Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 34


__ADS_3

Setelah selesai melaksanakan kewajibannya,Puspita langsung menghampiri Dirly.


"Kamu nggak sholat??" tanyanya.


Dirly menggeleng.


"Kenapa??? halangan ??" ledek Puspita.


"Nanti,kalau sudah siap,aku akan sholat!!" Jawab Dirly.


"Tunggu siap dulu sih takutnya udah keburu mati duluan!!" Ucap Puspita.


Keduanya kemudian berniat pulang. Namun jadi urung lantaran melihat para jemaah sedang berkumpul dan di tengah tengah mereka sedang duduk sepasang calon suami istri.


"Ada yang mau nikah!! kita kesana yok!!" Ajak Puspita.


Dirly mengangguk dan mengikutinya dari belakang.


"Kita kalau nikah disini aja ya!!" bisik Puspita.


"Apa?? nikah?? masih lama kali!! kita aja masih kelas dua SMU,masa udah berkhayal nikah!!" Jawab Puspita.


"Apa salahnya berkhayal?? mudah mudahan suatu hari nanti akan jadi kenyataan!!" bisik Dirly.


"AMINNN!!"


Keduanya tidak sadar kalau akad nikah sudah selesai dan waktunya berdoa.


"Kita pulang ya!! udah selesai!!" Ajak Puspita.


Dirly diam saja namun tetap mengikuti Puspita dari belakang.


"Lho ,ini mau kemana??" Tanya Puspita saat merasa arah motor Dirly bukan ke bengkel bang Aril.


"Kita ke suatu tempat,mau kan??" Tanya Dirly.


"Tempat apa??" cemas Puspita.


"Percaya deh,kamu pasti suka!!" Ucap Dirly.


Dirly kemudian berhenti di sebuah lapangan luas,dan disana ada sebuah pohon tua yang sangat besar dan rimbun.


"Ini tempat apa??" Tanya Puspita.


"Ini lapangan sepak bola geng Merpati!! " Jawab Dirly.


Puspita langsung lari ke bawah pohon besar .


"Ini indah sekali!! " teriaknya melihat pohon rimbun yang di pasang lampu lampu yang berwarna warni.


"Ini seperti pohon surga!! sangat indah!!" Ucapnya.


Puspita berputar putar di bawah keindahan pohon itu. Dirly duduk dengan santai dan membiarkan Puspita yang bersorak kegirangan.


"Pita ,sini!!" Panggil Dirly.


"Apaan?? jangan ganggu dong!! aku masih menikmati keindahan pohon nya!!" Sahut Puspita.


Dirly berdiri dan langsung memegang tangan Puspita membawanya duduk di bawah pohon.

__ADS_1


"Duduk dulu napa !! aku mau menunjukkan sesuatu!!" Ucap Dirly.


"Apaan???" geram Puspita.


Dirly memegang pokok pohon dan ....


"AKU TERIMA NIKAHNYA PUSPITA SARI DENGAN MAS KAWIN JIWA DAN HATIKU,TUNAI!!!"


"Apa??? kamu pikir ayahku sebuah pohon??" Teriak Puspita.


Dirly tersenyum mendengar teriakan Puspita.


"Ingat Pita!! kalau suatu hari nanti,seseorang di antara kita melupakan hubungan ini,datanglah kesini dan ingatkan dia dengan pohon ini!!" Ucap Dirly.


"Kamu ini apa apaan sih!! aku ngeri deh dengarnya!! kita pulang yok!!" Ajak Puspita marah marah.


Dia sangat kaget dan merinding mendengar kata kata Dirly yang sangat dalam dan menyentuh.


"Pita!! aku sungguh sungguh!! aku tidak mau kita berpisah!! aku hanya mau dengan kamu!!"


"Aku tidak yakin dengan hubungan ini!! perbedaan di antara kita membuatku tidak berani memimpikan kamu Dirly!!" desah Puspita.


"Asal kamu tetap menjaga hatimu,kita pasti akan menyatu!!" Ucap Dirly.


"Ah ,sudahlah!! kita masih kecil!! nggak usah deh mikirin semua itu!!" Puspita meninggalkan Dirly dan berjalan menuju motor Dirly yang di parkir di gerbang lapangan.


Tidak berapa lama ,Dirly juga sudah menyusulnya dari belakang.


"Kita pulang ke tempat bang Aril??" Tanya Dirly.


"Iya dong!! aku nggak mau di rumah sebelum ibu pulang dari warung!!" jelas Puspita.


"Nggak sih!! tapi aku masih takut! dan cuma jaga diri aja!!" Jawab Puspita.


