Beloved My Ana

Beloved My Ana
None


__ADS_3

"Apa kau yakin akan menikahi sepupu ku, kak? kau tau kan bagaimana galak nya kakak ku itu." Ucap Rick memastikan. Bukan nya dia tidak percaya pada kakak ipar nya, hanya saja dia sudah mengerti bagaimana tabiat buruk sang kakak sepupu.


"Kakak yakin, lagi pula kami sudah bersepakat untuk hal ini sejak akan memulai sebuah hubungan. Kami hanya perlu beradaptasi lebih dalam untuk mengenal karakter masing-masing. Mom dan dad sudah setuju, begitu juga oma. Mereka akan ke Indonesia saat menjelang natal. Oma dan mom sangat antusias bertemu dengan Ana." Papar Lukas panjang lebar. Binar kebahagiaan terpancar jelas di wajah nya.


"Aku juga mendukung hubungan kalian kak, semoga pernikahan kalian nanti juga dipenuhi banyak kebahagiaan dan kebaikan." Doa Rick tulus. Sena kakak nya sangat dia sayangi, terutama kisah perjalanan cinta sang kakak yang berakhir tragis.


"Dek, cobalah gaun pantai ini. Kau pasti akan terlihat semakin cantik dan...seksi." ucap Sena memberikan pape bag pada Ana. Ana terlihat ragu, bayangan wajah merajuk suami nya sudah mendominasi di kepala nya.


"Cobalah dek.." desak Lisa tak kalah mengompori, begitu juga Yodra. Ana akhirnya mengangguk pasrah lalu mencoba dress pantai tersebut di kamar mandi. Saat keluar mata ketiga wanita itu terbelalak melihat tampilan memukau Ana dengan dress tersebut. Belahan punggung yang turun hingga setengah, dengan panjang dress yang hanya sebatas paha. Lisa yakin kedua telinga Rick akan mengeluar kan banyak asap setelah melihat penampilan istri tercinta nya.


"Cantik.." puji Sena tulus.


"Astaga..! Rick pasti akan langsung tumbuh tanduk kalau melihat mu dalam penampilan seperti ini." Decak Yodra antara kagum kecantikan Ana juga sedikit meringis saat mengingat bagaimana posesif nya suami wanita muda itu.


"Aku ganti ya kak.." ucap Ana pelan. Ana takut akan menyinggung perasaan sepupu suami nya itu.


"Ck! sesekali tidak apa-apa. Rick pasti akan mengerti, lagi pula kita akan ke pantai bukan menghadiri ibadah." Tukas Sena santai. Dia tau betapa posesif nya Rick pada istri nya. Biarlah dia menguji sedikit adik nya itu dengan kejahilan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Wauwww..! cuaca ini terasa semakin panas guys..!" celetuk Davin tersenyum lebar dengan wajah penuh binar. Mata nya menatap kagum ke arah para wanita yang kini tengah berjalan mengarah kepada mereka.


Rick menoleh dan hampir saja bola mata nya melompat keluar. Bagaimana tidak, penampilan sang istri mampu membuat kinerja jantung nya bermasalah. Dengan tergesa Rick berjalan ke arah Ana, ruat wajah nya tak terbaca. Ana meringis ketakutan menatap ke arah sang suami.


"Sayang! ini apa-apaan sih.. Ganti!" titah Rick menarik pelan pergelangan tangan istri nya.


"Ya elah Rick, kita lagi di pantai loh ini..." tegur Sena gemas sendiri dengan keposesifan sang adik sepupu.


"Tidak ya tidak!" tegas Rick tak ingin lagi di bantah. Ana lekas menarik tangan Rick untuk menghindari perdebatan di sana.


Sesampai di kamar, Rick menjadi pendiam. Wajah datar nya mengingat kan Ana pada saat-saat awal pertemuan mereka. Mendadak Ana merasa takut.


"Maaf.." cicit Ana duduk di samping sang suami setelah selesai mengganti pakaian nya. "Aku tidak enak sama kak Sena, seharus nya aku tidak memakai nya tadi. Maaf kan aku ya.." lanjut Ana memohon maaf, Ana jarang menangis namun jika sudah menyangkut suami nya. Air mata nya begitu mudah luruh.


