
Marsha sedang berusaha untuk tidur, namun dia tidak bisa memejamkan matanya. Sebenarnya dia ingin bersama dengan Dirly, walaupun itu akan menghancurkan harga dirinya.
Namun Marsha tidak perduli dengan itu semua, mendapatkan dan memiliki Dirly adalah obsesi terbesarnya.
Dia sudah memutuskan akan melakukan apa saja asalkan bisa mendapatkan laki laki idamannya itu.
Tapi dia tidak boleh gegabah atau Dirly akan membencinya setengah mati.
Walaupun dia sudah tahu kalau Dirly akan menuruti semua kemauaannya tapi dia tahu kalau hati tidak mungkin bisa di paksaan.
"Persetan dengan hatinya!! yang penting aku bisa memilikinya!!" putusnya sambil bangkit dari ranjang dan mulai mencari keberadaan Dirly.
Sementara itu Dirly juga sedang berusaha mencari kesempatan untuk masuk ke dalam kamar Marsha tanpa ketahuan.
"Ini kesempatannya!!" gumamnya melihat Marsha keluar meninggalkan kamar.
Dirly langsung masuk ke dalam kamar Marsha. Dengan gerakan cepat dia langsung membuka tas kecil yang terletak di meja rias.
Dirly langsung mengambil sebuah kartu yang tadi di gunakan Marsha untuk membuka gerbang.
Setelah mendapatkannya, Dirly langsung kembali ke kamarnya , namun Marsha sudah duluan berada di sana.
"Kamu dari mana sih?? cape lo aku nyariin !!" rengek Marsha.
"Aku tadi cuma keliling aja kok!! cari udara segar!!" dalih Dirly.
"Aku takut deh tidur sendirian!! boleh ya aku tidur di sini!! dan ingat jangan tinggalin aku!!" rengeknya semakin membuat panas hati Dirly.
"Ya udah!! sekarang kamu tidur , aku akan menjaga disini!!" Jawab Dirly.
Dirly duduk di sofa sedangkan Marsha sudah berbaring di ranjang.
"Dirly, kamu benar benar ya nggak mau tidur dekat aku??" rayu Marsha.
"Marsha, kamu itukan perempuan, harusnya kamu yang jaga diri, bukan malah menawarkan diri begini!! aku itu sangat menghargai wanita , termasuk kamu!!" tolak Dirly.
"Jangan marah ya!! aku begini karena aku sangat mencintai kamu!!" dalih Marsha.
"Aku nggak marah kok!! aku cuma mengingatkan kamu!!" Ucap Dirly dengan lembut. Dia harus berusaha untuk menjaga suasana hati Marsha.
Dia tidak ingin mengacaukan suasana yang sudah bisa terkendali.
"Sekarang kamu tidur!! aku ke tepi danau sebentar!!" Ucapnya.
"Mmm, aku ikut dong!!" rengek Marsha.
__ADS_1
"Jangan!! angin malam nggak bagus untuk kesehatan kamu !! aku nggak suka dong calon istri aku sakit sakitan!!" gombal Dirly.
"Apa?? calon istri?? jadi kamu sudah anggap aku calon istrimu!! aku senang banget!!" sorak Marsha.
"Sekarang kamu tidur!! aku cuma bentar kok!!" bujuk Dirly sambil membentangkan selimut ke tubuh Marsha.
Setelah merasa keadaan Marsha tenang, Dirly keluar menuju gerbang yang kokoh menjulang.
Sekali gesekan, pintu gerbang langsung bergeser dan membuat jalan masuk untuk siapa saja.
"Cepat masuk!!" bisiknya kepada dua orang yang sedang berada di atas motor.
"Apa sudah aman??" bisik Aril.
"Sepertinya sudah bang!! aku akan terus mengawasi Marsha!! abang pergilah menyelamatkan pak Pandi!!" Ucap Dirly.
Dirly kemudian menunjukkan sebuah bot kecil yang berada di tepi danau.
Sementara itu Dirly kembali ke kamar untuk memastikan kalau Marsha tetap berada di sana.
Sedangkan Aril sudah meluncur bersama dengan Evan Keduanya menggunakan bot yang terikat di tepi danau.
Aril lanģung berteriak hebat melihat kondisi papanya yang sangat mengenaskan.
