
Beberapa mobil terlihat terparkir rapi di luar gerbang rumah Rick. Halaman rumah nya tidak terlalu luas, oleh sebab itu hanya mobil anggota keluarga saja yang di parkirkan disana. Itu pun tidak bisa semua, ada beberapa yang harus di parkir di luar.
"Hai dek, selamat jadi calon ibu ya..doa kakak senantiasa bersama mu." Doa Lisa tulus, tangan nya mengelus perut sang adik sepupu dengan sayang.
"Makasih kak atas doa nya. Bawa yang lain ke meja prasmanan takut ada yang sungkan. Ah ya, udah ketemu oma belum. Tadi nanyain kakak sama paman."
"Belum, papa mungkin sudah. Aku langsung kemari saat tiba, lagi pula aku tidak dari rumah. Aku menjemput Aby ke apartemen nya tadi, motor nya lagi masuk salon perawatan organ dalam." Cerita Lisa tertawa pelan. Lisa dan Aby memulai hubungan mereka sejak 4 bulan yang lalu. Aby yang selama ini rupa nya diam-diam menaruh hati pada Lisa, namun merasa insecure dengan keglamoran wanita itu. Dia merasa tak mampu dan tak pantas meski hanya sekedar menyukai Lisa.
Namun dukungan para sahabat, membuat nya yakin untuk menyatakan perasaan nya walau ketar ketir takut di tolak. Pasti untuk bertemu saja dia akan malu jika sampai cinta nya bertepuk sebelah tangan. Gayung bersambut, ternyata Lisa juga menaruh hati pada pria itu.
Setelah Ana melahirkan mereka berencana akan menikah. Tentu saja Lisa tak ingin adik nya melewati pernikahan nya nanti.
"Samperin gih, tau saja oma suka baper." Titah Ana pada sang kakak.
Hubungan keluarga mereka cukup rumit, oma Imelda ternyata kakak kandung dari nenek Lisa dan Ana. Untuk itu dia merasa sangat familiar ketika baru pertama kali bertemu dengan Lukas dulu. Nenek Asih dan oma Imelda berpisah karena oma Imelda menetap di Swiss mengikuti sang suami.
Jadi kata lain, ibu kandung Ana dan Lukas adalah keponakan oma Imelda. Begitu pun dengan ayah kandung Lisa, yang merupakan kakak kandung dari ibu Ana. Dunia sungguh sesempit itu, sehingga Ana lah yang merasa di untung kan. Karena semakin besar jumlah anggota keluarga nya, semakin banyak pula cinta dan perhatian untuk diri nya.
"Ya sudah, kakak mau samperin, bahaya kalau sampai ngambek. Alamat jatah warisan kakak berkurang banyak." Lisa kemudian tertawa renyah, Ana hanya menggeleng kan kepalanya melihat tingkah absurd sang kakak.
__ADS_1
"Sayang..ini aku bawain makan, makan dulu yuk.." ajak Rick yang baru saja tiba membawa nampan berisi makanan untuk sang istri.
"Banyak amat by..?" Ana menatap horor ke arah nampan yang terlihat teraniaya oleh beberapa wadah makanan di atas nya.
"Kan yang makan nya lima orang loh, jadi porsi nya juga beda." Sahut Rick bersemangat. Kehamilan Ana merupakan anugerah terindah dalam hidup nya. Di usianya yang belum genap 20 tahun, dia akan segera menjadi seorang ayah dari empat orang bayi sekaligus. Kini dia mengerti arti kebahagiaan sang ayah ketika memiliki banyak anak. Meski sang ayah terkesan cuek, itu karena ayah nya tersebut selalu merasa terabaikan oleh sang istri ketika tengah sibuk mengurus anak-anak mereka.
"Ayo, ayah suapin biar bubun nya anak-anak ayah makin sehat dan montok. Gemes tau yang, liat tubuh mu semakin berisi. Suka banget, habis lahiran jangan diet-diet segala ya..aku lebih suka kalo bubun montok, di peluk nya enak." Celoteh Rick dengan wajah penuh binar. Terpancar raut ketulusan di setiap kalimat nya untuk sang istri.
Ana tersenyum haru melihat ketulusan sang suami, usia mereka terbilang masih muda. Namun kedua nya cukup bijak dalam menyikapi masalah apapun dalam hidup rumah tangga mereka.
"Yang..?" Rick nampak ragu-ragu, pria itu menatap manik sang istri dengan lembut. Ada hal yang ingin dia sampai kan namun tak ingin membuat mood istri nya down.
"Ya..?" jawab Ana balas menatap suami nya, mulut nya tak henti mengunyah rendang buatan oma Imelda.
Meski bingung dan penasaran, Ana mengangguk mantap untuk meyakinkan sang suami.
"Apa sayang masih belum bisa memaafkan papa nya sayang? bukan nya apa-apa, kita akan segera menjadi orang tua. Kita tidak tau kelak kesalahan apa yang mungkin saja kita lakukan, dan tanpa kita tau telah melukai hati anak-anak kita. Ayah hanya tidak ingin sayang menyimpan dendam terlalu larut, karena itu akan menjadi penyakit hati yang tidak ada obatnya. Hanya diri kita sendiri yang bisa mengobati nya, namun itu tidak akan busa terlaksana...jika di hati kita masih terselip sekelumit rasa marah akan masa lalu. Mungkin kedengarannya terlalu mudah berucap dari pada mengalami sendiri. Jujur saja ayah tidak akan memahami hingga sudut terdalam luka hati yang sayang alami." Rick sejenak menjeda kalimat nya, berusaha merangkai kata yang lebih sederhana untuk di cerna cepat oleh sang istri.
