Beloved My Ana

Beloved My Ana
Bos laknat


__ADS_3

Hidup seperti bermimpi setiap malam, besok pagi nya tidak selalu sejalan dengan mimpi yang kita alami. Seperti Ana yang tak berharap akan kembali di berikan momongan secepat itu, dia saat anak yang sudah dia klaim sebagai anak bungsu. Kini malah memiliki dua orang adik perempuan.


Ana kembali mengandung saat putra bungsu nya berusia 6 bulan. Sungguh di luar rencana, namun Rick dan Ana menyambut nya dengan penuh suka cita. Kedua bayi mungil itu kini telah menjelma menjadi gadis belia yang begitu cantik.


Rick dengan segala kesibukan nya sebagai seorang CEO, Ana yang ikut mengelola restoran nya untuk mengusir kesepian nya. Anak-anak mereka sudah tak ada yang masih harus di urus hingga perintilan terkecil lagi.


Ke empat anak Ana dan Rick sudah berkuliah di semester akhir. Si tengah Sudah kelas 3 SMA dan si kembar kini tengah duduk di kelas 1 SMA yang sama dengan si kakak.


Drrttt drrttt drrttt


Ponsel Ana kembali bergetar, wanita itu baru selesai melakukan briefing bersama para pegawai restoran nya.


"Ya by, maaf bunda baru saja selesai briefing." Jawaban Ana selalu to the poin, mengingat sifat posesif sang suami yang belum ada obat nya.


"Aku kangen, makan siang ke kantor ya?" pinta Rick penuh harap. Rick menjadi begitu manja ketika istri nya di rasa ogah-ogahan mengangkat panggilan nya. Meski tau bisa saja Ana tengah sibuk.


"Ya sudah, bunda otw sebentar lagi. Mau di bawa apa lagi selain cinta dan kasih sayang, hmm?" oh Ana, kau membuat Rick semakin meleleh seperti plastik terkena hawa api.


"Bawa diri mu seutuhnya sayang, aku sudah tidak sabar untuk memakan mu." Balas Rick gemas. Terdengar dari nada suaranya yang mulai serak-serak basah. Ana tergelak renyah, suaminya selalu tak pernah bisa berpaling dari nya.


"Baiklah, aku ingin hubby kosong kan jadwal hari ini. Karena kita akan memakai ruangan lebih lama dari biasanya." kalimat nakal Ana sontak membuat Rick kelojotan di seberang sana.


"Sayang jangan memancing ku, cepat lah kemari. Akan aku habisi kau...!" seru Rick dengan suara tertahan hasrat yang mulai menggebu.


Setelah mematikan panggilan, Rick menghubungi Nuri.

__ADS_1


"Nuri, cancel semua jadwal ku hari ini. Aku ada meeting penting bersama ibu, dan aku tak ingin ada gangguan." Nuri hanya menggeleng pelan, dia tau arti meeting ala sang atasan.


"Baik pak, semua akan saya cancel untuk hari ini." Jawab Nuri mantap, seakan sudah katam dengan segala macam kode alam yang di titah kan oleh sang bos pada nya.


Rick menatap sofa yang menurut nya kurang simetris, lalu beranjak dari kursi kebesaran nya. Pria itu menggeser sofa besar tersebut persis menghadap jendela kaca lebar di ruangan nya. Setelah di rasa pas, Rick tersenyum puas. Tak apa memiliki fantasi liar selama itu bersama pasangan sendiri.


Setengah jam penantian seperti setengah tahun bagi Rick.


"Nuri, sibuk banget ya?" sapa Ana yang baru tiba dengan dua paper bag di tangan nya.


Nuri tersenyum menyambut sapaan sang nyonya kesayangan atasan nya.


"Tidak juga bu, ini sedang memeriksa beberapa file saja." Terang Nuri ramah.


"Rajin amat sih, ah ini. Semoga kau suka, selamat makan siang Nuri." Ana memberikan satu paper bag yang memang dia khusus kan untuk sekretaris suami nya tersebut.


"Terimakasih banyak bu, pasti saya suka apapun yang ibu berikan. Karena memang masakan dari restoran ibu sangat enak." Puji Nuri setelah mengucapkan terima kasih.


"Kau bisa saja, baiklah. Aku harus masuk, atau bos mu akan mengamuk seperti singa." Kelakar Ana meninggal kan meja kerja Nuri. Nuri tersenyum simpul melihat keromantisan sang atasan yang tak ada matinya. Dia pun beruntung bisa masuk ke dalam lingkaran keluarga sang bos.


