
Puspita mulai nggak semangat lagi belajar. Karena dia merasa ,setelah berhasil lulus dari SMU, tidak akan bisa melanjutkan kemana seperti semua sahabatnya yang lagi sibuk mencari perguruan tinggi tempatnya melanjutkan studinya masing masing.
Puspita sepertinya kehilangan harapan, apalagi akhir akhir ini, Aril yang sebelumnya sangat mendukungnya untuk melanjutkan sekolahnya ,sekarang tidak pernah lagi menemuinya.
Bahkan laki laki itu tidak lagi mempersulikan Puspita. Dia sekarang sedang sibuk dengan adiknya .
Atikah selalu meminta hal hal baru setiap hari. Seperti hari ini, Atikah mengajak Aril jalan jalan ke plaza.
Dengan senang hati,Aril menemani Atikah dan menuruti semua permintaannya.
Entah kenapa Puspita merasakan kerinduan yang dalam kepada laki laki itu. Dia merindukan tatapan mata yang sangat menyayanginya.
Bersamaan dengan itu,hari ini sepulang sekolah,Puspita mengikuti ajakan geng Asiyk untuk jalan jalan ke plaza. Dia memang sedang tidak semangat untuk kerja.
Dan disana Puspita melihat ke kompak Aril dengan Atikah. Entah kenapa hatinya merasa sakit dan pedih.
Selama disana Puspita tidak pernah tertawa maupun tersenyum. Wajahnya terlihat murung dan sedih. Dia tidak menikmati semua keramaian yang ada disana.
Dan hal itu di ketahui oleh Dirly yang diam diam mengikuti mereka dari jauh. Dia tidak akan mau mendekatinya karena itu akan membahayakan Puspita.
"Temui aku di bengkel!! jam Empat!!" tiba tiba Puspita melihat sebuah pesan dari Dirly.
"Aku akan bawa kamu ketempat biasa, kita kapel ya,baju warna hitam!!" Lanjut pesan itu.
Puspita mulai tersenyum setelah mendapat pesan itu. Dirly juga senang melihat senyuman Puspita.
***
Sebenarnya Aril melihat keberadaan Puspita. Namun dia sengaja menjauhi gadis itu,karena dia merasa akan menjadi pengganggu untuk hatinya yang masih mencoba untuk menerima Atikah sebagai adiknya.
Di dalam hatinya yang paling dalam,Aril masih tidak percaya kalau Atikah adalah adik yang selama ini di carinya.
Karena wajahnya beda jauh dengan wajah yang tersimpan di memorinya.
Namun petunjuk dari makam yang bernama Pandi Wijaya menguatkan ucapan gadis yang mengaku sebagai putri papanya.
Aril sengaja menghindar dari Puspita walaupun dia tahu itu akan menyakiti gadis itu.***
Hari ini Adrian menandatangani kontrak kerjasama dengan Ahmed Jhonson dan berjanji akan menyalurkan semua dana yang di milikinya.
Atas bujukan Ahmed Jhonson, Adrian juga menarik semua investasi dari perusahaan Abimanyu.
Abimanyu langsung kelonjotan di buatnya. Namun dia teringat dengan penawaran dari anak buah Dirga.
Mau tidak mau Abimanyu akhirnya menerima tawaran itu untuk menyelamatkan semua perusahaannya.
Dirga bernafas lega,karena Adrian dan Abimanyu sudah berada di genggamannya.
Sedangkan Abimanyu terpaksa menerima tawaran itu walaupun dia tahu kalau Dirga sudah menghancurkan kehidupan kakak istrinya.
__ADS_1
****
Puspita buru buru pulang ke rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
"Kamu nggak usah takut Pita, aku tidak akan mengganggu!! Tuan Muda mu itu sudah mengancam,akan membunuhku kalau aku menyakiti mu!!" Ucap Danu.
Puspita diam saja tidak memperdulikan apapun yang di katakan laki laki yang masih molor walaupun sudah jam tiga siang.
Puspita membolak balik pakaiannya,namun dia tidak menemukan pakaian warna hitam.
"Aduh,aku nggak punya kaos hitam lagi!! gimana nih??" galaunya.
Puspita kemudian mengambil sebuah baju warna putih. Otaknya masih berputar ,dan saat dia mendapatkan jalan keluar,bibirnya kuliah tersenyum.
