Beloved My Ana

Beloved My Ana
Posesifnya Rick


__ADS_3

Sesuai pesanan, hari ini Rick dan Ana menyambangi kediaman orang tua Lisa.


"Yang, dress nya ganti ya... terlalu seksi kaya nya, ini agak pendek juga. Coba nunduk dikit.." titah Rick mulai menelisik penampilan sang istri. Padahal dress tersebut sudah yang paling tertutup menurut pandangan Ana.


"Nah kan, aku bilang juga apa tadi. Ganti yang, pake yang di hadiahin sama mama Jeje aja deh." Rick mulai membuka lemari gantung dan memilih gaun yang dia maksud.


"Ini yang.." seru Rick dari dalam walk in closet.


"Mana?" Ana tidak pernah membantah, apapun yang suami nya katakan akan selalu dia turuti.


Rick menatap kagum pada dress yang di pakai oleh istri nya, berbentuk mermaid dan tidak press body.


"Cantik banget sih istri ku ini, jadi tidak rela kalau di lihat orang lain." Puji Rick namun tetap membuat Ana cemas, karena takut jika suami nya kan berubah pikiran lagi.


"Yuk by, tidak enak kalau telat. Acara nya mulai jam 4 sore kan?" sela Ana agar atensi suami nya tidak lagi berfokus ke pakaian nya.


Kedua nya turun tak lupa sekotak kado yang Ana siapkan untuk di berikan pada keponakan teman suami nya.


"Aku pegang aja ya, takut oleng." Ucap Ana sedikit khawatir jika tumpeng tersebut di letak kan di jok belakang.


"Aman yang, nanti aku bakal hati-hati. Taruh sini, tar aku ganjal pake boneka." Mereka meminjam mobil sang paman, bisa saja Rick mengambil mobil di mansion orang tua nya. Namun kebetulan sang paman menawarkan mobil nya terlebih dahulu, Rick lebih memilih mobil paman nya saja. Dan itu berhasil membuat Jovan ngambek karena merasa Rick pilih kasih.


"Benar kan ini alamat nya, kalo benar depan belok kanan." Ujar Ana membaca pesan singkat dari Lisa kemarin.


"Ya benar kaya nya. Perumahan asri indah, kan?" Rick membenarkan meski terlihat ragu. Ana mengangguk pelan.


"Benar yang, itu ada mobil nya di Davin. Ternyata tu anak datang juga, aku kira dia bercanda saat meminta diundang. Padahal yang ultah bukan Lisa." Kekeh Rick lucu saat melihat mobil Davin terparkir di luar pagar, pasti Aby pun turut serta pikir nya.


"Mau ikut tiup lilin mungkin" timpal Ana tertawa geli.


"Aku yang bawa yang, ayang bawa kado nya aja." Tegur Rick saat melihat istrinya akan membuka jok belakang.


Saat mulai masuki kediaman Lisa, suara riuh orang-orang terdengar sampai ke pintu depan.

__ADS_1


"Eh Rick, wuaahh tumpeng guys..!" seru Davin girang, seolah diri nya saja yang tengah berulang tahun.


"Cihh kau ini, yang ulang tahun siapa kenapa kau yang kegirangan seperti balita berebut permen." Gerutu Aby mendelik malu ke arah Davin.


"Bodo..! toh ini juga bakalan kita yang makan nanti, bocil mana demen yang ginian." Sangkal Davin masa bodoh.


"Nyesel mengajakmu kemari, tau gini mending aku naik angkot dan pura-pura lupa pada mu tadi." Gerutu Aby semakin dongkol, teman nya itu memang sudah lepas urat malu nya kalau soal makanan.


Lisa keluar dengan penampilan yang sempurna, dress bodycon menempel sempurna di tubuhnya. Belahan dada nya membuat liur para pria menetes tanpa sadar. Aby dan Davin sampai menganga saat menatap ke arah dada sintal Lisa yang nyaris melompat keluar.


"Nyebut woy, nyebut.." tegur Lisa mengatup kan mulut kedua pria otak mesum tersebut.


"Eh? apaan sih Sa. Baju mu emang tidak ada yang lain gitu, astaga... mataku sudah ternodai dan aku sangat senang sekali ya Tuhaaann..! Ini benar-benar dosa terindah yang pernah ku lakukan." Ucapan ngelantur Davin di hadiahi geplakan telapak tangan Rick.


"Dasar buaya..!" omel Rick kesal melihat tingkah memalukan kedua rekan kerja nya itu.


"Ini taruh di mana Sa.." lanjut Rick fokus pada tumpeng berat di tangan nya. Rick menatap Lisa dengan tatapan biasa saja, bagi nya body istri nya sudah yang paling sempurna di mata nya.


"Oh, di meja itu aja. Ini masih pada acara anak-anak dulu di taman belakang. Habis itu baru lanjut ke acara para orang dewasa nya. Eh, ini istri mu ya Rick. Ya Tuhan.. Cantik nya kebangetan, aku udah berpenampilan seseksi ini aja masih insecure. Kenalin mbak, aku Lisa. Kami satu divisi, dan kebetulan kubikel kami saling berhadapan. Tapi di batasi kaca kok, jadi aman." seloroh Lisa mengulur kan tangan nya ke arah Ana.


