Beloved My Ana

Beloved My Ana
Ancaman Kacang


__ADS_3

Ana memasuki lobby kantor sang suami dengan gaya anggun. Tak lupa senyum ramah nya selalu tercetak jelas di wajah teduh nya. Tak ada yang menyangka, Ana bisa memiliki sisi liar nya sendiri saat bersama sang suami. Itu adalah bentuk pertahanan diri, mengingat pelakor bisa menjadi ancaman tanpa bisa di cegah jika takdir sudah berkehendak. Ana mulai mempersiapkan diri agar lebih pantas mendampingi Rick di mana pun dan kapan pun.


"Pagi nona Ana, tuan Rick sedang meeting..silahkan langsung masuk saja." Ujar Heri sang asisten kepercayaan keluarga nya.


Ana tersenyum simpul. "Terimakasih pak Heri, jika sudah waktu nya makan siang. Pergi lah, jangan biar kan pekerjaan menjadi kan alasan untuk menunda kebaikan kesehatan sendiri. Itu tidak baik..." nasihat Ana bijak. Dia tau Heri sang asisten selalu menunda waktu makan siang nya agar Rick tidak hanya berdua dengan Yumna di kala diri nya pergi makan siang. Beberapa minggu Ana sedikit jarang ke kantor suami nya, karena dia ingin ikut terlibat dalam beberapa kegiatan anak-anak nya di sekolah. Rick hanya membawa bekal makan siang seperti biasa nya, karena pria itu paling tidak suka makan makanan dari luar.


Selama Ana koma, bergantian karyawan restoran Ana mengantar kan makanan untuk Rick di jam makan siang. Mereka seperti ikut merasakan bagaimana Rick memendam kerinduan pada masakan olahan Ana. Meski bukan masakan Ana, namun resep-resep tersebut adalah milik Ana. Paling tidak bisa sedikit mengurangi kerinduan pria yang dulu begitu kesepian itu.


Namun kini tidak lagi, Rick si pria pemuja cinta itu telah terurus dengan sangat baik. Selain pandai melayani selera makan sang suami, Ana begitu memukau dalam hal ranjang. Itu membuat Rick semakin tak mampu berpaling. Dan kehadiran Yumna semakin kerdil di mata Rick. Walau sekeras apapun wanita itu berusaha menggoda nya.


Klek


Yumna masuk dengan berkas di tangan nya. Mata nya langsung bersitatap dengan manik Ana. Seperti biasa nya, Ana akan menyuguhkan senyum terbaik nya.


"Hai Yumna...Kau terlihat cantik dengan baju mu itu...di kana kau membeli nya, aku seperti nya tertarik dengan model seperti milik mu ini." Ujar Ana basa basi. Baju kerja yang Yumna pakai terlihat lebih sopan kali ini. Meski masih sedikit ketat, namun tidak memperlihatkan belahan dada juga separuh paha nya.


"Kau bisa membeli butik nya sekalian jika mau, tidak perlu berbasa basi dengan ku Ana. Aku tau kau berusaha merendahkan penampilan ku, bukan? Ternyata kau bermuka dua juga rupa nya...di hadapan suami mu, kau berlagak sebagai istri yang lemah lembut dan polos. Apa Rick tau jika kau jarang kemari karena pergi menemui pria lain." Ana terdiam mencerna kalimat yang di lontarkan Yumna.

__ADS_1


Pria lain mana yang dia temui? atau pria gila mana yang dengan suka rela mengantar kan nyawa nya untuk di lenyap kan oleh sang suami. Namun beberapa detik berikutnya, Ana tersenyum manis penuh arti.


"Ah ya... Semoga saja suami ku tidak mengetahui nya, Yumna. Apa kau tau, pria itu bisa mati jika sampai ketahuan bertemu dengan istri nya yang cantik ini. Aku berterimakasih padamu, kau baik sekali. Sampai susah payah mengingat kan ku untuk lebih berhati-hati lagi ke depan nya. Apa kau ada mengambil beberapa foto ku dan pria itu ? aku harap kau menyimpan nya sebagai koleksi untuk diri mu sendiri. Karena aku tak tau apa yang akan Rick lakukan, jika sampai dia melihat ada nya barang bukti tersebut." Ana memperlihat kan wajah sendu sedikit cemas, namun hati nya tergelitik ingin tertawa keras.


Seringai puas terlihat jelas di wajah licik Yumna. Tentu saja dia memiliki nya, dia tau tipe pria bucin seperti Rick. Pria itu tidak akan mudah terpengaruh oleh pengaduan nya tanpa bukti apapun.


