
Jovan terus mencuri pandang ke arah istri nya, sejak kepergian Rick semalam. Istri nya masih belum mau berdamai dengan nya.
"Mi? masih marah? Didi minta maaf, hanya saja, apa yang didi lakukan demi kebaikan dan masa depan Rick juga. Gadis itu bahkan mau tinggal satu rumah dengan pria yang baru berstatus kekasih nya. Apa orang tua nya tidak mencari nya? kenapa anak gadis nya dibiarkan begitu saja tinggal dengan seorang pria." Sungut Jovan memberikan pembelaan atas tindakan nya.
Joi memutar bola matanya jengah "sudah kelar kalimat-kalimat bijak nya? didi lupa ?dulu mimi juga tinggal dengan didi bahkan kita juga belum ada ikatan apapun ? lupa apa pura-pura lupa?" wajah Jovan pias. Dirinya benar-benar lupa. Bagaimana dulu dia menggunakan cara yang licik untuk bisa membawa Joi dalam kehidupan nya. Bahkan usia sang istri masih belum genap 17 tahun saat dirinya merusak wanita itu. Wajah Jovan memerah karena malu atas ucapan nya sendiri.
"Apa karena Maura anak seorang pengusaha ? Ana itu yatim piatu, wajar jika tidak ada yang mencari nya. Lagi pula Ana berakhir tinggal di apartemen Rick juga karena putra mu itu yang sudah mengelabui gadis polos itu. Buah jatuh ternyata tak bisa bergeser jauh dari pokok nya." Ujar Joi berguman di ujung kalimat nya, dan tentu saja Jovan masih sangat jelas mendengar nya.
Jovan merasa tertampar telak oleh kenyataan, Rick rupanya menuruni sifatnya. Yang jika sudah menginginkan sesuatu, akan di kejar dengan cara apapun. Dan gadis itu, yatim piatu ? Jovan merasa bersalah juga tidak enak hati. Namun gengsi nya masih saja dia junjung tinggi.
"Tetap saja tidak bisa seperti itu, bagaimana bisa Rick membawa gadis lain saat tau jika dirinya akan di jodohkan dengan Maura. Harus nya dia bisa bersikap dewasa, kan bisa, dia datang sendiri tanpa harus mempermalukan keluarga nya seperti itu." Kukuh Jovan tak ingin disalahkan. Joi semakin muak mendengar kalimat pembelaan yang tak ada habisnya
"Terserah didi, lagi pula mimi tidak terlalu sreg kalau Rick di jodohkan dengan Maura. Sikap nya terlihat sekali di buat-buat, apa kabar setelah dia resmi menjalin hubungan dengan Rick. Bisa-bisa Rick akan dia kendali kan sesuai keinginan nya tanpa peduli Rick bahagia atau tidak. Ana? gadis sederhana itu berbeda. Sikapnya tulus dan dewasa melebihi usia nya. Ana tau bagaimana mengendalikan emosi Rick dengan baik, Ana tipe gadis yang penurut dan cocok untuk putraku itu. Ah ya, mereka akan menikah minggu depan, didi hadir atau tidak, yang penting mimi sudah menyampaikan berita bahagia ini langsung. Jangan usik Rick, biarkan dia mandiri dengan caranya, didi bisa hukum Rick dengan cara mengeluarkan nya dari keluarga kita. Menarik semua fasilitas nya, memberhentikan nya bekerja di perusahaan. Tapi jangan usik kebahagiaan anak ku, karena aku tidak akan tinggal diam." Ancam Joi penuh penekanan di setiap kalimat nya.
Jovan menatap tak percaya pada istri nya, untuk pertama kali nya Joi menentang nya. Itu semua karena kekasih putra nya, begitu lah pikirnya. Membuat dia semakin kesal pada Ana meski tanpa alasan yang jelas.
Joi membanting pintu kamar dengan kasar, hatinya kesal pada sikap keras kepala suami nya. Dia ingin menenangkan diri nya, dengan membantu putranya mengurus pernikahan mereka agar tidak dipersulit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sidharta terlihat melamun di teras belakang rumah nya, pikiran nya melayang pada gadis muda yang sudah menyingkirkan posisi putri nya. Kenapa wajah itu sangat familiar di mata nya.
Mata coklat terang nya, wajah bulat namun dengan dagu yang sedikit lancip. Sungguh kontur wajah yang sempurna, dan hanya seseorang yang memiliki kontur wajah seperti yang gadis itu miliki. Mungkinkah ? tidak! bukankah mereka sudah tiada belasan tahun yang lalu.
"Pa? lagi mikirin apa sih? udah lihat Maura belum ? lagi mogok bicara juga mogok makan gara-gara perjodohan nya kacau berantakan. Gadis itu benar-benar merusak kebahagiaan putri kita." Sungut Sely marah pada Ana.
"Biarkan saja Maura menenangkan dirinya dulu. Kita tidak bisa memaksa Kalau Rick sama sekali tidak tertarik dengan putri kita. Nanti malah mereka akan saling menyakiti kedepan nya, Rick bukan tipe yang suka berpura-pura, itu yang papa lihat. Akan lebih sakit lagi kalau Rick menyakiti hati Maura dengan terus berhubungan dengan gadsi itu, sementara perjodohan mereka telah berjalan." Nasihat Sidharta bijak. Meski hati nya juga sedikit tak rela putrinya di abaikan bagai tak berharga.
