
Suara peluit panjang dari sebuah kereta api membuat Agung dan Dodi tersentak kaget.
Keduanya langsung berdiri dan keluar dari mobil. Agung langsung membuka pintu belakang mobil , bermaksud mengambil Aditya dan melemparkannya ke atas rel, seperti yang sudah di rencanakannya.
Namun matanya langsung terbelalak kaget karena melihat tempat laki laki yang sebelumnya tergeletak di sana ternyata sudah kosong .
"Haa!! gawat ini!! siapa yang sudah berani melakukan ini padaku!!" geramnya.
"Lho, kok hilang?? ada apa ini??" Tanya Dedi nggak kalah kagetnya.
"Pasti ada yang berkhianat!!" geram Agung menatap Dedi dengan tajam.
"Kamu menuduh aku??" tantang Dedi tidak suka dengan tatapan Agung.
"Aku mulai curiga, jangan jangan geng motor tadi malam itu sebenarnya teman kamu!! masa mereka ngasih motor gitu aja , nggak masuk akal motor segini mahal di berikan begitu saja!!" tuduh Agung.
"Kamu jangan sembarangan bicara!! aku benar benar nggak kenal dengan semua anggota geng motor itu!!" elak Dedi.
"Aku tidak percaya!! sekarang kamu katakan siapa mereka dan kita harus mengambil kembali Aditya!!" bentak Agung.
"Aku kan sudah bilang, aku tidak mengenali mereka!!" balas Dedi dengan suara keras.
"BUUUUKKKK!!!"
Agung serta merta melayang tinjunya ke rahang Dedi.
"Kamu mau cari masalah ya samaku!!" geram Dedi sambil mengusap bibirnya yang telah mengeluarkan cairan merah.
"Buuukkk!!"
Dedi membalas pukulan Agung.
"Berani kamu memukulku!! kamu lupa , aku yang sudah membayar kamu!!" geram Agung.
"Aku tidak perduli!! kamu sudah berlaku seenaknya samaku!! aku tidak terima diperlakukan seperti ini!!" balas Dedi.
"Kamu maunya apa??" tantang Agung.
"Aku mau menghabisimu!!" geram Dedi sambil mengepalkan tinjunya bersiap siap menyerang Agung.
"Coba kalau bisa!!" ledek Agung. Dia mengucapkannya sambil merogoh kantung belakang jaket nya.
Dedi yang sudah gelap mata, langsung menyerang Agung.
Agung juga sudah siap menghadapi serangan Dedi dengan sesuatu di tangannya yang di ambilnya dari saku jaket nya.
Dedi mengayunkan tangannya dengan kekuatan yang luar biasa.
Namun tiba tiba....
"Aaahhkkk!!! apa yang kamu lakukan??" Terdengar lenguhan kesakitan dari mulut Dedi.
Seiring dengan jeritan kesakitan, tubuhnya langsung terkapar di tanah dengan perutnya yang sudah banjir oleh cairan merah kental.
__ADS_1
"Kamu mau main main denganku!! " geram Agung dengan tangan yang sudah di lumuri cairan merah.
Dengan bibir menyunggingkan senyum sinis, Agung menatap ke arah kereta api yang sudah semakin mendekat.
Tanpa perasaan dia menyeret tubuh Dedi menuju rel di hadapannya.
"Jangan!! tolong jangan lakukan itu!!" rintih Dedi ketakutan. Dia sudah membayangkan apa yang akan di lakukan Agung.
"Kamu akan menggantikan Aditya!! jadi aku tidak perlu cari alasan atas menghilangnya Aditya!!" Ucap Agung sambil menyeret terus tubuh Dedi.
Dedi sudah semakin lemas, karena terlalu banyak mengeluarkan darah.
Dan saat kereta api sudah semakin dekat, dengan sekuat tenaga Agung melemparkan tubuh Dedi ke atas rel.
Sudah bisa di bayangkan, tubuh Dedi langsung ***** berantakan di gilas kereta api .
"Rasakan !! itu akibatnya kalau sudah berkhianat padaku!!" desis Agung.
Dia kemudian menghubungi seseorang.
"Bos, kerjaan sudah beres!! dia sudah musnah di atas rel kereta api!! bos tidak akan pernah melihatnya untuk selamanya!!" Ucapnya.
"Bagus!! sekarang kamu urus si Pandi wijaya!! kalau dia sudah mati, buang saja!!" Jawab dari balik ponsel.
"Beres bos!!"
Agung kembali masuk ke dalam mobilnya dan melaju di jalanan tanpa rasa kasihan dan rasa bersalah.
