
Puspita tersentak saat adzan subuh mengumandang indah dari mesjid yang tidak jauh dari rumahnya.
Puspita bergegas ke kamar mandi dan bersih bersih. Setelah mengambil wudhu , dia pun melaksanakan kewajibannya sebagai umat.
Selesai sholat subuh , Puspita kemudian mandi dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Kenapa sih nikahannya di rumah calon suami?? biasanya kan di rumah si calon istri??" protes Heni.
"Nggak apa apalah bu!! hitung hitung menghemat biaya juga!! kita kan nggak perlu repot juga!!" dalih Puspita.
"Tapi kan, ibu malu dengan omongan para tetangga!! mereka juga protes karena tidak di undang di acara pernikahan mu!!' omel Heni.
"Biarkan saja bu!! nggak usah di dengar omongan para tetangga!! oh ya bu, mulai sekarang ibu harus jaga diri baik baik ya!! makan jangan telat!!" pesan Puspita.
"Kamu ini seperti mau pergi jauh saja Pita!! kamu kan bisa kesini tiap hari!!" Ucap Heni sambil menatap Puspita.
"Iya bu, tapi ibu harus mengingat semua yang aku katakan!! aku juga sudah menyiapkan uang untuk kebutuhan ibu untuk beberapa bulan!! selain itu , aku ingin ibu mencoba untuk mencari tambahan penghasilan!!' lanjutnya.
"Pita, ibu semakin khawatir dengan semua perkataanmu!! apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu?? apa kah kalian berencana akan pergi jauh??" Tanya Heni.
Puspita jadi gugup.
"Ibu ngomong apa sih!! aku nggak akan kemana mana kok!! tapi walaupun aku pergi jauh, ibu akan selalu di hatiku!!" lirih Puspita.
Heni menatapnya dengan cemas.
Puspita menatap jam yang sudah hampir ke arah jam tujuh.
"Kita siap siap ya bu!! nggak enak dong membuat orang menunggu!!" Ucapnya.
Heni mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
Puspita juga melakukan hal yang sama. Dia langsung mengenakan kebaya putih sederhana .
Tidak lupa dia memakai celana jeans sebelum memakai sarung .
Setelah memakai make up tipis, Puspita keluar sambil menyandang sebuah tas kecil di pundaknya.
Heni juga sudah selesai dengan kebaya yang sama dengan Puspita.
"Kita berangkat??" Tanya Heni.
Puspita menatapnya dengan sangat lama dan tiba tiba memeluknya dengan sangat erat.
"Bu, jaga diri baik baik ya!! aku ingin ibu selalu baik baik saja!!" isak Puspita.
"Pita, jangan nangis lagi!! ibu janji akan selalu mengingat semua yang kamu katakan!!" hibur Heni.
"Udah, jangan sedih lagi!! " Lanjutnya.
__ADS_1
Keduanya kemudian keluar dari rumah berjalan di jalan kecil menuju ke jalanan umum.
Tidak ada tetangganya yang menegur atau menyapa. Mereka malah mencibir ke arah Puspita.
Keduanya kemudian sudah berdiri di tepi jalan sambil menunggu angkot.
Dan tanpa di duga sebuah angkot yang biasa di bawanya berhenti di depannya.
"Naiklah, aku akan mengantar kemana saja!!" suruh Beni yang menjadi sopir .
"Bang Beni,abang serius??" Tanya Puspita tidak percaya.
"Serius lah, abang akan mengantar kernet kesayangan mau menikah!!" ledek Beni.
"Jangan mulai lagi deh bang, atau aku tidak akan mau naik ke angkot!!" ancam Puspita.
"Oke lah, cepat naik!!' Sahut Beni.
Puspita dan Heni kemudian naik ke atas angkot dan duduk di samping Beni.
****
Abimanyu sedang berada di jalan menuju rumah sakit. Dia ingin memastikan kalau Dirly akan tetap berada di sana selama proses pernikahan Puspita.
"Hari ini gadis gembel itu akan menikah, aku tidak perlu repot repot lagi memikirkannya!!' desis Abimanyu.
Dan ide Abimanyu sangat di setujui oleh Marsha.
