Beloved My Ana

Beloved My Ana
Penyerangan


__ADS_3

"Maura" gumam Ana ketakutan. Takut karena melihat pisau yang ada di tangan gadis itu. Penampilan Maura sangat berantakan, entah apa yang terjadi pada nya.


"Ya, ini aku. Malaikat maut mu, bersiap lah menghadapi kematian mu ja*lang!" teriak Maura seperti orang gila. "Seharusnya kau tidak merampas apa yang menjadi milikku, kenapa kau sangat tidak tau malu, hah?! Rick itu jodohku, kenapa kau merebut nya? lihatlah, karena ulah mu, aku menembak seseorang. Dan semua karena mu, sialan! kau benar-benar malapetaka, kenapa harus hadir dalam kehidupan kami. Harusnya aku lah yang menjadi istri nya bukan kau!" ujar Maura dengan linangan air mata, gadis itu sudah kehilangan akal sehat nya. Obsesi nya pada Rick telah membutakan nurani nya.


"Tidak Maura, kau salah. Aku tidak pernah merampas apapun darimu. Rick memilih ku karena dia mencintai ku, dia yang menginginkan ku. Mengerti lah, kau tidak bisa memaksa kan kehendak mu pada orang lain. Rick sama sekali tidak menyukai mu sejak awal, harus nya kau sadari itu." Bantah Ana tak ingin mengalah lagi, walau kondisi nya masih lemah, Ana tidak ingin terlihat lemah lagi dihadapan Maura.


"Diam! tutup mulut mu! kau tidak tau apa-apa, kau menjual tubuhmu agar Rick terikat dengan mu. Dasar jala*ang!" Maura berlari menuju ranjang Ana sambil mengayunkan pisau nya, Ana dengan tenaga lemah nya berusaha untuk membela diri. Namun kebrutalan Maura membuat keduanya terjatuh dari brankar.


Ana merasa kan pinggang sakit luarbiasa, namun satu tangan nya masih menggenggam erat ujung pisau yang terus di dorong oleh Maura ke perut nya.


"Kau.. harus.. mati..******* sialan.." Maura terus menekan pisau nya agar menembus kulit perut Ana. Satu tangan nya lagi digunakan untuk menarik rambut Ana.


Beberapa kali kedua berguling, namun belum ada satupun yang menang atau kalah. Ana merasa semakin lemah, darah nya terus mengalir dari telapak tangan nya. Rasa perih di perut nya mulai terasa, ternyata ujung pisau itu sudah menancap hampir setengah kedalam perut Ana.


Klek


Rick melebar kan kedua matanya, melihat pergumulan di dalam ruangan istri nya. Dengan kemarahan besar, Rick menarik rambut Maura dan menghempaskan gadis itu ke dinding dengan keras. Darah mengucur dari kepala Maura, Rick tidak peduli. Belum puas, Rick menampar pipi mulus Maura bolak balik untuk melampiaskan kemarahannya.


"Nana? sayang. Hei bangun, buka matamu jangan seperti ini, aku tidak mau kehilangan mu.." Rick menangis tergugu memeluk istrinya, tak lama Joi datang tak kalah terkejutnya. Dengan cepat Joi memanggil dokter untuk menolong menantu nya.


"Rick kenapa bisa seperti ini? Ana bangun sayang, jangan membuat mimi khawatir. " Joi terisak melihat kondisi Ana yang sangat kacau. Rick sudah tak bisa berkata apa-apa lagi, dokter datang segera mengangkat tubuh Ana dan mendorong nya menuju ruang operasi. Pisau yang menancap di perut Ana cukup dalam, dan membutuhkan operasi darurat untuk mengeluarkan nya. Apa lagi mengingat kondisi nya yang masih dalam tahap pemulihan pasca donor darah.

__ADS_1


Rick menatap nyalang ke arah tubuh Maura yang tak berdaya, kaki nya melangkah mendekati orang yang sudah mencelakai istri nya. Kaki kanan nya terayun sempurna kearah perut Maura, Joi memekik tertahan melihat tindakan putranya namun tak juga menghentikan nya.


Dua kali tendangan, membuat darah segar mengucur deras dari mulut gadis itu.


"Kau sudah berani menyakiti wanita yang sangat aku cintai, dan terima lah hadiah kecil ini dari ku." Satu tendangan kembali mendarat diperut kecil gadis lemah itu, Maura bahkan sudah tak mampu lagi meski sekedar memohon pengampunan atas nyawanya.


Setelah puas melampiaskan amarahnya, Rick menyusul istri nya ke ruang operasi. Pikiran nya kacau, ketakutan akan ditinggal pergi menghantui isi kepala nya.


