Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.

Belahan Jiwa Tuan Muda Angkuh.
Bab 59


__ADS_3

Dirly sedang di kampus saat kembali menghubunginya.


"Tuan Muda, Aditya ...!!"


Dirly tidak menjawab, namun dia langsung meluncur ke bengkel hati.


"Kenapa dengan Aditya??" tanyanya cemas.


Dirly langsung menghampiri Aditya.


Aditya menatapnya dan tersenyum.


"Kamu Dirly??" tanyanya .


Dirly mengangguk.


"Kakak tahu dari mana??" Tanya Dirly heran.


"Evan yang kasih tahu, katanya kamu yang sudah menyelamatkan aku!! terima kasih ya!!" Ucapnya sambil meneteskan airmata.


Dirly memegang tangannya.


"Aku melakukan semua ini, demi kakakku!! dia sudah seperti mayat hidup sejak kehilangan kakak!!" Ucap Dirly.


"Fakhira?? dia masih mengingat aku??" tanyanya tidak percaya.


"Selalu kak!! dia tidak pernah bisa tidur sejak kehilangan kakak!! dia juga tidak pernah tersenyum sejak tidak bisa menemukan kakak!!" jelas Dirly.


"Benar dia seperti itu??" tanyanya.


"Kakak tidak percaya padaku??" Tanya Dirly.


"Bagaimana mungkin aku tidak percaya sama orang yang sudah menyelamatkan aku!!" sahutnya dengan mata menerawang jauh.


Aril dan beberapa anak geng juga sudah gabung di sana.


"Terima kasih sudah menyelamatkan aku!!" Ucapnya kepada Aril dan semuanya.


Namun tiba tiba Aditya menangis.


"Kenapa kakak menangis lagi??" Tanya Dirly.


"Sebenarnya aku tidak enak mengatakan semua ini!! tapi ini menyangkut nyawa seseorang!!" Ucapnya.


"Nyawa siapa lagi??" celetuk salah satu di antara mereka yang membuat Aditya ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Barli!! kamu keluar!!" geram Aril.


"Katakan nyawa siapa yang harus kami selamatkan??" Lanjut Aril.

__ADS_1


"Aku di sana terkungkung bersama seorang laki laki tua yang bernama Pandi Wijaya!! saat aku meninggalkannya dia sedang tidak sadarkan diri!! aku takut nyawanya akan melayang kalau kita tidak cepat menyelamatkannya!! dia tidak boleh mati, dia masih harus menemukan kedua anak anaknya!! Aril dan Puspa!!"


Aril tidak bisa lagi menahan perasaannya.


"Jadi selama ini papa disana??" geramnya sambil meninju tembok yang tebal itu.


"Sabar bang!! siapa sebenarnya yang di maksud kak Aditya??" Tanya Dirly.


"Orang yang ingin ku temukan selama ini dan aku sudah mencarinya kemana mana!!" isak Aril.


"Jadi...!!"


"Kita akan bergerak malam ini juga!! jangan menunggu lama!!"


Dirly kemudian memanggil semua anggota geng Merpati di grup.


"Semua harus berkumpul dalam waktu setengah jam!!" Ucapnya.


"Aku ikut!!" Ucap Aditya.


"Jangan!! kamu disini saja!! kamu masih belum sehat !! kami akan membawanya kembali!!" cegah Aril.


Setengah jam kemudian semua sudah berkumpul dan sedang mengatur rencana.


"Kita tidak perlu sebanyak ini kesana!! cukup dua orang saja!!" Ucap Aril.


"Aku akan jadi alat pembuka jalan!! Marsha yang akan jadi kuncinya!!" Ucap Dirly.


Semua mengangguk tanda sudah paham dengan tugasnya.


Dirly memacu motornya ke arah kampus dan berencana untuk menjemput Marsha.


Dengan sabar Dirly menunggunya di kantin. Setelah melihat Marsha keluar, Dirly langsung melambaikan tangannya memanggil Marsha.


Marsha langsung tersenyum dan berlari ke arah Dirly.


"Sengaja ya menunggumu?? so swit banget!! aku tambah sayang deh!!" Ucap Marsha dengan gaya manjanya.


"Hmm. iya!! kita ke villa keluargamu yok!! aku senang deh berada disana!! segar dan nyaman!!" rayu Dirly.


"Hhh, malam itu aja kamu buru buru pulang!! kenapa sekarang malah pingin lagi kesana??" tolak Marsha.


"Itu akunya lagi sakit perut!! tapi aku malu dong ngasih tahu ke kamu!! gengsi dong!!" dalih Dirly.


"Oo, gitu ya!! makanya sayang!! kamu nggak perlu segan segan samaku ya!! masa sakit perut di tahan sendirian !!" Ucapnya sambil memegang lengan Dirly dengan manja.


"Kita jadi perginya??" Tanya Dirly menarik tangannya.


"Ya udah , yok!!" Marsha langsung naik ke atas motor besar Dirly . Tangannya langsung di lingkarkan ke pinggang Dirly.

__ADS_1


"Aku nggak nyaman dengan tanganmu!! tolong ya di lepasin!!" Teriak Dirly melepaskan pelukan Marsha dengan halus.


"Emang kamu nggak pernah ya membonceng gadis lain??" tanyanya.


"Nggak!!" Bohong Dirly.


"Masa sih?? jadi cuma aku yang boleh naik ke atas motormu??" sorak Marsha dengan riang.


Dirly diam saja mendengar teriakan kegirangan dari Marsha.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di depan villa keluarga Dirga yang megah itu.


Marsha mengambil sebuah key card dari tasnya. Dengan sekali gesekan pintu gerbang yang kokoh itu langsung bergeser dan membuka dengan lebar.


Dirly kembali meluncur sampai ke tepi danau.


"Kamu suka banget ya dengan danau nya??" Tanya Marsha.


"Iya dong!! sepertinya danau ini sudah menggoda hatiku!!" gombal Dirly.


"Cuma danaunya yang menggoda hatimu?? orang nya nggak??" desah Marsha.


"Mungkin menyusul!!" Lanjut Dirly.


"Janji ya!!" desah Marsha.


"Hmm!!" sahut Dirly.


Menjelang tengah malam, Dirly mengajak Marsha masuk ke dalam.


"Aku udah ngantuk!! kita nginep di sini ya, boleh kan??" Ajak Dirly.


"Boleh dong!!"


Marsha mengambil dua buah kunci kamar.


"Kita tidurnya pisah ya!!" Ucapnya.


"Iya dong, kita kan belum muhrim!!" Jawab Dirly.


Dirly kemudian masuk dan berusaha mencari cara untuk mengambil kunci dari tangan Marsha.


Dirly teringat dengan tugasnya yang lain yakni mematikan cctv.


Dengan langkah jinjit, Dirly berusaha mencari ruangan untuk mematikan cctv.


Setelah mendatangi beberapa ruangan, Dirly akhirnya menemukan ruangan yang di carinya.


Dengan cepat Dirly langsung menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


"Satu lagi, mengambil kunci dari Marsha!!" bisiknya.


__ADS_2