
Sidharta nampak gelisah, orang suruhan nya sudah 4 hari ini belum menemukan hasil yang dia minta. Sementara Rick sudah akan menikah dalam hatungan jam ke depan.
"Gimana pa? udah ada kabar apa dari orang suruhan papa?" tanya Sely tak sabar.
Sidharta menggeleng pelan, dia pun sama putus asa nya. Maura terus mengamuk sejak tau Rick akan menikah, putri nya itu sudah tak makan sejak 3 hari dan hanya menangis lalu tertawa tak jelas.
"Papa gimana sih!" omel Sely marah "kasihan Maura kalau sampai Rick menikah dengan gadis kampung itu. Apa papa mau, anak kita benar-benar gila karena sakit hati." Cecar Sely menggebu-gebu.
Pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas berat, "mau bagaimana lagi? kita tidak mungkin menghentikan pernikahan mereka tanpa alasan yang jelas. Meski pun Jovan sendiri tidak merestui pernikahan itu, tapi istri dan seluruh keluarga besar nya mendukung. Kita kalah soal jumlah dan juga tidak memiliki bukti untuk menjatuhkan gadis itu." Terang Sidharta yang juga terlihat sama frustasi nya. Maura anak nya satu-satu nya, tentu saja dia memikirkan kesehatan mental juga masa depan anak nya tersebut.
"Mama tidak mau tau, papa harus bisa batal kan pernikahan itu gimanapun cara nya. Maura kita yang lebih pantas bersanding dengan Rick, bukan gadis jal*lang itu." Sely meninggalkan suami dengan hati kesal dan marah.
Sidharta meraup wajah nya kasar, Jovan pun tak bisa di harapkan. Berkali-kali Sidharta meminta bantuan pria itu, namun tak mendapat kan hasil yang dia inginkan.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Secercah cahaya harapan terpancar dari raut wajah nya melihat siapa yang menelepon.
"Ya, katakan bahwa kau membawa kabar baik!" tanya Sidharta to the point.
__ADS_1
"Maaf, pak. Kami ada kabar lain yang sedikit melenceng dari tugas. Ini soal nona Ana" ucap nya ragu-ragu.
"Nona? sejak kapan dia menjadi nona mu hah? apa kau lupa, gadis itu merebut calon suami putri ku, dan sebentar lagi dia akan menikahi calon menantu ku. Aku punya tugas baru, gagal kan pernikahan itu bagaimana pun cara nya. Kalau perlu, singkirkan gadis itu, lenyap kan dia tepat di depan keluarga besar Rick. Aku ingin Rick melihat seberapa besar kekuasaan yang aku miliki. Dan aku tidak ingin mendengar kata gagal atau nyawa keluarga mu taruhan nya!" teriak Sidharta dari seberang telepon. Dia sudah putus asa menggunakan cara yang benar.
Putri nya terancam mengalami gangguan jiwa, dan orang yang menyebabkan nya, sedang duduk bahagia di atas pelaminan hasil merampas kebahagiaan putri nya.
Darto terdiam saat mendengar suara klik. Pria itu ragu untuk melakukan tugas nya, walau selama ini membunuh bukanlah masalah besar bagi nya yang memang seorang pembunuh bayaran. Namun ada satu fakta yang belum tuan nya ketahui, dan dia tidak ingin memisahkan anak kandung dari ayah nya. Darto memutuskan menarik kembali anggota nya yang tengah mengintai kediaman Rick. Dia memutuskan untuk menghentikan sepihak kerja samanya, biarlah tuannya marah, namun dia yakin pria egois itu akan sangat berterima kasih pada nya kelak.
Sementara di sudut jalanan sebuah mobil sport mewah tengah terparkir dalam keadaan menyala. Seseorang terus mengintai para tamu yang masuk melalui pagar utama. Dia tersenyum devil, rencana nya pasti akan berhasil begitu lah pikir nya.
Sebuah senjata api dia keluar dari dalam dasbor mobil nya, seringai nya sungguh menakutkan untuk di lihat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang pria terus-menerus menatap ke arah pelaminan, mata elang nya tertuju pada pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun itu. Hati nya kesal, kenapa bukan dia saja yang berdiri di samping gadis pujaan nya itu.
"Pengantin nya sangat cantik bukan?" ucap seorang gadis yang entah kepada siapa dia bertanya, mata nya fokus ke depan tanpa menoleh pada siapa pun.