Joi meminta perawatan membawa Maura ke UGD, hanya itu yang bisa dia lakukan untuk gadis psikopat itu. Selebihnya tergantung takdir Tuhan.


Sely yang mendapat kabar soal putri nya berteriak histeris, baru saja tiba di rumah malah mendapatkan kabar jika putri nya terkapar tak berdaya di UGD rumah sakit yang tadi mereka datangi.


"Bagaimana ini bisa terjadi, apa salah putri ku? kenapa ada orang yang begitu jahat pada nya." Isak Sely sepanjang jalan, Sidharta mengelus bahu istri nya agar tenang. Hati nya pun berkecamuk, saat mendapatkan kabar jika putri nya mengalami penganiayaan.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


"Bagaimana kondisi putri ku dokter ? apa luka nya parah ?" tanya Sidharta pada seorang dokter yang menangani anaknya.


"Duduk dulu pak," ujar nya mempersilahkan


"Jadi begini, kondisi putri bapak kritis, luka dalam diperut nya sangat parah. Kami terpaksa mengangkat rahimnya yang pecah akibat benturan keras. Kepala belakang nya mendapatkan 7 jahitan. Anak bapak butuh transfusi darah golongan A+ segera." Jelas Dokter tersebut panjang lebar mengenai kondisi Maura saat ini.

__ADS_1


Sely menutup mulutnya, tangisnya semakin menjadi. Sidharta terdiam, separah itu kah perbuatan yang dilakukan pada putri nya hingga mengakibatkan bagian penting dari seorang wanita, terpaksa harus dihilangkan.


"Siapa binatang yang melakukan hal tak manusiawi ini pada putriku?" ujar Sidharta mengeras kan rahangnya.


"Putra ku. Rick, calon menantu idaman yang kalian inginkan." Suara Joi menyela situasi tegang tersebut. Sely menoleh ke arah Joi, wanita itu tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Katakan kalau kau berbohong, katakan itu tidak benar!" ucap Sely menggebu-gebu.


"Kau bisa bertanya langsung pada putraku, aku di sana saat putra ku menendang perut putri mu berkali-kali dengan amarah yang menggebu-gebu. Istri nya juga sedang bertarung melawan maut diruang operasi sekarang, karena pisau yang ditancapkan oleh putrimu padanya. Dan satu orang pria masih koma karena peluru yang ditembakkan oleh anak kesayangan mu itu. Apakah ini sebanding ? mungkin saja bagi kalian ini keterlaluan, tapi membiarkan perbuatan putri kebanggaan kalian hampir melenyapkan dua nyawa sekaligus ? apa kah itu tidak penting untuk dipertimbangkan ?" papar Joi panjang lebar, Sidharta menekan sesak di dadanya.


"Kau pasti berbohong, bagaimana bisa putri ku yang lembut bisa berbuat seanarkis itu. Jangan memfitnah nya jika kau tidak menyukai nya!" Sanggah Sely tak terima, putri nya di tuduh yang bukan-bukan.


"Kau bisa melihat sendiri keadaan menantuku, pernikahan nya kacau karena ulah putri mu. Dan ternyata itu masih belum cukup, putri mu kembali mencelakai nya seperti seorang psikopat." Sely meraung meratapi nasib malang putri nya sekaligus berteriak marah pada Rick. Berkali-kali kalimat kotor dia keluar kan untuk meluapkan emosi nya. Sidharta masih belum bereaksi apa-apa, ditatapnya calon besan tak jadi nya dengan tatapan sulit diartikan.


Sementara Sely pingsan karena terlalu syok dengan kenyataan yang ada, perawat mengangkat nya lalu membawa nya ke ruang observasi.


Joi melangkah mendekati Sidharta, matanya menatap datar pria itu.


"Apa kau akan menuntut putra ku, tuan Sidharta ?" pertanyaan Joi berhasil membawa nya pada kesadaran penuh. Ada kilat amarah dimatanya.


"Aku bukan hanya akan menuntut putramu, namun aku juga akan membalas kan kesakitan putri ku. Akan ku buat hidup nya tidak akan tenang, anakku kehilangan rahimnya. Begitu pula dengan istri nya. Akan ku buat dia tidak akan pernah bisa memiliki keturunan sama seperti putri ku. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada anak dan menantu kesayangan mu itu!" Ancam Sidharta mengepal kan tangannya, rahangnya mengeras menahan marah.

__ADS_1


Joi mendekati Sidharta tanpa rasa takut sedikitpun "aku hanya ingin menyampaikan satu berita penting untuk mu, mungkin saja kau akan mempertimbangkan tindakan mu selanjutnya." Joi berbisik pelan seolah ada yang akan menguping pembicaraan mereka.


__ADS_2