Buru buru Marsha berangkat bersama dengan mobil mewahnya. Dia melaju dengan santai. Perasaannya sangat lega karena hati ini gadis yang sangat di bencinya akan menikah dengan orang lain.
"Gembel memang jodohnya harus gembel!!! gadis rendahan seperti dia berani berani nya jatuh cinta kepada tuan muda !!" geram Marsha.
Namun perjalanannya harus terhambat karena di depannya beberapa motor besar sedang berderet dengan sangat panjang.
"Geng motor??? ngapain juga pagi pagi sudah di jalanan, nggak berbobot banget!! geng motor dari mana sih?? pasti geng motor kampungan!!' geram Marsha.
Dia lebih geram karena para geng motor sudah membuat kemacetan yang sangat panjang.
"Hhh, gagal deh ke rumah sakit !! om Abimanyu pasti kecewa deh!!" sungut Marsha.
Dia kemudian menghubungi Abimanyu dan mengatakan situasinya sekarang dan mengatakan akan datang telat.
"Nggak apa apa kok Marsha, om sudah sampai kok di rumah sakit!! om akan memastikan kalau Dirly tidak akan kemana mana!!" Ucap Abimanyu meyakinkan Marsha.
Abimanyu masuk ke dalam ruangan dan melihat Dirly sedang terbaring di atas ranjang dengan mata terpejam.
"Hmm, Dirly masih tertidur setelah mendapat suntikan dari dokter!!" gumamnya setelah melihat seorang perawat menyuntikkan sesuatu ke botol infus yang tergantung.
Abimanyu keluar dari dalam ruangan. Seorang perawat memanggilnya,
__ADS_1
"Anak bapak sedang membutuhkan donor darah, apakah bapak bersedia di ambil darahnya??"
"Silahkan suster!! nggak mungkin dong aku nggak mau, dia kan anak ku!!" Jawab Abimanyu.
"Kalau begitu bapak ikut dengan saya!! " Ajak sang perawat menunjuk ke sebuah ruangan.
Abimanyu mengangguk dan mengikuti langkah perawat tersebut.
Sedangkan Dirly sudah bersiap siap keluar dari dalam ruangan. Setelah melihat Abimanyu pergi bersama dengan perawat, Dirly langsung berlari menuju pintu keluar.
"Aku harus sampai tepat waktu!! jangan sampai pernikahan terjadi!!" gumamnya.
Dirly berlari ke parkiran dan melihat Evan sudah menunggunya bersama dengan motor besarnya.
"Cepat tuan muda!! Pita sudah berangkat ke sana!!" desak Evan.
"Ya udah!! kamu ngebut dan cari jalanan yang sepi!!" Ucap Dirly .
"Tenang tuan muda, aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang!! aku juga sudah mencairkan semua tabungan tuan muda dalam uang Cash!! semuanya ada di bagasi!!" jelas Dirly.
"Bagus Evan!! kerja bagus!! kamu memang selalu bisa di andaikan!!" Puji Dirly.
"Sudahlah tuan muda!! aku akan selalu siap membantu tuan muda!!" balas Evan.
Sementara itu Puspita sudah berada di rumah Andi. Dia sudah di rias layaknya seorang pengantin.
Penghulu sudah datang bersama dengan wali yang akan menikahkan Puspita.
Tidak ada tamu tamu seperti biasanya di acara nikahan. Selain penghulu dan wali hanya ada Heni , Beni dan mang Kosim.
"Kenapa ya Beni, nikahannya kok sepi begini??" bisik Heni.
"Nggak tahu juga bu!! aku juga heran dengan acara nikahan yang aneh ini!!" Jawab Beni.
"Bawa keluar kedua mempelai!!" Ucap pak penghulu.
Heni langsung masuk ke dalam memanggil Puspita.
"Pita, ayo keluar!!" ajaknya.
Puspita terlihat sedikit ragu.
"Kenapa lagi?? ayo keluar!! penghulu sudah menunggu!!' desak Heni.
Desakan Heni membuat Puspita terpaksa berdiri dan mengikuti Henk dari belakang.
"Hmm, ini calon mempelai perempuan, calon mempelai pria mana??" Tanya Penghulu.
Puspita menggeleng sambil duduk di hadapan penghulu.
__ADS_1