Puspita sudah bersiap siap , dia sudah tidak sabar pergi dan menepati janjinya.
"Hmm, mau ketemuan ya!!" ledek Heni.
"Nggak sih bu!! biasa aja!!" dalih Puspita.
"Aahh, nggak biasanya wangi dan rapi!!" goda Heni.
"Ketemuan sama siapa?? orang nggak punya siapa siapa kok!!" Jawab Puspita.
"Heh, macam ibu nggak tahu aja!! kamu kan lagi dekat sama anak yang pakai motor besar itu kan!!"
"Ibu mau tahu aja!!" elak Puspita.
"Assalamualaikum!!" Suara perempuan terdengar menyapa dari luar pintu.
"Waalaikum salam, siapa ya bu!! ibu ada janji sama orang ??" Tanya Puspita sambil membuka pintu.
"Eh, Winda, Dafa, ada apa ya??" Tanya Puspita menatap kedua anak muda yang sepertinya seumuran dengan dia.
"Kamu Pita kan!! kami adalah anggota karang taruna di kampung ini!! kami mau mengajak Pita untuk gabung memeriahkan acara tujuh belasan , mau kan??" Ajak Winda.
"Ayolah Pita!! kita cuma bantu bantu kok untuk persiapan lomba sama panjat pinang!!" Sambung Dafa.
Puspita memang belum pernah ikut dalam perayaan seperti itu. Karena di tempatnya yang dulu tidak pernah mengadakan acara seperti itu.
__ADS_1
"Nggak lama kan??" tanyanya mulai tertarik.
"Nggak kok!! lagi pula, kalau mau pulang duluan boleh aja kok!!" Jawab Winda.
"Baiklah , aku ikut!!" Ucapnya sambil pamitan kepada Heni dan berjalan mengikuti Winda dan juga Dafa.
Setibanya di sana, acara rupanya sudah di mulai. Banyak warga yang sudah berkumpul untuk meramaikan acara .
Puspita langsung bergabung dengan anggota karang taruna. Mereka semua menyambut Puspita dengan sangat ramah.
Puspita langsung turun tangan membantu acara perlombaan untuk anak anak.
Dia sangat senang melihat anak anak yang berusaha untuk menghabiskan kerupuknya saat lomba makan kerupuk.
Suara sorak sorak penonton membuat wajah manisnya terlihat sangat ceria, hingga Puspita lupa dengan janjinya dengan Dirly.
Dia juga tidak mendengar suara ponselnya yang sudah berdering sudah puluhan kali.
"Kamu Pita ya!! aku Rangga!!" Seorang laki laki tegap dan tampan mencoba berkenalan dengannya sambil mengulurkan tangannya.
"Oo!!" Puspita membalas uluran tangan Rangga . Dia nggak tega menolaknya.
"Kamu baru ya disini??" Tanya Rangga.
Puspita menganggukkan kepalanya.
"Pantas, gadis manis seperti kamu , masa nggak pernah keluar ??" Ucapnya sambil menatap wajah Puspita dengan lama.
"Apaan sih!! biasa aja kali!!" elak Puspita sambil mencoba berdiri karena tidak suka dengan gaya laki laki itu .
Puspita bermaksud meninggalkannya.
Namun langkahnya tertahan karena Rangga menahan nya dengan memegang sebelah tangannya.
"Lepaskan Rangga!! aku mau pulang!!" Ucap Puspita dengan pelan.
"Jangan pulang dulu dong!! aku masih ingin bersamamu!! kamu itu manis banget, aku suka!!" godanya sembarangan.
"Rangga!! kamu jangan kurang ajar dong!! lepaskan!!" geram Puspita.
"Kamu itu nggak usah sok alim deh!! aku tahu kok, siapa kamu!!" Ucap Rangga.
"Apa maksudmu??" geram Puspita.
"Kamu kan sering mangkal di pangkalan angkot kan?? jadi aku sudah bisa bayangkan kamu itu gadis macam apa!!" ledek Rangga.
"PAAAKKKK!!! tutup mulutmu!! jangan pernah mengatakan apapun sebelum kamu tahu yang sebenarnya!!" bentak Puspita setelah memberikan satu tamparan ke wajah Rangga.
"Berani kamu menamparku?? kamu belum tahu siapa aku??"
"Siapa kamu?? laki laki playboy yang tidak menghargai perempuan!!" Jawab seseorang di samping Puspita.
"Dirly, kamu disini??" Tanya Puspita kaget.
__ADS_1