Beloved My Ana

Beloved My Ana
Golongan Darah Yang Sama


__ADS_3

"Selamat, semoga kalian selalu berbahagia. Di karuniai anak-anak yang hebat seperti kedua orang tua nya. Maaf telah memberikan kesan yang kurang baik di awal pertemuan kita." Ucap Lucas tulus, dan Rick dapat melihat nya.


"Terimakasih banyak tuan Lucas, terimakasih atas doa nya juga sudah menyempatkan diri hadir di pernikahan sederhana kami. Kami memang berencana memiliki banyak anak nanti, terutama aku sudah tidak sabar menjadi seorang ayah." Rick membalas uluran tangan Lucas dengan tatapan bersahabat.


Keduanya sama-sama tertawa pelan, Ana senang akhirnya tidak ada musuh tercipta diantara mereka.


"Terimakasih tuan Lucas, sudah hadir di pernikahan kami. Silahkan menikmati hidangan yang ada, masakan disana sangat enak. Kakak ipar ku yang menyiapkan nya khusus untuk acara bersejarah ini." Sambung Ana tersenyum lembut.


"Kau mengingatkan ku pada seseorang yang sangat aku sayangi juga aku rindukan. Matamu, bentuk wajahmu. Hampir serupa dengan nya. Wanita hebat yang sudah melahirkan ku ke dunia ini." Ucap Lucas dengan mata berkaca-kaca. Ingin sekali dia memeluk Ana, namun dia tidak ingin menciptakan masalah.


"Maaf jika mengingat kan mu pada kesedihan, tuan." Ujar Ana tak enak hati, ada gelayar aneh melihat mata berembun milik Lucas. Seperti hati nya pun ikut terluka.


"Tidak, bukan salah mu. Jangan merasa tidak enak begitu, baiklah aku akan menikmati makanan dibawah sana. Aku kebetulan tidak makan sebelum kemari, agar bisa merampok menu prasmanan pernikahan kalian." Kelakar Lucas tertawa kecil.


Saat akan menuruni tangga, matanya menangkap siluet wanita sedang mengarah sesuatu ke arah pelaminan. Sejenak Lucas memicing kan matanya, dan hampir saja kedua matanya melompat keluar melihat apa yang sedang gadis itu pegang.


Sebuah pistol, dan mengarah tepat di mana Ana tengah berdiri menyambut tamu. Tanpa peduli akan menciptakan suasana tak nyaman, Lucas berbalik kemudian memeluk Ana.


Seketika semua mata tertuju pada pengantin wanita yang tengah di peluk erat oleh seorang pria asing. Rick tak kalah terkejutnya, pengantin nya tiba-tiba di peluk oleh Lucas tanpa aba-aba.

__ADS_1


Namun fokus mereka tertuju pada suara letusan yang menggema, tak lama tubuh Lucas ambruk ke lantai. Darah segar mengalir deras dari balik punggung nya, bibir nya bergetar menahan sakit. Ana syok dengan apa yang terjadi, semua begitu cepat, Sulit baginya untuk mencerna keadaan yang ada.


Rick menarik Ana ke dalam pelukannya, menenangkan istri nya dengan kata-kata lembut. Lalu membawa Ana ke dalam rumah dengan di Kawali oleh para kerabat yang menjadikan diri mereka sebagai tameng. Karena khawatir akan ada serangan susulan.


Sementara Lucas segera di angkat dan di bawa ke rumah sakit melalui pintu belakang. Mata nya mulai sayu, dalam ingatan nya yang sudah mulai samar. Lucas tersenyum senang, dia senang adiknya baik-baik saja. Saat memeluk Ana, dia tak sengaja melihat bekas luka bakar di punggung Ana, dan hanya adik nya yang mempunyai bekas luka sebesar itu ditubuhnya. Lucas yakin, Ana adalah adik nya.


Mata nya mulai meredup, hingga akhirnya tertutup rapat. Namun senyum dibibir nya tak surut sedikit pun.


"Brengsek! brengsek! bagaimana bisa gadis itu selamat! aku harus pergi dari kota ini sekarang juga. Ya! aku harus pergi" Gumam nya seperti orang tidak waras.


