Beloved My Ana

Beloved My Ana
Dasar Benalu


__ADS_3

"Kenapa menatap ku begitu? apa kehadiran ku tidak di inginkan di sini?" ujar nya dengan nada sewot. "Baiklah, aku pulang saja. Buang-buang waktu saja aku kemari.." rajuk nya semakin menjadi.


"Tentu saja kehadiran mu sangat papa tunggu nak. Kemarilah.. papa merindukan mu juga." Potong Sidharta cepat saat melihat Lukas mulai memutar langkah nya. Pria itu panik seketika.


"Ck! dasar caper. Bilang saja kalau kau mau di peluk papa juga, kenapa pakai pura-pura merajuk segala seperti balita." Celoteh Ana mencebik.


"Biarkan saja sayang, maklum. Kakak kan belum ada yang bisa memeluk nya terus-menerus jika dia butuh pelukan." Ledek Rick ikut menimpali celotehan sang istri.


Sontak membuat Rick geram pada suami istri tersebut.


"Aku juga akan segera menikah setelah keponakan ku lahir. Dan lihat saja, aku akan memeluk istriku sepanjang hari di depan kalian." Pamer nya bangga.


"Cih! belum tentu kakak ku mau menjadi istri mu nanti, bisa jadi kak Sena berubah pikiran lalu jatuh cinta pada koki restoran nya. Ku dengar ada koki baru dari Italia. Pasti sangat tampan dan perkasa." Sahut Rick tak mau kalah. Pria itu sengaja menambah bumbu sedikit untuk melihat reaksi panik di wajah sang kakak ipar.


Benar saja, Lukas segera merogoh ponselnya dari dalam saku celana jeans nya.


"Hallo sayang, besok kita menikah. Malam ini aku akan ke rumah mu bersama ayah ku, bersiap saja menjadi pengantin paling cantik." Klik.


Kalimat itu membuat tawa Ana dan Rick pecah seketika. Lukas benar-benar termakan ucapan Rick mentah-mentah.


Sedangkan Sidharta merasa jutaan kupu-kupu berterbangan di hati nya, saat sang anak menyebutnya ayah meski tanpa sadar.


"Ck! awas kalian. Papa harus menolong ku, lamar ulang Sena dan nikah kan kami besok. Papa berhutang banyak pada kami, jadi mulai lah mencicil nya dari sekarang. " Tuntut Lukas beruntun. Sidharta mematung, lalu mengangguk mantap.


"Sena? seperti tidak asing..apa papa mengenal nya?"


"Sena adalah kakak sepupu, pa. Putri bibi Aurel dan paman Natan." Sahut Rick menjelaskan. Sidharta terlihat berpikir sejenak lalu mulai nampak antusias.


"Wah! jodoh memang tidak kemana ya..." ujarnya menatap sang putra penuh makna.


"Maksud papa?" tanya Ana penasaran.


"Dulu. Dulu sekali waktu itu umur mu baru satu tahun, kakakmu 8 tahun. Papa sama mama ada jamuan makan malam bersama rekan bisnis, dan kalian diajak serta. Nah, disitu lah pertama kali nya kakakmu bertemu dengan putri sulung nya rekan bisnis papa itu. Yang nama nya Sena itu. Anak nya tomboi dan galak. Tapi kakak mu sangat menyukai nya. Bahkan pernah meminta pada mama kalian untuk menjadikan Sena sebagai istri kecil nya, dan dia adalah pangeran nya." Cerita Sidharta mengenang masa kecil anak-anak nya.

__ADS_1


Wajah lukas pias, sementara Rick dan Ana kembali tertawa jahanam. Senarsis itu sang kakak waktu kecil. Pantas saja sudah dewasa masih bersisa kelakuan nya.


"Ck! aku kan masih kecil." Protes Lukas malu.


"Dan selama 2 tahun berteman dengan Sena, kakak mu jadi semakin gencar mengklaim anak gadis pak Natan itu adalah calon istri masa depan nya." Lanjut Sidharta membuat Lukas merengek tanpa dia sadari.


