
Tiga bulan pasca Ana kembali terbang dari tidur panjang nya. Ini merupakan hari pertama wanita itu keluar rumah tanpa menggunakan kursi roda.
"Bunaa udah narok bekal abang belum?" Rean keluar dengan tas ransel milik nya juga menenteng tas raket badminton nya. Hari ini Rean akan mengikuti pertandingan tipis-tipis ala anak TK.
"Udah dong. Seperti pesanan abang semalam. Ayam goreng kremes sama saos juga lalapan nya." Sahut Ana yang kini tengah menyusun kotak makan untuk nya dan sang suami.
Ini perdana, Ana akan ikut bersama Rick ke perusahaan. Sebelum nya Ana selalu menolak, Rick tau jika istri nya itu pasti minder akan kondisi nya. Hingga Rick akhirnya tak bisa memaksa. Namun semenjak sang istri mulai bisa berjalan, Rick tak lagi dapat menahan diri untuk tidak memaksa. Keberadaan Yumna mulai mengganggu konsentrasi nya di kantor.
Beberapa kali wanita itu sengaja menggoda dengan sengaja memperlihatkan bagian-bagian tubuh nya pada Rick secara terbuka. Yumna semakin tertantang akan penolakan Rick pada nya, padahal sebagai pria dewasa dan tentunya lama tak terjamah oleh wanita. Tentu Rick akan merindukan hal-hal sensitif tersebut.
Rick pria normal, reaksi biasa jika merasakan milik nya on kala melihat pemandangan yang membuat jiwa kelakian nya meronta. Namun dia masih ingat batasan, cinta nya pada sang istri mampu membuat nya tetap berpikir waras untuk tidak bermain gila. Dia bukan laki-laki naif, namun dia tak ingin membuat kenaifan tersebut menjadi sebuah alasan untuk mendua.
"Udah siap bun?" tanya Rick yang baru saja tiba di meja makan.
"Udah semua, tinggal angkat ke mobil nih..." tunjuk Ana pada sang suami.
"Sip deh! sambel terasi nya udah bun, sama sayur santan nangka nya juga jangan sampe lupa." Ucap Rick mengingat kan.
"Udah beres semua yah, tinggal di angkut aja ini." Ulang Ana meyakinkan sang suami.
Keluarga Cemara tersebut mulai sarapan, setelah selesai mereka menuju ke sekolah anak-anak nya. Kemudian melanjutkan ke kantor di mana sang suami bekerja.
"Taaraaaa..! Di sinilah suami mu yang tampan ini sehari-hari nya bekerja sayang. Dan sekarang, juga akan menjadi tempat istri ku yang cantik ini menemani suami nya hingga selesai mencari nafkah." Ana tertawa renyah, melihat tingkah suami nya yang terlihat sangat ceria hanya karena di temani saat bekerja.
Klek
__ADS_1
Yumna menatap tak suka interaksi Rick yang kini tengah merangkul mesra pinggang ramping Ana.
"Oh, Yumna... Perkenalkan, ini istri ku. Nama nya Ana, anak pemilik perusahaan yang ku kelola ini. Sayang, ini sekretaris ayah yang selama dua tahun ini menjadi sekretaris ayah di kantor." Yumna menatap tajam pada Ana yang menatap nya sangat teduh.
"Ana.." Ana mengulur kan tangan nya namun tak di sambut oleh Yumna. Rupa nya wanita tersebut mulai menunjukkan peperangan secara terbuka.
Ana kembali menarik tangan nya meski sedikit heran. Dia sama sekali tak tersinggung. Sedikit banyak dia tau kisah tentang wanita itu, tak ada yang di sembunyikan oleh Rick dari nya. Dan dia patut bersyukur karena ketulusan dan kesetiaan sang suami.
"Aku Yumna, wanita sudah menemani suami mu melakukan banyak hal. Aku mendampingi nya terkadang hingga malam hari di kantor ini. Rick cukup terhibur akan kehadiran ku yang mampu sedikit membantu nya teralih kan dari rasa jenuh." Ucap Yumna dengan senyum seringai di bibir nya.
Rick mengepal tangan nya, bukan begini yang dia ingin kan. Dia mau Yumna berhenti mendekati nya dengan berbagai cara, setelah melihat kemesraan nya bersama sang istri. Namun Rick salah, Yumna tipe wanita yang nekad dan tak tau malu.
Ana tersenyum seraya mengusap lembut lengan sang suami.
Ana kembali melanjutkan kalimatnya yang sempat terjeda. "Nama mu sangat indah, pasti memiliki arti yang tak kalah indah pula. Setiap orang tua menyematkan nama terbaik untuk anak-anak mereka tentu di iringi untaian doa dan harapan terbaik. Aku yakin orang tuamu pun begitu. Ku dengar dari papa, kau adalah anak dari sahabat lama nya. Senang akhirnya bisa bertemu langsung. Kau sudah banyak membantu suami ku selama ini, itu sangat berarti untuk ku. Sebagai seorang istri yang tidak bisa melakukan apapun untuk suami nya, itu merupakan beban batin tersendiri. Tapi aku bersyukur, di kelilingi oleh orang-orang baik seperti mu. Kau dengan segala ketulusan, suka rela membantu meringankan pekerjaan Rick. Aku berhutang banyak kata Terimakasih yang tak pernah sudah. Kau wanita yang baik, pernah dengar, jika orang baik akan di pertemuan dengan orang yang baik pula?" Kata-kata Ana serasa menampar keras wajah Yumna.
