Beloved My Ana

Beloved My Ana
Hutang seumur hidup


__ADS_3

Setelah kejadian di paksa sakit kemarin, kini Ana tengah berkutat di dapur apartemen Rick. Rick menyalahkan Ana atas apa yang menimpanya. Dan jika kedua orang tua nya mengetahui hal tersebut, maka Ana akan dia seret ke hadapan keluarga nya. Sungguh licik bukan?


Rick menatap punggung kecil Ana, yang kini sedang membuat makan malam untuk mereka berdua. Hatinya menghangat setiap kali melihat gadis pujaan hati itu. Namun hingga detik ini, Rick masih suka bersikap ketus dan seenaknya.


"Sudah selesai belum? aku sudah lapar" suara bariton Rick Membuat Ana terlonjak kaget. Mata bulat Ana melotot menatap Rick, yang tengah bersandar di meja dapur dengan santai sambil melipat kedua tangannya.


"Kenapa suka sekali membuat ku kaget. Apa kau ingin aku mati terkena serangan jantung?" ketus Ana kesal. Kekesalannya menjadi bertambah berkali-kali lipat. Setelah membuat nya kini menjadi layak nya seorang tahanan, pria itu selalu memerintah nya sesuka hati.


"Kenapa lama sekali? hanya memasak saja kau lelet begini." Balas Rick tak kalah jutek. Walau dirinya kini sangat ingin tertawa, melihat raut wajah Ana yang di tekuk sempurna.


"Kalau kau ingin cepat, kenapa tidak memesan saja di restoran cepat saji." Tangan mungil nya masih sibuk bergerak lincah meski hati nya tengan dongkol. Namun perut nya juga lapar, berhubung di kulkas Rick ada banyak bahan makanan. Maka dia manfaat kan saja sekalian untuk membuat diri nya kenyang.


"Ck! kenapa kau ini pemarah sekali. Kau lupa? aku jatuh karena perutku lapar belum sarapan, uangku habis untuk membelikan mu makan malam waktu itu." Sungguh Ana ingin mengulek mulut tajam pria itu, bagaimana bisa Rick menyalahkan nya. Bukan kah dia yang memesan kan makanan untuk di bawa pulang, Ana bahkan tidak meminta nya.


"Ya ya, aku yang salah. Andai kau tidak mengenal ku yang miskin ini, kau tidak akan celaka." Ujar Ana mengalah, apa lagi yang bisa di lakukan, untuk mendebat pria yang tak pernah salah tersebut.


Rick menatap Ana dari samping sambil tersenyum samar, ada kekhawatiran tersendiri di hati nya. Mengingat kurang sebulan lagi mereka akan lulus SMA, mereka pasti akan berpisah. Kesibukan kuliah juga tanggung jawab perusahaan yang akan dia emban nanti. Pasti akan menyita banyak waktu nya.


"Sudah selesai, duduklah di kursi mu sana" titah Ana tanpa senyum sedikit pun, kemudian berjalan membawa dua wadah makanan di kedua tangan kecil nya. Rick mengikuti nya dari belakang, sudah dua bulan mereka dekat, namun tubuh gadis itu masih saja dalam ukuran yang mini. Padahal Rick selalu menyuapi Ana dengan porsi yang lebih banyak ketimbang dirinya. Bukan tanpa alasan Rick melakukan nya, meminta Ana membawa kan makanan ke sekolah. Agar Ana bisa ikut makan yang banyak.


Rick menarik kursi untuk Ana baru kemudian untuk dirinya sendiri. "Duduk lah" titah Rick dengan nada tak ingin di bantah. Ana menurut, dia pun lapar.


Keduanya makan dalam diam, ayam goreng penyet buatan Ana begitu cocok di lidah Rick. Terbukti pria itu sudah menambah satu centong penuh nasi ke piring nya. Begitu pula Ana, tentu saja Rick yang menambah porsi gadis itu. Dia tau Ana pasti tidak akan menambah makanan nya, apalagi mengingat dirinya yang suka mengungkit apa yang dia lakukan untuk gadis itu. Walau pun sebenarnya bukan benar-benar maksud nya begitu, dia hanya ingin menjadikan alasan agar Ana berada dalam kendali nya.

__ADS_1


"Setelah ini kita keluar sebentar" ujar Rick tiba-tiba, Ana menoleh ke arah Rick lalu ke arah pakaian nya. Dirinya kini tengah memakai baju kaos dan celana training milik Rick, hanya dalam*an saja yang miliknya. Walau sebenarnya Ana risih menggunakan nya tanpa di ganti, maklum lah namanya perempuan. Namun tidak mungkin dia menggunakan dalam*an milik Rick.


Rick tau betul maksud lirikan mata Ana, namun dia pura-pura tak tau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ana memberengut sempurna, wajahnya terlihat tak enak di lihat. Bagaimana tidak? Rick mengajak nya ke sebuah butik ternama, dengan penampilan nya yang seperti orang yang akan berolahraga.