"Kita tunggu di sini aja ya, nanti habis acara anak-anak. Baru giliran kita yang keluar, Rick masih ikut lanjut kan? sekalian aja, soalnya ini juga perayaan ulang tahun kakak ipar ku." tawar Lisa memohon. Wajah Ana mengingat kan nya pada seseorang yang hanya bisa dia lihat dalam bingkai foto. Dan dia ingin memastikan sendiri jika apa yang dia pikirkan benar.


Ana menatap suami nya meminta pendapat, hingga akhirnya Rick mengangguk pelan. Sontak membuat Aby dan Davin kegirangan.


"Si Vino sama Yodra kok belum pada nyampe? apa jangan-jangan nyarar lagi.." sela Aby celingukan ke arah pintu depan.


"Tidak mungkinlah nyasar, secara kan Vino udah hapal di luar kepala alamat rumah ini." Sambung Lisa menyangkal. Vino sering menjemput nya walau dia sudah melarang, dia tau pria itu menaruh hati padanya. Dan dia tidak ingin memberikan harapan palsu.


"Nah..! panjang umur nih anak, baru aja di gosipin udah nongol aja kaya jailangkung." Seloroh Davin heboh. Yodra menatap sinis teman nya dengan wajah jengkel.


"Eh? ibu Yodra, kok muka nya kaya lagi di tagih uang kos gitu. Embelutt.." ledek Aby menimpali.


"Bisa diam tidak...!" sentak Yodra sewot. Kemudian duduk di samping Lisa dengan kasar.

__ADS_1


"Kau kenapa? apa Vino menjahili mu seperti biasanya?" tanya Lisa heran melihat kedua manusia yang baru datang itu terlihat seperti orang yang sedang bermusuhan.


"CK! mana ada seperti itu, dia saja yang pemarah. Aku lagi kejebak macet juga." Ujar Vino membela diri, Lisa menelisik penampilan Yodra yang terlihat kusut. Aneh pikir nya, Vino kan pakai mobil.


"Eh kalau salah ngaku aja, udah ngaret di kabarin pun tidak. Kan asem!.." kesal Yodra mengeluarkan uneg-uneg nya. Lisa sedikit paham sekarang, Vino pasti membuat gadis di sampingnya itu menunggu lama hingga mood Yodra anjlok.


"Ini penampilan mu kenapa bisa sampai begini ? memang nungguin Vino di mana?" Lisa mulai kepo maksimal.


"Tanya tuh si biang kerok.." Yodra meraih minuman yang entah milik siapa di atas meja, lalu meneguk nya hingga tandas.


"Itu.. kan aku tadi udah berangkat nih, pas sampe pertigaan baru ke ingat kalau ponsel ku ketinggalan. Nah, balik lah aku. Trus pas berangkat mau jemput dia noh, ban mobil aku tiba-tiba kempes. Mampir dulu kan aku nya ke bengkel, lah abis dari bengkel... bensin aku yang abis... sial an gak tuh.." beber Vino mengurai serentetan kejadian sial yang menimpa nya saat akan menjemput Yodra ke kosan gadis itu.


Tawa laknat Aby dan Davin memenuhi ruang tamu terasa, sementara wajah Yodra semakin di tekuk sempurna.


"Kan bisa nelpon dulu Baharudin..! aku nya bisa nunggu sambil ngadem di kos, lah aku di suruh nunggu di muka gang Ampe kering tersengat matahari udah kaya ikan asin." Sungut Yodra tetap tidak terima. Belum lagi diri nya di gidoain sama tukang ojek dan penjual sayur keliling. Makin sial tidak tuh.


"Yaa maaf... kan aku juga lagi kena musibah tak terduga " bela Vino merenggut kesal.


"Udah ah, Yodra mau nambahin minum nya tidak. Di belakang banyak, tar aku suruh bibi bawa lagi. Sekalian gantiin minumannya Aby." Sela Lisa menengahi. Aby yang merasa namanya di sebut, segera menoleh ke arah gelas nya yang sudah kosong tak bersisa barang setetes embun pun.


"Cih, minuman ku juga kau embat." Sungut Aby baru sadar, jika minuman yang tadi di minum oleh Yodra adalah milik nya.


Yodra memamerkan gigi putih nya yang rapi, dengan mengangkat kedua jari nya membentuk huruf V.


"Eh, ini istri mu Rick?" Yodra yang baru sadar saat menoleh ke arah Rick ternyata sedang duduk di samping wanita yang sangat cantik.


"Ya, kenalin Ana istri ku cantik. Dan ini Yodra, kami duduk bersampingan dipisahin sama kaca pembatas." Ujar Rick memperkenalkan istri nya dengan bangga.


"Wah.. memang tidak salah, cantik nya pake banget. Pantas saja Rick selalu menjaga jarak dengan perempuan di kantor, kalau punya istri secantik ini, aku aja sebagai wanita mengakui nya." Puji Yodra menatap Ana tak berkedip. Ana sampai di buat salah tingkah.


"Natap nya biasa aja kali, Ana sampe tidak nyaman begitu." Tegur Vino sewot. Rupanya pertengkaran kecil mereka di mobil tadi masih berbuntut panjang.


"CK! kau iri kan, karena tidak di perkenalkan. Kasihan sekali.." ledek Yodra tersenyum puas melihat wajah pias Vino.

__ADS_1


Jangan Vino, Aby dan Davin saja sejak tadi tidak di perkenalkan pada Ana. Dan mereka sudah tau kenapa, jadi tidak perlu menabur benih masalah pada si mood rollercoaster itu.


Obrolan mereka mulai mengalir lancar, hingga obrolan etak berbobot pun jadi topik hangat.


__ADS_2