"Papa...kenapa di ceritain segala sih..Malu tau!" ketus Lukas pura-pura marah. Sidharta tertawa pelan, lalu mengelus lembut kepala sang anak yang kini tengah duduk disampingnya. Posisinya kini terapit oleh kedua anaknya. Tentu saja hatinya sangat bahagia.


"Ternyata kakak sudah bucin sejak kecil pada kakak ku itu. Dan galaknya kak Sena juga awet hingga sekarang." Gelak Rick melihat wajah bersemu kakak iparnya.


"Kenapa aku bisa tidak ingat tentang Sena. Hanya ada semacam bayangan saja, tapi tidak jelas. Pantas waktu bertemu di pernikahan kalian, kakak merasa tidak asing dengan kecerewetan nya." Terang Lukas mengenang pertemuan pertama mereka.


"Mungkin itu efek samping dari amnesia kakak waktu itu. Tidak usah dipikirkan, yang penting sekarang kak Sena sudah benar-benar menjadi milik kakak." Hibur Ana tersenyum lembut. Sidharta mengernyit mendengar kalimat sang anak.


"Lukas pernah amnesia?" tanya nya penuh rasa ingin tahu.


"Ya.. kejadian dulu membuat kakak kehilangan ingatan nya." Jawab Ana mewakili sang kakak. Hati Sidharta kembali perih. Sebegitu menderita nya anak-anak nya karena ulahnya dahulu.


"Maafkan segala dosa papa di masa lalu, nak. Kalian boleh menghukum papa, asal jangan meninggalkan papa lagi." Lirih Sidharta getir. Suaranya sudah tak sehalus tadi, ada getar yang melapisi nada suara nya.


"Apa-apaan ini!" sentak Seli tang baru tiba dari rumah sakit mengecek kondisi kesehatan Maura. Gadis itu mengalami kelumpuhan di satu kaki nya akibat cidera yang di lakukan oleh Rick dulu. Jika di tanya kenapa Rick tidak tersentuh hukum. Itu karena bukti kejahatan Maura lebih memberatkan gadis itu m Sehingga Seli urung melaporkan Rick pada polisi. Setelah awal nya sempat mengancam Rick untuk menikahi Maura jika ingin terbebas dari hukuman penjara.


Jovan tak sebodoh itu, dia beserta istri juga kerabat yang lain bahu membahu mengumpulkan bukti kejahatan Maura. Di mulai dari penembakan Lukas, juga penyerangan terhadap Ana.


Seli kalah telak. Tak bisa berbuat apapun selain pasrah tanpa bisa menggugatn.


"Kenapa kalian berkumpul di rumah ku seperti pengemis. Keluar dari rumah ku sekarang juga!" teriak nya marah. Marah apa lagi melihat kebahagiaan Rick dan Ana. Maura menatap bengis pada Ana. Hati nya bergemuruh penuh luka dendam dan amarah terpendam.


"Dasar benalu...apa kau tidak malu mengusir pemilik sah rumah ini!" balas Lukas berseru lantang. Emosi nya sudah mencapai batas. Apa lagi saat tau Seli lah dalang di balik semua peristiwa yang mereka alami. Dia tau ayah nya sudah mengubah kepemilikan semua aset atas nama sang ibu menjadi atas nama nya dan Ana. Dan rumah itu di serahkan kepadanya sebagai anak sulung.


Seli melotot mendengar kalimat lugas mantan putra sambung nya itu. Lalu melayangkan tatapan membunuh pada Sidharta yang terlihat tenang. Sambil merangkul sang anak dengan sayang.


"Bagaimana bisa kau menyerah kan rumah ini pada nya, hah! aku lah yang merawat rumah ini selama mereka pergi tak berkabar. Apa kau lupa pengorbanan ku merawat mu selama ini? berikan harga ku sekarang juga! tidak ada yang gratis di dunia ini..!" seru Seli dengan gemuruh amarah tak terbendung. Hilang sudah sisi baik yang terlihat selama ini. Kini yang ada adalah kenyataan tentang Seli yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Astaga! kau sungguh tidak tau malu, Seli. Hak apa yang kau punya dalam rumah ini? pengorbanan apa yang sudah kau lakukan untuk ku selama ini? apa aku tidak salah dengar? Kau berkorban dengan mengorbankan anak Dan istri ku untuk mencapai tujuan mu! Itu yang coba kau jelaskan, bukan? kau sungguh wanita dengan tingkat kepercayaan diri yang patut untuk di beri penghargaan. Dan penghargaan mu adalah penjara!" Sambung Sidharta tak tinggal diam.


