Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 40


__ADS_3

Dirly menatap Puspita dengan sangat lama. Hatinya begitu kasihan melihat kehidupan gadis itu yang sangat memprihatinkan.


"Dirly, kenapa kamu mencintai aku??" Tanya Puspita tiba tiba.


Dirly kaget dengan pertanyaan Puspita.


"Apa?? kamu nanya kenapa?? suka suka aku dong!! yang penting aku cinta sama kamu!! kamu harus bersamaku,dan jangan pernah berniat pergi dengan siapapun!!" tegas Dirly.


Puspita terbelalak mendengar jawaban Dirly.


"Bukan apa apa Dirly, aku ini nggak cocok sama kamu!! kita itu beda jauh!!" Ucap Puspita.


"Aku yang merasakannya!! soal perbedaan,kamu nggak perlu memikirkannya!!" tegas Dirly.


"Tapi Dirly...!!"


"Nggak ada tapi tapian!!kamu itu milikku!! aku tidak akan pernah membiarkan kamu jadi milik orang lain!! ingat itu!!" potong Dirly.


"Ayo pulang!!" Dirly menarik tangan Puspita. Dia langsung mengantar Puspita kembali ke depan gang.


Dirly kemudian pergi meninggalkan Puspita. Entah apa yang di pikirkan laki laki itu. Dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Puspita masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci kamarnya.


****


Pagi ini Puspita kembali berangkat ke sekolah dengan angkot Bang Beni yang setiap pagi setia menunggunya.


"Pita,nanti kamu ikut narik kan??" Tanya Bang Beni.


"Ya deh bang!!" Jawab Puspita.


"Kita nanti ke bengkel. Soalnya pak Aril ingin memperkenalkan adiknya kepada semua anak anak di bengkel!!" Ucap Bang Beni.


"Oh ya!! aku ikut deh nanti!!"


Puspita langsung masuk kedalam kelas karena sedang tidak ingin bersama dengan geng Asyik.


Namun dia sangat kaget,melihat Salsa memasukkan sesuatu ke dalam laci meja Marsha .


"Jangan coba coba buka mulut!! kalau tidak aku akan membuat mu menderita!! ancamnya.


Puspita mengangkat bahunya dan keluar ,dia sudah tidak perduli lagi dengan kedua orang itu.


Tapi sebenarnya Puspita dapat keuntungan dari pertikaian kedua cewek tajir itu.


Tidak ada lagi yang memanggilnya dengan sebutan gembel.


Bel tanda masuk berbunyi dan semua siswa langsung masuk ke dalam kelas.


Salsa sudah duduk duluan dan tersenyum sinis melihat Marsha sudah duduk di kursinya.


Marsha mengambil tas dari dalam laci. Namun dia sangat kaget melihat sebuah bungkusan plastik berada di dalam lacinya.

__ADS_1


"Apaan sih ?? siapa juga yang menaruhbungkusan ini di dalam laci??" gumamnya.


Marsha sangat penasaran dengan isi bungkusan tersebut. Dengan terburu buru dia langsung membukanya.


"Aaaaaaaaaaa!!" tiba tiba Marsha mendelik dan berteriak melihat isi bungkusan itu.


Semua anak langsung melihat apa yang membuat Marsha berteriak histeris .


Dan semua yang melihatnya langsung memegang perut mau muntah. Di dalam bingkisan itu ternyata terdapat sebuah kepala kucing tanpa tubuh.


Marsha masih terbelalak dan shock dengan isi bingkisan yang tidak pernah di duganya itu.


Dan tiba tiba Marsha terkulai dan tidak sadarkan diri.


Aris,sang ketua kelas langsung melaporkan kejadian itu kepada dewan guru.


Tidak berapa lama kemudian, orang tua Marsha sudah datang menjemputnya.


Dirga menatap sinis kepada Salsa. Dari tatapannya sudah bisa di tebak,kalau dia sudah mengetahui siapa yang sudah melakukannya kepada putrinya.


Salsa tidak perduli,dia malah menatap balik dengan tatapan yang tajam.


"Hhhh,tunggu beberapa bulan lagi,kau akan ku lemparkan ke jalanan!!" desis Dirga sambil mengendong putrinya dan membawanya pulang.


***


Sore ini Puspita dan bang Beni sudah berencana ke bengkel untuk memenuhi undangan bang Aril.