"Maaf kan aku.." Ana masih terisa pelan, Rick segera meraih tubuh sang istri ke dalam dekapan nya. Hati jya jadi tak tega.


"Aku tidak marah, aku hanya cemburu. Kan aku sudah bilang, aku ini cemburuan apa yang ada pada mu hanya aku yang boleh melihat nya. Aku tidak rela berbagi pemandangan indah tubuh mu pada pria lain. Siapa pun dia aku tidak peduli." Jelas Rick sembari mengelus pelan bahu Ana yang sedikit berguncang.


"Udah, jangan nangis lagi. Ayo kita balik ke pantai. Mau buat istana pasir, kan? ayo, nanti pasir nya habis di garap oleh para penyusup tak tau Malu itu." Seloroh Rick mencair kan suasana. Ana mengusap pelan air matanya lalu tersenyum, tak lupa kecupan hangat di pipi Rick sebagai ungkapan penyesalan nya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Rick parah banget ya... aku tidak menyangka kalau pria dingin itu bisa sebucin itu pada istri nya." Davin masih tak percaya melihat bagaimana posesif nya Rick pada istri nya. Padahal baju yang di pakai Ana tidak lah terlalu terbuka, dari pada yang di gunakan oleh ketiga wanita yang kini tengah berfoto ria di bibir pantai, dengan baju renang yang merusak mata mereka.


"Wajar lah, Ana kan istri nya. Lagi pula aku suka jika Rick posesif seperti itu, artinya Rick benar-benar tulus mencintai adik ku. Dan aku tidak perlu khawatir dengan adik ku itu, Risya kecil ku sudah bersama orang yang tepat." Ucap Lukas menimpali ucapan Davin.


"Kau kenapa sejak tadi senyum-senyum sendiri.." tegur Aby menatap ngeri pada Vino yang kini tengah menatap ke tiga wanita yang sedang berusaha membuat istana pasir. Bibir nya tak henti tersenyum menatap para wanita itu, entah siapa yang menjadi fokus tatapan nya.


"Yodra semakin ke sini semakin cantik ya.." ucap Vino tanpa menoleh. Mata nya fokus menatap ke arah Yodra yang sesekali tertawa bersama Lisa dan Sena.


"Kau kasih belum menyatakan perasaan mu pada nya?" tanya Aby menatap teman nya dari samping.


"Belum..aku kasih belum berani, kau kan tau, jika selama ini aku selalu bersemangat menceritakan tentang betapa aku sangat mengagumi Lisa pada Yodra. Dia pasti kira aku tengah bercanda atau mengerjai nya kalau tiba-tiba aku menyatakan perasaan ku." Sahut Vino terdengar lesu, hembusan nafas kasar menjelaskan jika perasaan nya, tengah berusaha untuk menekan gejolak pada gadis tomboi tersebut.


"Di coba saja, mana tau kalau kau tidak berusaha menunjukkan keseriusan mu. Yodra juga sering kesal pada mu, bukan? jika kau terlalu sering membahas soal Lisa saat sedang bersama nya. Arti nya Yodra pun memiliki perasaan yang sama dengan mu. Hanya kau saja yang tidak menyadari nya, dan malah menyakiti perasaan nya dengan sengaja." Sela Davin memberikan statement nya. Di lihat dari gejala nya, Yodra pun menaruh hati pada Vino. Hanya saja pria itu tidak peka akan kode alam tersebut.


Vino lekas menoleh ke arah Davin, berusaha mencerna kalimat teman nya dengan seksama. Sementara Lukas hanya menyimak, diri nya tidak tau apa yang tengah para pria itu bahas.


"Sungguh?" tanya Vino dengan wajah berbinar cerah. Davin mulai merasa menyesal telah mengatakan kalimat tadi.

__ADS_1


"Kau coba saja, aku mana tau..." elak Davin langsung kabur menuju lara wanita yang kesulitan membentuk istana pasir mereka.


"Dasar teman tidak ada akhlak..!" teriak Vino kesal sendiri. Lukas dan Aby hanya tertawa melihat tingkah labil Vino, yang kini tengah di landa badai asmara.


__ADS_2