"Perlihatkan senyum di wajah jelekmu itu, tidak kau kau tekuk wajahmu sudah jelek duluan." Tegur Rick menahan geli di rongga hatinya. Dia tau Ana malu dengan penampilan nya yang seperti itu. Namun di mata Rick, Ana nya begitu sempurna dalam tampilan apa saja.


"Kau coba semua, semoga saja cocok di badanmu yang...." Rick mengarahkan tatapan memindai ke tubuh kecil Ana, lalu menyerahkan tumpukan pakaian yang dia ambil ke tangan Ana. Tubuh gadis itu hampir saja oleng, matanya menelisik postur tubuh mungil Ana dengan tatapan prihatin.


"Jangan menatap ku begitu!" ketus Ana berlalu menuju ruang ganti, akan dia katakan cocok semua, agar pria itu bangkrut. Lihat saja, batin jahat Ana mulai berontak.


Ana keluar dengan wajah sejuta watt, senyum sumringah nya membuat dahi Rick berkerut dalam.


"Bagaimana? ada yang cocok tidak? kalau tidak, kita cari ke butik yang lain lagi." Ujar Rick melirik tangan Ana yang tengah memeluk beberapa model pakaian yang baru saja dia coba.


"Cocok semua. Apa aku boleh ambil semua nya?" tanya Ana mulai ngelunjak, bukan apa-apa dia ingin Rick kapok mengajak nya berbelanja.


Rick terlihat memikirkan sesuatu, diam-diam hati Ana bersorak senang, karena merasa telah berhasil mengerjai pria kaku itu.


"Mbak! tolong semua yang kekasih ku pegang, di bungkus semua. Sekalian yang tadi, tapi di pisah dalam paper bag khusus." Rick memberi perintah begitu mudah, mulut Ana sampai mengaga lebar. Niat hati ingin mengerjai pria itu, malah dirinya yang merasa di kerjai. Untuk apa dia pakaian mewah sebanyak itu, meskipun sudut hatinya menyukai. Namun melihat harga nya, jiwa miskuin nya menjerit miris.

__ADS_1


"Rick?" bisik Ana seperti anak kecil minta di belikan boneka. "Kenapa kau bilang semua, aku tadi hanya bercanda. Satu saja, apa kau tidak lihat harga nya semahal ini. Bisa-bisa kau membuat ku berhutang seumur hidup padamu." Bisik Ana resah. Telapak tangan nya sampai berkeringat hebat saking gelisah nya.


Rick menyeringai mendengar penuturan Ana, memang itu tujuan nya. Membuat Ana terus berada dalam radius nya tanpa bisa menolak apa yang dia inginkan.


"Bukan kah kau yang bilang ingin semuanya? makanya aku belikan, kau cukup memasak dan tinggal bersamanya ku sampai ujian kelulusan selesai. Maka utangmu ku anggap lunas" ujar Rick datar, matanya masih memindai setiap manekin yang terpajang dress. Dua masih belum cukup bagi nya, dia ingin Ana memiliki minimal 5-10 koleksi dress untuk satu bulan. Dia sudah menabung banyak uang untuk membeli sebuah rumah minimalis, yang rencana akan dia dan Ana tinggali nanti saat mereka lulus.


Tentu saja akan ada alasan lain untuk menahan Ana tetap berada di sisi nya. Begitu lah pikiran picik Rick.


"Aku kan hanya ingin mengerjaimu saja" jujur Ana akhirnya. "Batalkan saja, ambil satu yang paling murah." Bisik Ana misuh-misuh di samping Rick, melihat bagaimana kasir itu melipat rapi pesanan mereka, membuat hati Ana semakin ketar ketir.


"Kau meremehkan keuangan ku? begitu?" eh? kenapa dia ngegas, batin Ana bingung.


"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin di katakan memanfaatkan kekasih orang lain. Bagaimana jika orang tua mu marah melihat pengeluaran anak mereka yang sangat banyak, hanya demi seorang perempuan. Pasti mereka akan berpikir buruk padaku." Bela Ana, benar kan. Setiap orang tua pasti akan memantau pengeluaran anak-anak mereka, untuk apa saja uang sebanyak itu di hambur-hamburkan.


"Ini uang ku sendiri. Aku bekerja meski bukan CEO atau direktur. Kalau hanya untuk membelikan mu setengah isi butik ini, aku masih sanggup." Ketus Rick meninggalkan Ana menuju Kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Ana mendengus mendengar ucapan ketus Rick, selalu saja seperti itu. Tidak pernah pria itu sedikit saja bersikap lembut padanya.


"Kalau aku sampai jatuh cinta padamu, awas saja kau mematahkan hatiku. Ku racuni makanan mu" gumam Ana mengomeli sikap tak jelas Rick kemudian menyusul pria itu. Paling tidak dia akan berguna untuk membawa belanjaan tersebut. Anggap saja dia sedang mencicil hutangnya pada pria ketus itu.


Catatan : author tengah dalam perawatan, jadi mohon maaf untuk update yang timbul tenggelam 😁😁


Sebelum nya makasih banyak untuk Readers setiaku, luv yuuh kalian semua n sehat selalu. GBU😇😇😇

__ADS_1


__ADS_2