Puspita mengambil sebuah kotak semir warna hitam dan membawanya ke dalam kamar.
Puspita juga membawa sebuah sikat halus dan segayung air.
Dengan hati hati Puspita mengoles baju putihnya dengan semir warna hitam.
Sedikit demi sedikit kaos warna putih yang dimilikinya perlahan lahan berubah menjadi hitam.
Puspita tersenyum puas melihatnya.
Jam empat sore Puspita pergi dengan sebuah angkot ke bengkel seperti yang di janjikan nya bersama Dirly.
Dada Puspita bergemuruh melihat wajah tampan Dirly dan mata elang cowok itu sedang menatap tajam kepadanya.
"Dia sangat gagah dan tampan,tapi yang membuatku tertarik hanyalah kerendahan hatinya!!" gumam Puspita sambil berjalan menghampiri Dirly yang juga memakai kaos warna hitam.
Yah,tentunya itu kaos mahal. Bukan seperti Puspita yang mengoles bajunya dan pasti akan pudar kalau kena air.
Sesaat Dirly terpaku melihat penampilan Puspita yang sebenarnya aneh. Apalagi warna bajunya yang terlihat kusam dan tidak rata.
Namun senyum gadis itu menepis semua perasaannya. Dia hanya membalas senyum Puspita sambil mengajaknya naik ke atas motornya dan membawanya ke tempat yang dulu pernah di datanginya bersama dengan Puspita.
"Kita kesini lagi!!" Ucap Puspita.
"Kamu nggak suka??? mau ke tempat lain??" Tanya Dirly.
"Nggak kok!! aku suka ke sini!!" Jawab Puspita.
Puspita memang tidak bohong kalau dia sangat menyukai tempat itu. Apalagi pohon besar yang di pasang puluhan buah lampu warna warni.
Puspita langsung berlari ke bawah pohon dan bersorak ke girangan.
Namun dia tidak melihat Dirly. Puspita mencarinya dan melihat Dirly sedang memegang sebuah bola.
"Kamu mau main bola??" Tanya Puspita.
__ADS_1
"Sini biar aku yang jaga gawang,pasti aku bisa menangkap bolanya!"
"Emang kamu bisa??" ledek Dirly.
"Coba aja!!" Sahut Puspita sambil mengatur posisi di depan gawang.
Dirly kemudian mencoba menendang bola, dan....
"Happp!!" Puspita berhasil menangkap bola .
"Waw,kamu jago juga ya!!" Puji Dirly.
"Siapa dulu dong,Puspita!!" Ucap Puspita.
"Jangan bangga dulu!!" Dirly kemudian kembali menendang bola ,namun Puspita masih berhasil menangkapnya.
"Awas ya!! aku pasti berhasil mencetak gol!!" geram Dirly.
Namun tanpa di duga,hujan deras tiba tiba turun. Puspita berlari ke arah sebuah bangunan yang ada di sana.
Dirly tidak membiarkan Puspita pergi.
"Jangan lari dong!!aku harus bisa mengalahkanmu!!' Teriak Dirly.
Puspita terpaksa berdiri dan harus menjaga gawang. Tapi lagi lagi dia masih bisa menangkap bolanya.
Akhirnya Dirly menyerah ,apalagi melihat Puspita sudah mulai kedinginan.
Keduanya kemudian berteduh di bawah sebuah bangunan di lapangan itu.
Dirly melihat Puspita dengan agak lama.
"Kamu ganti baju??" tanyanya.
Puspita kemudian melihat bajunya yang sudah basah dan kini berubah warna jadi putih.
Puspita terdiam dan menunduk karena malu.
"Maafkan aku ya!! habisnya aku nggak punya baju warna hitam,jadi aku....!!" Puspita tidak melanjutkan kata katanya.
Dirly kemudian memegang tangannya .
"Nggak apa apa Pita!! aku paham kok!!" Ucapnya.
"Kamu kecewa ??" Tanya Puspita.
"Ya nggak lah!! masalah begitu nggak perlu di pikirkan!!! harusnya aku yang minta maaf,sudah memaksakan keinginanku kepadamu!!" sesal Dirly.
Puspita terdiam dan masih menunduk karena menahan malu atas kejadian yang di luar dugaannya .
__ADS_1