"Tetap saja mama kesal, harus nya Rick tidak menolak anak kita. Apa kurangnya Maura, putri kita itu sempurna. Gadis itu, bahkan hanya penjual nasi kuning kata Maura. Pasti hanya ingin mengincar harta Rick saja, lihat saja nanti. Mereka pasti akan menyesal sudah menolak anak kita." Sely masih tak terima begitu saja dengan penolakan yang di lakukan rick terhadap putri nya.
"Biarkan papa selidiki dulu siapa gadis itu sebenernya, dan apa tujuan nya berpacaran dengan Rick. Jika sudah mengetahui nya dengan jelas, kita akan punya cukup alasan untuk memisahkan mereka." Hibur Sidarta pada istri nya yang masih terlihat memendam emosi pada kejadian semalam.
"Entah apa lebihnya gadis itu, apa papa dengar, semalam pak Jovan bilang gadis itu tinggal bersama Rick di apartemen. Coba papa pikir, gadis baik-baik tidak akan mau tinggal berdua berada seorang pria. Dasar gadis nakal, kecil-kecil sudah pandai menjual diri. Huh!" Ujar Sely menggebu-gebu. Sidharta masih memikirkan perkataan istri nya, benar juga, gadis baik-baik tidak akan mau tinggal bersama pria hanya berdua saja jika tidak ada maksud dan tujuan tertentu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
5 hari terasa sangat melelahkan bagi Ana dan Rick, kedua nya di sibukkan dengan segala persiapan pernikahan sederhana mereka.
Joi dan anak-anak nya yang lain pun turut membantu, meski Rick sudah mewanti-wanti jika pernikahan nya akan dilaksanakan sesederhana mungkin. Namun Joi tutup telinga, wanita itu tetap membuat pernikahan yang berkesan bagi kedua calon mempelai itu. Terlebih Rick adalah putra pertama nya.
__ADS_1
"An? ini sudah oke belum, masih mau nambah detailnya tidak ?" tunjuk Joi ke sebuah katalog yang menampilkan beberapa potret kue pengantin.
"Gitu aja udah bagus mi, biar tidak terlalu ramai. Trus itu, tingkat nya di kurangi aja, dua cukup seperti nya. Kan, konsep pernikahan nya sederhana aja. Akan aneh kalau kue pengantin nya di buat segede itu." Usul Ana membuat Joi tersenyum simpul, dia tau calon menantu nya itu sangat sederhana. Namun dia tetap ingin membuat pernikahan yang selalu diimpikan oleh setiap mempelai wanita.
"Ya, aman itu. Jadi detai hiasan nya gini aja cukup?" tanya Joi memastikan.
Ana mengangguk mantap membenarkan "tamu nya juga dikit, paling tetangga dekat aku dulu. Mungkin tidak sampai 20 orang." Ujar Ana mengingat-ingat jumlah orang yang masih memandang nya dan bersikap baik padanya selama tinggal di rumah lama nya dulu.
"Oke, udah kau hubungi belum ?"
"Sudah mi, aku udah ke sana kemarin sore sama Rick. Tidak enak kalau cuka ngundang lewat ponsel saja." Jelas Ana.
"Bagus kalau begitu. Undangan dari pihak mimi yang bakalan banyak, kau akan terkejut saat tau seberapa besar keluarga Rick nanti. Jumlah keluarga saja jika berkumpul, akan membuat taman belakang kalian tidak muat. Jadi jangan kaget kalau melihat jumlah manusia berjubel diprasmanan seperti mengantri BLT." Seloroh Joi terkekeh geli dengan ucapan nya sendiri.
Ana pun ikut terkekeh, dia sudah mendapatkan gambaran tentang keluarga calon suaminya. Rick menceritakan jika mereka memiliki jumlah keluarga yang bisa penuh stadion jika berkumpul.
"Tidak masalah mi, aku senang kalau mereka semua bisa hadir. Cukup keluarga ku saja yang tidak ada satupun bisa menghadiri acara penting ku ini." Balas Ana tersenyum sendu. Dia merindukan ayah dan ibunya. Tidak satupun keluarga orang tua nya yang mau menerima nya saat ibu nya meninggal. Dan dia pun tidak mengharapkan belas kasihan keluarga nya itu.
Joi menatap kasihan pada calon menantu nya, "andai saja kau tau jika kau masih punya keluarga kandung, kau pasti akan sangat bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena bertemu dengan mereka, juga sedih karena keberadaan mu tidak di ketahui. Mimi janji, akan memberikan kasih sayang padamu nak, berbahagialah selalu menantuku, putri ku." Joi mengusap sudut matanya diam-diam. Joi mencari tau tentang Ana selama beberapa hari ini, meski dirinya terlihat sibuk mengurus segala keperluan pernikahan putranya. Dan satu fakta membuat nya syok bukan main, namun dia bersyukur. Ana dibesarkan oleh orang yang tepat, menyayangi nya dengan tulus meski dalam keterbatasan ekonomi.
__ADS_1
"Ada mimi dan yang lain disini, kami adalah keluarga mu mulai sekarang." Ujar Joi tersenyum lembut lalu memeluk Ana dengan sayang.
Rick menyaksikan adegan ibu dan calon istri nya dengan hati yang bahagia. Dia senang Ana mendapatkan tempat khusus di hati ibunya. Dia berjanji akan selalu membahagiakan Ana nya hingga tidak ada lagi alasan untuk gadis itu bersedih.