"Kau berbicara padaku nona?" tunjuk si pria ke wajah nya sendiri. Si wanita menoleh sekilas sambil tersenyum simpul lalu kembali fokus menatap pelaminan.
__ADS_1
"Jika kau tidak keberatan untuk menjawab nya, ya, aku berbicara padamu. Mereka pasangan yang serasi, bukan? kau tau, pengantin pria nya berjuang begitu keras untuk mendapatkan hati si wanita. Bukan magic atau sulap, bukan pula karena kuasa rupiah. Tapi the real perjuangan. Kadang kita merasa iri akan kecocokan pasangan lain, melihat mereka begitu mudah meraih kebahagiaan tanpa kesulitan apapun. Namun asumsi kita sering kali salah besar. Contoh nya Rick, pria muda itu rela meninggalkan kehidupan mewah nya hanya agar bisa mempertahankan wanita nya. Dan lihatlah, mereka tersenyum bahagia tanpa beban meski tidak memiliki harta yang melimpah. Sejatinya begitu lah kebahagiaan, ketika ada tangan yang terulur ada pula tangan yang menyambut nya dengan suka cita. Tidak peduli aral melintang, tidak peduli seberapa besar cobaan dan godaan." Ucapan panjang gadis tak dia kenal itu berhasil menyentil relung hati nya. Dia merasa malu, menginginkan milik orang lain tanpa tau, sudah seberapa besar perjuangan yang pasangan itu lalui.
"Kau benar, terkadang kita iri tanpa tau, sesulit apa mereka bisa duduk dengan senyum bahagia di atas sana. Ah ya, kenalkan. Namaku Lucas, siapa namamu cantik?" Lucas mengulurkan tangannya ke arah si wanita.
"Sena," Sena membalas uluran tangan Lucas sambil tersenyum manis "senang berkenalan dengan mu, kau datang sendirian ? Bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin terjadi salah paham jika kekasih mu melihat ku terus menggenggam telapak tangan kekasihnya." Sindir Sena sehalus mungkin, Lucas terus menggenggam erat tangan nya, dan dia sedikit tidak nyaman dengan itu.(Sena anak Cucu Aluna, cicit nya Bastian- Marissa)
Lucas tersentak mendengar ucapan Sena, buru-buru melepaskan genggaman tangan nya. Dia merutuki kesilapan menyenangkan hati tersebut. Gadis itu sangat cantik, tak kalah cantik dari pengantin wanita. Dari tadi dia hanya melihat dari sisi samping nya saja, namun saat gadis itu berbalik dan berhadapan dengan nya. Fokus nya sedikit terganggu. Dada nya berdegup kencang, tak seperti saat dia melihat Ana. Walau dia ngotot menginginkan gadis itu, tidak ada debaran didadanya. Hanya ada perasaan istimewa, karena kebaikan yang Ana lakukan.
"Ah, aku datang sendiri. Syukur-syukur jika sepulang dari sini aku bisa menggandeng seorang gadis untuk ku jadikan ratu di gubuk kecil ku . Pasti akan sangat membahagiakan sekali." Balas Lucas merendah sekaligus menutupi kegugupannya. Jantung sialan, tidak bisakah bekerja sama sedikit saja. Seperti inikah namany jatuh cinta pada pandangan pertama ?
"Semoga kau mendapatkan nya, tuan Lucas." Ucap Sena tulus.
"Amin. Semoga saja, yang paling penting semoga wanita itu peka akan perasaan ku." Lucas balas membalas dengan senyuman terbaik nya. Berharap senyuman nya mampu menggetarkan hati wanita, yang nampak sedikit sulit untuk ditaklukkan itu.
"Semoga saja, kalau begitu nikmati acara nya. Jangan lupa mencoba menu hidangan nya, itu semua dari restoran ku. Semoga lidah mu cocok. Aku permisi untuk mengecek persediaan makanan dulu." Selesai berbasa-basi dengan Lucas, Sena berlalu pergi menuju area belakang. Lucas terus menatap punggung terbuka Sena dengan tatapan kesal, kesal karena penampilan wanita itu mengundang banyak pasang mata melihat nya.
Tidak tau saja Lucas, jika hampir 75 persen dari jumlah undangan yang hadir, adalah para kerabat keluarga itu. Sungguh definisi keluarga besar yang sesungguhnya.
Lucas akhirnya memutuskan untuk menuju pelaminan, mengucapkan kalimat doa terbaik nya bagi pasangan tersebut.
__ADS_1