Selama ini dia sudah membiarkan wanita itu melakukan apa yang dia inginkan. Sekarang saat nya Seli menebus semua dosa-dosa masa lalu nya. Dia tau jika orang suruhan Seli lah dalang dari meninggalnya sang istri juga kecelakaan itu.


Namun dia berusaha diam karena terlalu lelah meratapi kesalahan nya. Kini tidak lagi, setelah para pewaris nya telah kembali.


Nyalang. Itulah tatapan yang kini Seli berikan pada mantan suaminya itu.


"Kau tidak akan bisa melakukan apa pun padaku. Kau tidak punya cukup bukti untuk menjeratku, Sidharta. Pria bodoh seperti mu hanya secuil buih dalam permainan ku." Seli tertawa keras, ada kegetiran yang berusaha dia tutupi. Rasa takut bercampur aduk menjadi satu dalam benak nya.


"Kita lihat saja, sehebat apa kekuasaan putra juga menantu kesayangan mu...aku menantang mu, Sidharta!" Bukan Seli jika membiarkan dirinya kalah oleh argumen siapa pun.


Dari arah lain, tanpa di sadari oleh siapapun di ruangan itu. Seseorang berjalan perlahan sambil menggenggam sebilah pisau buah. Kaki nya terseret dengan topangan satu tongkat. Senyum seringai nya tampak sangat mengerikan.


"Mati kau, ja*l*ang!" seru nya saat mengayun kan pisau ditangan nya.


Krassh!


Semua mata tertuju pada Ana yang memekik dalam jeritan histeris yang tertahan. Darah segar mengalir deras. Rick yang di landa kepanikan segera meraih sang istri dalam pelukan nya. Sementara Lukas mengayun kan kepalan tangannya tepat di dada Maura. Membuat gadis itu terhuyung ke belakang hingga terjerembab ke lantai. Darah segar keluar dari mulut nya seperti tumpahan air. Seli melotot melihat putri nya di pukuli oleh Lukas.


Wanita itu berlari untuk mencegah Lukas menyakiti anak nya lagi.


"Hentikan!! Kau bisa membunuhnya jika begitu!" seruan Seli seperti angin lalu bagi Lukas yang sudah terlanjur emosi. Dua tendangan dia berikan sebagai hadiah pertemuan mereka yang kedua kalinya.


Brukk


Suara benda jatuh membuat atensi Lukas teralih. Rupanya sang ayah lah yang jatuh. Mata redup Sidharta mulai tertutup. Sejak kejadian tadi, dia hanya terpekur di tempat nya. Melihat bagaimana putri nya terlihat syok dan mematung. Rick yang panik terus berusaha menyadarkan sang istri sembari mencari letak luka yang dialami Ana.


Rupanya Sidharta lah yang menghalau pisau buah tersebut hingga menembus tubuh nya. Kini Lukas tersadar jika nyawa sang ayah sedang dalam pertaruhan, segera berteriak memanggil para pelayan.


Bi Marni limbung melihat kondisi tuan nya, lalu beralih menatap Maura dengan kemarahan besar. Tangan keriput nya mengayunkan stik golf ke punggung Seli cukup keras, hingga membuat wanita itu memekik menahan sakit yang amat sangat.


"Selama ini aku terlalu baik telah memberikan kalian pelayanan meski hati ku tak suka. Dasar para lintah tak tau diri. Enyahlah ke neraka!" seru wanita itu dengan tubuh bergetar. Penjaga rumah dan beberapa pekerja lain mulai menahan kedua wanita yang tengah terkapar tak berdaya itu ke ke dalam gudang. Dimana dulu Sahira pernah di sekap oleh suaminya sendiri.

__ADS_1


Lukas terlihat gelisah, sementara Ana lebih banyak diam meski air matanya tak berhenti mengalir. Rick dengan setia memeluk dengan membisikan kalimat-kalimat menenangkan pada sang istri.


Klek


__ADS_2