"Mama? ya mama! aku harus memberitahu kan pada mama. Mama pasti akan menolong ku. Benar, mama sangat menyayangi ku pasti tidak masalah dengan apa yang aku perbuat." Ucap Maura pada dirinya sendiri. Lalu merogoh ponsel nya, dan menghubungi sang ibu.


"Ha..."


"Siapa yang menelepon mu, apa Maura ? dimana dia sekarang ? Kenapa masih belum pulang juga? kemana anak itu berkeliaran sampai sore begini tanpa kabar." Cecar Sidharta mengomel pada istri nya.


Sely bingung harus memulai kata dari mana, suami nya pasti akan sangat marah. Diapun takut, karena diri nya lah yang mengijinkan Maura keluar rumah.


Terdengar suara seorang pembawa acara berita di televisi, yang membahas tentang sebuah penembakan di sebuah acara pernikahan anak seorang pengacara hebat "Seorang pengusaha muda, CEO dari perusahaan Piazon group tertembak dan kini kondisi nya masih belum di ketahui. Berita terakhir yang kami dapatkan, CEO muda itu tengah dalam kondisi kritis dan bla bla bla..." Mata Sely melotot sempurna, tidak mungkin kan jika putri nya telah menembak CEO Piazon group tersebut. Bayangan penjara sudah membayangi pelupuk matanya.

__ADS_1


"Tidak! tidak mungkin! putri ku tak mungkin menembak nya, ini pasti hanya kebetulan saja. Ya! pasti hanya kebetulan!" Ujar Sely meyakinkan diri nya, sementara Sidharta menatap heran pada istri nya. Dia sangat mengenal CEO yang di maksud tersebut, karena merupakan salah satu klien bisnis nya. Lalu apa hubungannya dengan istri juga putri nya


"Apa yang kau bicarakan, jangan membuat rumit keadaan. Katakan ada apa sebenarnya, Sely!" Tegas Sidharta menuntut penjelasan.


"Maura, Maura kita telah menembak seseorang di pernikahan Rick. Harusnya gadis kampung itu yang tewas, andai saja pria bodoh itu tidak mengorbankan diri nya." Jawab Sely ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.


Mata Sidharta melotot sempurna, "kenapa masalah sebesar ini tidak kau katakan padaku, Sely! lihatlah ulah putri mu, apa kau tidak tau siapa CEO Piazon group tersebut ? dia salah satu penanaman saham terbesar di perusahaan kita selain Jovan. Bisa-bisa nya kau diam saja seperti orang idiot!" ujar Sidharta marah, mata nya berkilat kemarahan besar.


"Ayo ke rumah sakit, paling tidak kita tidak di anggap lari dari tanggung jawab." Keduanya bersiap walau masih belum menemukan kata yang cukup untuk membuat pembelaan. Biarlah urusan nanti saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana keadaan nya kak?" tanya Rick menatap sepupunya Alsy(anak Elsye, cucu Keenan).


"Pria itu butuh banyak donor darah, sayang nya dia punya jenis darah yang langka. Sudah Beberapa PMI kami hubungi dan tidak satupun yang menyetok jenis darah tersebut. Diantara kerabat kita juga tidak ada yang memiliki nya." Jelas Alsy menatap putus asa pada adik sepupu nya.


"Apa jenis golongan darah nya kak?" tanya Rick penasaran, karena istri nya pun memiliki jenis golongan yang langka.


"Golden blood atau biasa kami sebut Rh null. Golongan darah ini sangat langka, kami kesulitan menyelamatkan nya jika dalam waktu kurang dari satu jam ke depan pria itu tidak mendapatkan donor darah." Alsy mengusap kasar wajahnya, pernikahan yang seharusnya menjadi momen membahagiakan. Kini berubah mencekam karena ulah seseorang.

__ADS_1


"Ana memiliki nya, Istri ku mempunyai golongan darah yang sama kak, aku akan menghubungi Dio agar membawa Ana kemari." Ujar Rick kembali bersemangat, begitu juga Alsy.


"Kalau begitu cepat lah, operasi harus segera di lakukan sebelum terjadi komplikasi." Sambung Alsy tak kalah bersemangat, Lucas tidak bisa di operasi karena pria itu sudah kehilangan banyak darah, ditambah sayatan operasi maka akan mengeluarkan darah nya lebih banyak lagi. Dan itu bisa membunuhnya secara tak langsung. Sementara kondisi Lucas semakin melemah.


__ADS_2