Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 49


__ADS_3

Marsha terus merengek dan memaksa Dirly menemaninya.


"Dirly, kamu temani gih, cuma belanja aja kok!!" paksa Abimanyu.


" Kenapa harus di temani sih?? nggak bisa apa pergi sendiri!!" sungut Dirly sambil mengambil kunci motor.


" Ayo! tapi ingat ya! jangan banyak tingkah, kalau tidak aku akan meninggalkan mu di sana !!" ancam Dirly.


"Ooommm, masa Dirly mau meninggalkan aku di sana!!" rengek Marsha.


"Nggak, itu cuma ancamannya aja kok!! nggak usah di ambil hati, dia memang orangnya galak, tapi hatinya lembut kok!!" bisik Abimanyu berusaha membujuk Marsha.


Dirly kembali masuk karena Marsha nggak kunjung keluar dari dalam rumah.


"Jadi nggak piginya??" Teriak Dirly dari pintu masuk.


"Jadi Dirly, ini aku udah datang!!" Sahut Marsha berlari menghampiri Dirly.


"Ayo naik!!" Suruh Dirly.


"Kita naik motor??" tanyan Marsha enggan.


"Iya!! kalau kamu nggak mau naik motor, kita nggak usah aja pergi!!" Tegas Dirly.


"Mau deh, aku mau naik apa saja , asal bersama kamu!!" Jawab Marsha sambil naik kemudian merangkul pinggang Dirly dari belakang.


"Wah gawat nih!! dia bisa dengan leluasa melakukan keinginannya yang tidak ku inginkan!!" Ucapnya dalam hati.


"Oh iya, kita naik mobil aja ya!! aku lupa kalau sebenarnya motorku sedang ada masalah!!" dalih Dirly sambil turun dari motornya.


"Dirly, kamu ini gimana sih? tadi ngotot mau naik motor, sekarang mau naik mobil!! dasar nggak punya pendirian!!" omel Marsha.


"Kita jadi pergi??" Tanya Dirly.


"Jadi dong Dirly!! ayo kita berangkat!!" Marsha memasang senyum walaupun hatinya dongkol.


Marsha kemudian membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


Tapi Marsha tidak jadi duduk, karena dia melihat seperti tetesan cat di kursi depan.


"Kamu duduk saja di belakang!!" Ucap Dirly.

__ADS_1


"Kok jadi gini sih?? kenapa aku harus duduk di belakang?? uuuhhh, sebel...!!" omel Marsha.


Dia tidak tahu Dirly sengaja melakukannya karena dia tidak ingin duduk berdua dengan Marsha yang sangat di bencinya.


Kalau tidak karena bisnis papanya, Dirly tidak akan pernah mau berurusan dengan gadis manja namun mampu melakukan apa saja.


"Kamu pergi belanja, aku akan tunggu disini!!" Ucap Dirly setelah mereka sampai di depan sebuah Mall.


"Aku tidak mau pergi sendiri!! kalau kamu tidak mau menemani aku, ya udah, aku akan menelpon papa dan akan mengatakan semuanya!!" ancam Marsha.


"Dasar perempuan licik!! baiklah, kita akan melanjutkan permainan yang sedang kamu jalankan!!" bathin Dirly.


Tanpa mengatakan apapun , Dirly keluar dan berjalan di samping Marsha.


Dia mengikuti Marsha kemanapun pergi , namun Dirly tidak mau membawa tas belanjaan gadis itu.


Marsha sampai kerepotan membawa belanjannya yang super banyak.


***


"Pa, aku kan sudah mengingatkan untuk tidak mencampuri urusan pribadi anak anak kita!! kenapa sekarang papa malah mendukung gadis itu?? aku tidak suka dengan putri nya si Dirga itu!!" Teriak Melani.


"Ma, ini semua juga untuk kita!! perusahaan kita ada di tangan Dirga!! kalau Dirga mencabut semua dana nya , maka kita akan jadi gembel !! mama mau ??" balas Abimanyu.


"Mama tenang saja, Marsha dan Dirly akan jadi pasangan yang cocok, karena kekayaan Marsha akan membuat perusahaan yang nantinya di pimpin oleh Dirly pasti akan Jaya!!" Ucap Abimanyu menatap jauh sambil tersenyum lebar seolah olah impian itu sudah pasti menjadi kenyataan.