Nuri menikah dengan Dio, sepupu sang bos. Namun sayang, nasib Dio harus berakhir di kursi roda karena di tabrak lari oleh Yumna 13 tahun yang lalu. Namun Nuri tak pernah berniat untuk meninggalkan suami nya meski Dio berkali-kali mengusirnya saat tau jika dirinya kehilangan fungsi kaki nya. Nuri tak menyerah, akhirnya Dio pun luluh. Dia tak benar-benar ingin sang istri pergi, dia hanya malu pada keadaan nya. Alhasil Nuri yang sempat berhenti bekerja, kembali bekerja untuk keluarga nya.


Meski keluarga Dio bukanlah orang tak mampu, namun dia tak ingin menggantung harapan keluarga nya pada keluarga besar itu. Suaminya kini menjalani bisnis awal nya, yaitu bengkel mobil otomotif terbesar di kota itu. Mereka memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan.


Rick menatap sang istri dengan wajah di tekuk. Pria pengambekan itu mulai menunjukkan gejala penuaan dini.

__ADS_1


"Kok muks nya gitu, by? tidak senang ya bunda kemari?" pancing Ana membuat Rick gelabakan.


"Eh? tidak, tidak! kemarilah sayang.." Ricky menepuk paha nya agar sang istri mendekat. Ana menaruh barang bawaan nya laku menghampiri sang suami. Dengan gaya sensual, Ana duduk di atas pangkuan sang suami. Di elus nya rahang kokoh Rick dengan jari yang sengaja di mainkan memutar-mutar.


"Sayang..." desis Rick dengan suara tertahan.


"Kenapa hmmm?" tanya Ana pura-pura tak tau, kini tangan nya mengusap dada bidang suami nya sesekali mencubit pelan puncak dada Rick yang menegang.


"Sayang..jangan bermain-main di sana, turun lagi kebawah..." Ana tak tahan lagi untuk tak tertawa renyah. Suami nya sangat mudah terpancing hasrat nya.


"Jangan tertawa, lihat lah dia sudah sangat mengeras. Bertanggung jawab lah sayang, hari ini bekerja keras lah untuk membuat nya terus menjulang tinggi." Titah Rick dengan suara parau. Ana mengerti akan tugas nya segera melakukan hal yang sangat suaminya gilai. Rick beberapa kali meracau menyebutkan nama istri nya saat titik sensitif nya serasa berdesir.


"Sayang, sekarang..." Ana mengangkat sedikit bokong untuk melakukan penyatuan. Rick memejamkan kedua matanya dalam, mulut nya sedikit terbuka. Sungguh Rick sangat menggilai sensasi seperti ini, dan hanya Ana lah yang mampu memenuhi fantasi liar nya.


Penyatuan berakhir setelah hampir satu jam, dengan berbagai gaya dan posisi. Rick benar-benar di buat tak berdaya saat sang istri mulai beraksi.


"Kau semakin hebat sayang, belajar di mana lagi gay yang tadi hmmm?" Rick mengusap sisa peluh di dada sang istri.


"Akun terpercaya, kau tidak perlu tau hubby. Aku khawatir kau khilaf ingin mempraktekkan nya dengan yang lain." Rick mencubit gemas ujung dada istri nya.


"Aku tidak segila itu sayang, aku hanya tergila-gila pada mu dan milik mu yang selalu menggigit tongkat baseball ku dengan keras. Apa yang kau pasang di sana, sampai-sampai membuat ku seperti terjepit di lubang semut." Tanya Rick ngawur. Tapi itulah kenyataannya, dia selalu hampir keluar jika sang istri lebih banyak mendominasi.


"Itu rahasia, agar kau tak mampu berpaling dari ku hubby." Balas Ana menggigit pelan ujung telinga suami nya. Dan ya, Rick langsung terpancing.


"Aku ingin lagi..." dan terjadilah kembali aksi saling serang, dorong dan menindih tersebut hingga satu setengah jam lebih lama.

__ADS_1


Tanpa tau di luar, Nuri tengah berusaha meredam suara laknat sang atasan dengan headphone di telinga nya. Sang bos bisa di pastikan lupa menyalakan peredam suara. Mau tak mau Nuri menghalau siapa saja yang akan naik dan melewati ruangan sang atasan.


__ADS_2