Dia tak ingin membuat istri nya tertekan karena memikirkan perkataan nya.
__ADS_1
"Sejauh yang ayah perhatian belakang ini, pak Sidharta sudah cukup menyesali bahkan mungkin sudah sejak lama. Hanya saja beliau merasa sudah terlanjur jauh jatuh dalam lubang penyesalan, sehingga tak ingin merubah apapun. Namun menerima fakta jika orang-orang terkasih nya masih hidup. Membuat nya mata hati nya terbuka lebar untuk merubah keadaan. Sayang... kita tidak tau apa yang akan terjadi hari esok. Penyesalan yang sama meski dalam wujud yang berbeda bisa saja kita alami. Ayah tak ingin sayang mengalami hal yang sama, hidup dalam penyesalan panjang itu sangat menyakiti perasaan." Rick menelisik raut wajah sang istri dengan hati berdebar tak karuan.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan. Cukup renungi apa yang perlu di renungi. Kasihan Quadruplet kita jika ibu nya terlalu banyak berpikir berat." Nasihat Rick menyudahi sesi siraman rohani singkat nya. Dia yakin istri nya cukup bijak untuk menelaah niat baik nya.
Ana terisak pelan sambil meremas ujung dress nya, Rick segera meraih tubuh semok sang istri. Dia tau wanita yang di cintai nya itu tengah dilema dan sentimentil.
"Menangis lah sayang, ada kala nya menangis itu di anjurkan. Karena setiap tetes air mata yang keluar mewakili perasaan kita, merupakan separuh dari tumpukan beban yang beranjak pergi. Agar tubuh kita mampu menyerap energi positif yang ada di sekitar dengan perasaan lebih lega. Menangis bukan berarti kita cengeng, kita cenderung lebih memilih untuk menyimpan, lalu sedikit demi sedikit menimbun nya di dalam hati tanpa kita sadari." Ana semakin terisak keras hingga bahunya terguncang. Rick dengan setia memeluk memberikan ketenangan pada sang istri tercinta.
Beberapa pasang mata dan telinga yang menyaksikan bagaimana calon orang tua muda itu saling menguatkan dengan cara yang hebat. Mereka salut, bagaimana usia tidak lah menentukan sifat dan karakter seseorang. Rick dan Ana bijak karena tuntutan keadaan masing-masing. Sementara banyak orang tua justru cenderung tergesa dalam menyelesaikan masalah. Karena menganggap usia matang adalah puncak sebuah kebijaksanaan.
Dari detik itu mereka belajar arti bijak yang sesungguhnya, arti dewasa yang sebenarnya. Kedua nya mampu menyelesaikan masalah tanpa melibatkan emosi dan bantuan siapapun. Masing-masing menyeka sudut mata yang berair tanpa mereka sadari.
"Aku mau ketemu papa, by..." ucap Ana di sela isakan nya yang sudah mulai mereda. Rick tersenyum senang, akhirnya hati beku sang istri telah mencair dan terbuka tanpa harus dia paksakan. Bukan nya Rick tak tau jika Santi, asisten rumah tangga yang baru beberapa bulan ini bekerja pada nya merupakan orang suruhan sang mertua. Tak sekali dua kali, Rick mendapati Santi merekam kegiatan sang istri diam-diam lalu di kirim pada ayah mertua nya.
Awal nya dia sangat ingin marah, namun mengingat jika dirinya akan menjadi seorang ayah. Ada kecemasan tersendiri dalam benak nya. Bagaimana jika kelak dirinya tanpa sengaja telah melukai hati salah satu anak-anak nya. Mungkin kah mereka akan memusuhi nya seperti yang sang istri lakukan. Membayangkan nya saja Rick tidak sanggup.
Terbersit rasa iba saat sering kali Rick mendapati mobil yang berbeda-beda terparkir tak jauh dari seberang rumah nya. Dia tau sang mertua tengah berusaha bisa melihat istrinya dari kejauhan. Pria paruh baya itu bahkan rela berjam-jam duduk di dalam mobil demi mengurangi sedikit kerinduan nya. Rick mulai tergugah untuk membantu dengan cara nya sendiri. Rick sengaja membeli beberapa tanaman hias dan di taruh di halaman rumah nya, dengan begitu Ana akan lebih sering keluar rumah untuk mengurus kebun mini nya.
Peran Rick sebagai seorang suami juga calon ayah yang siaga, telah melampaui banyak harapan seorang istri. Rick adalah gambaran sempurna dalam versi laki-laki idaman setiap wanita. Pria muda itu mampu berpikir cepat untuk menyelesaikan masalah nya sendiri. Menjadi tameng dan pondasi kokoh bagi sang istri. Menjadi segumpal daging yang kuat dan hebat, agar wanita tercinta nya memiliki tempat bersandar dan berlindung.
__ADS_1
βMohon terus dukung karya receh ini, readers baik hati. Semoga kisah ngalur ngidul ini bisa sedikit memenuhi ekspektasi kalian dalam hal kepuasan hati. Jika belum, mohon koreksi dan masukkan nya yaaπ€π€π€πππ
βSemoga kalian sehat dan selalu bahagia πππ₯°π₯°