Setengah jam kemudian keduanya sudah sampai di bengkel bang Aril.


Aril sudah menunggu mereka di samping bengkel. Tempat yang masih layak untuk duduk ,karena semua tempat berisi dengan ban bekas dan bermacam ragam rongsokan.


"Sini !! pesanan makanannya sudah datang nih!! kita makan yok!!" Panggil Aril.


Dirly dan Puspita mendekat dan benar saja di hadapan Aril sudah terletak tiga kotak makanan.


"Ini bubur candil pesanan!!" suguh Aril.


Puspita membuka sebuah kotak dengan di lapisi plastik yang tebal.


Matanya terpana melihat hidangan di dalamnya.


"Benar!! ini selalu datang dalam mimpi!!" soraknya.


"Jadi kamu belum pernah memakannya??" Tanya Aril.


"Belum bang!! ibuku tidak pernah membuatnya!!" Jawab Puspita.


"Kenapa tidak pernah??" Tanya Aril.


"Ibuku malas memasaknya,karena katanya dia takut teringat kepada seseorang!!" kenang Puspita.


"Ya sudah!! ayo makan,aku sudah lapar!!" Ajak Puspita langsung menyendok buburnya tidak sabaran.

__ADS_1


"Hmmm,enak banget!! tapi ya kenapa makanan ini terus datang ke mimpiku!! kenapa nggak ayam goreng,nasi goreng kek!!" celotehnya sambil terus mengambil sesendok demi sesendok.


"Aku juga heran mendengar mimpi aneh mu itu!! berkali kali lagi!!" timpal Dirly.


"Itu dia!! aku sering memimpikan bubur candil!! tapi aku nggak pernah sempat membelinya!" Ucapnya.


Aril tidak mengatakan apa apa. Pikirannya masih di penuhi dengan berbagai pertanyaan tentang Puspita.


"Semakin kesini, aku semakin melihat kemiripan nya dengan papa!! tapi kenapa nama ayahnya adalah Wahyudi?? apa sesuatu telah di sengaja di balik semua ini??" tanyanya dalam hati.


Kadang matanya terpaku melihat wajah Puspita. Wajah yang selalu mengingatkannya kepada wajah seseorang yang selalu ingin di lihatnya sejak dua belas tahun yang lalu.


Sejak papanya pergi Aril selalu merindukan wajah teduh yang selalu membuat hatinya nyaman dan tenang.


Dan untuk kerinduan itu,dia harus berbaur dengan masyarakat luas untuk menemukan keberadaan papanya yang sudah membawa serta adiknya.


"Bang!! kok bengong??" Panggil Puspita.


"Nggak kok Pita!! kamu sudah siap makannya?? cepat banget!!enak ya!!" Ucap Aril.


"Iya bang!! enak banget!! masakan mama tidak ada duanya!!"


Mata Aril langsung terbelalak mendengarnya.


"Apa tadi kamu bilang?? coba ulang??" Tanya Aril dengan suara tertahan di tenggorokan karena menahan tangis .


"Yang mana bang??" Tanya Puspita.


"Itu tadi !!" Ucap Aril.


"Masakan mama tidak ada duanya??" ulang Puspita.


"Ya ,itu!! kamu tahu dari mana??" Tanya Aril antusias.


"Aku tahu juga dari mimpiku bang!! aku sering mendengarnya saat mimpi bubur candil!!" Jawab Puspita.


Aril terhenyak dan mulai terhanyut dengan beberapa kemungkinan yang ada di depan matanya.


Kata kata itu sering di ucapkan oleh papanya setiap kali makan apa saja yang di masak oleh mamanya.


"MASAKAN MAMA TIDAK ADA DUANYA!!!!"


Pujian itu sering di lontarkan papanya setiap kali menyantap hidangan yang di masak oleh mamanya.


Dan sekarang kata kata itu di dengarnya lagi,dari Puspita.


Pertanyaannya sekarang adalah kenapa kata kata itu sampai hadir dalam mimpi gadis itu???


Aril kemudian memutuskan untuk menyelidiki gadis itu lebih dalam lagi. Karena dia merasa ada sesuatu tentang gadis itu.


Puspita sudah pulang dengan bang Beni yang masih disana mereperasi angkot nya.


"Dirly, Pita kok takut pulang ke rumahnya??" Tanya Aril.


Dirly kemudian menceritakan kejadian yang menimpa Puspita akibat ulah bapak tirinya.


"Jadi Puspita tinggal bersama bapak tiri nya dan ibunya??" Tanya Aril.


"Itu juga ibu tirinya!!" Jawab Dirly.

__ADS_1


__ADS_2