Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang

Berbagi Cinta : Cinta Yang Hilang
Ep 10


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Kepulangan Dinda lebih cepat satu hari dari yang dijadwalkan, karena Dinda tidak dapat meninggalkan terlalu lama pasiennya kebetulan acara selanjutnya hanya ramah tamah sesama dokter anak.


Dinda sengaja tidak memberi kabar ke suaminya karena ingin memberikan kejutan, dia menepis segala prasangka buruk yang di pikirannya.


Dinda menaiki taxi untuk sampai ke apartemennya. Rasanya dia ingin melepas rindu dengan suaminya karena sudah hampir satu minggu lamanya dia dan Aryo.


Ting


Lift sudah sampai di lantai apartemen yang Dinda dan Aryo tempati, dia memasukkan kode untuk membuka pintu.


Ceklek


Deg


Pijakan kaki Dinda rasanya gamang, seakan tulang-tulangnya terlepas dari tempatnya. Sakit ya itu yang dia rasakan saat ini.


Bruk


Tas yang di bawa dinda terlepas dari sang empunya, ingin rasanya saat ini dia pingsan, ingin rasanya ini semua hanya mimpi, ingin rasanya dia berteriak.


Sepasang manusia yang tengah berciuman tersadar bahwa ada yang datang. Langsung mengalihkan pandangannya ke arah suara.


Hati Dinda seakan tertancap ribuan paku ,tangannya mengepal dengan gemetar, air mata menggenang di pelupuk matanya. Ingin rasanya dia menjerit dan menghajar sepasang manusia di depannya.


“Sayang.” Ucap Aryo dengan gemetar.


Nanda segera bersembunyi dibalik punggung Aryo, dia takut dengan tatapan tajam dari Dinda.

__ADS_1


Selangkah


Dualangkah


Tigalangkah


Plak


Dinda menampar suaminya hingga terhuyung kebelakang, entah kekuatan dari mana yang Dinda dapatkan hingga membuat sudut bibir laki-laki tersebut berdarah.


Nanda yang terlonjak kaget menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia seakan tidak menyangka dokter Dinda yang terkenal lemah lebut akan sampai hati menampar suaminya.


“Beb, kamu tidak apa-apa?” Tanya Nanda dengan berkaca-kaca.


“Tidak apa-apa honey.” Ucap Aryo yang meraba sudut bibirnya dengan jari.


Dinda tercengang dengan panggilan mereka.


“Maafkan aku sayang, aku bersalah.” Jawab Aryo dengan memegang tangan Dinda, dengan cepat Dinda tepis. Karena hatinya benar-benar hancur.


“Kamu!” Dinda menunjuk Nanda dengan mata yang nyalang.


“Kamu kenapa tega berhubungan dengan suami orang? Apa kamu tidak punya malu, Aryo adalah suamiku, apa kamu tidak bisa mencari laki-laki yang masih lajang? Kenapa harus suami orang!!” ucap Dinda dengan dada yang naik turun.


“Maafkan saya dok, saya tidak bermakhsud merusak hubungan kalian.” Ucap Nanda dengan menundukkan kepala, tangannya diremas-remas, di gigit bibirnya agar tidak menangis.


“Sayang ini salahku, bukan salah Nanda. Mohon dengarkan aku dulu sayang.” Ucap Aryo menyela Nanda dan Dinda.


“Apa? Kamu masih membela dia, jelas-jelas aku melihat dengan kepalaku sendiri kelakuan bejat kalian. Apa salahku ke kamu mas?” Tanya Dinda dengan terisak, dia memukul-mukul Aryo.

__ADS_1


“Silahkan pergi dari sini, aku tidak ingin melihatmu lagi Nanda.” Ucap Dinda yang menatap tajam Nanda.


Nanda masih bergeming tidak beranjak.


Kesabaran Dinda sudah habis, emosi terlalu menyelimuti dirinya. Dengan langkah yang cepat, tangannya menyambar rambut Nanda dan menyeretnya ke arah pintu.


“Dinda cukup!!! Dia hamil anakku! Aku dan Nanda sudah menikah siri sejak dua bulan lalu.” Seru Aryo, dia marah karena Dinda berperilaku kasar.


Padahal selama ini istrinya itu selalu lemah lembut. Terlebih saat ini Nanda sedang hamil anaknya, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan bayi yang dikandung Nanda.


Hah? Dinda menaikkan sudut bibirnya. Dan melirik Nanda yang rambutnya masih dia pegang. Nanda semakin gemetar melihat senyum dari Dinda. Dilepasnya tangan dari rambut madunya dengan kasar.


Aryo segera menghampiri dan memeluk Nanda yang terisak dalam pelukannya.


Dinda yang melihat hal tersebut beranjak meninggalkan sepasang manusia tersebut, dia naik ke kamar dan membanting pintu dengan keras.


Brak


Nanda dan Aryo tersentak kaget.


Aryo membawa Nanda untuk duduk di sofa, dengan masih berpelukan mereka berkelana dengan pikirannya masing-masing. Saat ini Aryo tau tidak tepat untuk menjelaskan ke Dinda.


Dinda bersadar ke pintu dengan tangis yang pilu, dia memukul-mukul dadanya, rasannya sungguh sesak, hatinya meledak tak kersisa, cintanya sudah hilang. Tidak ada lagi cinta di dalam rumah tangga yang dia bina dengan suaminya. Dinda menangis meraung seakan meminta kepada langit untuk menyadarkannya bahwa ini hanya mimpi.


Aryo yang sudah berdiri di depan pintu kamar hanya berdiri terpaku, dia sadar telah menyakiti hati istrinya Dinda terlalu dalam, dia ingin memeluk istrinya dan bersujud meminta maaf.


-------


Hallo teman-teman ini karya kedua saya (apakah bisa disebut kedua, karena yang pertama belum tamat) hehehe

__ADS_1


Mohon dukungannya, kritik dan saran yang positif sangat saya nantikan. Agar saya semakin berkembang lebih baik lagi.


Jangan lupa follow IG @frd_95


__ADS_2