Atikah berpenampilan sangat mewah.Dia memakai perhiasan yang sangat mencolok.


Semua yang menerima sedekah biasanya akan menyalam sebagai tanda terima kasih.


Namun Atikah tidak mau menerima jabat tangan dari orang orang itu.


"Nggak perlu deh slam salam!! ambil aja amplopnya ,ya udah !!" Ucapnya.


"Puspa! jangan gitu dong!! mereka itu sama dengan kita,hanya rejekinya saja yang beda!!" tegor Aril.


Namun seorang laki laki setengah umur ,tiba tiba kaget melihat Atikah.


"Atikah!! rupanya kamu disini!! ibumu sudah khawatir dengan kamu!!" Teriak laki laki itu.


"Siapa kamu?? pergi sana!! sok kenal aja!!" bentak Atikah.


"Puspa,kamu kenal dengan bapak ini??" Tanya Aril.


"Nggak tuh kak!! dia aja yang sok kenal gitu!!" Jawab Atikah.


"Ya udah!! pak,bapak mungkin salah orang,ini adik saya!!" Ucap Aril dengan lembut.


Laki laki itu kemudian pergi dan masih berbalik melihat Atikah dari kejauhan.


"Atikah,aku tahu itu pasti Atikah!! apa yang sudah di lakukannya kepada pak Aril?? aku tidak rela kalau orang sebaik pak Aril kena tipu!!" gumamnya.

__ADS_1


Atikah kemudian mengejar laki laki itu setelah melihat Aril pergi kebelakang.


"Pak Syarif,awas ya pak!! jangan sampai bapak katakan yang sebenarnya kepada kak Aril!! kalau bapak buka mulut,aku tidak segan segan membunuh Bapak!!" ancam Atikah sambil mendorong laki laki itu sampai jatuh.


Aril melihat kejadian itu dari kejauhan.Dahinya mengernyit melihat kelakuan kasar adiknya.


Namu Aril diam saja,seolah olah tidak tahu dengan kejadian itu.


Tiba tiba dia memanggil Beni.


"Bang Beni, tolong cari tahu siapa laki laki itu!!" Ucap Aril.


"Baik Mas Aril !! aku akan melaksanakannya!!" Sahut Beni.


Puspita mendekati Aril. Puspita mengucapkan selamat kepada Aril karena sudah menemukan adiknya.


"Terima kasih ya Pita,kamu sudah datang !!" Ucap Aril.


"Aku sering kesini bang! tapi bang Aril nggak disini!!' Ucap Puspita.


"Maaf ya Pita,abang sedang sibuk ngurusin Puspa!!" sesal Aril.


"Nggak apa apa kok bang!! enak ya punya saudara!!" desah Puspita.


"Kamu tidak punya kakak atau adik???" Tanya Aril.


Puspita menggeleng. Dan tiba tiba dia tersenyum seperti membayangkan sesuatu.


"Kamu kenapa??" Tanya Dirly yang tiba tiba sudah gabung dengan mereka.


"Kalau aku punya kakak,aku akan panggil dia dengan sebutan Tata!! seperti dalam mimpiku!!" celetuk Puspita.


"Apa??? Tata?? itu kan panggilan anak kecil!!" ledek Dirly.


"Iya memang!! tapi aku suka dengan panggilan itu!!" Jawab Puspita.


Namun Aril bukannya menganggap itu lucu. Hatinya malah berdetak keras mendengar ucapan Puspita.


Dia masih ingat Puspa kecil selalu memanggilnya dengan sebutan itu.


"Pita,kamu dengar dimana orang memanggil begitu??" Tanya Aril.


"Aku sering mendengar seorang anak perempuan memanggil kakaknya dengan panggilan,Tata Tata!!" Jawab Puspita.


" Dengar di mana??" Kelihatannya Aril semakin penasaran.


"Di dalam mimpiku bang!!" Jawab Puspita.


Jawaban Puspita membuat Aril kaget setengah mati. Hatinya kembali goyah tentang Puspita.


Semakin sering dia bersama gadis itu semakin banyak kenangan yang di tunjukkan gadis itu.


Kenangan yang tidak pernah di perlihatkan oleh Atikah. Bahkan cerita Atikah tentang papanya juga tidak pernah sama dengan yang di ingatnya selama ini.

__ADS_1


__ADS_2