"Sekarang kita lihat, nasib mu ada di tangan ku. Ku saran kan, agar kau menyiapkan alasan yang tepat ketika bukti yang ada pada ku. Ku berikan pada suami mu. Kita lihat, apa kesetiaan nya masih sama atau kau akan langsung di singkirkan nya bagai sampah." Balas Yumna tertawa penuh kemenangan. Dia merasa di atas awan, Rick akan berpaling dan mencari pelampiasan akan rasa sakit hati nya. Di saat itu lah, dia harus memasuki kehidupan Rick secara perlahan.


"Kau yakin tidak ingin memberikan bukti itu pada ku? aku khawatir Rick justru akan langsung memecat mu jika kau lancang mencampuri urusan internal rumah tangga kami. Kau tau Rick tak suka jika privasi nya terganggu." Ana masih terlihat mengiba. Dan itu mampu membuat senyum Yumna semakin lebar.


"Rasakan sekarang! aku akan menjadi orang pertama yang bersorak kegirangan saat melihat mu di depak dari kehidupan Rick untuk selamanya!" Yumna menaruh berkas di atas meja Rick lalu keluar ruangan tersebut dengan membanting pintu. Ana mengusap dada nya, untuk saja dia tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Alamat diri nya bisa langsung koit mendadak.


"Hubby..? lelah banget kaya nya..." Rick tersentak kaget karena tak mengira sang istri akan datang ke kantor nya hari ini. Dan rasa lelah nya adalah salah satu efek dari merindukan istri nya tersebut.


"Sayang?" Rick berjalan cepat menghampiri sang istri lalu memeluk juga mencium wajah Ana, seolah mereka batu saja bertemu setelah sekian lama tak jumpa.


"Capek?"

__ADS_1


"Tadi ya.. sekarang udah tidak lagi. Obat lelah nya sudah ada di depan mata." Rick mengerling lalu menghirup aroma wangi di ceruk leher sang istri.


"Makan yuk..! bunda ada bawa makan siang, sengaja pengen makan bareng sama suami ku yang tampan ini." Oh Tuhan, Rick langsung meleleh mendengar kalimat sederhana tersebut.


"Aku berubah pikiran... sekarang udah tidak lapar lagi, tapi aku mau makan makan siang yang lain." Ana tersenyum simpul seolah mengerti maksud kalimat suami nya. Kedua tangan nya di lingkar kan di leher Rick dengan pose menggoda. Oh sisi liar ini lah yang Rick sukai.


"Astaga sayang! kau membuat tongkat baseball ku terbangun sempurna... seperti nya dia sangat merindukan mu sayang..." lirih Rick dengan suara mulai parau. Jika bertanya kenapa mereka lebih sering melakukan nya di luar rumah m Itu karena di rumah mereka, ada empat makhluk hidup yang selalu mengacaukan malam panas kedua nya.


Itulah Rick lebih suka bermesraan dengan sang istri di kantor, atau di hotel. Durasi mereka tidak akan sekilat formula one.


Pergulatan panas pun tak terelakkan, Rick sengaja tak menyalakan peredam suara di ruangan nya. Dia tau jika Yumna tengah menguping pembicaraan mereka di dalam. Diam-diam Rick memasang cctv di depan pintu ruangan nya. yang tak di ketahui oleh Yumna.


Yumna menendang pintu ruangan Rick dengan emosi yang menggerogoti jiwa nya.


"Lihat saja, setelah Rick tau kelakuan busuk mu...maka Rick akan berpaling ke pelukan ku. Bersiap lah untuk tersingkir dari kehidupan Rick selama nya." Yumna tersenyum menahan perih tak beralasan. Wanita itu mencemburui sesuatu yang bukan miliknya. Sungguh memalukan.


Pesan terkirim, Yumna sungguh konsisten pada ucapan nya. Beberapa foto dan video singkat kebersamaan Ana dan pria misterius itu, kini sedang otw masuk ke aku WhatsApp Rick.

__ADS_1


"Sebentar lagi, lenguh mu akan berubah menjadi kesakitan panjang." Setelah merasa puas akan hasil kerja nya. Yumna memilih pergi ke kantin. Dia akan mentraktir siapa saja yang tengah makan di sana, karena sebentar lagi diri nya akan menjadi the next Mrs Rick.


Yumna bersenandung kecil menuju elevator, sementara Ana dan Rick masih bergumul di dalam ruangan. Mengeksplorasi setiap sudut ruangan hingga berakhir di ruang khusus.


__ADS_2