"Papa!! bangun pa!! ini aku Aril!!" panggilnya berkali kali, namun laki laki kurus dengan wajah pucat itu tidak bergerak sedikitpun.
Aril mengangguk sambil menggendong laki laki itu dan membawanya ke atas bot.
Hatinya sangat marah mengetahui kalau selama ini ,Dirga lah yang sudah sengaja menyingkirkan papanya.
"Aku akan membalaskan semua perlakuan ini!! tunggu saja , aku akan menghancurkan Dirga lebih dari ini!!" desisnya dengan mata merah membara.
Aril langsung membawa pandi wijaya ke bengkel hati. Dia ingin menyembunyikan keberadaan papanya sebelum pulih.
Aril langsung memanggil seorang dokter spesialis kenalannya.
"Pak Pandi sudah mengalami serangan demam tinggi yang sangat hebat, sehingga menyerang syarat otak yang membuatnya koma !!" jelas dokter Alpha.
"Jadi bagaimana dok!! tolong berikan pengobatan yang terbaik untuk papa saya!! kalau perlu kita bawa di ke luar negri!!" Usul Aril.
"Itu juga ide yang baik!! aku punya beberapa kenalan yang mampu menyembuhkan penyakit seperti ini!! tapi itu butuh waktu yang cukup lama, tergantung kekuatan fisik pasien dan semangat hidupnya!!" jelas Dokter Alpha.
"Aku tidak perduli dengan apapun, yang penting kamu berikan perawatan yang terbaik!!" tegas Aril.
"Baiklah!! besok akan aku urus semua keberangkatan pak Pandi!! kamu tenang saja!!" Ucapnya.
__ADS_1
Aril terdiam dan sedih melihat kondisi menyedihkan papanya. Sedikitpun dia tidak pernah membayangkan kalau orang yang selama ini di carinya akan mengalami hal yang sangat tragis.
Aril merasa pengobatan papanya ke luar negeri adalah jalan terbaik. Demi keselamatan nyawa nya juga.
Karena dia yakin Dirga akan berusaha untuk mendapatkannya kembali . Bahkan Dirga akan tidak segan segan mengambil nyawanya.
****
Setelah merasa Aril dan Evan sudah berhasil , Dirly kemudian mengajak Marsha pulang.
Awalnya Marsha menolak, namun karena paksaan Dirly, keduanya akhirnya pulang.
Dirly langsung ke bengkel hati. Dia ingin melihat orang yang selama ini sedang di cari oleh Aril.
"Makasih ya Dirly!! kamu sudah memberikan jalan untuk menemukan papaku!!" Ucap Aril.
"Jangan bilang gitu dong Bang!! aku senang kok abang sudah menemukan pak Pandi!! setelah ini abang pasti bisa menemukan puspa yang asli!!" Ucap Dirly.
"Oh iya!! aku baru ingat sekarang!! berarti yang di dalam rumahku itu bukan Puspa!! aku harus memberi dia pelajaran karena sudah menipuku !!" geram Aril meninggalkan bengkel dan bergegas pulang.
Atikah sedang bingung karena tadi siang seorang anak buah Dirga yang menyamar jadi tukang bakso memberikannya sebuah surat.
Isi surat itu adalah sebuah ancaman karena sudah melupakan tugasnya.
"Aku harus cepat menemukan surat itu, kalau tidak nyawaku yang akan jadi bayarannya!!" Ucapnya panik.
Atikah masuk ke dalam kamar Aril. Dia membuka lemari besar yang ada di dalam kamar Aril.
"Dimana sih dia menyimpannya??" sungut gadis itu.
Dia tidak mengetahui kalau Aril sudah lama berdiri di depan pintu kamar.
Aril diam saja , dia malah pergi ke sebuah ruangan bawah tanah.
Disana Aril menghubungi seseorang.
"Nadia, kamu bawa puspa ke bawah!!" Ucapnya dingin.
Nadia adalah seorang gadis yang di bayarnya menjadi pengawal puspa.
Sebenarnya Nadia adalah salah satu anggota geng yang bersedia melakukan semua permintaan nya itu.
"Puspa, ayo ikut aku sebentar!!" Ajak Nadia tidak perduli dengan wajah Atikah yang ketakutan karena ketahuan sedang mengacak acak isi lemari Aril.
"Kemana kak??" tanyanya dengan suara yang masih gemetaran.
__ADS_1
"Adalah , yok!!" Ajak Nadia biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu.