
"Ma_ma!" gumam si pria dengan nada ketakutan, lalu segera mencari letak pakaian dinas nya yang berceceran di lantai. Menyodorkan pakaian khas tahanan milik Maura dengan cara melempar nya. Maura yang panik hanya bisa mematung, ingin berlari kondisi nya tak memungkinkan.
"Jadi ini kelakuan papa! meniduri para tahanan muda seperti dia! dasar pria tidak tau di untung!" tuding nya menunjuk ke arah Maura juga suami laknat nya. Mata nya memerah menahan amarah juga cemburu. Siapa yang tidak marah dan cemburu. Saat melihat pasangan nya sedang beradu perkakas di depan matanya sendiri.
"Bukan gitu ma, ayo masuk dulu. Malu di lihat anak buah papa.." ajak si pria setelah mengenakan pakaian nya meski belum terlihat rapi. Sedangkan Maura baru selesai memakai baju dengan merk ekslusif, yang tidak akan ada di jual di butik mana pun. Tubuh nya bergetar ketakutan melihat wajah penuh amara wanita paruh baya di depan nya.
"Tau malu juga papa! terus ngelakuin hal seperti tadi, ingat malu tidak ?!" todong sang istri menggebu-gebu.
"Maa..kita bicara kan baik-baik ya.." pria itu sedikit menyeret paksa sang istri hingga mengikuti nya duduk di sofa, ekor mata melirik memberikan kode pada anak buah nya untuk menutup pintu kembali.
Maura mengambil kesempatan untuk kabur dari sana, namun karena kondisi kakinya yang masih belum pulih. Ditambah lagi akibat permainan mereka tadi, Maura sedikit sulit berjalan cepat.
"Hei! kau mau kemana!? mau kabur yaa.!" seru si wanita menjambak rambut panjang Maura, tanpa sengaja mata nya melihat gunting di dalam toples di meja kerja suami nya. Seringai licik dia tampil kan. Dengan cekatan, wanita itu menggunting rambut Maura secara asal. Maura hanya bisa menangis sambil menunduk sesegukan, posisi nya tengah terduduk di lantai akibat di hempas wanita garang itu.
Setelah puas melihat hasil karya nya, si wanita tertawa mengejek.
"Lihat lah diri mu, kau sekarang sudah menjadi si buruk rupa. Aku harap selera suami ku mulai berubah sekarang." Ejek nya tersenyum puas.
"Ma.. kemarilah. Ada yang ingin papa sampai kan.." ujar nya lembut, seolah tak melakukan kesalahan apapun. Di istri mencebik melihat sikap lembut suami nya. Gunting pun masih di genggaman nya, jaga-jaga saja jika sang suami bertindak kasar pada nya.
__ADS_1
"Sini, sebelum nya papa minta maaf...papa memang salah. Tapi alasan papa tidak pernah menyentuh mama selama satu tahun ini, bukan karena mama sudah tidak menarik lagi." Si istri mencibir mendengar kalimat memuakkan penuh alasan klasik tersebut.
"Papa.. sebenarnya..."
"Apa?! sebenarnya papa sudah puas bermain-main di luar rumah seperti tadi, ya?!" suara si istri kembali meninggi. Maura sampai tersentak kaget dan kembali merapatkan dirinya ke pojokan, ada luka bekas gunting yang tak sengaja dilakukan oleh si wanita tadi dikulit kepala nya. Hingga mengeluarkan bercak darah.
"Papa... menderita penyakit kelamin sejak setahun yang lalu.." Duarrrr! Maura seperti tersengat listrik jutaan volt. Tubuh nya kaku dan lemas di saat bersamaan. Tak terhitung kali mereka berhubungan badan. Dan pria itu sama sekali tak pernah memakai pengaman. Terlebih si pria selalu menyemburkan benih jahanam nya hingga tak bersisa.
Maura tergugu dalam penyesalan, sementara si istri mematung mendengar pengakuan sang suami.
"Papa kalau mau bohong, jangan terlalu mengada-ada. Papa pasti takut mama laporkan sama papi kan?" tuduh sang istri masih belum yakin. Suami nya nampak sangat sehat untuk orang yang terlihat mengidap penyakit mematikan tersebut.
"Sebentar..." si pria menuju meja kerja nya, sekilas dia melirik meja yang baru saja dia pakai untuk memadu kasih. Ada bercak darah juga sisa cairan nya disana. Dia yakin penyakit nya sudah semakin parah. Di lap nya menggunkan tisu yang ada di sana lalu membuka laci kerja nya yang sengaja dia kunci.
Pekikan histeris sang istri membuat nya kembali fokus pada wanita itu.
"Sekarang mama percaya kan? aku tidak mau menular kan penyakit ini pada mama, jadi meskipun cara ku salah. Aku lebih baik mencari kepuasan dengan wanita ja*l*ang saja. Mama harus tetap sehat demi anak-anak kita." Sungguh dalih yang tak masuk logika. Namun si wanita yang memiliki hati seluas samudera itu, percaya begitu saja.
Sedangkan Maura melotot tajam mendengar diri nya di sebut ja*l*ang.
__ADS_1
Tidak tau saja, karena nafsu liar suami nya itu lah penyakit itu ada. Dengan sigap si istri memeluk sang suami penuh cinta. Maura sampai ingin muntah melihat nya. Mengingat entah bagaimana nasib nya nanti kepala nya terasa mau pecah seketika.
Setelah puas menyalurkan perasaan masing-masing, si wanita bangkit dari sofa menuju Maura.
"Sekarang nikmati saja hasil dari perbuatan mu. Nikmati lah penyakit paling memalukan ini menggerogoti tubuh indah yang kau banggakan ini." Seringai nya sungguh menakutkan. Suara tamparan keras bolak balik terdengar begitu nyaring. Di susul tendangan brutal wanita itu pada tubuh Maura, hingga akhirnya di lerai oleh sang suami.
Lagi-lagi alasan klasik, tak ingin sang istri tercinta terlibat masalah hukum. Maura di antar ke ruangan nya dengan beberapa lebam dan kondisi mengenaskan. Gadis itu bahkan tidak mengenakan dal*aman sama sekali. Karena tertinggal di ruang kerja pria tambun tadi. Yang sudah di tendang masuk ke bawah meja, oleh si pria ketika mengambil amplop keterangan dari dokter.
flashback end
Maura mengalami demam tinggi, area sensitif nya membengkak dan mengeluarkan cairan nanah bercampur bercak darah. Belum ada yang merespon kondisi nya meski sudah di laporkan. Seolah tak ada yang peduli. Hanya teman satu sel nya saja yang merawat Maura ala kadarnya. Berbekal obat anti nyeri milik seorang napi lain. Hanya itu yang sedikit mereda kan penderitaan Maura sekarang.
Dua hari pasca dimana dirinya di grebek oleh istri sang kepala penjara. Pria itu kembali mengirim orang untuk membawanya kembali ke ruangan nya. Meski Maura sempat menolak, namun ancaman sang polisi membuat nyali nya ciut. Maura terpaksa kembali melayani sang polisi hingga berkali-kali hingga pagi menjelang. Tubuh nya terasa remuk redam, karena di perlakukan bak seorang ja*l*ang.
Ada dua pria lain yang ikut menggagahi nya namun menggunkan pengaman. Mengingat Maura berhubungan dengan pria yang memiliki penyakit ke*lamin. Meski itu tidak menjamin akan keselamatan mereka. Namun kenikmatan duniawi, ternyata mampu membutakan akal sehat.
Maura di gagahi dengan brutal, oleh tiga pria sekaligus. ***** nya pun tak luput dari serangan karena tidak ada tahan mengantri lama. Gadis itu di cekoki obat perangsang dosis tinggi hingga beberapa kali pingsan. Namun na*fsu binatang ketiga pria itu seakan tak ada matinya. 5 jam nonstop, Maura di gagahi hingga benar-benar tak berdaya. Gadis malang itu mengalami pendarahan hebat, akibat luka gesekan juga permainan kasar ketiganya.
Maura di kembali kan ke sel nya pukul 5 subuh, setelah di bersihkan oleh salah satu pria yang mencicipi nya. Maura di mandikan dalam keadaan pingsan, lalu di suntik semacam obat untuk mengehentikan pendarahan nya. Yang mereka ambil dari klinik penjara.
__ADS_1
Sungguh karma Maura begitu luar biasa. Di perlakukan bak binatang tanpa perasaan. Benar kata pepatah, karma tidak melulu menunggu di neraka. Sementara sang ibu kini berada di rumah sakit jiwa. Kejiwaan wanita itu terganggu, akibat gagal meraih segala keinginan nya selama ini.
Hidup bagai ratu adalah impian nya, namun kenyataan menghempas nya hingga ke dasar neraka. Orang serakah selalu rugi. Begitu lah pepatah mengatakan. Namun tak akan ada yang peduli sebelum itu benar-benar terjadi.