karena kaget dan malu.


Kenapa tidak????


Di samping Aril dia melihat sosok seseorang sedang berdiri dan menatapnya dengan sangat tajam.


Tatapan itu begitu menusuk . Namun di baiknya terlihat secercah sinar yang memancarkan kasih sayang yang sangat dalam.


"Dirly!!" Panggil Puspita kaget.


"Kamu sudah lama di situ??" tanyanya.


"Sudah !! lama sekali malah!!" Jawab Dirly.


"Berarti kamu dengar dong??" cemas Puspita.


"Dengar apa?? aku tidak mendengar apa apa!! " Jawab Dirly.

__ADS_1


"Syukurlah!!"


"Tapi aku sempat mendengar kalau ada seseorang yang suka dengan seseorang!!" Ucap Dirly dengan tiba tiba.


__ADS_2