
Dirly kembali ke rumah di sambut wajah galak Abimanyu.
"Kamu sudah lupa dengan perjanjian yang kamu buat kepada Dirga??"tegas Abimanyu.
"Aku masih ingat kok!! kenapa dengan perjanjian itu??" cuek Dirly sambil berlalu.
"Dirly!! jangan lupa, nasib perusahaan kita ada di tanganmu!!" Teriak Abimanyu.
"Aku juga tidak akan lupa, aku harus menuruti permintaan Marsha kan?? itu maksud papa kan??" sinis Dirly.
"Baguslah kalau kamu masih mengingatnya!!" balas Abimanyu.
"Aku akan selalu mengingat janji ku dan ku harap papa juga begitu!!" Sahut Dirly dingin.
Sejak Abimanyu memaksa Fakhira menikah dengan Erick, Dirly sudah tidak respeck lagi kepada papanya.
Rasa hormat sudah hilang entah kemana. Bahkan kalau tidak mengingat akan dosa ingin rasanya memberikan papanya sebuah pelajaran.
"Aku janji tidak akan pernah mencampuri urusanmu tapi sekali lagi papa ingatkan, kamu harus ingat tanggung jawab!!" tegas Abimanyu.
Dirly berlalu tanpa menghiraukan ucapan Abimanyu.
Setelah Dirly masuk ke dalam kamarnya, Abimanyu menatapnya dengan sangat tajam.
"Aku harus melakukan sesuatu, yang akan memisahkan kalian dengan caraku!!" gumamnya.
****
Malam itu adalah malam kelima Fakhira berada di rumah Erick. Namun dia sudah melakukan berbagai cara untuk menghindar dari laki laki itu.
"Kamu ini sudah sah jadi istriku!! jadi jangan coba coba cari alasan lagi!!" Ucap Erick dengan wajah keras.
__ADS_1
"Apa kamu berniat mau memaksaku??" Tanya Fakhira santai.
"Kenapa tidak?? aku akan melakukannya karena kamu adalah istriku dan sudah menjadi hakku!!" Jawab Erick.
"Coba saja kalau berani!!" tantang Fakhira.
"Kamu menantangku??" geram Erick.
"Coba saja!!"
Erick mendekati Fakhira dengan wajah merah menahan marah. Dia merasa di rendahkan dan tidak di hargai.
Tangannya kemudian menarik fakhira dan merebahkannya di ranjang.
Fakhira tenang tenang saja dengan perlakuan nekat Erick. Bahkan wajahnya terlihat menyunggingkan senyuman.
Erick semakin tertantang melihat senyum santai yang di perlihatkan Fakhira.
Tiba tiba Fakhira mengambil sebuah jarum suntik dari dalam saku bajunya.
Dan dengan cepat jarum suntik itu di cucukkan ke tangan Erick.
"Aahh!! Gila kamu ya!! apa yang kamu lakukan??" geram Erick sebelum akhirnya tubuhnya terkulai dan tidak sadarkan diri.
"Mampus kamu!! emang enak nikah sama Fakhira!!" desisnya sambil mendorong tubuh Erick dan menggulingkannya dari atas tempat tidur.
"Rasain !!main main dengan Fakhira!!" Ucapnya dengan wajah puas sudah bisa membalas Erick.
****
Hari itu Atikah sedang bersama dengan bi Susi membersihkan semua ruangan.
__ADS_1
Dan tanpa sengaja dia melihat tiga buah map yang selama ini di carinya.
Atikah mengambilnya dan membawanya ke dalam kamarnya.
"Hmm, ini kan map yang ku cari selama ini!!" Ucapnya dengan riang.
Dia merasa sudah berhasil melaksanakan tugasnya.
"Setelah aku menyerahkan map ini, aku akan pergi jauh dari kota ini!!" gumamnya riang.
"Aku akan menghubungi tuan Dirga!! dia pasti senang mendengar kabar ini!!" soraknya dalam hati.
Atikah kemudian menghubungi Dirga.
"Hallo bos!! aku sudah berhasil mendapatkan map yang bos mau!!" Ucapnya dengan bangga.
"Cepat antarkan kesini!!"
"Baik bos!!" Jawab Atikah.
Atikah kemudian berlari menuju pintu keluar dan berhasil melewati pintu gerbang dengan mudah.
"Kenapa bisa ya???"
Itu terjadi karena Aril dan Nadia menyaksikan semuanya dari kamera cctv yang sudah terpasang di mana mana.
Aril juga yang sudah memerintahkan kepada satpam untuk berpura-pura tidur di kantor satpam yang berada di samping gerbang.
"Biarkan saja dia pergi!! Dengan begitu kita bisa tahu siapa yang ada di belakangnya!!" tegas Aril.
Aril juga sudah menyuruh seseorang untuk .membuntuti Atikah.
__ADS_1