Wanita itu menahan gemuruh di dada nya yang entah merefleksikan perasaan apa. Antara malu, marah dan entah lah.
Tanpa permisi, Yumna berbalik keluar dari ruangan Rick, dentuman pintu membuat senyum Ana melebar sempurna. Wajah teduh itu telah menunjukkan, siapa singa yang sesungguh nya. Kucing kecil seperti Yumna, tidak akan bisa bersaing merebut makanan dari nya dengan mudah.
Rick terpana, kagum dan terpukau. Wanita selembut Ana, mampu membungkam wanita agresif seperti Yumna.
"Wow..! Anda siapa nyonya..? Aku sungguh terpukau melihat bagaimana wanita lemah lembut ini mulai menunjukkan taring-taring nya." Puji Rick menatap penuh rasa bangga. Ana bukan tipe wanita yang suka berdebat, namun diam nya ternyata menyimpan berlian.
"Dan anda harus mulai berhati-hati pada ku, tuan Rick. Karena wanita ini bisa memanggang mu hidup-hidup jika kau berani bermain bara." Ana mengedip kan mata nya menggoda sang suami. Rick menelan ludah nya susah payah, serasa menelan batu kerikil.
__ADS_1
Wanita pendiam itu rupa nya lebih berbahaya. Rick akan mulai waspada sekarang, dia tak ingin membuat ketenangan batin sang istri terkacau kan oleh hal-hal yang tidak perlu.
Rick berjalan menghampiri sang istri yang sudah lebih dulu duduk di sofa.
"Sayang, aku tidak begitu... Lihat lah bagaimana suami tampan mu ini setia hingga kau tersadar." Bujuk Rick memeluk pinggang Ana. Entah apa yang merubah Rick dari pria dingin menjadi banyak bicara dan mulai pandai merayu. Yang jelas sejak istri nya bangun, Rick mulai memperlihatkan sisi lain dari diri nya. Pria itu sering menggoda Ana ketika mereka sedang berdua.
"Waw! aku terharu tuan Rick. Jadi anda hanya setia sampai aku tersadar saja, bagaimana jika aku kembali tertidur. Apa anda berniat untuk mencari penumpang lain dalam nahkoda kapal kita, hmmm?" Rick menggaruk tengkuk nya, dia salah melontarkan kalimat.
"Bukan begitu sayang, aku akan selalu setia pada mu hingga akhir. Kau lihat dia, bahkan sudah tiga bulan sejak kau kembali terbangun. Dia masih belum meminta bertamu ke rumah nya, apa kau tau...dia sedikit lelah bersahabat dengan nona Citra, pertemanan mereka sedikit kurang sehat belakangan ini. Apa kau berniat untuk memeriksa keadaan nya, sayang..?" suara Rick terdengar serak di telinga Ana. Ana mulai memahami arah pembicaraan mereka.
Wanita itu tersenyum penuh makna. Dia sudah belajar banyak hal tentang hubungan tersebut di channel terpercaya. Dan dia berencana akan mempraktekkan ilmu baru nya tersebut bersama sang suami tercinta. Anggap saja sebagai hadiah kecil untuk kesetiaan suami nya selama ini.
Ana mulai bangkit dari duduknya, kemudian duduk dipangkuan Rick. Pria itu mematung, namun segera tersadar saat merasakan hembusan hangat nafas sang istri di wajah nya. Kegiatan panas tersebut benar-benar memukau bagi Rick. Selain sudah sangat lama diri nya tak merasakan sentuhan seorang wanita, sikap agresif sang istri lagi-lagi membuat nya tercengang.
Permainan mereka lebih banyak di dominasi oleh Ana, mulai dari sofa, meja kerja hingga ruang pribadi pun tak luput di absen oleh pasangan tersebut.
"Wow! sayang.. Siapa kau? lihat lah peluh ini, kau luar biasa liar. Dari mana bunda mempelajari ilmu kama*s*utra ini, hmmm?" Ucap Rick terkagum-kagum. Nafas nya masih belum teratur akibat pelepasan pertama nya yang kini tepat sasaran, bukan lagi lubang pembuangan (closed).
"Apa ayah puas, hmm?" Alih-alih menjawab, Ana malah balik bertanya. Dia merasa malu akan sikap nya yang sangat agresif.
"Tentu saja, ini luar biasa.. Boleh minta nambah? seperti nya dia masih sedikit lapar..." bisik Rick mulai menjelajahi leher jejang istri nya.
Ana hanya mengangguk pasrah, walau tubuh nya sudah mulai kelelahan. Namun melihat binar cerah di mata Rick, Ana merasa tak tega. Akhir nya penyatuan jiwa raga kembali terjadi.
Hidup penuh misteri, Ana yang kalem dan tak banyak tingkah. Bisa bersikap mawas diri dan agresif di saat-saat tertentu. Tentu saja membuat Rick merasa senang. Keamanan nya mulai terjaga semenjak sang istri menjadi bayangan nya kemana pun pria itu pergi. Meski harus menahan cemburu di setiap waktu, mana kala banyak tatapan penuh puja terarah pada sang istri tercinta. Namun meski begitu, kehadiran Ana diberbagai agenda nya, mampu menyingkirkan kucing liar sejenis Yumna. Kata-kata lembut Ana selalu mampu membungkam para calon pelakor itu, hingga tak mampu lagi meski sekedar berbisik.
__ADS_1