"Tapi kenapa harus Dirga sih pa?? Papa lupa ya kalau dia sudah menghancurkan kehidupan kakakku!! dan aku juga mulai curiga kalau menghilangnya kak Pandi ada hubungannya dengan Dirga!!" Teriak Melani.


"Sudahlah ma!! jangan ungkit ungkit lagi masalah itu!! jangan pernah mengganggu hubungan ku dengan Dirga!!" tegas Abimanyu.


Abimanyu kemudian pergi keluar dan meninggalkan istrinya yang masih belum puas dengan jawaban Abimanyu.


Sedangkan Abimanyu sedang melaju di jalanan dengan mobil mewahnya menuju ke suatu tempat.


Sedangkan Dirly diam diam mengikutinya dari belakang.


Dirly meminjam sebuah motor yang biasa untuk ngojek. Dia juga meminjam sekalian bajunya.


Dirly melakukannya untuk mengalihkan perhatian papanya. Dirly ingin tahu ada urusan apa papanya dengan laki laki yang di lihatnya di danau villa pribadi keluarga Dirga.


Tidak berapa lama , mobil Abimanyu belok ke sebuah tempat makan yang jauh dari keramaian.

__ADS_1


Abimanyu langsung menuju sebuah tempat duduk yang agak jauh di sudut ruangan.


Dirly kemudian menyuruh si tukang ojek yang sedang bersamanya untuk duduk di samping Abimanyu.


"Bang Jumadi harus merekam semua pembicaraan mereka!!" tegasnya sambil memberikan sejumlah uang untuk membayar makanan yang akan di pesannya di sana nanti.


Dirly juga mengganti pakaian Jumadi dengan pakaian yang berkelas supaya tidak mengandung kecurigaan siapapun yang ada disana.


Dirly menunggu di luar di dalam sebuah warung kopi. Perempuan penjaga warung kopi yang masih muda itu terus melirik Dirly karena wajah tampan itu tidak seperti tukang ojek seperti biasanya.


"Mas, kenapa jadi tukang ojek sih?? mas cocoknya jadi artis, karena wajah mas sangat tampan!!"rayu perempuan itu sambil duduk di samping Dirly.


"Ah, tante bisa aja!! tukang ojek mana bisa jadi artis!!" elak Dirly sambil menggeser tubuhnya menjauhi perempuan yang semakin mepet ke sampingnya.


"Kalau tidak jadi artis, kamu mau nggak jadi pujaanku saja!!" rayu perempuan itu.


"Namaku Fina, panggil aku tante Fina!!"


"Boleh aja tante, tapi sekarang aku harus pergi mengantar langganan!!" sahutnya sambil berdiri karena melihat Jumadi sudah keluar dari tempat itu.


"Ini Mas!!" Jumadi menyodorkan ponsel Dirly karena sudah di gunakan untuk merekam pembicaraan papanya dan Agung.


Keduanya langsung berangkat dan menuju kediaman Dirly.


Dirly langsung menyodorkan sebuah amplop kepada Jumadi sebagai tanda terima kasih.


Laki laki yang sudah melewati masa remaja itu langsung masuk ke dalam kamarnya.


Dirly kemudian memutar isi rekaman itu.


Semula percakapan Agung dan Abimanyu hanyalah percakapan biasa seperti seorang teman lama yang sudah lama berpisah dan bertemu kembali.


Namun setelah mendengarkan ucapan Abimanyu.....


"AGUNG!! AKU INGIN KAMU MENYINGKIRKAN ADITYA UNTUK SELAMANYA DAN BUAT SEPERTI SEBUAH KECELAKAAN!!"


Suara papanya itu seperti petir disiang bolong yang muat Dirly terperangah dan terkejut bukan main.


Dia tidak menyangka akan mendengar semua itu dari mulut papanya .


Dirly semakin tidak percaya dengan desakan papanya untuk melakukannya dalam dua hari tidak lebih.

__ADS_1


"Apa yang papa lakukan?? kenapa dia tidak pernah memikirkan perasan kami?? dia juga tidak kasihan melihat kak Fakhira yang kehilangan setengah jiwanya sejak menghilangnya Aditya!! dan ternyata yang melakukannya adalah papa!!" Dirly kemudian mengatur rencana untuk semua rencana papanya.


__ADS_2